Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

Cosplay

GwiCosMo: Eternal Creativity, Pemenang Utama ICGP 2015 dan Wakil Indonesia di WCS 2015

Published

on

Gwigwi.com – Hai Gwiple!! GwiCosMo kedatangan tamu spesial, karena mereka adalah duo dari Eternal Creativity yang baru saja memenangkan Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) pada acara Ennichisai 2015 pekan lalu. Mereka juga akan menjadi wakil Indonesia di ajang World Cosplay Summit 2015 (WCS) di Nagoya, Jepang pada bulan Agustus mendatang.

Maaf Anda Melihat Iklan

pemenang ICGP 2015 gwigwi (2 of 2)

Duo ini adalah Bima aka John Switch (25) dan Ovitria aka Yonchan (22) asal Jogja. Usut punya usut dari hasil interview, mereka adalah pasangan sejoli. Wah, indah sekali ya pasangan hidup bisa menjadi partner cosplay juga. Pada pagelaran ICGP di panggung Pop Stage Ennichisai 2015, mereka membawakan Silent Hill dari Game PSX dengan nomor urut 5. Seperti apa interview Gwimin, mari disimak interviewnya.

[section label=”Interview”]

Sebelumnya kami dari GwiGwi ingin mengucapkan selamat atas kemenangannya di ICGP, perkenalan singkat donk siapa itu kalian?

John Switch: Terima kasih atas ucapannya, nama saya Bima, kalau sedang cosplay John Switch. Saya dari Jogjakarta dan masih 25 tahun. Saat ini masih dalam perjuangan menyelesaikan kuliah saya.
Yonchan: Nama saya Yonchan, umur 22 tahun asal Jogjakarta.

Kalian sendiri sejak kapan mulai cosplay? cerita dikit donk pengalaman debutnya!

John Switch: Saya mulai cosplay tahun 2007 di Bali. Tetapi cuma untuk dipakai aja di rumah, foto-foto gitu tetapi gak pernah turun ke event. Maklum dulu belum ada event. Trus pindah jogja buat kuliah dan thn 2010 mulai fokus buat cosplay dan fokus ikut lomba
Yonchan: Mulai cosplay dari tahun 2008. Dulu mulai cosplay karena diajak kakak kelas waktu SMA.

Apa sih yang membuat kamu memilih cosplay sebagai hobi dan akhirnya jadi ‘bounty hunter' di cosplay competition?

John Switch: Karena saya terobsesi dengan karakter di game dan anime. Saya sangat suka buat kostumnnya. Karena saya menganggap cosplay itu seni. Kalau dibilang bounty, saya gak segitu cari uang dari kompetisi. saya hanya suka perfom dan suka dengan penonton yg suka perfoma saya.

Lalu awalnya bagaimana bisa menjadi partner Yonchan, kenapa memlih dia?

John Switch: kalau soal partner sama Yonchan, pertama kenal saat event dan lama-lama kita dekat dan ya kita pacaran sudah lama. Kita juga partner-an sudah 5 tahun. Kenapa milih ya? Sebab dia yang bantuin saya dari segi management dan juga dia punya skill di make-up dan wig styling.

Kalian sendiri sudah berapa kali cosplay jadi partner?

Yonchan: Kita sendiri sudah lima kali tampil sebagai partner.

Oh ya, arti nama kalian Eternal Creativity apa sih? apa ada makna khusus?

Yonchan: Eternal Creativity sendiri punya makna kreativitas tanpa akhir, tanpa batas. Jadi kami harus terus berusaha mengembangkan ide-ide yang telah lalu hingga menjadi sesuatu yang baru. Begitu terus sampai waktu yang tidak ditentukan, bisa juga untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.

Sudah berapa banyak character yang Kalian cosplay-in, dan character apa yang jadi favorit?

John Switch: Ada sekitar 8 dan yang pulang saya senangin itu Yu Jin dari Dynasty Warrior 8 dan Nobunaga Oda.
Yonchan: karakter yang udah dicosplaykan, sekitar 12 apa ya? lupa hehe.. yang jadi favorit itu Guo Jia dari Dynasty Warriors 8, soalnya saya bisa bereksperimen macam2 di kostum itu. Mulai dari gradasi kain, menempel motif, renda-renda, bordir, dll.

Lalu bagaimana pembuatan costum dan lainnya? Apa buat sendiri? Apakah ada yang mengajari?

John Switch: Iya, kita buat sendiri kalau bagian kain Yon yang garap. Rata-rata belajar sendiri.

Kalo inspirasi cosplay dari mana, dan cosplayer favorit?

John Switch: Saya pribadi gak punya coser favorit. Soalnya sebagai sesama hobi lebih ke teman saja gak ada favorit-favoritan gitu.

Ada tips untuk cosplayer lain untuk bisa perform maksimal dan keren seperti Eternal Creativity?”

John Switch: Hmm.. tips dari saya, sering-sering latihan dan coba ambil referensi gak hanya dari cosplay perfom aja tetapi dari seni teater dan sebagainya.

Prestasi apa saja yang sudah didapat dari cosplay?

*suddenly wild Yon-chan appear*

Cerita sedikit donk kenapa memilih konsep yang dilombakan untuk ICGP? dan alasannya

Yonchan: untuk ICGP ini kami membawakan konsep game PSX dari Konami berjudul Silent Hill. Kebetulan saat itu kami sedang brainstorming, memilih-milih dan membahas konsep perform untuk dibawakan di ICGP-WCS. Lupa persisnya gimana, terpikir untuk membawakan Silent Hill. Alasannya kebetulan kita suka game itu dan ada memori tersendiri sama game itu XD.
Oh, lebih persisnya lagi, dari beberapa konsep yang kita buat, yang paling matang dan siap dijalankan adalah ini. Akhirnya dipilih deh judul ini.

Apa sih cerita tentang penampilan kalian ini?

Yonchan: ceritanya kami ambil dari final battle di Silent Hill. Si John jadi Incubus, saya jadi Harry Mason. Jadi Harry berusaha menyelamatkan anaknya yang ternyata “mengandung” iblis Incubus. Namun gagal, Incubus tetap lahir dan menyerang Harry. Harry berusaha melawan, namun ternyata Incubus lebih kuat dan Incubus pun membunuh harry.

Apa konsep ini baru pertama ditampilkan di ICGP? dan apa ada kesulitan dalam pembuatan kostum?

Yonchan: Untuk kostumnya sendiri, punya saya tidak terlalu masalah, hanya untuk bagian kaos yang paling sulit, karena saya tidak punya alat jahit kaos, saya membuat kaosnya pada saat saya ikut workshop pembuatan kaos, jadi sekalian gitu hehe…
Kalau konsep silent hill, iya baru pertama kali..

Bagaimana untuk persiapan seperti sound juga dibuat sendiri ya?

Yonchan: Iya, recording, mixing, bikin sendiri juga, dibantu teman yg mengisi suara nenek-neneknya itu dan meminjamkan laptop untuk saya nge-mix sound XD

Berapa lama waktu yang digunakan untuk persiapan ICGP ? Apa ini pertama kali mengikuti ICGP?

Yonchan: Ini pertama kalinya kami ikut. Persiapannya sendiri dari mengajukan ide dan membuat konsep Silent Hill dari Juli tahun lalu. Kalau untuk memulai membuat kostumnya dari November.

Bagaimana pendapat kalian melihat finalis yang lain?

Yonchan: kalau melihat finalis yang lain kami malah senang dan tambah semangat, karena mereka berusaha yang terbaik, jadi kami juga harus melakukan yang terbaik pula. :”D

John Switch: finalis lainnya bagus-bagus, semua berusaha melakukan yang terbaik dengan konsep yang bervariasi

Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti ICGP? dan akhirnya menjadi Pemenang pertama?

Yonchan: Nggak ada feeling apa-apa.. taunya ya yang penting  perform lancar. Masih ngira ini kayak mimpi, cuma ternyata emang beneran, jadi ya lanjut saja~

Apa persiapan kalian untuk WCS nanti?

Yonchan: untuk persiapan WCS yang pasti dokumen-dokumen seperti paspor dan visa, lalu kostum harus diperbaiki, serta latihan yang lebih intensif.

Untuk karakter tambahan yang dibawa ke Nagiya nanti apa aja? apa ada bocoran?

Yonchan: Karakter yang akan dibawakan saat WCS nanti tentu saja sama seperti di ICGP. Untuk pawai, rencananya yang akan kami bawa itu dari seri HunterXHunter, Katekyo Hitman Reborn, dan Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Tapi nggak tau juga kalau nanti ada perubahan, yang pasti kami hanya membawa kostum yang simpel, karena katanya disana bakal panas. XD

Sekian hasil interview kami, jangan lupa dukung mereka dalam doa sehingga bisa menampilkan yang terbaik di negeri Sakura dan bisa mengharumkan nama bangsa sebagai pemenang.

[section label=”Foto Penampilan”]

Official Facebook Page: https://facebook.com/EternalCreativity

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Cosplay

Ngintip Gudang Kostum Cosplayer Jepang Enako

Published

on

GwiGwi.com – Enako adalah cosplayer paling terkenal di Jepang saat ini — dan juga paling sukses.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pada tahun 2019, dirinya menghasilkan $90.000 per bulan, meningkat sepuluh kali lipat dari tahun 2016. Dia adalah juru bicara untuk perusahaan anima dan game, dan juga menghasilkan yen dari streaming. Dia membuat penampilan yang sangat rutin di sampul majalah mingguan, meskipun tidak membebankan biaya pemodelan untuk ini, keputusan cerdas yang mendorong majalah untuk terus mempekerjakannya.

Sukses dan ketenaran berarti uang. Ini juga berarti banyak kostum.

Dalam kasus Enako, seluruh gudangnya penuh dengan kostum. Dia memiliki ratusan dan tidak seperti ide cosplay konvensional, cosplaynya kebanyakan adalah karakter original, jadi dia akan terkena masalah hak cipta untuk penampilan profesional/berbayarnya di acara atau di TV.

Dalam penampilan TV baru-baru ini, seperti dilansir Kotaku, Enako memberikan tur ke gudang kostumnya, yang sangat tertata dengan baik dengan kotak-kotak berbeda yang ditunjuk oleh foto-foto isinya. Ratusan kostum juga termasuk wig dan alat peraga. Beberapa yang terakhir agak di sisi besar.

Klip berikut mencakup video dan beberapa cuplikan di balik layar dari pemotretan. Tur di dalam gudang dimulai sekitar pertengahan video.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Kreator Love Hina Keberatan Soal Peraturan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Ken Akamatsu, pencipta Love Hina dan UQ Holder! keberatan pada topik peraturan cosplay baru yang dilaporkan sebelumnya pada akhir Januari. Peraturan sedang diperiksa oleh pemerintah Jepang untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta sebagaimana adanya tidak ada undang-undang yang saat ini diberlakukan untuk kedua belah pihak di era media sosial. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, telah menyatakan bahwa undang-undang baru ini untuk keuntungan semua orang dan sedang mendiskusikan rencana dengan pemegang IP dan cosplayer, termasuk Enako.

Akamatsu muncul di Abema News untuk berbicara tentang peraturan baru, melihat dari kedua sisi situasi. Sebagai seorang pencipta manga, yang juga merupakan direktur pelaksana Asosiasi Kartunis Jepang, dia dapat melihat masalah ini dari sudut pandang pencipta, tetapi juga dapat melihatnya dari sudut pandang cosplayer melalui istrinya. Kanon Akamatsu, yang merupakan cosplayer dan mantan idola profesional.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pencipta Negima! mengatakan bahwa liputan media seputar masalah tersebut telah menyebabkan “kebingungan” dan bahwa “tidak seperti barang dagangan, cosplay tidak terlalu mengganggu keuntungan seniman manga, dan saya belum melihat pemegang hak yang menentangnya.” Solusi Akamatsu untuk masalah ini adalah untuk perusahaan untuk memposting pedoman mereka sendiri untuk cosplayer secara online, seperti yang dilakukan perusahaan game untuk video game streaming langsung, mengatakan “kami penulis, penerbit, dan studio animasi harus proaktif dalam menetapkan pedoman dan menciptakan ‘akal sehat' sehingga cosplay dapat dilindungi dan berkembang.”

Akamatsu percaya bahwa pemerintah Jepang, yang mengirim Perdana Menteri Shinzo Abe dengan cosplay Mario di Olimpiade Rio 2016, tidak ingin menetapkan batasan keras pada cosplay dan melihat industri ini menghilang, tetapi ingin maju ke depan hukum jika masalah tersebut muncul di pengadilan antara cosplayer dan pemegang hak cipta. Ini menggemakan apa yang Enako telah dikatakan dalam diskusinya dengan Inuoe.

 

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Anggota Parlemen Menjelaskan Implikasi Usulan Pedoman Hak Cipta atas Pendapatan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Setelah diberitakan bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan aturan yang akan memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengaturnya cosplayer untuk penghasilan yang diperoleh dari cosplay Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan Penasihat, Tarō Yamada muncul di Abema News untuk menjelaskan implikasi dari potensial undang-undang terkait aktivitas cosplay.

Maaf Anda Melihat Iklan

(video tidak tersedia di Indonesia)

Yamada berkata, “Ada banyak orang yang mendengar berita ini yang mungkin merasa khawatir bahwa ini akan berimplikasi buruk bagi cosplay dan karya turunan. Paling tidak, saya, sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab di Partai Demokrat Liberal, akan melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi budaya penggemar, jadi saya berharap Anda bisa tenang.” Dia juga menekankan bahwa tidak ada aturan yang akan diputuskan tanpa konsultasi dengan anggota partai, termasuk dirinya sendiri.

Yamada melanjutkan untuk mengklarifikasi undang-undang hak cipta yang saat ini ada di Jepang. “Pertama-tama, orang umum salah paham tentang hal ini, tetapi apakah itu komersial atau non-komersial tidak ada kaitannya dengan hak cipta. Hak cipta hanyalah pernyataan dari apa yang kami sebut hak kepribadian. Di sisi lain, apa yang berkaitan dengan masalah karya turunan Begitulah cara kreator mengumpulkan uang di era reproduksi massal melalui internet. Ada aspek sistem hukum saat ini yang tidak sejalan dengan era digital.

“Jika Anda membuat topeng di Kamen Rider saat mereka muncul dalam serial dan menjualnya, ada preseden hukum untuk menganggapnya ilegal, tetapi bersifat pribadi cosplay dengan sendirinya tidak akan dituduh melanggar hak cipta. Kalau memang seperti itu, pola pakaian yang dikenakan Tanjiro Demon Slayer, yang memiliki nilai kegunaan umum, maka tidak akan ada hak cipta yang melekat padanya. Namun, jika Anda mengambil benda-benda seperti pedang dan ikat pinggang dan membuatnya terlihat persis seperti foto karya pengarang, maka ada kemungkinan dapat dituduh melanggar hak cipta. Kombinasi hal-hal inilah yang membuat masalah menjadi sangat sulit dibedakan. ”

Yamada membahas skandal Maricar dalam konteks ini. “Mereka mengambil kostum resmi Mario dan meminjamkannya secara gratis, yang merupakan pelanggaran hak peminjaman. Selanjutnya, mereka mengunggah foto dan video online untuk tujuan promosi, yang juga merupakan pelanggaran hak transmisi publik. Namun, Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual tidak membuat keputusan apakah itu pelanggaran hak cipta. Sebaliknya, mereka memutuskan bahwa hal itu melanggar hukum berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat – dengan kata lain, bahwa tindakan tersebut mengganggu bisnis Nintendo. Saya curiga bahwa Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual sekalipun tidak dapat mengambil keputusan karena masalah hak cipta adalah masalah politik yang sangat sulit. Bahkan pengadilan merasa sulit untuk membuat keputusan seperti itu. ”

Saat populer cosplayer Haru Tachibana bertanya tentang perbedaan antara menjual photobook vs memposting di media sosial, dia sekali lagi menunjukkan bahwa itu bukan masalah yang jelas dari perspektif hukum. “Jika Anda cosplay termasuk hal-hal yang diakui hak cipta dan Anda memposting foto-fotonya di Twitter tanpa mendapat izin dari pemilik kekayaan intelektual, maka ada kemungkinan hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Selain itu, meskipun Anda mendapat izin untuk memposting gambar di Twitter, tindakan me-retweet atau menyebarkannya juga berpotensi dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Pada saat yang sama, jika wajah Anda atau bagian lain yang mudah dibedakan dari diri Anda disebarkan secara sembarangan, maka ada kemungkinan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak penggunaan gambar Anda.

“Ini adalah topik yang sangat tidak bisa dipahami, tapi ini bukan hanya masalah cosplayer sendiri melanggar hak cipta, tetapi juga masalah tentang apa yang terjadi dalam kasus distribusi yang tidak tepat. Selain itu, jika pemilik hak mengatakan tidak apa-apa untuk menggunakan karyanya, tetapi kemudian memutuskan ingin mengenakan biaya untuk itu, kapan itu terjadi? Di dalam partai, ada diskusi tentang perlunya membuat aturan untuk aspek-aspek itu juga. ”

Pemerintah Jepang mempersepsikan cosplay sebagai aspek berharga dari budaya Jepang. Tahun lalu, profesional cosplayer Enako diangkat sebagai duta Cool Japan. Pemerintah saat ini sedang mencari pendapat dari pemegang hak cipta dan cosplayer seperti Enako, tetapi belum ada undang-undang yang diusulkan.

“Dalam sistem hukum Jepang saat ini, pelanggaran hak cipta adalah jenis kejahatan yang membutuhkan pengaduan resmi dari korban untuk dituntut, jadi bisa dibilang Jepang cukup permisif menurut standar global. Bisa dikatakan, karena kita tidak punya undang-undang untuk aspek-aspek seperti streaming online, ada celah dan zona abu-abu. Itulah yang saya yakin Menteri Inoue bicarakan. Sistem hukum kita saat ini didasarkan pada fakta bahwa hak kepemilikan kreatif ada sebagai hak di bawah hukum kodrat bahkan tanpa menempatkan masing-masing dan setiap aspek menjadi tulisan yang jelas.Namun, Jepang adalah bagian dari Konvensi Berne, yang didirikan pada tahun 1800-an, jadi faktanya adalah bahwa kecuali negara-negara lain yang menjadi bagian dari perjanjian memberikan persetujuan mereka, maka negara ini tidak bisa menjadi satu-satunya yang berubah.

“Dengan keadaan seperti itu, maka bagi negara kita menjadi masalah memastikan bahwa karya kreatif diedarkan dengan cara yang tepat, dan termasuk karya turunan juga. Secara umum, pencipta lebih senang melihat karya itu diedarkan daripada tidak, dan kami juga ingin melihat mereka mendapatkan keuntungan darinya. Namun, jika kami meminta setiap orang untuk mendapatkan persetujuan individu, itu akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi orang yang tepat untuk diajak bicara, dan jika kami berkelompok semua izin di bawah satu sistem, itu akan memulai perdebatan tentang bagaimana membagi perbedaan, seperti dalam kasus Masyarakat Jepang untuk Hak Pengarang, Penggubah dan Penerbit (JASRAC). Itu juga merupakan masalah yang agak sulit. ”

Saat ini, cosplayer dapat memperoleh penghasilan dari cosplaying melalui metode seperti langganan atau layanan keanggotaan, kompensasi untuk penampilan di acara seperti konvensi, atau menjual kostum mereka. Pertanyaan apakah cosplay melanggar undang-undang hak cipta dengan melanggar hak reproduksi atau adaptasi telah menjadi pembahasan oleh banyak orang di dalam dan di luar cosplay komunitas selama bertahun-tahun.

Seorang anggota Kantor Kabinet yang menangani strategi kekayaan intelektual mengatakan kepada outlet berita J-Cast bahwa pemerintah membidik aturan yang akan menciptakan “lingkungan di mana orang dapat berpartisipasi di dalamnya. cosplay dengan ketenangan pikiran.” Mereka mengklaim tidak ingin membatasi aktivitas penggemar, dan berusaha untuk membuat aturan yang “dapat diterima semua orang.”

Menteri Inoue berkata di konferensi pers strategi Cool Japan pada hari Jumat bahwa dia sedang memikirkan untuk menetapkan rencana dalam tahun fiskal, yang berakhir pada 31 Maret. Dia juga menekankan pentingnya “lingkungan di mana cosplay bisa dinikmati dengan ketenangan pikiran. ”

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x