Film Anime
Review Film Anime, Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time, Epic Ending yang Ditunggu-tunggu
GwiGwi.com – Sebelumnya izinkan saya menceritakan sejarah saya dan franchise Anime Evangelion, pertama kali saya menonton Evangelion, saya menonton versi TV series dengan 26 episode sekitar tahun 2004, lalu langsung saya lanjut ke versi film-nya yaitu “Neon Genesis Evangelion: Death and Rebirth” dan “The End of Evangelion”. Mendengar kabar Evangelion akan dibuat ulang dalam versi film dengan nama proyek “Rebuild of Evangelion” tentu saja saya sambut dengan senang karena bisa menonton Evangelion dengan teknologi animasi terbaru.
“Evangelion: 1.0 You Are (Not) Alone” menghadirkan cerita awal Evangelion dengan cerita yang hampir tidak ada perubahan. Film kedua “Evangelion: 2.0 You Can (Not) Advance” hadir dengan banyak perubahan dan pilot Evangelion baru yang sangat cukup membuat saya penasaran dengan lanjutan cerita di film ke 3. Tentu saja di film ke 3 cerita sudah banyak berubah dengan versi TV series dan 2 film penutupnya. Banyak sekali hal-hal yang menjadi pertanyaan di film ke 3 “Evangelion: 3.0 You Can (Not) Redo”.
Penundaan film ke empat yang cukup lama dengan rencana awal dirilis tahun 2015 dan kemudian ditunda dua kali karena pandemi virus corona pada tahun 2020 dan terlalu banyaknya pertanyaan pada film ke 3 membuat saya menjadi tidak terlalu berharap untuk bisa menikmati atau memahami cerita atau ending di film ke 4 ini, saya hanya berharap untuk bisa menikmati animasi dan musik-musik pada film ke 4 ini, namun ternyata perkiraan saya salah.
Pada 8 Maret 2021 akhirnya film “Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time” ditayangkan di bioskop-bioskop di Jepang. Seperti film-film anime yang diputar di Jepang, penonton yang menonton di beberapa awal minggu akan mendapatkan merchandise. Kali ini pentonton mendapatkan sehelai kertas dibungkus plastik seukuran kartu pos namun lebih besar, bergambar salah satu pilot Evangelion yaitu Sikinami Asuka Langley, dengan tampilan belakang merchandise bertuliskan “Hati-hati spoiler, jangan dibuka sebelum selesai menonton”, mengikuti peringatan tersebut saya memutuskan untuk tidak membuka kertas tersebut dan memasukan ke dalam tas saya.
Film ke 4 kali ini di awali dengan rangkuman singkat apa saja yang telah terjadi di film ke 1, 2, dan 3 yang kalau digabungkan ternyata lumayan panjang juga, cukup membantu sekali untuk mengingat kembali sudah sampai mana cerita “Rebuild of Evangelion”. Adegan pertama mungkin tidak seheboh seperti adegan pertama di film ke 3 dan cukup seperti apa yang saya lihat di trailer film ke 4 ini. Adengan kedua atau bagian kedua di film kali ini melanjutkan kisah 3 orang pilot Evangelion sesaat persis kejadian di film ke 3 namun beberapa menit kemudian ternyata alur cerita mengarah ke cerita yang tidak ada di trailer. Di alur cerita bagian ke 2 ini bisa dibilang menghadirkan apa yang hilang di film ke 3, lumayan banyak sekali menceritakan apa sebenarnya yang terjadi di antara akhir film ke 2 dan awal film ke 3. Di alur cerita bagian ke 2 ini juga bisa dibilang ada banyak fan service yang bukan memamerkan keindahan tubuh saja. Banyak adegan yang sepertinya sudah dinantikan oleh penggemar selama ini namun tidak bisa ditampilkan di film ke 3 karena film ke 3 terlalu fokus ke Kaoru Nagisa.
Di film ke 4 ini pun saya seperti diingatkan bahwa film Evangelion itu tidak hanya sekedar film robot-robot besar atau mecha yang bertarung dengan heboh sahaja. Evangelion juga menggambarkan konflik psikologi manusia baik anak remaja ataupun orang dewasa. Seperti di film ke 3 adegan pertempuran kapal perang pun tidak kalah menarik dengan pertarungan robot mecha Evangelionnya di film ke 4 kali ini. Sama dengan ke 3 film sebelumnya di film kali ini kita akan disuguhkan dengan animasi dan musik-musik indah yang sebenarnya beberapa musik agak mungkin salah adegan, namun disitulah letak indahnya film Evangelion.
Selain robot mecha, banyak fitur-fitur fiksi sains menarik lainya yang dapat disimak dan dibahas kembali setelah menotnon film ini. Namun janganlah berusaha untuk memahami semua istilah fiksi sains yang muncul sangat banyak di film ke 4 kali ini, mungkin anda akan mengerti semua istilah tersebut kalau memang penggemar berat Evangelion atau sudah membaca kembali pengetahuan mengenai Evangelion sebelum menonton film ini.
Secara keseluruhan saya cukup kaget karena di film ke 4 ini banyak sekali akhirnya misteri pada “Rebuild of Evangelion” dijelaskan, walaupun ada beberapa masih menjadi pertanyaan dan atau menjadi pertanyaan baru kembali. Kalau dibandingkan dengan film “The End of Evangelion” dan TV series nya dulu tentu saja film kali ini meninggalkan kesan lega dan senang kepada penonton. Walaupun begitu mungkin sepertinya akan ada beberapa penggemar salah satu pilot Evangelion akan tidak suka dengan ending film kali ini. Kalau saya sendiri merasa sangat senang dengan ending “Rebuild of Evangelion” karena alasan pribadi saya. Pada akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam “Rebuild of Evangelion”. Jadi intinya film “Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time” ini wajib ditonton untuk kalian yang penggemar Evangelion, penggemar anime atau penggemar film pada umumnya kalau sudah tayang di Indonesia.
Setelah film selesai di luar bioskop saya membuka merchandise yang saya dapatkan dan ternyata isinya sebuah concept art dengan daftar istilah-istilah fiksi sains yang banyak sekali, mungkin bisa menjadi bahan untuk googling dan memahami istilah-istilah tersebut setelah menonton film, yang tentu saja akan menjadi spoiler kalau belum menonton film ke 4 ini.
Film Anime
Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle Siap Rilis Blu-ray & DVD 29 Juli!
www.gwigwi.com –
Kabar bagus buat para penggemar Kimetsu no Yaiba! Film Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle dipastikan akan rilis dalam format Blu-ray dan DVD pada 29 Juli.
Kualitas Visual Maksimal di Rumah
Versi Blu-ray ini jadi kesempatan terbaik buat menikmati detail pertarungan dan animasi khas studio Ufotable dengan kualitas gambar paling jernih. Mulai dari efek jurus pernapasan hingga desain kompleks Kastil Tak Terhingga, semuanya bakal terlihat jauh lebih tajam dibanding versi streaming biasa.
Keindahan Infinity Castle
Salah satu daya tarik utama film ini adalah latar Infinity Castle—arena pertarungan surreal yang penuh ilusi ruang dan perspektif. Dengan mastering Blu-ray, detail arsitektur yang “mind-bending” ini bisa dinikmati secara maksimal tanpa kompresi visual.
Detail Jurus Pernapasan Lebih Terasa
Buat yang suka memperhatikan detail, rilisan ini juga memungkinkan kamu melihat setiap teknik pernapasan dengan lebih jelas:
Efek partikel yang lebih halus
Gerakan animasi yang lebih tajam
Transisi aksi yang lebih smooth
Hal-hal kecil yang mungkin terlewat saat nonton di layar biasa jadi lebih terlihat di versi ini.
Wajib Buat Kolektor dan Fans
Selain kualitas visual, rilisan Blu-ray biasanya juga hadir dengan bonus seperti:
Artbook atau ilustrasi eksklusif
Behind the scenes produksi
Audio dan subtitle tambahan
Bagi kolektor, ini jelas jadi item wajib untuk melengkapi koleksi Kimetsu no Yaiba.
Siap Rewatch dengan Pengalaman Baru
Buat yang sudah nonton di bioskop, versi Blu-ray ini tetap layak ditunggu karena menawarkan pengalaman berbeda. Dan buat yang belum sempat nonton, ini jadi momen terbaik untuk menikmati filmnya dengan kualitas optimal.
Tanggal 29 Juli nanti, siap-siap kembali masuk ke dalam Kastil Tak Terhingga—kali ini dengan visual yang benar-benar maksimal.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 3: Konflik Moral dan Strategi Bertahan Hidup
www.gwigwi.com – Episode 3 menjadi titik penting dalam perkembangan cerita Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Di episode ini, permainan yang dihadapi para karakter tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga moral dan nilai kemanusiaan mereka. Pilihan yang tersedia semakin kejam dan tidak adil.
Tekanan cerita meningkat seiring dengan munculnya konflik internal antar karakter. Beberapa mulai menunjukkan sisi egois demi bertahan hidup, sementara yang lain masih berusaha memegang prinsip moral. Kontras ini menjadi daya tarik utama episode 3, karena memperlihatkan sisi gelap manusia saat berada di ambang kematian.
Dari segi narasi, episode ini terasa lebih padat dibandingkan episode sebelumnya. Ketegangan dibangun secara konsisten, dengan ritme cerita yang lebih cepat. Penonton dibuat sulit menebak arah cerita, karena setiap keputusan membawa dampak yang tidak terduga.
Visual dan musik latar bekerja dengan baik dalam memperkuat atmosfer. Adegan-adegan sunyi justru terasa lebih menekan dibandingkan momen penuh dialog. Ini menunjukkan bahwa anime ini mampu memanfaatkan keheningan sebagai alat penceritaan.
Secara keseluruhan, episode 3 berhasil memperdalam konflik dan karakterisasi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu mulai menunjukkan identitasnya sebagai anime survival psikologis yang serius dan penuh lapisan makna.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 4: Ketegangan Mencapai Titik Kritis
www.gwigwi.com – Episode 4 menjadi salah satu episode paling menegangkan sejauh ini dalam Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Permainan yang disajikan terasa lebih brutal, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Tekanan yang menumpuk sejak episode awal akhirnya mencapai titik kritis.
Karakter-karakter mulai berubah secara signifikan. Ketakutan, trauma, dan rasa bersalah mulai memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak. Episode ini menyoroti dampak jangka panjang dari permainan kematian, bukan sekadar hasil akhir dari sebuah tantangan.
Cerita di episode 4 disampaikan dengan tempo yang pas. Tidak terasa terburu-buru, namun juga tidak berlarut-larut. Setiap adegan memiliki tujuan jelas dalam mendorong cerita ke arah yang lebih gelap dan kompleks.
Dari segi kualitas produksi, episode ini menunjukkan peningkatan dalam penyajian adegan klimaks. Sudut kamera dan transisi adegan digunakan secara efektif untuk menjaga ketegangan hingga akhir episode.
Sebagai penutup paruh awal cerita, episode 4 berhasil meninggalkan kesan kuat dan rasa penasaran yang tinggi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu semakin membuktikan diri sebagai anime yang layak diikuti, terutama bagi penonton yang menyukai cerita permainan kematian dengan pendekatan psikologis mendalam.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien
-
Gaming4 weeks agoRoad to Worlds! Kualifikasi Yu-Gi-Oh! World Championship Sudah Dimulai di Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Toy Story 5: Toys Vs Devices
-
Box Office2 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop5 days agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Serial Anime2 days agoReview The Exiled Heavy Knight Knows How To Game the System Episode 1: Awal Kisah Sang Heavy Knight yang Dibuang Keluarganya
-
Box Office1 day agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda










