Connect with us

Japan

Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Hokkaido, Jepang

Published

on

GwiGwi.com – Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang Pulau Hokkaido di Jepang, Senin (5/11) dini hari. Dilansir AFP, gempa itu berpusat di kedalaman 8 kilometer atau 107 kilometer unsur timur laut Kota Shibetsu.

Berdasarkan keterangan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bisa jadi ada korban jiwa dampak gempa tersebut. Di samping itu, gempa pun mengakibatkan kehancuran banuntukn walau tak terlampau banyak.

Gempa ini terjadi sejumlah bulan sesudah gempa berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Hokkaido di bulan September. Sehingga merangsang tanah longsor, lokasi tinggal runtuh dan menewaskan lebih dari 40 orang.

Baca Juga:  Seorang guru Jepang resign dari kerjaan setelah ketahuan bekerja sebagai prostitusi

Jepang adalahnegara yang terdapat di empat lempeng tektonik. Selain tersebut setiap tahun selalu merasakan sejumlah gempa yang relatif lumayan ganas.
Namun dengan konsep banuntukn tahan gempa serta pondasi yang kuat, terkadang gempa berkekuatan besar melulu membuat lokasi tinggal mengalami kehancuran kecil.

Japan

Jepang akan larang drone terbang di sekitar lokasi Olimpiade dan Paraolimpiade 2020 Tokyo

Published

on

By

GwiGwi.com – Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melarang drone terbang di sekitar area penyelengaraan Olimpiade dan Para Olimpiade 2020 Tokyo.

Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan terorisme. Pemerintah bekerjasama dengan petugas polisi untuk membantu mengamankan drone yang melanggar, boleh dihancurkan jika kedapatan terbang didaerah yang sudah dilarang.

Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang melarang terbang drone di sembarang tempat, seperti tempat-tempat pemukiman, dan lokasi pemerintahan, namun untuk area olahraga masih belum semua.

“Ada kemungkinan drone membawa alat peledak ataupun cairan yang berbahaya di lokasi, tetapi sulit untuk melarangnya dengan aturan yang berlaku sekarang,” ungkap juru bicara pemerintah Jepang.

Baca Juga:  Polisi Kyoto tangkap pria atas tuduhan menjual imitasi kartu Yu-Gi-Oh! langka

Continue Reading

Japan

Seorang guru Jepang resign dari kerjaan setelah ketahuan bekerja sebagai prostitusi

Published

on

By

GwiGwi.com – Dewan Pendidikan kota Osaka mengumumkan pengunduran diri seorang guru dari Sekolah Menengah Atas setelah ketahuan dirinya bekerja part-time dibisnis prostitusi.

Menurut Dewan Pendidikan, guru berumur 27 tahun ini bekerja paruh waktu di sebuah bisnis “kesehatan” dimana pekerjanya mengenakan kostum dan memberikan jasa seksual oral. Bu guru ini dilaporkan telah bekerja dari bulan April hingga September, dengan pendapatan 80.000 yen per bulan.

Dirinya juga bergabung bisnis MLM yang menjual alat kosmetik dan perlengkapan toilet. Atas keterlibatannya ini, dewan Pendidikan mengungkapkan bahwa guru ini telah menyalahi Undang-Undang Layanan Publik Lokal.

Baca Juga:  Jepang akan larang drone terbang di sekitar lokasi Olimpiade dan Paraolimpiade 2020 Tokyo

Guru ini ketahuan setelah Dewan Pendidikan banyak laporan mencurigakan. Sejak April, si guru sering meminta guru lain untuk menggantinya mengajar. Guru ini juga mengakui dia melakukan ini karena harus melunasi utang-utangnya.

Sebenarnya, si guru diskors selama 3 bulan, namun dirinya memilih mengundurkan diri.

“Saya mengakui kesalahan saya, hal ini akan menjadi dampak buruk bagi anak didik.” Ungkap si Guru.

Continue Reading

Japan

Polisi Kyoto tangkap pria atas tuduhan menjual imitasi kartu Yu-Gi-Oh! langka

Published

on

By

GwiGwi.com – Polisi Kyoto berhasil memecahkan kasus penipuan yang berbuntut panjang, Pria 29 tahun, Shunki Iwasaki, ditangkap atas berbagai tuduhan.

Penahanan ini atas tuduhan penjualan barang palsu yang dilakukan Iwasaki 8 bulan lalu. Dirinya menjual barang-barang langka yang dipalsukan seperti karya seni, lembaran uang kuno, dan hal lainnya seperti kartu Yu-Gi-Oh!

Pada bulan Februari, Iwasaki menjual sebuah kartu Yu-Gi-Oh! langka di situs lelang nomor satu di Jepang. Dirinya menjual sebuah kartu Lorelei, the Symphonic Arsenal. Lorelei ini tidak pernah dijual secara komesial dalam sejarah penjualan kartu Yu-Gi-Oh! dan hanya diberikan kepada pemenang turnamen dunia Yu-Gi-Oh! pada tahun 2008, dan polisi mengatakan hanya ada 6 kartu asli di seluruh dunia.

Seorang wanita berumur 20an tahun membeli kartu Iwasaki dengan mahar 400,000 yen. Namun setelah menerima kartu tersebut, wanita tersebut menyadari bahwa ilustrasi pada latar belakang harusnya memiliki warna dari yang diterimanya. Kemudian, dirinya melapor polisi yang akhirnya berhasil membekuk Iwasaki.

Baca Juga:  Jepang akan larang drone terbang di sekitar lokasi Olimpiade dan Paraolimpiade 2020 Tokyo

Walau Iwasaki mengakui bahwa kartu tersebut palsu, dirinya mengatakan kalau bukan dia yang membuat kartu imitasi tersebut. Oleh karena itu, polisi Kyoto mencari siapa yang memberikan kartu ke Iwasaki tersebut.

Selain tuduhan penipuan ini, Iwasaki terancam tuntutan oleh Konami, perusahaan pembuat kartu ini. Belum jelas apakah polisi akan memproses tuduhan sang wanita dikarenakan menurut polisi terjadi proses transaksi yang mana sang wanita beranggapan barang tersebut Asli. Dan tidak pasti apakah proses hukum ini akan mengembalikan uang yang telah ditipunya.

Buat kamu yang mengaku kolektor barang langka harus lebih bijak dan berhati-hati.

Continue Reading

Trending