Connect with us

Serial Anime

Review Hinamatsuri, Anak Ajaib dan Seorang Yakuza

Published

on

GwiGwi.com – Salah satu aspek yang membuat anime itu menarik untuk ditonton adalah di bagian hiburannya, terutama komedi yang menghasilkan sensasi humor yang menjanjikan. Di musim semi 2018 ini ada salah satu anime yang memiliki aspek tersebut namun juga memiliki sifat seperti berlian di musim ini dan anime itu adalah Hinamatsuri

Maaf Anda Melihat Iklan

Sebelum diadapatasi menjadi anime yang menggunakan genre Comedy, Slice of Life, Seinen serta Sci-Fi diproduksiStudio Feel ini, franchise Hinamatsuri ( ヒナまつり) adalah judul manga yang diciptakan oleh Masao Otake yang mulai terbit sejak tahun 2010.

Hinamatsuri berawal dari seorang yakuza bernama Nitta, Yoshifumi (C.V Nakajima, Yoshiki) yang kedatangan suatu benda berbentuk oval dan ternyata di dalamnya terdapat seorang anak perempuan bernama Hina (CV Tanaka, Takako) namun anak perempuan ini bukanlah anak sembarangan melainkan anak “spesial” yang memiliki kekuatan yang bisa dikatakan unik dan hebat.Walaupun Hina adalah seorang anak yang spesial tapi bagi Hina dia ingin hidup normal dan Nitta sebagai orang pertama yang bertemu dengannya mau tidak mau merawat Hina sebagai suatu ” keluarga “.

Seperti yang dikatakan diatas bahwa anime ini memiliki jalan cerita slice of life yang akan menyampaikan beragam pesan dan makna kehidupan yang akan memainkan emosi dan perasaan yang menikmati anime ini, selain itu anime juga memiliki daya jual komedi yang bagus dan sederhana, namun hasil eksekusi yang dihasilkan dari dua aspek tersebut akan mengundang gelak tawa tiada henti. anime ini juga tidak memfokuskan pada dua karakter diatas namun akan memperdalam karakter lain yang akan bersifat memperkenalkan latar belakang mereka sehingga sifat bosan untuk menonton anime ini akan hilang karena hiburan dari para karakter di anime ini

Beragam karakter di anime ini adalah hal yang patut di apresiasi karena mereka memiliki keunikan dengan waktu kemunculan yang seimbang sehingga menuntut mereka untuk bisa menyampaikan latar belakang para karakter melalui jalan cerita yang disajikan. para karakter ini juga memiliki keunikan serta aura yang saling melengkapi untuk bisa mendukung satu sama lain dalam hal mendukung menariknya cerita hingga komedi yang diberikan tersaji begitu baik.

Maaf Anda Melihat Iklan

desain anime ini sangatlah menarik dari segi desain karakter yang pas serta simpel, namun dibalik itu semua anime ini juga memberikan desain yang dilebih lebihkan dalam hal ekspresi serta gerakan tapi bukan tanpa alasan hal tersebut dilakukan karena hal tersebut dalam rangka untuk mendukung komedi yang baik. animasi di anime ini terlihat halus dan memanjakan mata.

Baca Juga:  Mi 11 Lite 5G, ponsel ringan dan tipis namun powerful dari Xiaomi - Unboxing dan First Impression

Aspek audio adalah pendukung utama di anime ini karena bagaimana para karakter berkomunikasi menghasilkan suatu kekonyolan tersendiri yang terkadang berlebihan namun itulah kunci untuk menjadikan komedi di anime ini pas,jadi berlebihan dalam berekspresi serta penyampaian dialog tapi menghasilkan komedi yang mengundang tawa yang natural. selain itu anime ini memiliki scoring slice of life yang pas untuk bisa memainkan perasaan serta emosi bila bagian akhir suatu masalah mulai muncul.lagu pembuka serta penutup anime ini adalah salah satu lagu terbaik di musim ini

Dengan jalan cerita slice of life yang memang pas dan berbeda tentang kehidupan seorang anak spesial di kehidupan yang normal bersama seorang yakuza menjadikan anime ini adalah suatu anime dengan keunikan tersendiri, terutama di bagian komedinya dan juga menyajikan suatu drama kehangatan yang bersifat kekeluargaan antara Nitta dengan Hina. beragam karakter dengan keunikan nya menghasilkan suatu kekonyolan untuk mendukung siatuasi humor di anime ini, serta penyampaian bagaimana karakterisasi para karakter juga sudah pas dengan penyampaiannya melalui jalan cerita yang diberikan. selain itu anime ini memiki desain yang simpel namun terkadang akan dilebih lebihkan dalam hal ekspresi tapi memang itulah mengapa anime ini adalah anime dengan daya jual komedinya, selain desain nya yang memang mendukung maka bagian dialog nya juga harus singkron untuk menghasilkan suatu kelucuan tiada henti dan tidak dilupakan. Anime ini juga berusaha menyampaikan beragam pesan moral melalui jalan ceritanya yang memang akan diisi sedikit drama yang mungkin akan mudah memainkan perasaan.

Hinamatsuri mungkin bisa dimasukkan dalam jajaran anime dengan aspek komedi yang simpel tapi pas serta anime yang bisa menyampaikan beragam pesan moral dalamkehidupan.Daya jual komedinya yang bersifat Meemable atau bisa dijadikan meme akan membuat anime ini sulit untukdilupakan.Anime ini adalah tontonan yang pas bagi setiap kalangan yang rindu dengan eksekusi komedi yang bersifat agak berlebihan namun akan menciptakan tawa yang natural.

Musim kedua anime ini adalah hal yang mungkin terjadi namun belum diketahui kapan karena dengan episode terakhir yang memang akan memperdalam beragam karakter yang mungkin kurang diperdalam serta menjawab beragam pertanyaan yang mungkin sudah muncul semenjak setiap episode berlangsung.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Serial Anime

Review Anime Ecchi Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon – Antara Pertarungan dan Fanservice

Published

on

GwiGwi.com – Untuk Anda yang menyukai anime genre ecchi mungkin pernah menonton Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon (The Hidden Dungeon Only I Can Enter). Anime yang sudah tayang di musim dingin 2021 ini menjadi pilihan untuk anime genre ecchi di musim itu. Ceritanya berpusat pada tokoh utama bernama Noir Starga. Dia sebenarnya memiliki gelar kebangsawanan di dunianya. Akan tetapi, dia sama sekali tidak pernah dianggap sebagai orang istimewa. Kenyataannya keluarga Noir dianggap sebagai kelas rendah sehingga Noir harus bisa membuktikan anggapan itu salah.

Alhasil, Noir bertualang untuk mencari kemampuan khusus. Dia sebenarnya berhasil mengembangkan mantra yang kuat, namun memiliki efek samping seperti sakit kepala setelah menggunakannya. Berkat mantra tersebut, dia berhasil menemukan ruang bawah tanah tersembunyi yang dipenuhi monster dan makhluk berkemampuan khusus. Setelah Noir berhasil masuk, dia bertemu dengan wanita yang dirantai. Wanita itu juga memberikan kemampuan khusus pada Noir dan siap membuktikan kemampuannya itu. Dengan premis cerita yang terdengar klise, apakah anime ini memenuhi ekspektasi? Yuk, kita simak ulasannya.

Harem Dungeon Dimulai

Ore Dake Haireru Kakushi Dungeon memang anime petualangan harem-ecchi yang cukup mengeksplorasi oppai, butt scene, dan pantsu yang kapan saja di mana saja dapat melepaskannya. Hanya saja, anime ini tidak mengekspos fanservice secara berlebihan seperti anime ecchi lainnya.

Pada Hidden Dungeon ini cukup cerdas menyajikan ecchi sebagai plot utama. Tokoh utama yang bernama Noir ini harus melakukan sentuhan secara seksual untuk bisa mengembangkan kemampuan khususnya. Jika tidak, maka energinya bisa habis atau istilah di sini adalah LP. Bahkan, saat LP ini habis penggunanya bisa mati. Hal tersebut mengingatkan kita pada anime ecchi di era lama.

Fokus pada oppai namun sewajarnya

Jika beberapa anime ecchi seperti To Love Ru, Love Hina, dan Negima! begitu banyak menyajikan oppai dan pantsu, Hidden Dungeon justru mencoba menceritakan kisah petualangan yang lebih menyenangkan. Beberapa elemen ecchi maupun harem di sini penyajiannya lebih baik dan tidak berlebihan.

Baca Juga:  Review Anime Urasekai Picnic - Awal Horror yang Berujung Komedi

Kita pun senang melihat Noir berkembang menjadi seorang petualang yang tidak hanya peduli dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Noir pun perlahan berubah dari agak lemah menjadi pejuang yang kuat. Bahkan dia juga memiliki tokonya sendiri. Hal ini tentunya kami puji karena anime ecchi tidak melulu membahas soal pantsu atau oppai semata.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pemeran wanita yang menyenangkan

Layaknya anime harem-ecchi, pastinya akan banyak sekali karakter wanita di dalamya. Untuk kasus The Hidden Dungeon Only I Can Enter, pemeran wanita si sini begitu menaik. Mulai dari teman masa kecil MC bernama Emma Brightness hingga gadis di penjara bawah tanah.

Jika Anda mencari seorang peri yang peduli namun agak oon, di sini ada Luna. Kalau saudara perempuan yang mungkin terlalu peduli, ada Alice. Tentunya tidak semua gadis memiliki screentime yang banyak. Namun, selama gadis yang kita sukan mendapatkan screentime lebih hal itu tidak menjadi masalah.

Plot dan Pertempuran yang cukup lemah

Memang The Hidden Dungeon Only I Can Enter sekilas begitu baik dari sisi pengemasan. Akan tetapi, anime ini tetap memiliki kelemahan dari sisi plot. Contohnya saja Noir yang dikalahkan karena kemampuannya sendiri. Hal itu bisa kita tebak seperti apa ceritanya.

Hal itu juga bisa terlihat dengan cara yang dilakukan Noir selalu sama. Saat Noir kewalahan, para gadis haremnya akan datang dan memberinya waktu untuk membuat rencana. Plot seperti ini cukup dangkal dan selalu berulang-ulang. Bagian scene pertarungannya pun juga tidak bisa berbuat banyak. Bahkan pada episode terakhir Noir tiba-tiba mendapatkan energi besar dan entah bagaimana bisa mengalahkan klon Olivia. Ya, kita pun tahu bahwa apa yang menjadi fokus utama dari anime ini.

Kesimpulan

Bisa dilatakan The Hidden Dungeon Only I Can Enter bukanlah sebuah revolusi dari anime genre ecchi-harem. Meskipun begitu, anime ini bukan berarti jelek. Jika Anda memang seorang penggemar berat anime tipe genre ini, maka sangat layak untuk ditonton.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

Review Anime Urasekai Picnic – Awal Horror yang Berujung Komedi

Published

on

GwiGwi.com – Urasekai Picnic merupakan salah satu anime menarik di musim dingin 2021. Anime yang memiliki genre misteri, scifi, dan sedikit Shoujo-ai ini menceritakan tentang Sorao. Dia merupakan mahasiswa yang kutu buku dan juga sering kesepian. Tokoh kedua adalah Toriko yang merupakan seorang penjelajah “dunia lain” yang pembawaannya ceria namun impulsif.

Mereka berdua bersama dengan Satsuki (manta rekan Toriko) mengalahkan ancaman dari dunia lain. Ditambah lagi mereka akan mengungkapkan sedikit demi sedikit berbagai misteri dari Otherside tersebut.

Pada awalnya, Urasekai Picnic memilik potensial lebih. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, minat penonton semakin turun. Hal itu dikarenakan banyaknya kritik dari sisi kualitas animasi dan penggunaan CG untuk monsternya. Itupun belum ditambah perseteruan antara penonton anime dan pembaca novel ringannya.

Lalu, apakah anime ini seburuk itu? Kita ulas di sini.

Horor dan komedi yang seimbang

Ok, kita mulai dari hal kelebihan dari anime ini, yakni unsur komedi dan juga horor yang cukup berimbang. Urasekai Picnic berhasil membuat rasa takut dari Otherside. Pada adegan pembuka, Sorao merenungkan sebuah kematian dan akhirnya diselamatkan oleh Toriko. Hal ini sudah menunjukan bagaimanan hubungan kuat dari keduanya.

Tak berlangsung lama, mereka langsung mendapatkan masalah karena harus menghadapi para makhluk misterius yang tidak berbentuk bernama Wiggle Waggle. Untuk bisa menciptakan kesan horor yang mengejutkan adalah salah satu tantangan animator. Pada bagian ini mereka berhasil membuat penonton cukup ketakutan. Penambahan OST juga menambah kesan menyeramkan.

Akan tetapi, kesan menyeramkan itu tidaklah merata. Sepanjang kisahnya, kita diperkenalkan dengan berbagai makhluk dari legenda urban bahkan dari internet. Apabila episode pertama merupakan penentuan ekspektasi, kami belum siap untuk bagian komedinya. Namun, kita sama sekali tidak menolaknya.

Maaf Anda Melihat Iklan

Contohnya kami suka melihat Kozakura selalu hilang saat dia dipindahkan ke Otherside. Namun, alurnya tidaklah konsisten. Mungkin hal ini sengaja agar kita bisa tahu seperti apa kehidupan sehari-hari para protagonis maupun saat pindah ke Otherside.

Baca Juga:  Review Anime Wonder Egg Priority: Perangi Kematian Dengan Cinta

Penggunaan CGI pada animasinya juga tidak membantu. Pada dasarnya, kami tidak menolak penggunaan CGI, namin harus diakui bahwa CGI tidak bisa selalu mejamin keberhasilan. Saat unsur horror pada Urasekai Picnic lebih sederhana, justru malah semakin menyeramkan.

Bisa kita lihat pada episode 4 saat Toriko hampir menjadi bagian dari sebuah dimensi alternatif. Pemandangan yang disajikan begitu nyata padahal hanya menggunakan beberapa elemen saja. Hal itu juga berlaku pada episode kelima pada adegan panggilan telepon. Elemen tersebut merupakan sentuhan yang sangat bagus.

Seperti Film Buddy-Cop namun versi Yuri

Aspek komedi pada anime ini cukup baik seperti percintaan antara Toriko dan Sorao yang terus berkembang. Keintiman mereka berdua cukup ditampilkan dengan detail. Mulai dari bahasa tubuh hingga berbagai godaan yang dilakukan. Ditambah lagi, mata Sorao dan tangan Toriko menciptakan sebuah ikatan literal antara mereka dan juga Otherside.

Namun untuk versi animenya memang penonton tidak bisa melihat monolog dari Sorao. Dengan begitu, kita seperti kehilangan cinta yang sedang berkembang. Beberapa unsur shojou ai yang terlihat lebih ke tersipu malu. Berbeda dengan versi novel ringannya lebih ekspresif dan jelas.

Saat ceritanya berlangsung pun tidak ada resolusi yang diberikan tentang Satsuki. Kehadiran Satsuki lebih sering membayangi mereka dan mempengaruhi Sorao. Namun konklusinya tidak pernah ada hingga animenya berakhir.

Kesimpulan

Memang sangat sulit mengadaptasi novel ringan menjadi anime. Meskipun begitu, Urasekai Picnic masih bisa Anda tonton sebagai pilihan hiburan di musim dingin 2021.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

Review Anime Re:zero Starting Life In Another World Season 2 Part 2

Published

on

GwiGwi.comRe:zero kembali hadir pada musim dingin 2021 untuk bagian keduanya. Bagi fans anime ini tentunya tidak sabar bagaimana kelanjutan kisah Subaru ini. Sebelumnya Re:zero season 2 bagian satu selesai di Musim Panas 2020.

Cerita untuk bagian kedua ini adalah saat perang sudah berkecamuk antara pihak kerajaan rambut biru dan aliansi berambut putih, korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Hal yang tampaknya menjadi pertempuran tanpa akhir ini akhirnya diberikan kesempatan untuk gencatan senjata.

Sebenarnya kami sendiri sangat ingin perang ini tetap berlanjut. Lalu bagaimana bagian kedua ini menjawab keraguan kami? Ikuti terus lanjutannya di sini.

Alur Cerita “Sugo-ku”

Re:zero kembali menawarkan pendalaman karakter yang lebih introspektif pada snag tokoh utama. Untuk Anda yang tidak menyadarinya, musim pertama Re:zero lebih fokus pada seorang remaja bernama Isekai Subaru. Dia memiliki kemampuan untuk reset waktu saat dirinya menghadapi kematian. Artinya, saat Subaru mengalami cedera parah hingga mati, dia akan kembali ke “checkpoint”.

Tujuan pada musim pertama adalah untuk mendukung kampanye Emilia agar naik tahta. Ditambah lagi sekaligus bertahan untuk melawan Kultus penyihir. Maka dari itu, Subaru di bawa untuk membantu sang heroine mencapai tujuannya. Untuk part 2 ini lebih fokus pada dua lokasi saja, yakni Sanctuary dan juga mansion.

Di satu sisi hal itu sangat menarik karena ingin mencoba sesuatu yang baru. kami puji hal itu. Hanya saja cara ini tentunya memiliki resiko. Apabila berhasil, maka bisa jadi lebih dihargai. Sebaliknya, jika gagal maka bisa menjadi buruk untuk serinya.

Pada musim kedua ini Rem seolah-olah hilang dan mungkin fans Rem akan sangat kecewa dengan hal ini. Di bagain kedua ini Emilia jauh lebih bersinar. Pada saat terjebak di Sanctuary, ada perjalanan tiga karakter yang kami ketahui. Pertama adalah misi Emilia untuk dapat mengalahkan masa lalunya. Kedua adalah Misi Roswaal untuk membuktikan dia belum dikategorikan sebagai teman. Terakhir adalah misi Subaru untuk mencegah kematian pada kedua lokasi.

Maaf Anda Melihat Iklan

Musim kedua ini lebih banyak interaksi yang cukup panjang. Meskipun sebagian penonton mungkin jenuh, tapi hal itu memberikan hadiah besar pada penonton. Sebab, hampir semua karakter memiliki flashback dan hal itu semakin menguatkan kepribadiannya. Untuk hal ini Re:zero dianggap berhasil.

Baca Juga:  Review Film A Quiet Place Part 2, Sekuel Thriller Mencekam nan Menegangkan

Karakter yang memiliki ciri khas

Setiap karakter di dalam Re:zero selalu menarik. Namun untuk musim kedua ini justru lebih masuk ke level yang baru. Tidak hanya setiap karakter diberi waktu untuk berkembang, tetapi mereka juga diberikan ciri khas berbicara sehingga terlihat menawan.

Contohnya untuk Emilia selalu memanjangkan “sugoku”-nya dan kita pun bisa lihat dari mana dia mendapatkannya. Lalu Roswal selalu menambahkan intonasi melodi pada akhir katanya. Dari sana kita juga bisa melihat bahwa sifat ini juga dimiliki Hector. Sebetulnya poin ini tidak begitu penting dalam menambah plot, hanya saja cukup menghibur untuk dijadikan sebuah meme.

Selain itu, ada banyak perasaan yang tidak dihubungkan dengan kematian. Begitu menarik ketika melihat Emilia yang selalu ceria menjadi tertekan secara psikis. Ditambah lagi kisah tragis Roswaal, Otto, cukup membuat kami sedikit menangis.

Emilia-Tan mengubah permainan

Sepertinya ada yang kurang jika tidak menyertakan hubungan Emilia dan Subaru di sini. Perlu kami jelaskan kalau Re:zero bukan anime romantis. Jika kita berbicara anime shounen, mungkin yang muncul dipikiran adalah Naruto, Bleach, dan One Piece. Mayoritas romantis di anime shounen tersebut lebih sedikit atau bahkan dipersingkat.

Sebaliknya pada Re:zero, romansa para karakter dibuat lebih natural. Contohnya seperti pemgakuan Ram pada Roswaal. Ram tidak punya urusan melakukan apa yang dia lakukan pada catatan Roswaal. Namun didorong rasa cinta, dia berada di barisan depan untuk pertempuran. Selain itu, Roswaal melakukan banyak kekejaman juga dipicu oleh rasa cintanya pada Echidna. Hal itu sama dengan Betty yang mencintai Subaru dan berusaha menghentikan keras kepalanya.

Kesimpulan

Bisa dikatakan Re:zero tidak memperlihatkan beberapa kelemahan. Meskipun dari aksi jauh lebih sedikit dibandingkan musim pertama, namun setiap interaksi para karakter di sini cukup bermakna.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x