Connect with us

Box Office

Review Film Cruella – The Devil Wears Prada ala Disney

Published

on

GwiGwi.com – Saat masih kecil, Estella (Tipper Seifert-Cleveland) sering dirundung akibat penampilannya yang mencolok. Karena Estella sendiri seorang pemberontak yang agresif, tiap kali hal itu terjadi dia selalu membalasnya sampai sekolah tidak tahan dan mengeluarkannya. Karena memiliki sifat pemberontak, ibunya sendiri, Catherine (Emily Beecham) memperingatkannya kalau dia adalah Estella, bukan Cruella (Cruel = kejam). Setelah dikeluarkan, Estella kecil dan si ibu pergi meninggalkan kota mereka menuju London.

Namun, setelah sebuah tragedi di kediaman Baroness (Emma Thompson), Estella harus hidup sendiri di London. Beruntung dia bertemu 2 pencuri, Jasper (Joel Fry) dan Horace (Paul Walter Hauser). Bersama mereka Estella berusaha bertahan hidup, dengan mencuri satu, dua dan beberapa barang lainnya di kota besar itu. Beranjak dewasa, Estella (Emma Stone) meski masih menjadi penipu dan pencuri, hatinya selalu ingin menjadi desainer baju di toko bergengsi di London, Liberty. Pertemuannya kembali dengan Baroness yang dingin memberinya kesempatan untuk menuju tingkat yang lebih tinggi lagi.

Kesamaan dengan film lain yang paling menonjol justru bukan dari JOKER seperti yang ramai dibicarakan saat trailer pertamanya dirilis, tapi mengejutkannya adalah THE DEVIL WEARS PRADA. Cerita Estella bekerja di bawah desainer Baroness mirip sekali dengan Amanda yang menjadi asisten kepala editor killer majalah fesyen Vogue, Miranda Priestly. Bedanya, saat sebuah fakta terungkap Estella berbalik mensabotase karir Baroness dengan menyamar sebagai Cruella. Tapi, apakah alter egonya ini akan mendominasi Estella dan merusak hidupnya, ataukah Cruella adalah diri dia yang sebenarnya?

Emma Stone bisa dibilang memainkan 2 peran di sini yakni sebagai Estella, desainer berbakat yang haus pengakuan yang mudah membuat kita iba dan Cruella, wanita pede sassy/lancang karismatik yang bisa menakutkan. Emma Stone berhasil memainkan keduanya, walau menurut saya dirinya sebagai Estella lebih menarik.

Momen-momen ketika film menggali Cruella di balik gaya modis dan make up nya, memperlihatkan manusia yang penuh dendam, kegelapan sifatnya dan kelemahannya. Momen yang seolah menebas gaya komikal komedi filmnya ini sangatlah menarik. Dipegang kuat lah oleh Emma Stone. Saya justru berharap filmnya berani lebih gelap lagi. Toh ini awal mula karakter antagonis kan? Tone komikal yang ada di sini mengingatkan pada film seperti LEMONY SNICKET’S A SERIES OF UNFORTUNATE EVENTS. Beberapa komedi slapstick seperti mudahnya Cruella dan temannya menghajar penjaga bertubuh besar. Juga bagaimana Cruella seperti mendapat banyak pengampunan atas sifat ngaconya dan mudahnya dia lari dari perbuatan destruktifnya (polisi kok tidak berkutik di sini). Hanya karena dia terluka karena trauma maka boleh saja? Terkadang beberapa momen seperti meminta kita menaruh nalar di luar pintu bioskop.

Ya memang, beberapa scene mengherankan tapi CRUELLA juga secara tepat memberikan scene-scene yang memanusiakan karakternya. Entah itu memberi cukup alasan untuk peduli pada Estella di awal film, Jasper yang khawatir berubahnya Estella yang makin keji saat menjadi Cruella, dan penerimaan Estella pada dirinya yang baru. Untuk karakter yang tulen psikopat seperti Baroness pun, Emma Thompson mampu memanusiakannya dengan kepiawaiannya di adegan yang konyol seperti tidur 9 menit atau kejamnya dia pada anak buahnya yang bisa menjadi komedi.

 

Sebenarnya ada campuran yang baik antara drama dan komedi di CRUELLA yang melebihi beberapa film live action kartun Disney lain. Sayangnya karena durasi terlampau panjang, momen-momen yang oke boleh jadi kurang dapat dinikmati karena penonton sudah kelelahan. Lelah karena ternyata setelah aksi besar, film masih berlanjut. Masih ada lagi operasi yang dilakukan Cruella untuk menjatuhkan Baroness. Disney mungkin harus bisa memilah lagi scene-scene yang benar-benar krusial untuk filmnya. Durasinya adalah 2 jam 14 menit. Bersiap ya para calon penonton.

Meski demikian, CRUELLA adalah salah satu film live action kartun Disney yang paling solid dengan cerita yang lebih kuat dan dominan style sinematografi seperti dokumenter yang memberi kesan real pada film. Menjadikan pemberontakan Cruella unik seperti karakternya. Jadi Gwiples jika kalian penasaran bagaimana dan apasih yang bakal dilakukan Cruella, jangan lupa untuk saksikan CRUELLA diboskop bioskop kesayangan kalian dan jangan lupa 3M serta Protokol Kesehatannya ya Gwiples!

Advertisement

Box Office

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Published

on

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

www.gwigwi.com – Trilogi reboot Planet of The Apes yang diheadline Andy Serkis sebagai Caesar, boleh jadi adalah kejutan manis yang jarang terjadi pada sebuah franchise Hollywood. Deretan film yang memang punya jiwa dan layak untuk hadir.

Mendengar bahwa kisahnya akan dilanjutkan tentu membuat skeptis. Hanya asal cari duit atau apakah bisa mengikuti jejak pendahulunya?

Noa (Owen Teague) hidup bergenerasi lama setelah Caesar (Andy Serkis) wafat. Dia sama sekali tak mengenal si “nabi” para simpanse itu. Sebuah POV yang bagus, baik untuk penonton baru sekaligus sebagai pembuka lembar seri film baru.

Dia dengan keluarga dan teman-temannya; Soona (Lydia Peckham) dan Anaya (Travis Jeffrey) hidup dalam klan yang hidup berdampingan dengan elang. Mereka dilarang untuk pergi keluar dari wilayahnya oleh para tetua di desa.

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Sampai pertemuan Noa dengan manusia, Mae (Freya Allan) menjungkir balikkan pandangan simpanse taat aturan itu tentang dunia di sekitarnya.

Cerita film memiliki banyak kemiripan dengan film sebelumnya, WAR FOR THE PLANET OF THE APES sampai rasanya kurang terasa orisinalitas film ini.

Beruntung film berhasil mengenalkan Noa dan klannya sampai meski nada-nada yang sama berbunyi, penonton sudah terlanjur simpatik dengan simpanse muda ini dan oke saja ikut perjalanannya.

Gak berarti kosong inovasi total. Kompleksitas baru yang disuguhkan tetap ada dan menarik. Villainnya, Proximus (Kevin Durand) seakan mewariskan impuls nafsu berkuasa manusia otoriter untuk tujuannya sendiri. Tak peduli harus bekerja sama manusia atau mengorbankan sesama simpanse.

Chemistry Noa dan Mae yang tidak monoton nan klise membuka lapisan baru soal hubungan manusia dan simpanse ke depannya.

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Sayang beberapa hal baru menarik itu berasa hampa di klimaks karena diakhiri terburu-buru atau ada yang disimpan untuk sekuel. Pada akhirnya sebaik apapun Kingdom OF THE PLANET OF THE APES berlari di awal, perlahan si simpanse sepertinya kelelahan dan berjalan saja ke garis finish.

Terdapat adegan desa yang terbakar hancur diserang klan lain yang lebih perkasa dan bersenjata modern. Meminta penonton iba pada korbannya.

Ironis rasanya mengingat rumah produksi Kingdom OF THE PLANET OF THE APES di dunia nyata justru memihak pada yang kuat nan berkuasa. Mungkin studionya sendirilah yang paling harus belajar dari film ini.

Continue Reading

Box Office

Kisah Kelahiran Damien, Sang Anak Titisan Iblis, Terungkap dalam Film Horor Psikologis Terbaru, “The First Omen”

Published

on

By

Review Film The First Omen, Lahirnya Antikristus

www.gwigwi.com – Film horor psikologis terbaru dari 20th Century Studios, “The First Omen”, tayang eksklusif di bioskop mulai hari ini, 3 April 2024. Sebagai prekuel dari salah satu kisah horor ikonik, “The Omen”, film yang berlatar di tahun 1971 ini akan menceritakan kisah di balik kelahiran Damien, anak titisan iblis yang menjadi tokoh utama dalam “The Omen” yang dirilis pada tahun 1976. Disutradarai oleh Arkasha Stevenson berdasarkan karakter yang diciptakan oleh David Seltzer, “The First Omen” dibintangi oleh Nell Tiger Free, Tawfeek Barhom, Sonia Braga, Ralph Ineson, dengan Charles Dance, dan Bill Nighy.

Kisah horor tentang konspirasi di balik kehadiran titisan iblis ke dunia ini dimulai lewat karya Richard Donner, “The Omen”, yang berhasil memperoleh kesuksesan besar pada masanya dengan pendapatan lebih dari 60 juta AS Dolar di Amerika Serikat. Kesuksesan film tersebut diikuti dengan versi cerita lainnya dalam berbagai format, termasuk film “The Omen” pada tahun 2006 yang disutradarai oleh John Moore, yang berhasil meraup lebih dari 120 juta AS Dolar. Pada tahun 2016, Glen Mazzara juga menghadirkan kembali kisah ini dalam format serial yang berjudul “Damien”.

Di tahun 2024 ini, franchise ikonik tersebut akan kembali lewat prekuel arahan Arkasha Stevenson, yang sebelumnya dikenal lewat “Legion” dan “Briarpatch”. Sebagai film panjang perdananya, Arkasha Stevenson menceritakan bagaimana ia mengemas kisah ikonik tersebut, “‘The First Omen’ ini merupakan prekuel dari versi tahun 1976,” ungkap Stevenson. “Namun, penting juga bagi kami untuk menciptakan sebuah cerita yang dapat berdiri sendiri. Jadi, kami ingin para penonton menyaksikan versi tahun 1976 tersebut, tetapi ada pesan tersendiri yang juga ingin kami sampaikan.”

Produser David S. Goyer (“Hellraiser”) menambahkan, “Saya selalu penasaran dari mana asal mula Damien – bagaimana bayi itu bisa berada dalam pelukan Robert dan Katherine Thorn. Keinginan kami adalah untuk menciptakan film horor yang bersifat abadi dan kontemporer. Sesuatu yang akan menunjukkan masa lalu, tetapi juga dengan unsur masa kini. Film genre ini bekerja paling baik ketika mereka berfungsi sebagai cermin gelap yang memperlihatkan kembali kecemasan kontemporer yang kita miliki.”

Cerita dimulai dengan Margaret (diperankan oleh Nell Tiger Free), seorang calon biarawati muda yang dikirim dari Amerika ke Roma untuk bekerja di sebuah panti asuhan sebelum ia resmi menjadi biarawati. Sebagai seorang yatim piatu, Margaret merasa dekat dengan gadis tertua di panti asuhan itu, Carlita, yang seperti Margaret, mengalami masalah sejak usia muda. Ada sesuatu yang aneh pada anak ini dan tidak ada yang tahu mengapa, tetapi Margaret merasakannya, dan merasa ada hubungan antara keduanya. Pertemuan itu secara tak terduga membawanya ke dalam kegelapan yang menyebabkannya meragukan imannya sendiri, hingga akhirnya ia mengungkap konspirasi mengerikan yang bertujuan untuk melahirkan titisan iblis ke dunia.

Ketika “The First Omen” hadir di bioskop, penggemar film “The Omen” tahun 1976 akan segera mengetahui bagaimana Damien terlahir ke dunia. “Sangat menyenangkan bagi kami untuk dapat membangkitkan rasa takut yang terdalam dari penonton. Akan ada banyak sekali adegan horor yang juga diiringi oleh unsur intrik untuk menciptakan pengalaman, dan membuat penonton penasaran untuk tahu lebih jauh lagi. ” ujar produser Keith Levine.

“The First Omen” disutradarai oleh Arkasha Stevenson dan dibintangi oleh Nell Tiger Free, Tawfeek Barhom, Sonia Braga, Ralph Ineson, dengan Charles Dance, dan Bill Nighy. “The First Omen” hadir di bioskop Indonesia pada 3 April 2024

Continue Reading

Box Office

Daftar pemenang The 96th Academy Awards 2024

Published

on

Daftar Pemenang The 96th Academy Awards 2024

www.gwigwi.com – The Academy of Motion Pictures Arts and Science akan menggelar Academy Awards 2024 pada pagi ini, Senin (11/3/2024). Siaran langsung rangkaian acara pesta dan penyerahan piala Oscar akan dimulai pada sekitar pukul 06.00 WIB.

Semua nominasi calon penerima Oscar telah diumumkan sejak Januari lalu. Para pemenang Academy Awards ke-96 akan diumumkan satu per satu dalam acara yang berlangsung hingga 3 jam, dengan pemenang film terbaik diumumkan pada akhir acara.

Oscars 2024 akan digelar di Dolby Theatres, Los Angeles dan dipandu oleh komedian Jimmy Kimmel. Sebelum acara dimulai, seperti biasanya, pada aktor dan aktris akan terlebih dulu melewati red carpet untuk memamerkan busana masing-masing.

Dalam ajang penghargaan tahunan tersebut, film “Oppenheimer” masuk 13 nominasi diikuti oleh “Poor Things” (11 nominasi), “Killers of the Flower Moon” (10 nominasi), dan “Barbie” (8 nominasi).

Berikut daftar pemenang peraih Oscar tahun 2024 dan pemenang yang sudah diumumkan dari lama resmi dan akun sosial media acara penghargaan tersebut.

Berikut daftar pemenang Academy Awards ke-96:
* Best Supporting Actress: Da’Vine Joy Randolph, “The Holdovers”
* Best Animated Short: “War Is Over!”
* Best Animated Feature: “The Boy and the Heron”
* Best Original Screenplay: “Anatomy of a Fall”
* Best Adapted Screenplay: “American Fiction”
* Best Makeup and Hairstyling: “Poor Things”
* Best Production Design: “Poor Things”
* Best Costume Design: “Poor Things”
* Best International Feature: “The Zone of Interest”
* Best Supporting Actor: Robert Downey Jr., “Oppenheimer”
* Best Visual Effects: “Godzilla Minus One”
* Best Film Editing: “Oppenheimer”
* Best Sound: “The Zone of Interest”
* Best Score: “Oppenheimer”
* Best Original Song: “What Was I Made For?” from “Barbie”
* Best Actor: Cillian Murphy, “Oppenheimer”
* Best Director: Christopher Nolan, “Oppenheimer”
* Best Actress: Emma Stone,”Poor Things”
* Best Picture: Oppenheimer

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending