Connect with us

Japan

Berangkat lebih cepat 20 detik, Perusahaan kereta di Jepang ini rilis permintaan maaf

Published

on

GwiGwi.com – Pada hari Selasa lalu, kereta api Tsukuba Express seharusnya berangkat dari Stasiun Minami Nagareyama, utara Tokyo, menuju Tsukuba pada pukul 9.44.40 waktu setempat. Tapi pada Selasa lalu itu, kereta itu telah berangkat 20 detik sebelumnya, yakni pukul 9.44.20.

“Kami minta maaf sedalamnya atas gangguan yang luar biasa pada pelanggan,” kata Tsukuba Express dalam sebuah pernyataan yang diposting di laman resminya, seperti dilaporkan Economic Times, Jumat (17/11).

Para penumpang Tsukuba Express yang naik dari Akihabara, timur Tokyo dapat mengharapkan untuk tiba di Tsukuba yang berjarak sekitar 58 kilometer dalam 45 menit. Jarak kedatangan kereta api masing-masing empat menit.

Baca Juga:  Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Tsukuba Express yang melaju hingga kecepatan 130 kilometer per jam mulai beroperasi pada Agustus 2005 dan mengangkut 230 ribu penumpang tiap harinya.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Advertisement
Click to comment

Japan

Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang memberikan pandangan negatif pada orang bertato. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada tahun 2020. Penilaian mengenai peserta yang bertato dan tidak tentu akan semakin diperketat.

Berdasarkan informasi yang diberitakan oleh AFP Jepang, seorang perempuan bertato, Mana Izumi (29), mengatakan bahwa diskriminasi pada orang bertato di Jepang sangatlah menyedihkan.

Ya, orang Jepang melihat orang bertato seperti orang jahat yang menakutkan. Mereka yang bertato selama berabad-abad sudah diidentikkan sebagai seorang penjahat. Padahal tato sendiri memiliki arti seni bagi sebagian orang.

Larangan bertato di negeri Sakura itu sudah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga sekarang stigma buruk masih saja menempel di benak orang-orang Jepang.

Continue Reading

Japan

Fashion Terbaru Jepang yang Membawa Suasana Tradisional Terasa Kembali

Published

on

By

GwiGwi.com – Samurai-Style merupakan fashion terbaru Jepang yang beberapa tahun terakhir ini sedang menjadi sorotan. Bagaimana tidak, desain pakaian modern namun terinspirasi dari pakaian tradisional tersebut membuat tampilan menjadi unik.

Takahiro Sato yang merupakan desainer Samurai Style dari brand Kuden, mengatakan kalau ia terinspirasi saat menemukan kimono dan set haori hakama miliknya yang pernah ia kenakan. Ada kenangan sekaligus nilai tradisional yang ia rasakan.

Sehingga gagasan untuk bisa menghidupkan kembali pakaian tersebut terlahir dan Kuden mulai membuat rancangan style tersebut.

Baca Juga:  Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Meskipun Samurai Style ini merupakan pakaian tradisional namun penampilan orang yang mengenakannya tetap bergaya dan unik. Sehingga tidak heran bila banyak yang meminatinya apalagi para pencita mode.

Continue Reading

Japan

Rika Kihira, Atlet Ice Skating Muda Asal Jepang Memenangkan Grand Prix Final

Published

on

By

GwiGwi.com – Pemain Ice Skating muda asal Jepang, Rika Kihira yang masih berusia 16 tahun memenangkan Grand Prix Final dengan meraih skor gabungan 233,12.

Biarpun sebelumnya mengalami sedikit kesalahan, tersandung ketika melakukan lompatan, namun skor tersebut tetap melampaui skor yang pernah didapatkan di pertandingan sebelumnya  224,31.

Kihira termotivasi memenangkan pertandingan  karena kegagalan yang pernah ia dapatkan pada musim lalu. Ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah ia buat saat pertandingan Ice Skating pada musim ini.

Baca Juga:  Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Sementara untuk posisi kedua diraih oleh Alina Zagitova dari Rusia dengan poin 225,53. Kompetisi Ice Skating ini sepenuhnya diikuti oleh atlet perempuan asal Jepang dan Rusia.

Continue Reading

Trending