Connect with us

Box Office

Kupas Trailer Perdana Captain Marvel, ada si Meong lho

Published

on

GwiGwi.com – Captain Marvel menjadi salah satu superhero yang paling ditunggu kehadirannya di MCU ( Marvel Cinematic Universe) oleh fans, sebelumnya gambar perdana dari film besutan Anne Boden dan Ryan Fleck ini sudah dirilis melalui media Entertaiment Weekly lalu trailer perdana dari film superhero terkuat di MCU ini sudah dirilis melalui media berita dan informasi GMA (Good Morning America) pagi waktu setempat atau waktu malam di Indonesia.Apakah kalian sudah menonton trailernya ? bila belum bisa kalian tonton dibawah ini.

Nah di trailer tersebut banyak memberikan hal menarik, apa sajakah itu ?

Trailer dibuka dengan ledakan kapal yang menghempaskan Carol Danvers/Captain Marvel (Brie Larson), penyebab dari ledakan ini bisa karena Carol Denvers belum bisa mengendalikan kekuatannya atau mungkin karena serangan Skrulls atau karena hal lain

Sebuah toko film Blockbuster yang memang cukup terkenal menyediakan berbagai macam film terkenal saat itu (sekitar 90 an) memberikan indikasi bahwa film ini akan mengambil waktu di era 90 an dan yang pasti sebelum Infinity War terjadi atau film film Marvel sebelumnya.

I know a Renegade Soldier..” begitulah perkataan dari seorang yang mungkin sudah bisa kalian tebak siapa dia, ya Nick Fury (Samuel L Jackson) dan maksud dari perkataan tersebut mungkin bisa diartikan bahwa Captain Marvel adalah seorang yang kabur (atau mungkin pengkhianat) dari Kree atau mungkin StarForce dan memilih untuk pergi ke bumi tapi Carol merasa asing dengan bumi tapi juga merasa memiliki masa lalu di bumi.

Logo Marvel yang berubah warna menjadi emas dan terdapat angka 10 yang menandakan 10 tahunnya franchise film superhero ini dan apakah ini akan menjadi era baru dari film MCU karena memang sudah menuju fase keempat

Manusia memiliki rasa ingin tahu yang besar, begitu pula di adegan ini dimana Nick Fury (Samuel L Jackson) dengan mungkin bersama Agen Coulson (Clark Gregg) melihat proses autopsy dari (mungkin) Skrulls

Di trailer perdana ini juga sudah menunjukan kekuatan dari seorang superhero terkuat di Marvel Cinematic Universe ini

Dengan CGI apapun mungkin bisa terjadi, terutama dalam membuat orang kembali menjadi muda, seperti di adegan ini yang dimana Nick Fury (Samuel L Jackson) dengan penampilan masa mudanya dan mata kirinya juga masih ada.

Bila bumi adalah planet dimana manusia tinggal maka di adegan ini diperlihatkan planet Hala yang dimana Carol Denvers pernah tinggal dan juga menjadi planet dimana para Kree tinggal selayaknya manusia di bumi.

Baca Juga:  Review Film Bad Boys For Life, Kembalinya Aksi Buddy Cop Apik nan Seru.

Brainwashing (?) sehingga ingatan terdahulu hilang, mungkin ini yang terjadi di adegan ini, mungkin

Persahabatan bagai Kepompong, inilah Carol Danvers dengan sohibnya semasa dia berada di Angkatan Udara yaitu Maria “Photon” Rambaeu (Lashana Lynch), Photon sendiri adalah ibu dari seorang Monica Rambeau.

“SEAL TEAM SIX of Space “ begitulah sebutan untuk StarForce kata sutradara Anna Boden dan Ryan Fleck, disini Carol Danvers masih menjadi bagian dari mereka bersama Doctor Minerva (Gamma Chen), sebelumnya juga sudah ditampilkan juga foto dari Entertaiment Weekly dengan memunculkan anggota lainnya termasuk Korath the Pursuer (Djimon Hounsou).

Trailer ini juga menampilkan seorang Mar-Vell yang diperankan oleh Jude Law, namun peran dari seorang Mar-Vell ini masih misterius (atau mungkin dia bukan Mar-Vell)

Sebelumnya melalui berbagai gambar dari Entertaiment Weekly juga sudah ditampilkan dari Skrulls yang dikabarkan akan menjadi antagonis di film ini dan di trailer ini juga ditampilkan kembali namun hanya sekilas.

Apapun yang terjadi di adegan ini tidak selayaknya ditiru tapi pastinya Captain Marvel memiliki alasan tersendiri kenapa dia melakukan hal tersebut, bisa jadi karena dia Skrulls

Ooh lihat itu Ronan the Accuser (Lee Pace) sedang menikmati keindahan bumi dan sebelum dia melihat dansa dari seorang Star-Lord

Masa muda memang masa yang terbaik, begitu pula untuk seorang Agen Coulson (Clark Gregg) yang ditampilkan di trailer ini.

Ingat dengan ­Post-Credits dari Avengers Infinity War ? nah ini adalah Pager namun ini mungkin versi klasiknya dan satu hal siapapun yang memakai ini adalah suatu misteri tersendiri.

Captain Marvel dengan helm (?) dan rambut mohawknya yang mempesona.

Disini ada kemungkinan kekuatan Carol Danvers semakin terbuka atau mungkin Carol menemukan sesuatu, Who knows

Tell me do you bleed ? bukan, ini bukan Batman

Siapapun dia dan apapun yang terjadi tunggu sampai filmnya rilis.

Secara perdana juga di trailer ini ditampilkan Carol Danvers yang menjadi Super Saiyan Binary Mode yang memungkinkan dia menambah segala kekuatan yang dia punya.

Lalu dimana si Meong a.k.a Chewie (Kucing si Carol Danvers) ? bisa kalian lihat dia ada di kiri bawah di poster perdana film Captain Marvel ini.

Itulah beberapa hal yang bisa ditemukan di trailer perdana film Captain Marvel, film ke 21 dari franchise Marvel Cinematic Universe ini akan dirilis pada Maret 2019 setelah itu dilanjutkan dengan film keempat Avengers dan Spider-Man Far from Home.

Box Office

Review Film Little Woman, Kisah Klasik tak Lekang Zaman

Published

on

GwiGwi.com – Sutradara Greta Gerwig membuka film dengan kutipan dari penulis Louisa May Alcott, penulis buku LITTLE WOMEN yang berbunyi; “I had lot of troubles; so i write jolly tales.” Translasinya adalah “Saya memiliki banyak masalah; karena itulah saya menulis cerita-cerita menyenangkan.” Sepanjang film penonton mungkin meragukan kebenaran kutipan itu saat melihat berbagai cobaan yang dialami keluarga March. Mempertanyakan apakah mereka benar bisa berakhir bahagia saat diterpa kemelaratan, kesedihan, dan perpisahan dalam kisah klasik yang diadaptasi sutradara LADY BIRD ini.

Berkisah tentang kehidupan 4 saudari keluarga March; Jo (Saoirse Ronan) yang berlaku sebagai pemimpin dan paling ambisius, Meg (Emma Watson) anak tertua yang ingin hidup berkelas tinggi, Amy (Florence Pugh) jago gambar yang pergi ke Paris untuk jadi seniman dan Beth (Eliza Scanlan) ahli bermain piano yang menderita sakit parah. LITTLE WOMEN menceritakan masa lalu mereka yang cerah dan ceria di Concord, Masachusettes juga di masa kini yang kelam dan diselimuti ujian.

Diawali dengan kisah Jo di New York yang ingin menjadi penulis. Determinasi Jo untuk cita-citanya terlihat dari tangannya yang penuh bercak tinta. Adegan susah payahnya dalam merangkai kata ini menurut saya tidak kalah hebat malah lebih keren daripada adegan aksi Rey dengan lightsaber di STAR WARS atau baku hantam Letty di seri film FAST & FURIOUS. Keinginannya memang kuat, namun Jo bisa cepat menyerah, panik dan sedih apabila usahanya dinyatakan kurang oleh orang lain. Dari luar dia terlihat kuat tapi sebenarnya cukup sensitif di dalam dan Saoirse Ronan mampu menunjukkannya dengan luar biasa.

Semua saudarinya memiliki sifat yang berbeda; seperti Amy yang lebih kuat menghadapi tantangan, Meg yang sangat memperhatikan penampilan dan Beth yang setia pada perintah ibunya, Mary (Laura Dern). Saat mereka bangun pagi dan berkumpul bersama di depan perapian itu mengingatkan saya dengan adegan keluarga Si Doell nongkrong dan ngobrol depan rumah. Ada kesan hangat yang muncul dari adegan tersebut yang dulu sepertinya sering bisa kita lihat di serial drama keluarga dan jarang sekali saya lihat di kebanyakan film sekarang ini.

Tentu tak hanya bahagia, perselisihan pun kerap terjadi yang berujung pada pesan soal pentingnya harga diri, menjaga keutuhan persaudaraan daripada ngotot keinginan pribadi, dan saling mengasihi. Sangat klasik memang dan berpotensi menjadi cringey tapi hebatnya tidak terasa seperti itu. Emosinya terasa nyata karena disokong akting yang natural dan dialog Greta Gerwig membuat yang tadinya bisa norak justru menjadi manis. Drama soal keluarga di pedesaan dengan pengemasan berkelas.

Baca Juga:  Review Film Birds of Prey, Upaya Harley Quinn Move On dari Mr.J

Seiring para wanita cilik March ini bertambah dewasa, banyak dari keinginan polos mereka harus berhadapan dengan realita yang kejam. Untuk memperlihatkan kontras dari kedua linimasa ini Greta menggunakan struktur non linear di mana cerita maju mundur memperlihatkan masa lalu dan masa kini. Secara visual Greta menggunakan lighting yang cerah dan penggunaan warna yang beragam untuk dekorasi di masa lalu sedangkan di masa kini, lighting sedikit lebih suram dan dekorasi dominan memakai warna hitam.

Fungsi struktur ini membuat cerita lebih dramatik semisal; impian masa lalu yang langsung di cut ke masa kini memperlihatkan hal itu tak tercapai atau tidak seindah bayangan. Namun, juga berlaku sebaliknya; saat di masa kini sedang adegan menyedihkan langsung di cut ke masa lalu yang lebih menyenangkan. Secara cerdas memainkan emosi penonton sekaligus membuat cerita tidak monoton.

Laurie (Timothee Chalamet) tetangga keluarga March yang kaya rasanya kurang mendapat porsi yang pas. Pertemuannya yang mendadak di berbagai kesempatan dengan gadis-gadis March ini kadang terasa aneh. Seolah dia hanya hidup untuk berinteraksi dengan para gadis itu saja. Satu waktu dia membuat Amy kesal kemudian muncul lagi seolah tanpa rasa bersalah. Teman saya yang sudah membaca bukunya mengatakan begitu banyak hal soal Laurie, tapi saya rasa tak semuanya berhasil ditunjukkan di film nya secara efektif.

Saya menangkap sesuatu yang menarik saat melihat Beth duduk tenang sambil menjahit. Di adegan lain Beth membuat sepatu berwarna ungu untuk tetangganya Tuan Laurence (Chris Cooper). Kemudian 4 saudari ini gemar membuat drama untuk menghibur anak-anak. Di tengah serba kekurangan dan tentu teknologi tidak semaju sekarang, mereka begitu kreatif dan produktif untuk mengisi waktu luang. Mungkin terpengaruh ya, saya jadi ingin belajar menjahit. Jahit sembari nonton Youtube gitu kan. Tanpa sadar jadi satu syal.

LITTLE WOMEN adalah film keluarga klasik berisikan pesan-pesan positif yang di tangan sutradara yang salah bisa berakhir menjadi sinetron ketinggalan zaman, namun cara bercerita Greta Gerwig mampu mengantarnya menjadi kisah yang tak lekang zaman. So Gwiples, film satu ini tidak boleh sampai dilewatkan ya!

Continue Reading

Box Office

Review Film Birds of Prey, Upaya Harley Quinn Move On dari Mr.J

Published

on

GwiGwi.com – Pasca kejadian di film Suicide Squad (2016), Harley Quinn putus dengan Joker. Sekarang dalam Birds of Prey, ia mencoba move on dengan berbagai cara yang ia lakukan. Hingga suatu saat ia berulah…ya namanya orang gila, lagi galau pula jadi ya bebas aja mau ngapain juga.

Tapi karena ulahnya ini, ia diincar oleh beberapa penjahat kelas teri Gotham City dan juga Roman Sionis atau Black Mask, mafia kelas kakap yang ingin menguasai Gotham yang sedang melakukan ekspansi bisnis kotor nya. Belum lagi Harley Quinn yang sedang dalam pelarian nya bertemu dengan Cassandra Cain yang mencuri sesuatu yang Penting dari Black Mask.

Dengan visi girl empowerment dan menggunakan karakter dari DC Comics yang memiliki fans terbanyak serta dimainkan dengen apik oleh Margot Robbie. Film ini menjadi pengenalan karakter DC yang lain seperti Huntress, Black Canary, Cassandra Cain, Renee Montoya dan film ini juga merangkap sebagai spin-off untuk film solo Harley Quinn (?).

Performa para cast nya tidak mengecewakan terutama Margot Robbie, gue rasa ia emang terlahir buat memerankan Harley Quinn versi live action. Tapi cast lain seperti Mary Elizabeth Winstead, Rosie Perez, June Smollett-Bell, Ella Jay Basco, Ewan Mcgregor, dan Chris Messina juga gak kalah dan porsi nya menurut saya pas.

Baca Juga:  Review Film Girl On The Third Floor, Bedah Rumah Berujung Petaka

Banyak adegan yang fun dan menghibur serta aksi badass para perempuan-perempuan Dc Comics berhasil menghibur penonton…it’s okay for Dc Comics movie kali ini membuat cerita yang ringan name tetap fun. usut punya usut sang sutradara Cathy Yan terinspirasi dari franchise John Wick.

Dari segi penceritaan, banyak yang tiba-tiba kok begini ?? kok begitu ?? namun beberapa kejanggalan ini direvisi oleh Harley Quinn sendiri yang juga menjadi narator buat film ini. Lewat Jokes dan Action yang cukup wah disini menurut gue film ini berhasil membuat adaptasi film dari Dc Comics tetap bisa menghibur baik buat fans maupun penonton awam yang tidak mengikuti Dc Comics sama sekali.

Secara keseluruhan, film Birds of Prey berhasil menghibur lewat jokes dan action nya yang wahh dan visi girl empowerment di film ini juga tercapai, serta film ini terlihat gak main aman…saya rasa film ini bisa menjadi pilihan tontonan asyik di bulan ini. so Gwiples jangan lupa ditonton film satu ini ya!

Continue Reading

Box Office

Review Film Konosuba : God’s Blessing On This Wonderful World-Legend of Crimson, Penuh Tawa Tanpa Henti

Published

on

GwiGwi.com – Film pertama dari serial Konosuba ini akhirnya ditayangkan oleh Odex-Indonesia mulai tanggal 8 Februari 2020 yang didahului oleh special fans screening tanggal 1 Februari 2020. Pada movie ini menceritakan quartet Kazuma-Aqua-Darkness dan Megumin yang mendapatkan kabar dari Yunyun bahwa desa Crimson Demon akan diserang oleh pasukan iblis yang dipimpin oleh Jendral Sylvia.

Atas bujukan Megumin yang juga ingin mengunjungi kampung halamannya, mereka akhirnya teleport ke sana. Ternyata para penduduk desa tidak dalam keadaan bahaya karena mereka memiliki sihir yang kuat, malah para pasukan iblis yang selalu mengalami kekalahan. Namun kenapa pasukan iblis mencoba menyerang desa Crimson Demon? Ternyata mereka mengincar sebuah senjata kuno yang dapat menganulir sihir sehingga bisa mengalahkan para penduduk desa. Sekarang nasib penduduk desa benar-benar tergantung pada Kazuma dan kawan kawan untuk mencegah senjata tersebut dipegang oleh Sylvia.

Baca Juga:  Review Film Konosuba : God’s Blessing On This Wonderful World-Legend of Crimson, Penuh Tawa Tanpa Henti

Ciri khas Konosuba yang penuh banyolan lucu terus mewarnai film ini hingga akhir film, membuat perut sakit dan tenggorokan jadi serak karena hampir tidak ada jeda dari tingkah tingkah kocak dan adegan lucu dari para karakter. Sayangnya karena penampilan Sylvia yang sensual membuat banyak adegan yang menampilkan dirinya terkena sensor, namun tidak sampai memotong dialog/adegan tapi tetap mengganggu kenikmatan menonton. Bagaimanapun film ini wajib ditonton bagi mereka yang sudah lama menanti-nantikannya. so Gwiples dijamin kalian tidak akan menyesal.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

Trending