Connect with us

Film Anime

Film Final Evangelion Memecahkan Rekor Box Office Franchise Secara Global

Published

on

GwiGwi.com – Evangelion: 3.0+1.0: Thrice Upon A Time (Shin Evangelion Gekijō-ban:||), film “terakhir” Evangelion, telah menghasilkan 7,42 miliar yen (sekitar US $ 67,7 juta) dan menjual 4,84 juta tiket pada hari Minggu, yang ke-35 hari di box office Jepang. Film tersebut baru saja meraup 7 miliar yen (sekitar Rp. 931M) per Rabu lalu.

Maaf Anda Melihat Iklan

Di minggu ketiganya, film ini melampaui pendapatan domestik Evangelion: 3.0 You Can (Not) Redo, yang menghasilkan total 5,3 miliar yen. Film baru tersebut kini menjadi film berpenghasilan tertinggi dalam serial tersebut di dalam negeri dan internasional.

Film ini dibuka di 466 bioskop di Jepang pada 8 Maret, dan menjual 33,6% lebih banyak tiket seharga 45,1% lebih banyak daripada film Evangelion sebelumnya selama masing-masing tujuh hari pertama.

Film ini mencetak rekor pendapatan IMAX tertinggi pada hari pembukaan di Jepang, setara dengan Rp. 108M dalam tiket IMAX. Film ini juga mencatat rekor persentase tertinggi pendapatan kotor hari pembukaan IMAX untuk film lokal di Jepang, dengan IMAX menyumbang 10% dari pendapatan kotor hari pembukaan film hanya pada 1% -2% dari total layar.

Maaf Anda Melihat Iklan

Staf telah menunda film tersebut dari 23 Januari hingga 8 Maret, setelah mempertimbangkan dengan cermat karena keadaan darurat baru yang diumumkan di empat prefektur di Jepang pada 8 Januari, dan kemudian diperpanjang menjadi total 11 prefektur.

Baca Juga:  Film Kedua 'BanG Dream! Episode Roselia' Diperlihatkan Dalam Sebuah Trailer baru

Film tersebut mengalami penundaan lebih awal karena kekhawatiran atas penyakit virus korona baru (COVID-19) dan penyebarannya di dalam dan di luar Jepang. Film ini awalnya dijadwalkan tayang di Jepang pada 27 Juni 2020.

Tiga film pertama dalam tetralogi – Evangelion: 1.0 You Are [Not] Alone, Evangelion: 2.0 You Can [Not] Advance, dan Evangelion: 3.0 You Can (Not) Redo – masing-masing memulai debutnya pada tahun 2007, 2009, dan 2012. Ketiga film tersebut memiliki pemutaran MX4D dan 4DX baru di Jepang yang masing-masing dibuka pada tanggal 4, 11, dan 18 Desember.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Film Anime

Review Anime Uma Musume: Pretty Derby Season 2

Published

on

GwiGwi.com – Uma Musume merupakan sebuah anime moefikasi dari kuda menjadi seorang waifu. Bagi sebagian orang mungkin menganggap anime ini hanyalah another moe anime. Namun jika kita melihat dari sisi yang lain, Uma Musume cukup berhasil mematahkan klise dalam anime moe.

Untuk Anda yang belum tahu, Uma Musume pada musim pertama tayang pada April 2018. Pada saat itu, studio yang menangani Uma Musume musim pertama adalah P.A Works sebanyak 13 episode. Selanjutnya, anime ini berlanjut ke spinoff dan diproduksi oleh studio berbeda, yakni DMM.futureworks dan juga W-Toon Studio. Terakhir di musim kedua ini juga diproduksi oleh studio berbeda lagi, yakni Studio Kai.

Lalu, apa yang membedakan anime moe satu ini dibandingkan lainnya? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Kedalaman Karakter

Salah satu hal yang mencolok dari Uma Musume adalah kedalaman karakternya yang begitu banyak. Untuk Anda yang mungkin sangat anti dengan anime moe sebaiknya pikirkan lagi dengan Uma Musume ini. Cukup banyak anime moefikasi yang sudah ditayangkan seperti Kancolle, Azur Lane, Girl’s Frontline dan sejenisnya. Namun, dari sisi kualitas cerita, Uma Musume bisa jadi lebih top.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Uma Musume mengambil tema seekor kuda yang dimoefikasi menjadi gadis. Akan tetapi, para gadis di Uma Musume lebih baik dibandingkan dengan beberapa anime yang sudah disebutkan sebelumnya. Dengan adanya kedalaman karakter tersebut, penonton bisa tahu latar belakang dan motivasi setiap karakter untuk bertanding di pacuan kuda.

Bahkan penonton tidak hanya melihat kedalaman karakter dari tokoh utamanya saja, tetapi juga dari pemain pendukung. Di musim kedua ini, tokoh pendukung mendapatkan screentime yang lebih banyak dibandingkan musim pertama. berbicara tokoh, kita akan masuk ke alasan kedua.

Maaf Anda Melihat Iklan

Fokus tokoh utama yang berbeda

Hal yang menarik dari Uma Musume season kedua ini adalah fokus tokoh utamanya berbeda. Pada musim pertama, penonton disuguhkan dua tokoh sentral pada Special Week dan Silence Suzuka. Sedangkan pada musim kedua ini justru kita difokuskan pada Tokai Teio dan Mejiro McQueen.

Baca Juga:  Film Anime 'Demon Slayer - Kimetsu no Yaiba - The Movie: Mugen Train' Muncul Sebentar di PlayStation Store

Konsep ini terlihat fresh karena di sini tokoh utama bisa diganti oleh siapapun. Namun, di sisi lain konsep ini bisa jadi bumerang jika eksekusinya gagal. Untunglah pihak studio berhasil dan bahkan diluar ekspektasi.

Drama yang lebih intens

Mengingat Uma Musume adaah anime tipikal sports, maka tentunya unsur drama di sini sangat kuat. Hal itu juga sebenarnya sempat disajikan pada musim pertama. Permasalahan utama saat itu ada di dalam Silence Suzuka. Lalu untuk musim kedua ini fokus permasalahan ada di Tokai Teio.

Untuk unsur drama di musim kedua ini jauh lebih dapat. Bahkan sisi emosionalnya sangat dapat pada episode terakhir. Kolaborasi antara komentator, dan penonton yang menyaksikan pacuan kuda tersebut berhasil memancing emosi penonton. Tak pelak hal inilah yang membuat Uma Musume begitu berbeda dibandingkan anime moe sejenisnya.

Kesimpulan

Meskipun Uma Musume season dua terlihat sempurna, namun tetap saja ada kekurangan seperti beberapa karakter samping yang sekedar lewat saja dan universe yang cukup kacau balau. Namun, anime ini tetap layak ditonton, khusus para fans yang anti moe.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Film Anime

Review Anime Yuru Camp Season 2, Kembalinya Anime Iyashikei

Published

on

GwiGwi.com – Kita kembali pada anime yang bercerita tentang keseharian Klub Aktivitas Luar Ruangan. Untuk Anda yang mungkin sudah lupa dengan Yuru Camp, ceritanya sendiri masih seputar tentang Rin Shima, seorang gadis yang berpengalaman dalam camping. Di musim kedua ini masih suka dengan solo camping kapanpun dia mau.

Sejak pertemuannya dengan Nadeshiko, dia sedikit demi sedikit mulai terbuka untuk melakukan camping bersama dengan orang lain. Apalagi itu belum termasuk pada anggota lainnya yang memiliki tingkah lucu. Lalu seperti apa cerita Yuru Camp di musim kedua ini? Yuk, kita simak ulasannya di bawah ini.

Menikmati kembali pemandangan alam

Untuk Anda yang pernah menonton seri Yuru Camp pada musim pertama, pastinya tidak aneh bahwa anime ini termasuk ke dalam jenis Iyashikei. Genre Iyashikei sendiri merupakan salah satu sub genre dari Slice Of Life. Poin utama dari anime iyashikei adalah bagaimana nuansa yang disajikan bisa memberikan ketenangan, ketentraman, dan damai pada penonton.

Hal itu juga berlaku pada Yuru Camp musim kedua ini. bisa kita lihat dalam beberapa episode selalu memberikan tempat baru untuk perkemahan. Hal itu bisa memberikan pengetahuan lebih untuk penonton yang memang ingin mencoba camping. Perlu Anda ketahui bahwa lokasi yang disajikan di sini berdasarkan tempat nyata. Maka dari itu, jika Anda memang berniat ingin camping di sana, Yuru Camp bisa menjadi referensi.

Berfokus pada pengalaman camping

Sekilas Anda mungkin melihat anime ini layaknya cute girls doing cute things. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa anime ini lebih fokus pada nuansa yang diberikan dan juga berbagai tutorial bermanfaat. Hal ini semakin diperkuat pada musim kedua Yuru Camp.

Baca Juga:  Film Baru 'Free!' Mengungkapkan Judul, Format 2 Bagian dan Tanggal Rilis

Bisa kita lihat dalam beberapa episode, Nadeshiko dan kawan-kawan selalu ada kendala ketika akan ber camping. Bahkan ketika ada ekspedisi berkemah selalu saja ada hal yang tidak terduga. Hal ini seperti menunjukan pada penonton bagaimana pengalaman dan kendala yang sering terjadi untuk para pemula.

Maaf Anda Melihat Iklan

Hal itu bisa dilihat pada episode pertama Yuru Camp musim kedua. Saat Rin akan berkemah, ada kesalahan yang dia lakukan. Meskipun mengalami berbagai kendala, Rin tetap berhasil kemah. Bagian itu dicatat oleh Rin agar jangan sampai kejadian sama terulang kembali.

Perkembangan karakter yang cukup pesat

Pada musim pertama, kita sudah tahu bahwa sang tokoh utama, Nadeshiko merupakan pemula dalam berkemah. Di antara anggota Klub Aktivitas Luar Ruangan, hanya Rin yang paling berpengalaman.

Namun, pada musim kedua perkembangan karakter Nadeshiko begitu pesat. Nadeshiko sudah bisa melakukan persiapan sebelum camping, membuat tenda, makanan, dan juga berbagai hal lainnya seputar perkemahan. Pada dasarnya Nadeshiko lebih cocok berkemah secara berkelompok. Akan tetapi, dia memiliki keinginan untuk solo camping.

Yuru Camp musim kedua juga lebih fokus pada anggota Klub Aktivitas Luar Ruangan. Beberapa karakter lainnya pun mendapatkan jatah screentime seperti Chiaki Oogaki, Aoi Inuyama, dan Ena Saitou. Bahkan ada satu episode yang berfokus pada ketiganya di bandingkan Nadeshiko dan Rin. Hal ini tentunya lebih menarik.

Kesimpulan

Yuru Camp merupakan sekian dari serial anime Iyashikei yang perlu Anda tonton. Meskipun Anda tidak terlalu suka karakter moe, namun informasi tentang spot kemah dan berbagai tutorial perkemahan bisa menjadi pertimbangan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Film Anime

Review Anime Gekidol, Semua Dunia Merupakan Panggung

Published

on

GwiGwi.com – Zaman sekarang rasanya kurang lengkap jika tidak ada anime bertipe idol. Salah satu anime yang memiliki konsep tersebut pada musim dingin 2021 adalah Gekidol. Bisa dikatakan anime ini adalah bagian dari proyek ambisius dari gedung teater Alice in Project. Tentunya menampilkan drama yang merupakan anime itu sendiri.

Nah, mengingat anime idol selama ini memiliki tema yang nyaris serupa, apakah Gekidol bisa menghibur? Kita cari tahu melalui ulasan di bawah ini.

Penokohan

Ok, tanpa basa-basi, anime ini langsung memperkenalkan beberapa karakter yang cukup mencolok. Contohnya seperti direktur Alice in Theater yang bernama Kaoru. Dia selalu mencari bakat muda yang menjanjikan. Kaoru juga memegang beban tersembunyi pada pundaknya yang selalu ditutupi melalui senyum dan juga setengguk alkohol.

Lalu kita masuk ke beberapa tokoh utamanya. Di sini ada Seira, Airi, Aimi, dan Akira. Keempat karakter ini memiliki sifat dan katar belakang yang berbeda-beda. Untuk Seira ini memiliki sifat pemalu, dan bermimpi sebagai aktris. Sayangnya dia memiliki masalah pribadi yang cukup mengganggu.

Lalu ada Airi yang merupakan mantan model gravure. Dia hanya ingin menjadi orang baru dengan mengabdikan dirinya dalam akting. Aimi merupakan pelopor di balik idola akting yang dinobatkan sebagai Gekidol. Hasratnya dalam dunia per-idol-an sangat tinggi. Terakhir adalah Akira yang merupakan anggota tertua tapi selalu kekanakan. Dia mengambil alih sebagai sutradara.

Gabungan seni dan musik

Beberapa lagu yang disematkan pada Gekidol antara lain “Kizuna”, “Dandelion Girl”, dan berbagai lagu pop lainnya. lagu tersebut dinyanyikan oleh seiyuu tokoh utama baik pada OP maupun ED. Bisa dikatakan alunan musik yang dibawakan sangat manis.

Maaf Anda Melihat Iklan

Uno Blaqlo berada dibalik lagu-lagu tersebut. Beliau memang sudah sangat pengalaman dalam menggarap musik di anime idol. Meskipun begitu, tidak banyak tarian penuh seperti pada anime idol kebanyakan. Kalaupun ada tarian kebanyakan memakai CGI dan sayangnya penampilannya cukup kasar.

Baca Juga:  Sekuel Film Anime 'Quintessential Quintuplets' yang Akan Rilis pada 2022

Latar Belakang setiap Tokoh

Mungkin hal yang paling menarik dari anime Gekidol adalah bagaimana latar belakang setiap tokoh dapat berkembang dan mempengaruhi cerita. Pada episode awal kita disuguhkan sisi psikologis dan juga menegangkan. Mungkin penonton akan teringat pada Wake Up, Girls yang desain karakternya hampir mirip.

Pada episode 4 ini mengambil nuansa yang lebih dingin. Perasaan Airi terhadap Seria tampaknya lebih dari sekadar umpan untuk genre Yuri. Namun, para gadis memiliki banyak momen lucu dan cukup konyol sehingga banyak adegan yang tidak sesuai tempatnya.

Tujuan murni Seria untuk menjadi seorang aktris seperti Idolanya yakni Izumi sedikit terguncang. Sebelumnya, rekan Seria bernama Airi segera menjauh dan hal itu memotivasi Seria bergabung dengan Alice in Theater. Kaoru pun selalu bekerja sendirian di belakang layar agar tetap melindungi gadis-gadis tersebut tetap jalan.

Banyak Poin yang Membingungkan

Gekidol sendiri bisa dikatakan memiliki masalah yang sangat kompleks. Akan tetapi, penyelesainnya hanya dengan perkelahian dan juga beberapa pembicaraan saja. Ditambah plotnya yang rumit membuat penonton bingung anime ini mau dibawa ke mana. Hal itu juga yang membuat anime ini agak kurang mendapatkan perhatian pada musim dingin 2021.

Kesimpulan

Gekidol sebenarnya memiliki potensi sangat besar jika saja plot cerita lebih rapi dan jumlah episode diperbanyak. Beberapa hal yang mungkin menarik dari anime ini ya.. musiknya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x