Connect with us

Kamera

DJI rilis Osmo Pocket, kamera mungil dengan 3-axis gimbal mini, action gimbal?

Published

on

GwiGwi.com – DJI, perusahaan teknologi Cina yang dikenal sebagai produsen drone, baru saja memberitahukan produk baru mereka, Osmo Pocket. Berbeda dari sebelumnya, ini adalah kamera dengan gimbal terintegrasi berukuran mungil.

Seperti dikutip dari GSM Arena, Kamis (29/11/2018), Osmo Pocket mempunyai sensor sebesar 1/2,3 inci untuk memungut gambar dengan resolusi 12MP. Untuk keterampilan video, kamera gimbal ini dapat merekam gambar dengan resolusi 4K pada 60fps, yang mempunyai tiga axis.

Osmo Pocket pun dibekali dual mics dengan kapasitas baterai 875 mAh, yang dianggap mampu bertahan sampai 140 menit. Sementara untuk waktu pengisian daya, dari 0% sampai 100% hanya membutuhkan masa-masa 73 menit.

Sesuai namanya, dimensi Osmo Pocket didesain sedemikian rupa supaya dapat masuk ke “pocket” atau saku, lantaran mempunyai tinggi hanya 121,9 milimeter dan berat 116 gram. Hadir pula layar monitor pada pegangan gimbal untuk mempermudah saat mengincar gambar, tergolong port universal.

Port ini dapat dimanfaatkan untuk dipasangkan dengan pelbagai aksesoris tambahan, tergolong memasangkan dengan ponsel. DJI juga menawarkan aksesoris yang dipasarkan terpisah, seperti Extension Rod, Wireless Module, Controller Wheel, 3.5 mm Adapter, dan lainnya.

Berdasarkan keterangan dari The Verge, Osmo Pocket tak memakai kamera Zenmuse yang lazimnya diadopsi pada seri Osmo lain, tetapi Mavic Air, kamera berukuran kecil yang seringkali digunakan pada drone.

Kendati mempunyai dimensi lebih kecil dikomparasikan seri Osmo lain, DJI tidak memangkas fitur-fitur unggulan di Osmo Pocket. Fitur object tracking, face tracking, time-lapse tergolong auto panorama masih dijumpai.

Berdasarkan informasi dari laman DJI, Osmo Pocket ditawarkan dengan harga 379 dolar AS atau selama Rp5,4 juta (kurs Rp14.342).

Di samping Osmo Pocket, dalam boks penjualan, pembeli bakal menerima cover, smartphone adapter (lightning), smartphone adapter (USB Type-C), dan power cable setiap satu buah.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Advertisement
Click to comment

Kamera

GoPro rilis GoPro Hero 7, kini dengan image stabilization yang lebih baik

Published

on

By

GwiGwi.com – GoPro merilis tiga buah action camera anyar, yang adalah bagian dari lini Hero 7. Ketiganya ialah Hero 7 White, Hero 7 Silver, dan Hero 7 Black.

Harga ketiga kamera itu mulai USD 199 untuk varian White, USD 299 untuk varian Silver, dan sangat mahal ialah varian Black yang harganya USD 399. Perbedaan ketiganya pasti ada di spesifikasi, dan yang sangat tinggi spesifikasinya pastilah Hero 7 Black.

Hero 7 Black dilengkapi prosesor custom buatan GoPro yang diluncurkan pada 2017 lalu. Ia dapat merekam video 4K dengan frame rate menjangkau 60 fps, kemudian ada mode super slow motion, dan barisan fitur baru seperti live streaming, hyperlapse bergaya timelapse, dan digital image stabilization yang lebih canggih.

Kekuatan utama Hero 7 Black sebetulnya ada pada prosesor yang mereka pakai, namanya GP1. Prosesor ini sebelumnya telah ada di Hero 6 Black, namun sekarang menurut keterangan dari GoPro, performnya dapat lebih tinggi sebab RAM yang digunakan lebih besar.

Secara kemampuan, Hero 7 Silver terbilang serupa dengan Hero 6 Black, yaitu keterampilan merekam video 4K dengan frame rate 30fps, dan memotret potret 10 megapixel. Ia memang punya keterampilan slow motion, tetapi terbatas pada frame rate 60 fps. Kemampuan Hero 7 White justeru lebih rendah lagi, ia hanya dapat merekam video dengan resolusi tertinggi 1440p.

Ketiga GoPro anyar ini diciptakan dengan dimensi yang sama serupa dengan pendahulunya, Hero 5 dan hero 6 Black. Ini dengan kata lain lini Hero 7 bakal kompatibel dengan beragam aksesoris yang sebelumnya telah ada.

Kamera-kamera ini pun sudah anti air tanpa butuh aksesoris tambahan, mempunyai layar sentuh dengan kontrol suara, dan dapat otomatis membackup konten ke layanan cloud kepunyaan GoPro melewati WiFi, demikian dilansir dari The Verge, Jumat (21/9/2018).

Continue Reading

Kamera

Fujifilm XF10, Kamera Saku dengan Sensor Setara DSLR

Published

on

By

GwiGwi.com – Setelah rumornya sempat beredar sejumlah lama, pekan ini, Fujifilm kesudahannya meresmikan kehadiran kamera saku baru mempunyai nama XF10. Bentuk jasmani Fujifilm XF10 terbilang ringkas dengan lensa “tipis” 28 mm (ekuivalen full frame) berbukaan maksimal f/2.8, serupa dengan Fujifilm X70 sebelumnya.

Tapi, XF10 sudah dibekali sensor APS-C 24 megapiksel (ISO 200-12.800 native sensitivity), lebih tinggi dikomparasikan seri Fujifilm X70 yang memakai sensor 16 megapiksel. Ukuran jasmani sensor gambar APS-C di XF10 sama dengan yang dipakai di beberapa kamera DSLR non full-frame dan pun lini kamera mirrorless Fujifilm.

Hanya saja, sensor XF10 memakai filter warna Bayer konvensional, alih-alih X-Trans yang dipakai Fujifilm di kamera poket dan mirrorless ruang belajar menegah-atas. Baca juga: Menyimak Perbedaan Kamera Mirrorless dan DSLR Meski tampang XF10 serupa X70, namun dari sisi operasional kamera ini lebih serupa dengan mirrorless Fujifilm X-E3.

Kendalinya bukan mengandalkan empat tombol D-pad, tetapi layar touchscreen 3 inci di unsur punggung. Tampak belakang kamera saku Fujifilm XF10(Fujifilm) Seperti X-E3, Fujifilm XF10 turut dibekali AF Joystick di sisi layar untuk kebutuhan memilih titik autofocus yang aktif. Sebagaimana dirangkum dari DPReview, Jumat (20/7/2018), Fujifilm XF10 dapat merekam video sampai resolusi 4K.

Namun, perekaman di resolusi tertinggi ini melulu mampu disepertikan dengan frame rate 15 FPS sebab prosesor gambar yang dipakai bukan dari generasi terbaru. Bobot Fujifilm XF10 melulu 280 gram tergolong baterai dan kartu memori, atau 18 persen lebih ringan dikomparasikan X70.

Baterai NP-95 yang duntukkannya diklam sanggup diuntukkan menjepret 330 frame dengan standar uji CIPA. Fujifilm rencananya bakal mulai menjual XF10 pada Agustus mendatang. Banderol harganya dipatok di angka 500 dollar AS atau selama Rp 7,3 juta.

Continue Reading

Kamera

Canon EOS 1500D dan EOS 3000D rilis di pasar Indonesia

Published

on

By

GwiGwi.com – Canon mengenalkan kamera DSLR EOS ruang belajar entry-level terbaru, Canon EOS 1500D dan Canon EOS 3000D. Kedua kamera ini mengunggulkan prosesor gambar DIGIC 4+, serta sensor APS-C CMOS 24,1 megapiksel untuk EOS 1500D, dan 18 megapiksel untuk EOS 3000D.

“Dirancang khusus untuk pemula, Canon EOS 1500D dan EOS 3000D gampang dioperasikan,” ujar Canon Division Director PT Datascrip Merry Harun.

Kedua kamera ini pun dilengkapi teknologi Wi-Fi dan NFC untuk EOS 1500D untuk berbagi foto, atau mengoperasikan kamera dari smartphone. Sementara itu, sensor CMOS APS-C pada keduanya dianggap berukuran 19 kali lebih banyak dari sensor standar 1/3,2 inci pada smartphone.

Di samping ukuran sensor APS-C yang besar, Canon pun membekali dua-duanya dengan ISO 100-64000 yang dapat dinaikkan hingga ISO 12800. Kehadiran ISO ini dianggap memungkinkan pemakai menghasilkan potret tajam di sekian banyak kondisi pencahayaan.

Canon turut membekali kamera terbarunya dengan keterampilan perekaman video berbobot | berbobot | berkualitas Full HD, Optical Viewfinder, dan Auto Fokus (AF) sembilan titik, dengan titik tengah berjenis cross-type.

Tersedia pun teknologi AI Servo AF untuk menolong pemakai memburu fokus supaya tetap terkunci pada subjek potret yang bergerak.

Berbagai mode pemotretan pun disediakan Canon pada EOS 1500D dan 3000D pada menu di tombol, seperti portrait, landscape, close-up, sport, night portrait dan food. Di samping itu, tersedia pun fitur Creative Filter dianggap dapat menciptakan sekian banyak efek unik seperti Soft Focus, Toy Camera, Fish-eye, Miniature dam Grainy B/W.

Sementara itu, untuk pemakai yang baru belajar fotografi, kedua kamera ini pun dilengkapi dengan Feature Guide untuk memberi petunjuk pemakaian dan faedah fitur-fitur dalam kamera ini.

Canon EOS 1500D dengan lensa 18-55mm IS II dijual dengan harga Rp7.007.000, sementara Canon EOS 3000D dengan lensa 18-55mm III dijual dengan harga Rp5.885.000.

Continue Reading

Trending