Connect with us

Cosplay

GwiCosMo: Mutiara dan Ryadit, Cosplay Jangan Nyusahin Orang Lain

Published

on

GwiGwi.com – Hari ini kita ada sepasang cosplayer yang berdomisili di Jakarta, Mutiara dan Ryadit. Kebetulan tim GwiGwi bertemu mereka pada gathering HIKACOSIN (Himpunan Kameko dan Cosplayer Indonesia) beberapa waktu lalu. Uniknya mereka berdua menjadi sepasang karakter dari anime No Game No Life, Mutiara sebagai Shiro dan Ryadit sebagai Sora. Dalam cerita animenya, Shiro dan Sora merupakan sepasang kakak beradik yang selalu bersama menyelesaikan game yang mereka mainkan dicerita anime No Game No Life. Bagaimana keseruan kedua cosplayer ini? simak saja interveiw dan photo session GwiGwi dengan mereka.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pertama-tama perkenalan dulu dong, siapa sih kalian?

Mutiara: Nama saya Mutiara Ramadanti, Lahir 23 januari, golongan darah A, chara kesukaan: cowok cantik dan cewek ganteng ;w;)/ kenapa fetish em… gatau juga ya, mungkin karena unik? Hahaha demen aja gitu liat cowok yang cantik tapi sikap sama badannya cowok (?) Contoh: Kanda yuu >w<

Ryadit: Nama saya Ryadit saya seorang karyawan, salah satu hobby saya, cosplay…

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (15 of 18)

Kenapa bisa menyukai cosplay dan terjun didunia kostum ini?

Mutiara: Awalnya sih cuma suka liat orang cosplay di event, terus ajak foto aja. Nah tapi semenjak ketemu Reika secara langsung di AFAID jadi pengen ikutan cosplay. Berharap suatu saat bisa cosplay bareng Reika

Ryadit: Saya suka dengan cosplay karena saya tertarik dengan karakter-karakter yang ada di anime-anime sehingga suatu saat saya ingin mencoba menyerupai chara tersebut

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (8 of 18)

Pertama kali cosplay menjadi siapa dan kenapa?

Ryadit: Pertama jadi anbu (pasukan ninja rahasia) dari anime naruto, karna suka dengan anime naruto dan bingung mau cosu apa, akhirnya kepilihlah 1 chara yaitu anbu dan karena belum bisa bermakeup jadi gampang deh pake topeng.. hehehe

Mutiara: Hee aku cosplay pertama (yang lumayan lengkap) ya ustad Rifa'i dari pesantren Al-Sekoting, karakter parodinya Levi Ackerman. Waktu itu akun roleplay Rifa'i dkk di twitter lagi rame terus aku coba cosplay jadi Rifa'i itu. Alasannya sederhana, buat seneng2 sama temen rp hehe. Pake sarung, baju koko dll. Lalu ikut costreet HF9 deh

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (13 of 18)

Bagaimana kesan saat pertama kali bercosplay?

Ryadit: Kesan pertama.. Minder karena takut ga cocok dengan chara yang di cosuin… dan kesan yang paling membanggakan bisa menyenangkan para pengunjung yang datang ke event. Baru bercosplay sudah banyak yang minta foto bareng hehe

Mutiara: Sama, agak minder juga soalnya ga ada temen cosplay nah tapi pas ketemu temen twitter dan ternyata mereka ada cosplay langsung santai tapi waktu itu yang minta foto sedikit, mungkin karena chara nya kurang dikenal haha

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (17 of 18)

Siapakah Cosplayer favorite kamu?

Mutiara: Cosplayer favorite aku Liui Aquino xD semenjak dia cosu hiccup, mirip banget soalnya, kostumnya juga detail.

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (10 of 18)

Boleh tau nggak cosplan kamu bakal jadi siapa nih?

Mutiara: Abis shiro aku cosplay jadi Ranka Lee wedding ver, udah lengkap tapi belom dipake. Selanjutnya baru jadi Shinoa Hiiragi, menyambut anime Owari No Seraph yang akan tayang bulan april~

Ryadit: Cosplay selanjutnya mau jadi vincent valentine dari Final Fantasy 7 dan Bakura dari Yu gi oh.

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (9 of 18)

Kalau cosplay biasanya ambil chara dari maan sih? Anime, Game atau yang lain?

Mutiara: Pertama karena suka, dan kedua disesuaiin sama penampilan ku. Kebetulan aja yang jadi dari anime semua, kemaren2 sempet pengen jadi hiro yang di bighero6 :>

Ryadit: Kebanyakan dari anime, sedangkan untuk yang dari game mungkin akan dibuat juga tunggu dengan chara yang cocok.

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (14 of 18)

Ceritain dong persiapan kalian pas mau ngecosplay

Mutiara: Soal persiapan kalo aku biasanya bikin di tukang jahit hehe gak punya mesin jahit dan gak bisa. Aku cari bahannya dulu, terus baru ukur, abis itu diskusi sama tukang jahitku /halah/ terus kalo sepatu aku beli, wig juga beli di online shop. Pas semua udah siap aku cek terus costest dulu, untuk kostum yang susah aku langsung order ke online shop
untuk make up nya beli sendiri, nyicil + minjem punya emak haha

Ryadit: Pertama cari dulu chara yang ingin di cosukan tentunya chara yang cocok dengan karakter saya dan dari tubuh ini (maksudnya sesuai dengan fisik aye) hehehe, untuk wig costum dan acc lainnya di cari sesuai dengan charanya bisa di ol shop dan semacemnya, jasa jasa online yang bisa bikin costume sesuai keinginan kita sendiri.

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (12 of 18)

Sudah pernah mengcosplay-kan apa saja nih?

Mutiara: Baru tigaaa hueeh Rifa'i, Shion (anime no.6), sama Shiro nogame no life

Ryadit: Kurang tau juga sudah berap chara yang di turunin, yang sudah di cosu kan dari anime naruto (anbu, minato/hokage 4, sasori dari versi hiruko puppet sampai sasori baling), sora, coby, satoshi, original chara, kaito, kenshin. Yang saya ingat itu hehe

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (4 of 18)

Dari semua cosplay tersebut, yang maan yang paling berkesan untuk kamu?

Mutiara: Mungkin yang shiro, walau cosu-nya seadanya tapi dari mulai cosu itu aku mulai banyak temen baru, sebelumya cosplay tapi sama temen lama aja.

Ryadit: Yang paling berkesan Hiruko Puppet Sasori… Karena bisa memenangkan chara the best horror pada HF9

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (6 of 18)

Bagaimana tangapan keluarga dan teman teman kamu tentang kamu sebagai seorang cosplayer?

Mutiara: Rata2 pada nganggep aneh, tapi cuma bercandaan sih, tapi sering ngindir kan lama2 bete juga ya seringnya sih bilang gini kalo aku lagi cosu “aduh untung anakku yang begini cuma satuu” tapi mereka tetep nganter sama bantu rapihin kostum sih 😀

Ryadit: Tanggepannya ya dibilang masih ke kanak2an.. haha kalo dari teman2 tak ada ya mereka tau ini hanya sekedar hobby saja.
Ya respon saya, saya tidak menanggapi itu… Apapun tanggapannya ya itulah hobi yang tak bisa di paksakan untuk di hentikan kecuali ada hal-hal yg memang harus berhenti dan itupun dari diri sendiri bukan dari kemauan orang lain. Ya menurutku cosplayer itu untuk bersenang senang. Cosplay is fun. Saya sebagai cosplayer hanya untuk kesenangan diri sendiri. Semacem refreshing dari kegiatan sehari2. Itulah hobi

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (2 of 18)

Last question, Apasih arti cosplay itu bagi kamu?

Mutiara: Cosplay itu kan artinya costume play. Kita bebas bermain kostum jadi apa aja. Jadi gununng krakatau juga boleh. Buat iseng, seneng2, atau jadi profesi juga terserah. Yang penting jangan rugiin orang (/ovo)/

Ryadit: Cosplay itu dimana kita sebagai manusia menyerupai tokoh2 yang ada di anime/film2 tersebut. Selain itu cosplay membuat kita semakin kreatif, berimajinasi, dan yang pasti dengan cosplayer kita bisa mendapat banyak teman dan fans, hehehe

gwicosmo-shiro-and-sora-no-game-no-life-2015 (1 of 18)

 

Itulah hasil interview kami GwiGwi bersama para gwicosmo kali ini yang gokil gokil diatas. Bagaimana menarik bukan?

“cosplay is for fun, because cosplay is fun, terserah kalian mau jadi apa saja dan melakukan aksi apa saja saat bercosplay, yang penting jangan nyusahin orang lain ya hahaha” -Ryadit & Mutiara-

Buat kalian yang ingin lebih kenal dengan Ryadit dan Mutiara, kalian bisa ikuti sosial media mereka dibawah ini.

Mutiara : FacebookTwitter, Instagram @Tiara_Muti_
Ryadit : Facebook

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Cosplay

Kreator Love Hina Keberatan Soal Peraturan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Ken Akamatsu, pencipta Love Hina dan UQ Holder! keberatan pada topik peraturan cosplay baru yang dilaporkan sebelumnya pada akhir Januari. Peraturan sedang diperiksa oleh pemerintah Jepang untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta sebagaimana adanya tidak ada undang-undang yang saat ini diberlakukan untuk kedua belah pihak di era media sosial. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, telah menyatakan bahwa undang-undang baru ini untuk keuntungan semua orang dan sedang mendiskusikan rencana dengan pemegang IP dan cosplayer, termasuk Enako.

Akamatsu muncul di Abema News untuk berbicara tentang peraturan baru, melihat dari kedua sisi situasi. Sebagai seorang pencipta manga, yang juga merupakan direktur pelaksana Asosiasi Kartunis Jepang, dia dapat melihat masalah ini dari sudut pandang pencipta, tetapi juga dapat melihatnya dari sudut pandang cosplayer melalui istrinya. Kanon Akamatsu, yang merupakan cosplayer dan mantan idola profesional.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pencipta Negima! mengatakan bahwa liputan media seputar masalah tersebut telah menyebabkan “kebingungan” dan bahwa “tidak seperti barang dagangan, cosplay tidak terlalu mengganggu keuntungan seniman manga, dan saya belum melihat pemegang hak yang menentangnya.” Solusi Akamatsu untuk masalah ini adalah untuk perusahaan untuk memposting pedoman mereka sendiri untuk cosplayer secara online, seperti yang dilakukan perusahaan game untuk video game streaming langsung, mengatakan “kami penulis, penerbit, dan studio animasi harus proaktif dalam menetapkan pedoman dan menciptakan ‘akal sehat' sehingga cosplay dapat dilindungi dan berkembang.”

Akamatsu percaya bahwa pemerintah Jepang, yang mengirim Perdana Menteri Shinzo Abe dengan cosplay Mario di Olimpiade Rio 2016, tidak ingin menetapkan batasan keras pada cosplay dan melihat industri ini menghilang, tetapi ingin maju ke depan hukum jika masalah tersebut muncul di pengadilan antara cosplayer dan pemegang hak cipta. Ini menggemakan apa yang Enako telah dikatakan dalam diskusinya dengan Inuoe.

 

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Anggota Parlemen Menjelaskan Implikasi Usulan Pedoman Hak Cipta atas Pendapatan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Setelah diberitakan bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan aturan yang akan memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengaturnya cosplayer untuk penghasilan yang diperoleh dari cosplay Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan Penasihat, Tarō Yamada muncul di Abema News untuk menjelaskan implikasi dari potensial undang-undang terkait aktivitas cosplay.

Maaf Anda Melihat Iklan

(video tidak tersedia di Indonesia)

Yamada berkata, “Ada banyak orang yang mendengar berita ini yang mungkin merasa khawatir bahwa ini akan berimplikasi buruk bagi cosplay dan karya turunan. Paling tidak, saya, sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab di Partai Demokrat Liberal, akan melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi budaya penggemar, jadi saya berharap Anda bisa tenang.” Dia juga menekankan bahwa tidak ada aturan yang akan diputuskan tanpa konsultasi dengan anggota partai, termasuk dirinya sendiri.

Yamada melanjutkan untuk mengklarifikasi undang-undang hak cipta yang saat ini ada di Jepang. “Pertama-tama, orang umum salah paham tentang hal ini, tetapi apakah itu komersial atau non-komersial tidak ada kaitannya dengan hak cipta. Hak cipta hanyalah pernyataan dari apa yang kami sebut hak kepribadian. Di sisi lain, apa yang berkaitan dengan masalah karya turunan Begitulah cara kreator mengumpulkan uang di era reproduksi massal melalui internet. Ada aspek sistem hukum saat ini yang tidak sejalan dengan era digital.

“Jika Anda membuat topeng di Kamen Rider saat mereka muncul dalam serial dan menjualnya, ada preseden hukum untuk menganggapnya ilegal, tetapi bersifat pribadi cosplay dengan sendirinya tidak akan dituduh melanggar hak cipta. Kalau memang seperti itu, pola pakaian yang dikenakan Tanjiro Demon Slayer, yang memiliki nilai kegunaan umum, maka tidak akan ada hak cipta yang melekat padanya. Namun, jika Anda mengambil benda-benda seperti pedang dan ikat pinggang dan membuatnya terlihat persis seperti foto karya pengarang, maka ada kemungkinan dapat dituduh melanggar hak cipta. Kombinasi hal-hal inilah yang membuat masalah menjadi sangat sulit dibedakan. ”

Yamada membahas skandal Maricar dalam konteks ini. “Mereka mengambil kostum resmi Mario dan meminjamkannya secara gratis, yang merupakan pelanggaran hak peminjaman. Selanjutnya, mereka mengunggah foto dan video online untuk tujuan promosi, yang juga merupakan pelanggaran hak transmisi publik. Namun, Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual tidak membuat keputusan apakah itu pelanggaran hak cipta. Sebaliknya, mereka memutuskan bahwa hal itu melanggar hukum berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat – dengan kata lain, bahwa tindakan tersebut mengganggu bisnis Nintendo. Saya curiga bahwa Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual sekalipun tidak dapat mengambil keputusan karena masalah hak cipta adalah masalah politik yang sangat sulit. Bahkan pengadilan merasa sulit untuk membuat keputusan seperti itu. ”

Saat populer cosplayer Haru Tachibana bertanya tentang perbedaan antara menjual photobook vs memposting di media sosial, dia sekali lagi menunjukkan bahwa itu bukan masalah yang jelas dari perspektif hukum. “Jika Anda cosplay termasuk hal-hal yang diakui hak cipta dan Anda memposting foto-fotonya di Twitter tanpa mendapat izin dari pemilik kekayaan intelektual, maka ada kemungkinan hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Selain itu, meskipun Anda mendapat izin untuk memposting gambar di Twitter, tindakan me-retweet atau menyebarkannya juga berpotensi dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Pada saat yang sama, jika wajah Anda atau bagian lain yang mudah dibedakan dari diri Anda disebarkan secara sembarangan, maka ada kemungkinan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak penggunaan gambar Anda.

“Ini adalah topik yang sangat tidak bisa dipahami, tapi ini bukan hanya masalah cosplayer sendiri melanggar hak cipta, tetapi juga masalah tentang apa yang terjadi dalam kasus distribusi yang tidak tepat. Selain itu, jika pemilik hak mengatakan tidak apa-apa untuk menggunakan karyanya, tetapi kemudian memutuskan ingin mengenakan biaya untuk itu, kapan itu terjadi? Di dalam partai, ada diskusi tentang perlunya membuat aturan untuk aspek-aspek itu juga. ”

Pemerintah Jepang mempersepsikan cosplay sebagai aspek berharga dari budaya Jepang. Tahun lalu, profesional cosplayer Enako diangkat sebagai duta Cool Japan. Pemerintah saat ini sedang mencari pendapat dari pemegang hak cipta dan cosplayer seperti Enako, tetapi belum ada undang-undang yang diusulkan.

“Dalam sistem hukum Jepang saat ini, pelanggaran hak cipta adalah jenis kejahatan yang membutuhkan pengaduan resmi dari korban untuk dituntut, jadi bisa dibilang Jepang cukup permisif menurut standar global. Bisa dikatakan, karena kita tidak punya undang-undang untuk aspek-aspek seperti streaming online, ada celah dan zona abu-abu. Itulah yang saya yakin Menteri Inoue bicarakan. Sistem hukum kita saat ini didasarkan pada fakta bahwa hak kepemilikan kreatif ada sebagai hak di bawah hukum kodrat bahkan tanpa menempatkan masing-masing dan setiap aspek menjadi tulisan yang jelas.Namun, Jepang adalah bagian dari Konvensi Berne, yang didirikan pada tahun 1800-an, jadi faktanya adalah bahwa kecuali negara-negara lain yang menjadi bagian dari perjanjian memberikan persetujuan mereka, maka negara ini tidak bisa menjadi satu-satunya yang berubah.

“Dengan keadaan seperti itu, maka bagi negara kita menjadi masalah memastikan bahwa karya kreatif diedarkan dengan cara yang tepat, dan termasuk karya turunan juga. Secara umum, pencipta lebih senang melihat karya itu diedarkan daripada tidak, dan kami juga ingin melihat mereka mendapatkan keuntungan darinya. Namun, jika kami meminta setiap orang untuk mendapatkan persetujuan individu, itu akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi orang yang tepat untuk diajak bicara, dan jika kami berkelompok semua izin di bawah satu sistem, itu akan memulai perdebatan tentang bagaimana membagi perbedaan, seperti dalam kasus Masyarakat Jepang untuk Hak Pengarang, Penggubah dan Penerbit (JASRAC). Itu juga merupakan masalah yang agak sulit. ”

Saat ini, cosplayer dapat memperoleh penghasilan dari cosplaying melalui metode seperti langganan atau layanan keanggotaan, kompensasi untuk penampilan di acara seperti konvensi, atau menjual kostum mereka. Pertanyaan apakah cosplay melanggar undang-undang hak cipta dengan melanggar hak reproduksi atau adaptasi telah menjadi pembahasan oleh banyak orang di dalam dan di luar cosplay komunitas selama bertahun-tahun.

Seorang anggota Kantor Kabinet yang menangani strategi kekayaan intelektual mengatakan kepada outlet berita J-Cast bahwa pemerintah membidik aturan yang akan menciptakan “lingkungan di mana orang dapat berpartisipasi di dalamnya. cosplay dengan ketenangan pikiran.” Mereka mengklaim tidak ingin membatasi aktivitas penggemar, dan berusaha untuk membuat aturan yang “dapat diterima semua orang.”

Menteri Inoue berkata di konferensi pers strategi Cool Japan pada hari Jumat bahwa dia sedang memikirkan untuk menetapkan rencana dalam tahun fiskal, yang berakhir pada 31 Maret. Dia juga menekankan pentingnya “lingkungan di mana cosplay bisa dinikmati dengan ketenangan pikiran. ”

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Pemerintah Jepang Sedang Mengkaji Peraturan Hak Cipta Baru untuk Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Dengan cosplay menjadi semakin populer, dan lebih banyak orang menghasilkan uang untuk cosplay mereka, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengkaji aturan baru untuk mengatur sengketa hak cipta antara cosplayer dan pemilik IP. Pemerintah berharap untuk mengintegrasikan aturan dalam strategi Cool Japan mereka dan mempromosikan cosplay di luar negeri dengan penggemar anime dengan “cara yang positif.”

Menurut penelitian pemerintah Jepang, regulasi antara cosplayer dan undang-undang hak cipta saat ini tidak ada hukum yang berlaku untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta. Saat ini, jika cosplayer berpartisipasi sebagai hobi, tanpa menghasilkan uang, tidak ada hukum yang dilanggar. Tetapi jika gambar-gambar itu diposting online melalui media sosial, atau menjual gambar dan menghasilkan uang, ada argumen yang dapat dibuat bahwa cosplayer dapat melanggar undang-undang hak cipta Jepang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Saat ini, cosplayer Jepang sulit menghubungi pencipta asli untuk mendapatkan izin cosplay karakter mereka. Satu usulan baru dari anggota Dewan, Taro Yamada, untuk database pemegang hak cipta yang dapat diakses oleh cosplayer untuk mendapatkan izin.

Pemerintah Jepang sedang mencari cara agar peraturan dapat dikodifikasi tanpa merusak budaya cosplay. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, yang memiliki Cool Japan dalam portofolionya, yakin bahwa peraturan yang keras adalah “bukan ide yang baik”, dan bahwa pemerintah saat ini sedang berbicara dengan pemegang hak cipta, serta cosplayer top Jepang, untuk membahas rencana yang menguntungkan semua orang. Duta Besar Cool Japan dan Cosplayer top Jepang Enako terlibat dengan diskusi ini.

Meskipun saat ini belum ada undang-undang atau amandemen yang diusulkan untuk undang-undang hak cipta Jepang saat ini atau undang-undang luar negeri mana pun, tetapi pihak yang berkuasa di Jepang saat ini mengharapkan bahwa kasus-kasus dapat muncul di masa depan yang dapat menguji undang-undang saat ini dan ingin mengatasinya.

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x