Connect with us

Hobby

Eklusif ​​​Star ​Wars​ ​Tsum ​Tsum​ ​Tote​ ​Bags hanya di STGCC 2017

Published

on

GwiGwi.com – Kamu suka Star Wars? ada berita baiknya, bagi kamu yang hadir STGCC 2017, segera dapatkan Tsum Tsum tote bag dengan desain bertema Star Wars.

Spesialnya desain ini hanya bisa dimiliki di STGCC 2017. Tas dapat dibeli dengan seharga $19.90 dengan pembelian minimal $20 dari retailer lainnya di Star Wars:​ ​Experience The​ ​Force ​Singapore​ ​festival di ​ION Orchard. Selain itu tas ini juga tersedia di ReedPOP ​Supply ​Store ​di ​STGCC.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Hobby

Hello Kitty, Spider-Man dan Mr. Kiasu: STGCC membentuk pasukan budaya pop

Published

on

By

GwiGwi.com – ActionCity akan meluncurkan edisi koleksi terbatas dari brand-brand budaya pop terkenal seperti as Medicom Toy (BE@RBRICK), Hot Toys, Bandai (Daruma Club), tokidoki and DEVILROBOTS (TO-FU)  di konvensi ini.

ActionCity akan menyebarkan kebahagian dengan barang koleksi idaman dari serial-serial kartun.

Salah satu barang koleksi eksklusif di SGTCC adalah kolaborasi tokidoki dengan hello kitty, tokidoki x Hello Kitty Series 2. Para penggemar barang-barang kawaii akan sangat menginginkan tokidoki Unicorno Metallico Series 3 yang terdiri dari figurine, gantungan kunci, totebag vinyl, dan masih banyak lagi, masing-masing dengan banyak pilihan warna. Semua barang ini hanya dibuat ekslusif untuk San Diego Comic Con dan pertama kali muncul di konvensi tersebut.

Para penggemar yang bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore akan bisa mengapresiasi harimau pekerja keras buatan tokidoki, Torayama-san alias Salary Man Tiger. Barang ekslusif lain dari San Diego Comic con, Toriyama-san akan dijual dalam 3 pilihan warna.

Mr. Kiasu, santo pelindung bagi para perfeksionis di seluruh dunia akan berusaha memberikan kesan yang mendalam di SGTCC dengan 10 seri buku komik dengan judul yang sama, Mr. Kiasu. Golda, murid dari akademi sihir Super Age Academy dan protagonist dari serial komik SuperRich juga akan tampil Bersama Mr. Kiasu. Kedua seri komik ini akan dirilis secara ekslusif di STGCC dimana para penggemar nantinya bisa meminta tanda tangan dari Johny Lau, sang creator dan illustrator Rick Chen di buku yang mereka beli selama konvensi berlangsung.

Spider-Man akan bersinar di STGCC, secara literal.

Untuk memperingati ulang tahun ke 10 Marvel Studio, Hot Toys akan membawa “tetangga favorit kalian”, Spider-Man, dalam bentuk figurine warna warni. Di versi Cosbay Hot Toys, Spider-Man tidak tampil dengan warna merah biru seperti biasanya, tapi tampil dengan kombinasi warna merah, hijau, biru, emas metalik.

Fashion Koleksi: XM Studios menggabungkan kemewahan dan budaya pop

Pembuat barang koleksi artistic dan mewah di Singapura, XM Studios, yang terkenal dengan kolaborasi mereka dengan brand entertainment dan budaya pop terkenal di seluruh dunia, akan merilis seri patung koleksi untuk pertama kalinya di STGCC.

Barang koleksi ini terdiri dari karakter serial Hulk Transformation, Guardian of  The Galaxy dan Xmen, juga proyek rahasia mereka yang berkaitan dengan DC.

Continue Reading

Figure

Batman Ninja kini hadir sebagai figma dari Good Smile Company

Published

on

By

GwiGwi.com – Good Smile Company tak mau ketinggalan mengabadikan momen Batman hadir dalam kisah Ninja, mereka pun merilis figma Batman Ninja: DX Sengoku Edition.

Bagi penggemar DC Comics atau figma sekalipun, figur wajib dinantikan, pasalnya figur yang dapat dipose semau kamu ini hadir dengan berbagai fitur senjatanya seperti pedang, kunai dan bat kunai.

Kerennya lagi, kamu dapat memposekan figma ini ketika melempar kunai, karena terdapat aksesori yang mendukung pose ini.

Batman Ninja: DX Sengoku Edition ini akan dijual 9,800 yen atau kurang lebih Rp. 1.274.000 untuk versi regulernya sedangkan versi DX Sengoku Edition dijual diharga 12,800 yen atau sekitar Rp. 1.664.000.

Good Smile Company telah membuka pre-order untuk figma ini yang akan berakhir pada tanggal 11 Juli. Figur direncanakan rilis pada bulan Januari 2019.

 

Continue Reading

Hobby

Review : Samsung Galaxy Folder 2 (SM-G1600) – Clamshell ala Keitai di Tahun 2017?

Published

on

By

GwiGwi.com – Di era smartphone seperti sekarang ini, sepertinya aneh untuk memiliki sebuah device dengan form factor jadul seperti salah satunya model clamshell atau HP lipat sebagai alat telekomunikasi utama. Namun demikian, Samsung Galaxy Folder 2 yang dirilis di China pada tahun September 2016 silam mungkin bisa memperkenalkan era baru untuk model yang sudah mulai ketinggalan jaman ini. Seperti apa sebenarnya Galaxy Folder 2 ini? Apakah mungkin menjadi pioner atau pengantar untuk model jadul ini menjadi trending lagi? Mari kita lihat.

Berkenalan dengan Galaxy Folder 2

Galaxy Folder 2 adalah generasi kedua dari Samsung untuk smartphone clamshell. Galaxy Folder pertama dijual eksklusif di China, dan mendapatkan respon yang cukup baik. Sayangnya, Galaxy Folder 2 juga dijual di China saja, dan baru-baru ini diumumkan bahwa akan dibawa ke Korea Selatan dalam waktu dekat dengan spesifikasi yang serupa. Oleh karena itu, mungkin akan ada kekurangan dalam review ini terutama karena keterbatasan bahasa.

Bentuk dari Galaxy Folder 2 bisa dibilang menyerupai keitai denwa (携帯電話) dalam Bahasa Jepang yang berarti portable telephones dan menjadi budaya unik tersendiri terutama bagi penggemar pop culture Jepang seperti saya sendiri. Dikarenakan bentuknya yang unik, saya tertarik untuk memboyong Galaxy Folder 2 ini ke meja review GwiGwi.

Dalam paket penjualan, cukup sederhana saja kita mendapatkan handheld-nya, wall-charger microUSB standar seperti yang didapatkan pada Samsung lainnya seperti Galaxy J Series, A Series, dan lainnya. Selain itu kita juga diberikan sebuah earphone microUSB yang nantinya akan dibahas lebih lanjut, dan juga beberapa dokumen standar.

Galaxy Folder 2 – Fisik yang kece

Nilai jual terbesar dari Galaxy Folder 2 adalah form-factor clamshell-nya yang membuat nostalgia berasa banget pas memegang handphone ini. Dengan dimensi 122.00 x 60.20 x 15.40 (Tinggi x Lebar x Ketebalan) dan juga berat yang hanya 160 gram, membuat Galaxy Folder 2 cukup nyaman untuk digenggam, digunakan sehari-hari, dan juga dibawa kemana-mana. Tentunya dengan layar 3.8inci, Galaxy Folder 2 mudah diselipkan dalam kantung celana, namun hati-hati, karena seringkali saya merasa seperti tidak ada apa-apa di kantung terutama setelah menggunakan smartphone ukuran JUMBO beberapa tahun kebelakang dengan Sony Xperia Z1 yang paling kecil (5 inci).

This slideshow requires JavaScript.

Warna yang dipakai dalam review ini adalah warna Gold (kayanya ada nama lengkapnya namun karena pakai Bahasa Mandarin, jadi tidak terbaca) dan tersedia juga dalam warna Silver namun kayanya Gold lebih tenar sejak Gold jadi trending oleh Apple dan diikuti Xiaomi. Memang warna ini lama-lama bikin boring, tapi yasudahlah tidak apa-apa karena pada akhirnya bentuknya yang kece bisa bikin orang-orang terpana.

Pada sekitar smartphone ini pada bagian luar kita akan disambut oleh LED Notification yang memberitahukan bahwa ada notifikasi yang masuk. Tampilan ini mengingatkan saya pada masa-masa dulu saat menggunakan Samsung SGH-XXXX (entah berapa karena sudah lupa) yang memiliki LED di depan. Pada bagian belakangnya kita menjumpai Kamera 8mpx, Flash, dan juga speaker yang sebenarnya cukup aneh jika diletakan dibelakang karena pasti akan tertutup oleh tangan saat digunakan baik bagian kamera, maupun speakernya. Di sebelah kiri akan kita temukan volume-rocker, sebuah port microUSB pada bagian bawah, dan tidak ada apa-apa pada samping kanan dan juga diatas selain logo Samsung.

Saat dibuka, kita akan bertemu dengan layar WVGA 3.8 inci TFT Touchscreen dan juga Numerical Keypad dengan beberapa tombol navigasi yang sangat umum kita temukan pada handphone Android seperti Home, Back, Multi-Tasking, dan Option. Sebagai tambahan, ada tombol Social Key yang dikhususkan untuk menjadi shortcut Sosial Media yang bisa disetting untuk mempercepat akses menuju aplikasi sosmed favorit kita dan juga Navigational Button pada bagian tengah yang sangat umum kita temukan di handphone jadul model clamshell.

This slideshow requires JavaScript.

Ketika backcover-nya kita buka, kita akan melihat baterai berukuran 1950mAh, dan juga dibawahnya disediakan 2 slot micro-SIM card yang dapat digunakan secara bersamaan, dan dibawahnya ada pula slot microSD yang bisa menambahkan memori hingga 128GB. Yang menurut saya adalah nilai plus juga adalah format simcard dan sdcard dibawah baterai benar-benar menunjukan nilai retro dari Galaxy Folder 2 ini.

Galaxy Folder 2 – Spesifikasi

Spesifikasi Galaxy Folder 2 sebetulnya bisa dibilang cukup “oke” walau memang tidak bisa menyaingi saudara-saudara semerk lainnya seperti Galaxy Note 5 (atau Note 7 bagi yang masih menyimpannya) dan Galaxy S7 atau S8. Dipimpin oleh Snapdragon Qualcomm 425 sebagai pusat otaknya, sebenarnya Galaxy Folder 2 sangat jelas diposisikan untuk low-mid tier smartphone menyaingi handheld dengan otak sejenis yaitu Xiaomi Redmi 4A. Walau prosesor ini merupakan prosesor model cukup tua oleh Snapdragon (435 menjadi salah satu model baru dan digunakan oleh Redmi 4 atau 4X), bukan berarti Galaxy Folder 2 ini underpowered. Selengkapnya akan dibahas nanti.

Dilengkapi dengan RAM sebesar 2GB dan juga internal storage sebesar 16GB, kembali mengingatkan kita kepada Redmi 4A yang memiliki setup terendah yang serupa. Kombinasi ini mungkin akan dibilang oleh orang awam “Kok kecil banget sih. Pasti ngelag!”. Perlu diperhatikan bahwa sebenarnya spesifikasi kedua memory ini sudah cukup mumpuni untuk penggunaan umum seperti komunikasi telephone, sms, dan lainnya. Sebagai tambahan, Galaxy Folder 2 tentunya bisa menjalankan aplikasi sosial media dengan mudah seperti Facebook, Instagram, dan lainnya. Dari segi memori-pun Samsung memberikan opsi untuk menambahkan storage-nya melalui microSD yang bisa dipasangkan hingga 128GB. Jadi, soal memori, bisa dibilang sebenernya ngga cupu-cupu amat kok.

This slideshow requires JavaScript.

Kamera memang mungkin tidak sepenuhnya menjadi fokus utama dari Galaxy Folder 2. Benar saja karena di tahun dimana megapixel kesannya sangat penting sebagai nilai jual, Samsung hanya menanamkan 8 mpx untuk kamera utamanya, dan 5 mpx untuk kamera depan. Namun demikian, sebagai pengguna banyak handheld Samsung sebelumnya, 8 mpx yang disematkan mengingatkan saya dengan Samsung Galaxy Note II N7100 yang pernah menjadi jawara Samsung pada era tahun 2012 dimana hasil fotonya cukup oke, dan paling tidak hasilnya terlihat kece saat diunggah ke sosial media favorit. Untuk kamera depan, tidak ada yang spesial banget, tapi 5 mpx cukup oke apalagi banyak yang pakai kamera depan dengan aplikasi berderet angka supaya makin terlihat aduhai.

Layar yang dimiliki Galaxy Folder 2 sebenarnya menurut saya cukup absurd. Ini disebabkan karena layarnya berukuran 3.8inci TFT, dengan resolusi 480x800pixel. Langsung saja bisa disimpulkan bahwa layarnya bukanlah layar paling waw yang bisa dimiliki apalagi sekarang banyak smartphone berlomba-lomba meraih “K” terbesar.

Galaxy Folder 2 bisa dibilang cukup lengkap secara spesifikasi karena disematkan antena Wireless 802.11b/g/n, Bluetooth 4.2, Proximity SensorAccelerometerLight Sensor, GPS, dan juga sudah mendukung 4G LTE. Pada saat menggunakannya, saya sudah mencoba jaringan Telkomsel dan juga Indosat Ooredoo dan keduanya berhasil ditangkap sinyal 4G-nya dengan cukup baik.

Semua ini didukung oleh baterai sebesar 1950mAh. Cukup kecil untuk sebuah smartphone Samsung yang biasanya meraih angka 3000mAh keatas, namun kalau dilihat-lihat, melalui processor mid-tier dan juga layar WVGA, baterai ini bisa dibilang cukup oke untuk melewati sehari atau 2 hari dalam waktu sekali charge.

Galaxy Folder 2 – Software khas Samsung, Touchwiz, tetap terlihat dengan jelas…

Salah satu kebiasaan yang muncul dari Smartphone besutan Samsung adalah UI/UXnya yang paling kentara yaitu TouchWiz UI. Didalam Galaxy Folder 2 tentunya juga tak luput dari implementasi TouchWiz dari Samsung. TouchWiz yang digunakan sama dengan semua TouchWiz yang telah dibuat Samsung sebelumnya untuk Android Marshmellow (6.0) seperti milik Galaxy J Series atau A Series yang masih di Marshmellow.

This slideshow requires JavaScript.

Seperti Android pada umumnya, homescreen dari Galaxy Folder 2 ini bisa di customize dengan widgets yang sudah diberikan oleh Samsung sendiri, ataupun di download melalui Play Store. Terlebih lagi, apabila konsep “iPhone”-ish dimana semua aplikasi yang terinstall dalam Smartphone ini diletakan semuanya di Homescreen seperti yang dilakukan Xiaomi di MIUInya, kita bisa mengganti Touchwiz launcher dengan Launcher 3rd Party seperti Nova Launcher dan lainnya.

Galaxy Folder 2 – Kamera yang … biasa-biasa aja

Banyak Smartphone sekarang yang mengutamakan kameranya sebagai nilai jual. Mulai dari Selfie Camera, hingga penjualan Smartphone yang ditujukan untuk Professional Photographer atau Cinematographer. Namun, untuk Smartphone yang sepertinya ditujukan untuk pengguna umum yang tidak perlu spesifikasi gimmicky yang Waw, kamera utama 8MP yang disematkan di dalam Galaxy Folder 2 ini sudah oke, walau biasa-biasa saja. Kamera depannya-pun tidak bisa dibilang waw banget. Namun, yah sudah okelah untuk yang ingin bisa mengambil foto ala bebek gitu.

Secara umum, kamera Galaxy Folder 2 ini yah oke, tapi tidak bisa menghasilkan kualitas waw sekelas iPhone 7 Plus, Samsung Galaxy S8, dan kawan-kawan lainnya yang berada di kelas atas.

Galaxy Folder 2 – Performa Gaming?

Saat dicoba, main game di Galaxy Folder 2 … yah gitu aja. Ga waw banget, tapi juga tidak mengecewakan. Salah satu yang pastinya membuat saya sangat kurang sreg adalah tentunya untuk bermain landscape, pegangan kita akan berubah. Saya merasa ini seperti lagi megang handycam kayanya karena manjang kedepan, dan juga ada layarnya kesamping.

Untuk bagian ini akan di simpulkan saja dengan cepat bahwa … tidak recommended untuk mencoba gaming pada device ini karena kurang nyaman untuk menjadi gadget gaming.

Galaxy Folder 2 – Kesimpulan

Galaxy Folder 2 menjadi suatu jawaban ketika kita ingin merasakan sedikit nostalgia membuka smartphone dengan cara mem-flip smartphone tersebut. Selain itu spesifikasi yang diberikan memberikan kesan modern dari design handheld yang bisa dibilang relik peninggalan jaman dahulu kala. Terlebih lagi dengan disematkannya sistem operasi Android bersama dengan Touchscreen pada layarnya membuat model smartphone seperti ini bisa jadi “The Next Big Thing” apalagi dengan bumbu yang Samsung Banget bisa jadi membuat smartphone ini laku keras.

Lalu, kenapa smartphone ini tidak laku keras seperti disebutkan diatas? Ini karena Galaxy Folder merupakan lini smartphone yang hanya dirilis di area utara dari Indonesia seperti Jepang, Korea, dan juga China. Disana, handheld dengan form-factor seperti ini tetap menjadi trend yang sepertinya tidak bisa langsung dikalahkan oleh bentuk tubuh layaknya iPhone dan juga seri Galaxy S dan Note. Tentunya kalian bisa mendapatkan smartphone ini di beberapa online shop yang ada di Indonesia, namun apabila ada masalah, kalian tentunya akan membuat bingung Service Center Samsung dan mungkin dikira handphone lama yang sudah tidak diproduksi kembali.

Selain itu semua, salah satu kelemahan dari smartphone ini adalah kita tidak akan mendapatkan spesifikasi yang bisa disebut The Cutting Edge of Technology. Snapdragon 425, Ram 2GB, dan juga internal yang hanya 16GB perlu menjadi fokus utama bila Gwiples ingin membeli smartphone ini. Spesifikasi tersebut bisa dipatahkan dengan mudah oleh produsen dari China seperti Xiaomi, jawara Pure Google Experience seperti Motorola, dan lainnya. Namun bukan berarti ini hal yang buruk. Snapdragon 425 tentunya masih sedikit lebih baik dibandingkan Helios Chip yang terkadang bisa cepat panas. Ram 2GB juga sepertinya sudah menjadi kekurangan yang cukup fatal seiring perubahan jaman dimana Ram 3GB sampai dengan 6GB sudah menjadi trend. Terlebih lagi, 16GB sepertinya sudah tidak akan muat apa-apa dikarenakan requirement dari Android sendiri yang sudah meningkat.

Galaxy Folder 2 – Apakah layak dibeli?

Jadi kesimpulannya, apakah layak dibeli?

Jawabannya, 50/50. Saya sendiri disaat melihat smartphone ini jatuh cinta karena form-factornya yang begitu unik, dan tentunya dapat menarik perhatian bagi yang melihatnya. Namun demikian, ini hanya 1 dari sepersekian orang sepertinya yang akan menangkap ini. Hal ini dikarenakan perawakan smartphone ini yang akhirnya jadi terkesan jadul dan aneh untuk digenggam.

Namun demikian, memiliki smartphone ini (pada saat harganya di kisaran 2 juta rupiah) mungkin bisa jadi alternatif yang baik jika anda tidak terlalu suka handheld yang terkesan mainstream. Spesifikasi yang disuguhkan pun lebih baik dibandingkan beberapa banyak model smartphone lainnya yang dirilis oleh produsen dari China. Snapdragon 425 memang terkenal bandel dijamannya dan tentunya memiliki 4G yang bisa memberikan akses internet yang lebih cepat dan lebih baik terutama jika Gwiples berada di lokasi ibukota.

This slideshow requires JavaScript.

  • 9/10
    Design - 9/10
  • 6/10
    Display - 6/10
  • 7/10
    Hardware - 7/10
  • 7/10
    Software - 7/10
  • 7/10
    Kamera - 7/10
7.2/10
Continue Reading

Trending