Connect with us

Travel

10 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Nihonbashi

Published

on

GwiGwi.com – Nihonbashi merupakan distrik yang berdekatan dengan Ginza, tapi perbedaannya cukup signifikan. Kalau di Ginza kamu akan menemukan dunia modern Jepang yang dipenuhi dengan toko-toko branded, di Nihonbashi kamu akan terkagum-kagum karena suasana tradisional Jepang zaman Edo yang masih ada hingga sekarang. Nihonbashi memang mampu membuat Tokyo jadi berbeda. Karena itu distrik sayang banget kamu lewatkan begitu saja.

Ada banyak hal seru yang bisa kamu lakukan di Nihonbashi. Inilah daftarnya!

1. Naik perahu di Sungai Nihonbashi

Di sana tersedia perahu berdesain tradisional yang siap mengantarkanmu untuk keliling kota. Ternyata di kota sebesar Tokyo pun kamu masih bisa berkeliling menggunakan perahu.

Sumber: timeout.com

2. Membeli kertas seni tradisional di Ozu Washi

Di Ozu Washi kamu bisa menemukan kertas warna-warni cantik yang berbeda dengan kertas serupa di luar sana. Desainnya khas Jepang banget. Cocok nih dibeli buat oleh-oleh.

Sumber: timeout.com

3. Berkunjung ke museum dan studio boneka di Jusaburo-kan

Museum boneka ini milik pembuat boneka ternama Jepang, Jusaburo Tsujimura. Berbagai macam boneka hasil buatannya dipamerkan di sini. Bonekanya indah-indah.

Sumber: japantravel.com

4. Bisa makan udon enak di Kamatakeryu Udon

Restoran ini menyajikan udon dalam porsi besar dengan berbagai macam topping tambahan. Kamatakeryu Udon merupakan restoran asal Osaka yang cukup terkenal dan membuka cabangnya di Nihonbashi, Tokyo. Makan di sini dijamin membuatmu kekenyangan.

Sumber: timeout.com

5. Makan oyakodon paling enak se-Tokyo di Tamahide

Di Nihonbashi kamu bisa menemukan restoran Tamahide yang menyediakan hidangan oyakodon. Oyakodon adalah makanan khas Jepang yang berupa telur berisi daging ayam cukup banyak dan dihidangkan bersama nasi. Sebaiknya kamu memilih di luar jam sibuk untuk berkunjung ke sini karena di jam sibuk kamu harus mengantri hingga keluar restoran.

Sumber: foodsaketokyo.com

6. Melihat koleksi layang-layangan keren di Museum Layang-Layang

Museum ini memamerkan berbagai macam layang-layangan yang keren. Desainnya unik-unik. Berkunjung ke sini akan membuatmu kepingin main layang-layang.

Sumber: voyapon.com

7. Jalan-jalan di Amazake Yokocho

Amazake Yokocho merupakan jalan setapak yang dipenuhi dengan restoran dan penjual jajanan pasar khas Jepang. Jalannya memang tidak luas dan hanya ramai di waktu tertentu, tapi bisa membuatmu istirahat sebentar dari Tokyo yang selalu ramai.

Sumber: timeout.com

8. Jalan-jalan di Ningyocho

Kawasan ini sangat kental dengan suasana zaman Edo-nya. Cukup dekat dengan kawasan Amazake Yokocho sehingga kamu bisa sekalian berkunjung. Kamu akan menemukan rumah-rumah unik khas Jepang zaman dulu.

Suber: ambassadors-japan.com

9. Merasakan kebudayaan Jepang di Kyoraku-tei

Di gedung Kyoraku-tei kamu bisa mengikuti upacara minum teh sambil menggunakan kimono. Upacara yang sama seperti yang kamu sering tonton di anime-anime.

Sumber: timeout.com

10. Jalan-jalan di bawah pohon sakura Edo Sakura-dori

Paling pas jalan-jalan ke sini ketika musim semi tiba karena bunga sakuranya sedang bermekaran. Ketika malam hari lebih keren lagi karena ditambah dengan lampu-lampu merah jambu seperti ini.

Sumber: japanfly.co

Travel

Berburu kamera analog di toko kamera bekas di Tokyo

Published

on

By

GwiGwi.com – Tren fotografi yang terus berkembang ke dunia digital tidak membuat kamera analog pudar, justru makin kesini makin banyak pecinta kamera film yang mungkin ingin kembali merasakan pengalaman motret di jaman kamera tak ber-LCD.

Jepang menjadi salah satu negara pembuat kamera terkenal sebut saja Canon, Sony dan Nikon yang masih berjaya hingga saat ini. Mereka juga lah yang menjadi pelopor seni ukir cahaya ini. Tentunya Jepang bak surga kamera analog, dan kerennya kualitas fisik masih terjaga dengan baik berkat para pehobi yang selalu manjaga barang kesayangan mereka.

Berkunjung ke Jepang bagi penikmat fotografi sayang melewatkan pengalaman mampir ke toko-toko kamera analog bekas yang memberi suasana tersendiri. Shinjuku misalnya merupakan surga dunia fotografi, salah satu toko favorit ialah Toko Kamera Lucky dan Chuko Camera Box.

Toko Kamera Lucky terletak di dekat Isetan Shinjuki dan bernuansa asing. Tampilan luar toko ini yang berwarna merah dan menarik perhatian. Toko ini penuh dengan kamera berjejer yang dibuat oleh berbagai negara seperti Jepang, Jerman dan Amerika. Toko Kamera Lucky berusaha keras untuk mengumpulkan kamera buatan luar Jepang dan kamera mekanik dengan segala jenis fitur di dalamnya. Ada banyak merk kamera dalam koleksi mereka, salah satunya merk Leica yang sangat terkenal.

Baca Juga:  Pulau Hokkaido dilanda gempa 6.7 SR

Semua komponen merk Leica sangatlah mahal, body kamera dan lensanya seharga lebih dari 100.000 yen (915 dollar). Di bagian kiri adalah Olympus OM-1 dengan lensa refleksi tunggal sedangkan di bagian kanan adalah Barnack Leica. Film kamera 35mm sekarang sedang populer dan dua kamera tadi adalah model kamera yang pertama menggunakannya. Keduanya berukuran kompak.

Toko selanjutnya adalah Chuko Camera Box. Toko ini adalah toko kamera bekas yang terletak di Shinjuku Denki-gai. Lemari kaca yang ada ditoko ini penuh dengan kamera dan toko ini memberikan nuansa markas rahasia. Penulis mencoba Genba Kantoku yang dibuat oleh Konica. Kalian bisa mengambil foto hanya dengan menekan tombol shutter. Kamera ini memiliki fitur auto fokus, flash dan auto load. Kamera ini sedikit besar tapi harganya terjangkau dan kelihatan mudah dipakai.

Chuko camera box terkenal dengan keramahan para penjaga tokonya dan pelanggan setianya. Genba Kantoku dulunya digunakan untuk mendokumentasikan tempat konstruksi. Kamera ini kokoh dan tidak rusah saat basah ataupun jatuh, juga memiliki lensa yang bagus. Begitulah pengalaman berburu kamera analog yang dikutip dari MoshiMoshiNippon.

Continue Reading

Travel

Jepang ubah aturan bebas pajak untuk wisatawan mancanegara per 1 Juli

Published

on

By

GwiGwi.com – Pemerintahan Jepang akan mempermudah pengaturan regulasi belanja bebas pajak (Tax Free) mulai hari Minggu ini dalam usahanya untuk menaikkan pembelian dari turis manca negara setelah mulai berkurangnya pembelian gila – gilaan yang dilakukan turis dari Cina.

Pada aturan saat ini, turis manca negara setidaknya harus melakukan pembelian barang konsumi dan barang umum setidaknya sebesar 5000 yen, termasuk didalamnya makanan, kosmetik, dan pakaian, agar terbebas dari pajak konsumsi Jepang sebesar 8%. Tapi beberapa turis mengkomplain bahwa mereka tidak tahu dengan pasti apakah barang yang mereka beli termasuk barang konsumsi dan barang umum.

Mulai Juli nanti, semua pembelian yang dilakuikan turis manca negara akan bebas pajak jika total pembelian dari dua kategori barang tersebut mencapai total 5000 yen. Banyak dari pemilik toko bebas pajak mengatakan bahwa mempermudah aturan terkait bebas pajak akan mendorong para turis manca negara mengeluarkan uang lebih banyak dalam melakukan pembelian barang – barang.

Pembelian yang dilakukan turis manca negara di Jepang mencapai rekor tertinggi pada tahun 2017 lalu dengan total 4,42 trilyun yen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah turis yang mengunjungi Jepang, meskipun begitu jumlah ini masih jauh dari target 8 trilyun yen yang ingin dicapai pemerintah Jepang sampai tahun 2020 nanti.

Menurut Dinas Pariwisata Jepang, berkurangnya pembelian gila – gila an yang dilakukan para turis dari Cina menyebabkan penurunan rata – rata pembelian per turis sebesar 1,3%, menjadi 153.923 yen pada tahun 2017.

Baca Juga:  Pulau Hokkaido dilanda gempa 6.7 SR

Dalam konferensi pers yang rutin diadakan oleh Dinas Pariwisata Jepang, Akihiro Kitamura yang merupakan kepala Dinas Pariwisata Jepang, mengatakan kalau dia berharap adanya perubahan dalam aturan pembelian bebas pajak ini, para turis manca negara merasa lebih mudah dan melakukan pembelian yang lebih banyak selama berada di Jepang.

Adanya perubahan dalam aturan pembelian bebas pajak ini juga berarti berkurangnya beban pekerjaan administrasi bagi para toko bebas pajak di Jepang. Pemerintah Jepang juga ingin menambah jumlah toko bebas pajak, terutama di luar kota – kota besar yang ada Jepang. Turis yang datang ke Jepang saat ini bisa menemukan 45.000 toko bebas pajak yang tersebar di seluruh Jepang, 17.000 diantaranya terletak di luar daerah metropolitan seperti Tokyo, Nagoya dan Osaka.

Pemerintah Jepang telah mengembangkan program bebas pajaknya yang menarget turis manca negara sejak tahun 2014 lalu. Dimulai dari menambahkan barang – barang konsumsi seperti makanan dan minuman keras ke dalam daftar barang bebas pajak, mengikuti jejak barang elektronik, pakaian dan tas yang sudah lebih dulu masuk daftar barang bebas pajak konsumsi.

Continue Reading

Travel

Tips Puasa saat di Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Ada yang penasaran, bagaimana rasanya melewatkan ramadhan di Jepang tahun 2018 ini? Saat berpuasa di Jepang, kamu ditantang untuk tetap beraktivitas seperti biasa tanpa ditemani suara adzan magrib yang berkumandang dari masjid.

Atau, saat teman-teman di Indonesia asik membanjiri feed Instagram dengan foto ngabuburit, kamu harus gigit jari karena belum balik dari kerja. Yup, saya ada kabar buruk buatmu. Karena kamu nggak akan dapat perlakukan istimewa saat bekerja di Jepang.

Meski begitu, melewatkan ramadhan di Jepang bisa jadi pengalaman tak terlupakan, lho. Bagaimana ya rasanya menjadi minoritas dan tetap berpuasa di negara non-muslim? Lalu,  salat tarawih dan idul fitrinya di mana dong? Tenang, kami telah merangkum tips melewatkan ramadhan di Jepang agar tetap khusyuk dan produktif. Buat minasan yang tengah bekerja, business trip atau wisata di Jepang, bisa mencoba tips di bawah ini.

  1. Perbanyak Minum saat Sahur

Ternyata, pilihan menu untuk sahur bisa jadi penentu kualitas dalam berpuasa, lho. Kalau minasan memilih menu yang salah, maka siap-siap loyo di tengah-tengah puasa. Apalagi, kamu harus melewati puasa super panjang di Jepang.

  1. Persiapkan Menu Sahur pada Malam Sebelumnya

Nah, tips ini berlaku buat minasna yang numpang mampir puasa di Jepang, nih. Berbeda jauh dengan di Indonesia, tak banyak restoran yang buka saat sahur. Mau tak mau, kamu harus mempersiapkan menu sahur pada  malam sebelumnya. Seperti membeli buah-buahan, roti  atau makanan yang bisa dihangatkan di microwave. Biasanya, ada beberapa penginapan yang memiliki fasilitas microwave di dapur.

  1. Bawa Bekal untuk Berbuka
Baca Juga:  Pulau Hokkaido dilanda gempa 6.7 SR

Pasti seru ya ngabuburit dan buka puasa bareng-bareng dengan teman di Jepang! Eits, namun apa daya kamu masih terjebak di kantor dengan tumpukan pekerjaan yang menggunung. Impian untuk buka bareng pun pupus sudah.

Jika kondisi ini tengah terjadi padamu, solusinya adalah bawa bekal untuk buka puasa. Terpenting, kamu bisa membatalkan puasa terlebih dahulu dengan segelas air dan roti. Atau bisa juga dengan membawa makanan ringan lain yang bisa dipakai untuk membatalkan puasa.

Sekali seumur hidup, sepertinya seru juga melewarkan lebaran di Jepang. Sudah banyak kok keluarga yang sengaja terbang ke Jepang untuk menghabiskan lebaran di sana. Tak perlu khawatir, kamu tetap bisa sallat Idul Fitri di masjid atau kedubes Indonesia kok.

Mungkin kamu nggak bisa lebaran bareng dengan keluarga besar di Indonesia. Namun, kamu bisa mendapatkan keluarga baru di Jepang. Ini dia beberapa tips melewatkan Ramadhan di Jepang. Meski banyak tantangannya, kamu tetap bisa puasa dengan khusyuk dan tetap produktif di Jepang.

Continue Reading

Trending