Berita Anime & Manga
Review Fate/Stay Night Unlimited Blade Works Episode 8
[alert-warning]Spoiler Alert! Read at your own Risk![/alert-warning]
GwiGwi.com- Episode kali ini dimulai saat Shirou mengalami mimpi dimana ia berdiri di tengah padang gurun. Tiba-tiba ia meilhat tangannya diselimuti besi-besi tajam yang makin lama makin menyebar ke seluruh tubuhnya. Tidak lama kemudian Shirou terbangun dan menyadari bahwa tadi hanya mimpi.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/82_zps8eba3b94.jpg
Shirou mulai berlatih lagi dengan Saber setelah ia bangun. Menurut Saber, kemampuan bertarung Shirou berkembang sejak terkahir kali mereka berlatih. Shirou sebenarnya hanya meniru cara bertarung Archer yang membuat Saber sedikit kesal dan sedikit Tsundere. Setelah berlatih, Shirou berangkat ke Sekolah. Saat di kelas ia dihampiri oleh Shinji yang semakin lama sikapnya semakin aneh.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/83_zps3b2623bd.jpg
Istirahat pun tiba dan saat Shirou mau pergi makan, ia melihat sekumpulan teman sekelasnya sedang mengintip sesuatu. Saat Shirou ikutan, ia melihat Rin sedang menunggu di depan kelasnya. Ketika Rin melihat ke arah Shirou, ia langsung memanggilnya. Hampir seluruh murid kebingungan melihat Rin berjalan bersama Shirou. Shirou yang tidak peka hanya menanyakan kemana Rin mengajaknya. Rin yang makin kesal akhirnya memarahi Shirou.
Mereka berdua akhirnya pergi ke atap untuk makan siang. Tidak hanya makan berdua, Rin juga meminta Shirou duduk di sebelahnya. Selagi makan, Rin tiba-tiba minta maaf karena Archer menyerang Shirou. Rin juga telah menggunakan Command Seal agar Archer tidak lagi menyerang Shirou selama mereka masih bekerja sama. Shirou juga tidak masalah karena tanpa Archer, ia sudah pasti mati. Ketika bel berbunyi, Shirou berencana kembali ke kelas tapi Rin meminta Shirou untuk menemaninya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/85_zps34c01344.jpg
Melihat kursi Shirou yang kosong, Shinji hanya tertawa dan kemudian pergi entah kemana. Rin bertanya mengapa Shirou sangat fokus pada Trace miliknya. Shirou sendiri juga sudah mencoba Magic lainnya tapi hanya itu yang ia bisa. Rin juga menjelaskan Magic miliknya yang memungkinkan ia untuk menyimpan Mana dan mengubah alirannya. Keahlian Rin adalah memindahkan Mana, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Shirou juga bertanya apakah Rin tau kalau keluarga Matou adalah keluarga Mage. Menurut ayah Rin, keluarga Matou sudah tidak dianggap sebagai keluarga Mage lagi. Shirou juga bertanya apakah Rin tau kalau Shinji juga seorang Master. Rin mengetahuinya tapi baru tadi pagi. Shirou menanyai Rin apa yang akan mereka lakukan mengenai Shinji. Rin sendiri hanya akan membiarkan Shinji jika ia tidak membuat masalah. Ternyata Shinji juga mengajak Rin untuk bekerja sama tapi Rin menolak karena Rin sudah bekerja sama dengan Shirou.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/87_zps0e31c1bd.jpg
Tiba-tiba ada gempa yang terjadi di area sekolah dan sebuah Boundary Field muncul. Berbagai jenis monster muncul di berbagai area sekolah dan Shirou dengan Rin turun untuk menyelidikinya. Shirou tiba-tiba merasa sesak dan Rin menyuruhnya agar terus mengalirkan Mana. Shirou yang khawatir segera menuju kelas Sakura. Disana ia melihat semua murid sudah pingsan dan Shirou segera menghampiri Sakura. Untungnya Sakura masih bernafas tapi tiba-tiba ada sebuah monster yang muncul di dekat Rin.
Monster tersebu mendekati Rin dan Shirou langsung menobrak pintu dan menyerang monster tersebut. Setelah monster itu jatuh, Rin langsung menembaknya. Monster lain pun muncul di sekitar mereka berdua. Melihat keadaan yang mendesak itu, Shirou memutuskan untuk menggunakan salah satu Command Seal miliknya untuk memanggil Saber. Saber pun muncul dan membasmi semua Monster yang dikenal sebagai Golem. Setelah semua Golem telah dikalahkan, Shirou meminta agar Saber menangani Servant yang memasang Field dan Shirou dengan Rin akan mencoba menghilangkan Field yang dipasang.
Di ruangan yang lain, Shinji dengan Servantnya sedang menikmati kemenangan mereka yang singkat. Tiba-tiba Servant Shinji merasakan bahaya mendekati mereka. Sosok misterius ini mendekati Shinji walaupun seharusnya tidak ada yang bisa bergerak. Saber yang sedang berusaha melewati para Golem tiba-tiba dihampiri oleh Servant Shinji dengan Class Rider. Saber langsung menyerang Rider tetapi Rider tidak melawan balik. Ternyata yang Saber serang bukannlah Rider yang asli melainkan hanyalah ilusi Caster. Shirou dan Rin juga sedang berusaha melewati Golem yang bermunculan dan saat mereka tiba di depan Lab kimia, mereka melihat Shinji yang ketakutan.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/90_zps8ddee9bd.jpg
Rin langsung memaksa Shinji untuk memberi tau siapa yang memasang Field itu. Shinji yang ketakutan hanya bisa menyalahkan sosok yang telah membunuh Rider. Shinji tidak memberikan informasi yang berguna sehingga membuat Shirou dan Rin kebingungan. Mereka akhirnya mencoba menyelamatkan para murid terlebih dahulu. Setelah selesai mereka akhirnya mencari tau siapa yang telah membunuh Rider.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/91_zps2bc78f64.jpg
Saber memberi tau Shirou dan Rin mengenai ilusi Caster yang ia serang tadi. Shirou dan Rin menyangka bahwa Caster lah yang telah membunuh Rider. Untuk sementara yang mereka tau adalah Master dari Caster berada di sekolah. Rin juga kagum dari cara Shirou menangani situasi yang berbahaya dan masih bisa mementingkan murid yang lain. Shirou sendiri berkata bahwa ia tadinya marah tetapi ia sudah biasa melihat mayat.
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!









