Connect with us

Music

Penyanyi lagu anak-anak Jepang berusia tiga tahun, Nonochan, telah merilis video musiknya di YouTube!

Published

on

GwiGwi.com – Penyanyi berusia tiga tahun Nonoka Murakata, yang dikenal sebagai Nonochan, telah merilis album keduanya yang berjudul, “Nonochan 3sai Kodomo Uta”, pada 12 Januari 2022.

Dia memulai debutnya sebagai penyanyi lagu anak-anak pada Mei 2021. Dia baru berusia 2 tahun 11 bulan ketika dia memulai debutnya. Dia adalah yang termuda dalam sejarah untuk menjadi penyanyi anak-anak di Jepang dan dia mendapatkan banyak perhatian dari dunia.

Nonochan adalah penyanyi lagu anak-anak populer di Jepang. Dia memenangkan hadiah perak pada usia 2 tahun dan 5 bulan di bagian anak-anak di Lomba Lagu Anak-anak Nursery Rhyme tahun 2020. Dia menyanyikan lagu “Inu no Omawari san”. Dia adalah yang termuda dalam sejarah yang menerima hadiah perak dalam kontes itu.

Begitu videonya dirilis di YouTube, dia mendapat begitu banyak perhatian dari pemirsa. Orang-orang menyukai penampilannya dengan komentar seperti, “Dia terlalu imut!”, “Dia membuatku merasa sangat santai” dan dia menjadi populer terutama di Jepang dan Korea. Saluran YouTube-nya telah dilihat lebih dari 100 juta kali dan dia mendapatkan perhatian besar dari dalam dan luar Jepang.

Untuk memperingati perilisan album ini, video musik dan klip di balik layar dari 3 lagu dari album telah dirilis di YouTube.

“Marching March”

“Kirin san”

“Buta kun Kaidou wo Iku”

Tiga lagu yang dirilis adalah, “Marching March”. “Kirin san’ dan “Buta kun Kaidou wo Iku”. Lagu-lagu ini semua adalah lagu anak-anak yang sangat populer dan terkenal di Jepang. Video musik dari setiap lagu memiliki dua bagian, satu adalah klip rekamannya di studio dan yang lainnya adalah klip di belakang layar.

Dalam video musik tersebut, Nonochan menunjukkan sisi penyanyi profesionalnya. Penggemarnya akan menikmati ekspresi wajahnya yang serius dan gerakan seluruh tubuh yang aktif mengikuti irama saat dia menyanyikan lagunya. Para penggemar dapat menikmati video yang menunjukkan banyak sisi berbeda dari dirinya.

Ada desas-desus besar di seluruh dunia karena penampilannya. Alasan mengapa dia mendapat perhatian ini adalah karena ukurannya yang imut, suaranya yang manis dan juga ungkapan bahasa Jepangnya dalam lagu-lagu yang sangat catchy.

Ada lebih dari 1,2 juta video yang dibuat menggunakan lagu “Tokei no Uta” di TikTok. Di luar Jepang orang-orang terutama dari Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Thailand telah mengunggah video mereka di TikTok setiap hari.

Ungkapan, “Konnichiwa, Sayonara”, yang keduanya merupakan sapaan khas Jepang, mungkin telah memicu popularitasnya. Dan juga, koreografi tarian sederhana Nonochan untuk lagu tersebut mendapat banyak perhatian.

Pada bulan Maret, sebuah lagu berjudul “Baby Shark Taiko no Tatsujin Pop Tap Beat feat” Nonochan telah dirilis sebagai versi Apple Arcade. Nonochan menyanyikan lagu anak-anak populer di seluruh dunia, “Baby Shark”. “Baby Shark, Taiko no Tatsujin Pop Tap Beat limited version” sekarang tersedia di aplikasi.

Advertisement

Music

Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga

Published

on

By

Reuni Emosional Che’nelle Dan Penulis Lagu ‘believe’: Rilis Karya Baru Yang Tak Terduga

www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.

Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.

Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”

Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.

Secara garis besar, lagu ini menyoroti:

  • Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.

  • Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.

  • Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).

Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.

Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi

Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.

Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.

Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.

Continue Reading

Music

Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

Published

on

By

Kabar Gembira Untuk Fans Anime! Piringan Hitam “new Panty & Stocking With Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.

Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.

Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam

Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.

Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:

  • Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).

  • Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.

  • Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.

Detail Album dan Daftar Lagu

Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.

Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.

Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber

Continue Reading

Music

Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”

Published

on

By

Da Ice Definisikan Ulang Makna “tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “unlimited”

www.gwigwi.com –

Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.

Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.

Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.

Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.

Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending