Connect with us

Serial Anime

Review Anime Fumikiri Jikan, Dikala anda menunggu Kereta Lewat

Published

on

GwiGwi.com – Terkadang anime dengan durasi yang singkat hampir terlupakan atau bisa dikatakan “kalah” bersaing dengan anime yang memiliki durasi yang lama namun bukan berarti anime dengan durtasi pendek tidak bisa dinikmati apalagi memiliki konsep jalan cerita yang sederhana tapi mengandung suatu hiburan tersendiri. Fumikiri Jikan (Crossing Time) bisa dikatakan adalah anime underrated dengan durasi singkat nya tapi memiliki suatu intermezzo yang menarik.

Maaf Anda Melihat Iklan

Fumikiri Jikan (Crossing Time) adalah sebuah judul manga yang dibuat oleh Yoshimi Sato yang menggunakan genre Comedy, Seinen, dan Slice of Life.Manga ini kemudian mendapatkan adaptasi anime yang diproduksi oleh Studio Ekachi Epilka dan tayang pada Musim Semi 2018 kemarin.

Simple adalah kata yang tepat untuk jalan cerita dari anime ini karena setiap episode memiliki jalan cerita yang berbeda dengan beragam topik pembicaraan yang berbeda sekaligus menghasilkan suatu intermezzo dikala menunggu kereta lewat yang menarik serta memiliki komedi yang ringan.Walaupun anime ini memiliki durasi yang tidak panjang namun anime ini memiliki banyak karakter yang sering muncul dalam kehidupan sehari hari seperti murid sekolahan, karyawan hingga penduduk biasa dan hal tersebut cukup mendukung jalan cerita di anime karena memang hanya bersifat pembicaraan antar dua karakter.

Maaf Anda Melihat Iklan

Studio Ekachi Epilka mungkin adalah studio debutan di musim Semi 2018 tapi kualitas visual dari studio ini cukup bagus untuk sebuah permulaan untuk menjadi studio anime yang lebih banyak memproduksi anime lagi ke depannya.Karena anime ini singkat, scoring di anime ini hampir tidak memberikan sesuatu yang spesial atau bisa dikatakan standar karena lebih mengedepankan kualitas tata dialog antar 2 karakter di anime ini.

Baca Juga:  Review Game 'Just Die Already' Menggila dengan para Boomer

Menunggu memang membosankan namun bila bersama atau bertemu dengan seseorang yang dikenal akan menghasilkan suatu komunikasi antar 2 orang atau lebih yang mengalahkan rasa bosan tersebut.Fumikiri Jikan hadir sebagai anime singkat dengan jalan cerita yang sederhana dimana intermezzo dikala menunggu kereta lewat adalah suatu hiburan yang menyenangkan dengan beragam topik pembicaraan yang dibawakan.Dari studio debutan Ekachi Epilka yang memberikan kualitas visual yang cukup bagus namun sisi scoring masih biasa tapi anime ini cukup menjadi anime yang mudah untuk dinikmati dikala bosan atau tidak tau mau nonton anime apa lagi.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Serial Anime

Review Anime Ecchi Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon – Antara Pertarungan dan Fanservice

Published

on

GwiGwi.com – Untuk Anda yang menyukai anime genre ecchi mungkin pernah menonton Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon (The Hidden Dungeon Only I Can Enter). Anime yang sudah tayang di musim dingin 2021 ini menjadi pilihan untuk anime genre ecchi di musim itu. Ceritanya berpusat pada tokoh utama bernama Noir Starga. Dia sebenarnya memiliki gelar kebangsawanan di dunianya. Akan tetapi, dia sama sekali tidak pernah dianggap sebagai orang istimewa. Kenyataannya keluarga Noir dianggap sebagai kelas rendah sehingga Noir harus bisa membuktikan anggapan itu salah.

Alhasil, Noir bertualang untuk mencari kemampuan khusus. Dia sebenarnya berhasil mengembangkan mantra yang kuat, namun memiliki efek samping seperti sakit kepala setelah menggunakannya. Berkat mantra tersebut, dia berhasil menemukan ruang bawah tanah tersembunyi yang dipenuhi monster dan makhluk berkemampuan khusus. Setelah Noir berhasil masuk, dia bertemu dengan wanita yang dirantai. Wanita itu juga memberikan kemampuan khusus pada Noir dan siap membuktikan kemampuannya itu. Dengan premis cerita yang terdengar klise, apakah anime ini memenuhi ekspektasi? Yuk, kita simak ulasannya.

Harem Dungeon Dimulai

Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon memang anime petualangan harem-ecchi yang cukup mengeksplorasi oppai, butt scene, dan pantsu yang kapan saja di mana saja dapat melepaskannya. Hanya saja, anime ini tidak mengekspos fanservice secara berlebihan seperti anime ecchi lainnya.

Pada Hidden Dungeon ini cukup cerdas menyajikan ecchi sebagai plot utama. Tokoh utama yang bernama Noir ini harus melakukan sentuhan secara seksual untuk bisa mengembangkan kemampuan khususnya. Jika tidak, maka energinya bisa habis atau istilah di sini adalah LP. Bahkan, saat LP ini habis penggunanya bisa mati. Hal tersebut mengingatkan kita pada anime ecchi di era lama.

Fokus pada oppai namun sewajarnya

Jika beberapa anime ecchi seperti To Love Ru, Love Hina, dan Negima! begitu banyak menyajikan oppai dan pantsu, Hidden Dungeon justru mencoba menceritakan kisah petualangan yang lebih menyenangkan. Beberapa elemen ecchi maupun harem di sini penyajiannya lebih baik dan tidak berlebihan.

Baca Juga:  Review Anime Urasekai Picnic - Awal Horror yang Berujung Komedi

Kita pun senang melihat Noir berkembang menjadi seorang petualang yang tidak hanya peduli dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Noir pun perlahan berubah dari agak lemah menjadi pejuang yang kuat. Bahkan dia juga memiliki tokonya sendiri. Hal ini tentunya kami puji karena anime ecchi tidak melulu membahas soal pantsu atau oppai semata.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pemeran wanita yang menyenangkan

Layaknya anime harem-ecchi, pastinya akan banyak sekali karakter wanita di dalamya. Untuk kasus The Hidden Dungeon Only I Can Enter, pemeran wanita si sini begitu menaik. Mulai dari teman masa kecil MC bernama Emma Brightness hingga gadis di penjara bawah tanah.

Jika Anda mencari seorang peri yang peduli namun agak oon, di sini ada Luna. Kalau saudara perempuan yang mungkin terlalu peduli, ada Alice. Tentunya tidak semua gadis memiliki screentime yang banyak. Namun, selama gadis yang kita sukan mendapatkan screentime lebih hal itu tidak menjadi masalah.

Plot dan Pertempuran yang cukup lemah

Memang The Hidden Dungeon Only I Can Enter sekilas begitu baik dari sisi pengemasan. Akan tetapi, anime ini tetap memiliki kelemahan dari sisi plot. Contohnya saja Noir yang dikalahkan karena kemampuannya sendiri. Hal itu bisa kita tebak seperti apa ceritanya.

Hal itu juga bisa terlihat dengan cara yang dilakukan Noir selalu sama. Saat Noir kewalahan, para gadis haremnya akan datang dan memberinya waktu untuk membuat rencana. Plot seperti ini cukup dangkal dan selalu berulang-ulang. Bagian scene pertarungannya pun juga tidak bisa berbuat banyak. Bahkan pada episode terakhir Noir tiba-tiba mendapatkan energi besar dan entah bagaimana bisa mengalahkan klon Olivia. Ya, kita pun tahu bahwa apa yang menjadi fokus utama dari anime ini.

Kesimpulan

Bisa dilatakan The Hidden Dungeon Only I Can Enter bukanlah sebuah revolusi dari anime genre ecchi-harem. Meskipun begitu, anime ini bukan berarti jelek. Jika Anda memang seorang penggemar berat anime tipe genre ini, maka sangat layak untuk ditonton.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

Review Anime Urasekai Picnic – Awal Horror yang Berujung Komedi

Published

on

GwiGwi.com – Urasekai Picnic merupakan salah satu anime menarik di musim dingin 2021. Anime yang memiliki genre misteri, scifi, dan sedikit Shoujo-ai ini menceritakan tentang Sorao. Dia merupakan mahasiswa yang kutu buku dan juga sering kesepian. Tokoh kedua adalah Toriko yang merupakan seorang penjelajah “dunia lain” yang pembawaannya ceria namun impulsif.

Mereka berdua bersama dengan Satsuki (manta rekan Toriko) mengalahkan ancaman dari dunia lain. Ditambah lagi mereka akan mengungkapkan sedikit demi sedikit berbagai misteri dari Otherside tersebut.

Pada awalnya, Urasekai Picnic memilik potensial lebih. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, minat penonton semakin turun. Hal itu dikarenakan banyaknya kritik dari sisi kualitas animasi dan penggunaan CG untuk monsternya. Itupun belum ditambah perseteruan antara penonton anime dan pembaca novel ringannya.

Lalu, apakah anime ini seburuk itu? Kita ulas di sini.

Horor dan komedi yang seimbang

Ok, kita mulai dari hal kelebihan dari anime ini, yakni unsur komedi dan juga horor yang cukup berimbang. Urasekai Picnic berhasil membuat rasa takut dari Otherside. Pada adegan pembuka, Sorao merenungkan sebuah kematian dan akhirnya diselamatkan oleh Toriko. Hal ini sudah menunjukan bagaimanan hubungan kuat dari keduanya.

Tak berlangsung lama, mereka langsung mendapatkan masalah karena harus menghadapi para makhluk misterius yang tidak berbentuk bernama Wiggle Waggle. Untuk bisa menciptakan kesan horor yang mengejutkan adalah salah satu tantangan animator. Pada bagian ini mereka berhasil membuat penonton cukup ketakutan. Penambahan OST juga menambah kesan menyeramkan.

Akan tetapi, kesan menyeramkan itu tidaklah merata. Sepanjang kisahnya, kita diperkenalkan dengan berbagai makhluk dari legenda urban bahkan dari internet. Apabila episode pertama merupakan penentuan ekspektasi, kami belum siap untuk bagian komedinya. Namun, kita sama sekali tidak menolaknya.

Maaf Anda Melihat Iklan

Contohnya kami suka melihat Kozakura selalu hilang saat dia dipindahkan ke Otherside. Namun, alurnya tidaklah konsisten. Mungkin hal ini sengaja agar kita bisa tahu seperti apa kehidupan sehari-hari para protagonis maupun saat pindah ke Otherside.

Baca Juga:  Review Game Orbital Bullet, Roguelike yang seperti Merry Go Round

Penggunaan CGI pada animasinya juga tidak membantu. Pada dasarnya, kami tidak menolak penggunaan CGI, namin harus diakui bahwa CGI tidak bisa selalu mejamin keberhasilan. Saat unsur horror pada Urasekai Picnic lebih sederhana, justru malah semakin menyeramkan.

Bisa kita lihat pada episode 4 saat Toriko hampir menjadi bagian dari sebuah dimensi alternatif. Pemandangan yang disajikan begitu nyata padahal hanya menggunakan beberapa elemen saja. Hal itu juga berlaku pada episode kelima pada adegan panggilan telepon. Elemen tersebut merupakan sentuhan yang sangat bagus.

Seperti Film Buddy-Cop namun versi Yuri

Aspek komedi pada anime ini cukup baik seperti percintaan antara Toriko dan Sorao yang terus berkembang. Keintiman mereka berdua cukup ditampilkan dengan detail. Mulai dari bahasa tubuh hingga berbagai godaan yang dilakukan. Ditambah lagi, mata Sorao dan tangan Toriko menciptakan sebuah ikatan literal antara mereka dan juga Otherside.

Namun untuk versi animenya memang penonton tidak bisa melihat monolog dari Sorao. Dengan begitu, kita seperti kehilangan cinta yang sedang berkembang. Beberapa unsur shojou ai yang terlihat lebih ke tersipu malu. Berbeda dengan versi novel ringannya lebih ekspresif dan jelas.

Saat ceritanya berlangsung pun tidak ada resolusi yang diberikan tentang Satsuki. Kehadiran Satsuki lebih sering membayangi mereka dan mempengaruhi Sorao. Namun konklusinya tidak pernah ada hingga animenya berakhir.

Kesimpulan

Memang sangat sulit mengadaptasi novel ringan menjadi anime. Meskipun begitu, Urasekai Picnic masih bisa Anda tonton sebagai pilihan hiburan di musim dingin 2021.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

Review Anime Re:zero Starting Life In Another World Season 2 Part 2

Published

on

GwiGwi.comRe:zero kembali hadir pada musim dingin 2021 untuk bagian keduanya. Bagi fans anime ini tentunya tidak sabar bagaimana kelanjutan kisah Subaru ini. Sebelumnya Re:zero season 2 bagian satu selesai di Musim Panas 2020.

Cerita untuk bagian kedua ini adalah saat perang sudah berkecamuk antara pihak kerajaan rambut biru dan aliansi berambut putih, korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Hal yang tampaknya menjadi pertempuran tanpa akhir ini akhirnya diberikan kesempatan untuk gencatan senjata.

Sebenarnya kami sendiri sangat ingin perang ini tetap berlanjut. Lalu bagaimana bagian kedua ini menjawab keraguan kami? Ikuti terus lanjutannya di sini.

Alur Cerita “Sugo-ku”

Re:zero kembali menawarkan pendalaman karakter yang lebih introspektif pada snag tokoh utama. Untuk Anda yang tidak menyadarinya, musim pertama Re:zero lebih fokus pada seorang remaja bernama Isekai Subaru. Dia memiliki kemampuan untuk reset waktu saat dirinya menghadapi kematian. Artinya, saat Subaru mengalami cedera parah hingga mati, dia akan kembali ke “checkpoint”.

Tujuan pada musim pertama adalah untuk mendukung kampanye Emilia agar naik tahta. Ditambah lagi sekaligus bertahan untuk melawan Kultus penyihir. Maka dari itu, Subaru di bawa untuk membantu sang heroine mencapai tujuannya. Untuk part 2 ini lebih fokus pada dua lokasi saja, yakni Sanctuary dan juga mansion.

Di satu sisi hal itu sangat menarik karena ingin mencoba sesuatu yang baru. kami puji hal itu. Hanya saja cara ini tentunya memiliki resiko. Apabila berhasil, maka bisa jadi lebih dihargai. Sebaliknya, jika gagal maka bisa menjadi buruk untuk serinya.

Pada musim kedua ini Rem seolah-olah hilang dan mungkin fans Rem akan sangat kecewa dengan hal ini. Di bagain kedua ini Emilia jauh lebih bersinar. Pada saat terjebak di Sanctuary, ada perjalanan tiga karakter yang kami ketahui. Pertama adalah misi Emilia untuk dapat mengalahkan masa lalunya. Kedua adalah Misi Roswaal untuk membuktikan dia belum dikategorikan sebagai teman. Terakhir adalah misi Subaru untuk mencegah kematian pada kedua lokasi.

Maaf Anda Melihat Iklan

Musim kedua ini lebih banyak interaksi yang cukup panjang. Meskipun sebagian penonton mungkin jenuh, tapi hal itu memberikan hadiah besar pada penonton. Sebab, hampir semua karakter memiliki flashback dan hal itu semakin menguatkan kepribadiannya. Untuk hal ini Re:zero dianggap berhasil.

Baca Juga:  Review Game Orbital Bullet, Roguelike yang seperti Merry Go Round

Karakter yang memiliki ciri khas

Setiap karakter di dalam Re:zero selalu menarik. Namun untuk musim kedua ini justru lebih masuk ke level yang baru. Tidak hanya setiap karakter diberi waktu untuk berkembang, tetapi mereka juga diberikan ciri khas berbicara sehingga terlihat menawan.

Contohnya untuk Emilia selalu memanjangkan “sugoku”-nya dan kita pun bisa lihat dari mana dia mendapatkannya. Lalu Roswal selalu menambahkan intonasi melodi pada akhir katanya. Dari sana kita juga bisa melihat bahwa sifat ini juga dimiliki Hector. Sebetulnya poin ini tidak begitu penting dalam menambah plot, hanya saja cukup menghibur untuk dijadikan sebuah meme.

Selain itu, ada banyak perasaan yang tidak dihubungkan dengan kematian. Begitu menarik ketika melihat Emilia yang selalu ceria menjadi tertekan secara psikis. Ditambah lagi kisah tragis Roswaal, Otto, cukup membuat kami sedikit menangis.

Emilia-Tan mengubah permainan

Sepertinya ada yang kurang jika tidak menyertakan hubungan Emilia dan Subaru di sini. Perlu kami jelaskan kalau Re:zero bukan anime romantis. Jika kita berbicara anime shounen, mungkin yang muncul dipikiran adalah Naruto, Bleach, dan One Piece. Mayoritas romantis di anime shounen tersebut lebih sedikit atau bahkan dipersingkat.

Sebaliknya pada Re:zero, romansa para karakter dibuat lebih natural. Contohnya seperti pemgakuan Ram pada Roswaal. Ram tidak punya urusan melakukan apa yang dia lakukan pada catatan Roswaal. Namun didorong rasa cinta, dia berada di barisan depan untuk pertempuran. Selain itu, Roswaal melakukan banyak kekejaman juga dipicu oleh rasa cintanya pada Echidna. Hal itu sama dengan Betty yang mencintai Subaru dan berusaha menghentikan keras kepalanya.

Kesimpulan

Bisa dikatakan Re:zero tidak memperlihatkan beberapa kelemahan. Meskipun dari aksi jauh lebih sedikit dibandingkan musim pertama, namun setiap interaksi para karakter di sini cukup bermakna.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x