Connect with us

Tech & life

Suksesor Xiaomi Mi Band 3 Terima Sertifikasi dan Penampakan Perdana Mi Band 4

Published

on

GwiGwi.com – Pada bulan Maret lalu, Xiaomi memberitahukan kehadiran Mi Band 3 yang diadukan terjual dengan cepat. Namun, Xiaomi menyatakan belum berencana untuk menghadirkan penerus dari perlengkapan ini.

Salah satu dalil yang dilafalkan Xiaomi menjadi penyebab permintaan tinggi untuk perlengkapan ini ialah penawaran harga yang terjangkau. Dipasarkan ekuivalen USD30 (Rp426.547) di Amazon, perlengkapan ini berkemampuan untuk mengukur detak jantung pemakai.

Di samping itu, perlengkapan ini pun berkemampuan menghitung jumlah tahapan pemakai, memantau kualitas istirahat dan lainnya. Kini, website DroidShout mengejar bahwa satu dari dua Mi Band 4 menerima sertifikasi dari National Communications Commission (NCC) Taiwan.

Mi Band 4 penerima sertifikasi ini mengangkat nomor model XMSH07HM, dan adalahunit yang tidak didukung oleh teknologi NFC. Versi beda dengan nomor model XMSH08M akan muncul dengan sokongan NFC.

3Teknologi NFC diduga akan dimanfaatkan untuk layanan pembayaran mobile Xiaomi Pay. Namun menurut informasi yang beredar, Mi Band 4 dengan sokongan NFC ini melulu akan dijual Tiongkok.

Kedua unit ini menerima sertifikasi pada bulan Maret dari Bluetooth Special Interest Group, mengungkap bahwa Mi Band 4 bakal dipersenjatai teknologi Bluetooth 5.0 Low Energy (LE). Sedangkan Mi Band 3 yang terdapat di pasar ketika ini memakai teknologi Bluetooth 4.2 LE.

Baca Juga:  Redmi K20, Inilah Nama Resmi 'Flagship' Redmi dari Xiaomi

Sertifikasi NCC ini termasuk sebanyak gambar modul utama Mi Band 4. Beredar spekulasi bahwa Mi Band 4 bakal dilengkapi dengan pemindai electrocardiogram (ECG), serupa teknologi yang tersemat di Apple Watch Series 4.

Sensor ini dimanfaatkan untuk mendeteksi situasi seperti Atrial Fibrillation (AFib), ritme detak jantung tidak normal yang berpotensi menjadi penyebab penyakit stroke, penyumbatan aliran darah dan bahkan kematian.

Kini, Mi Band 4 juga diadukan mulai menerima pernyataan dari sebanyak organisasi, sampai-sampai kemunculan dan perilisan yang resmi diduga akan terjadi dalam masa-masa dekat. Sebelumnya, unggahan video di jejaring sosial Weibo ini menunjukkan pperangkat unggulan Redmi segera hadir.

Sayangnya, video ini tidak memperlihatkan informasi berhubungan dengan spesifikasi. Namun rumor yang beredar menyinggung bahwa smartphone baru Redmi ini bakal didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon 855, kamera beresolusi 48MP, serta kamera depan dengan mekanisme hadir dari dalam bodi perangkat.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Tech & life

Samsung Galaxy Watch 42mm Indonesia Unboxing & Quick Review | Rekomendasi Aksesoris Wajib Punya

Published

on

By

GwiGwi.com – Samsung Galaxy Watch hadir dalam tiga varian warna, yakni silver berdiameter 46 milimeter yang dijual dengan harga Rp 4,5 juta, warna midnight black dan rose gold berdiameter 42 milimeter dengan harga Rp 4,3 juta. Kali ini gwimin akan mengulas versi 42mm yang merupakan bonusan dalam paket penjualan Samsung S10.

Continue Reading

Tech & life

Saatnya melindungi anak Anda dengan immo Watch Phone

Published

on

By

GwiGwi.com – Pesatnya perkembangan teknologi membuat orang tua kerap kali khawatir anaknya terpengaruh oleh teknologi yang menyebabkan anak-anak menjadi kecanduan dan lebih memilih bermain gadget dibandingkan berkumpul dengan keluarga.

Teknologi baru yang ramah anak kini telah hadir di Indonesia. imoo Watch phone, hadir  menjawab semua kekhawatiran orang tua. imoo menciptakan teknologi yang disebut sebagai Watch Phone, yaitu jam tangan yang bisa digunakan untuk melakukan panggilan dua arah maksudnya adalah anak bisa menelepon orang tua dan orang tua juga bisa menelepon anaknya, bentuk fiturnya seperti handphone tapi dalam bentuk jam tangan untuk anak-anak. imoo Watch Phone memiliki slot nano simcard, sehingga menelpon imoo Watch Phone sama dengan menelpon handphone biasa.

imoo merupakan produk teknologi yang dirancang khusus untuk anak, sehingga penggunaannya sangat aman untuk anak-anak. Kelebihan dari imoo yaitu memiliki banyak fitur yang mendukung keamanan anak dan bisa disetting oleh orang tua, sehingga orang tua tidak perlu khawatir akan mengganggu kegiatan anak. Orang tua juga bisa mengatur jadwal anak sekolah yaitu dengan fitur mode kelas, maka pada saat kegiatan belajar imoo Watch Phone hanya akan berfungsi sebagai jam tangan biasa. imoo Watch Phone juga bisa digunakan anak pada saat membutuhkan bantuan orang tua, anak bisa memilih tombol SOS pada saat keadaan darurat dan akan langsung terhubung pada orang tua.

Baca Juga:  Redmi K20, Inilah Nama Resmi 'Flagship' Redmi dari Xiaomi

Kelebihan kedua dari imoo Watch Phone ini adalah tahan air dan dapat digunakan pada saat berenang mencapai kedalaman air 20 meter, sehingga orang tua tenang bahwa jam tangan anak tersebut tidak akan rusak karena bermain air atau berenang. Pada saat orang tua tidak bersama anak, orang tua akan menerima pemberitahuan pada aplikasi yang terhubung dengan  imoo Watch Phone apabila jam tangan terendam air.

Kelebihan ketiga adalah location check, ini lebih bisa menjawab segala kekahawatiran orang tua. Dengan location check ini sangat akurat dan terpercaya navigasinya, orang tua dapat melihat keberadaan anak dimana, sehingga ibu tenang ketika anak mereka sedang bermain atau dengan teman-teman mereka.

Kelebihan lainnya adalah dapat mengirim pesan suara kepada orang tua, pesan yang dikirim dapat secara otomatis diterima oleh orang tua selain itu orang tua juga dapat membalas pesan suara anak mereka melalui suara maupun teks.

imoo Watch Phone memiliki teknologi canggih yang diciptakan khusus anak dan membantu orang tua mengawasi anak dimanapun dan kapanpun. Jadi, siapa bilang teknologi berbahaya untuk anak? imoo hadir untuk menjawab keresahan orang tua terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan menemani tumbuh kembang anak.

Continue Reading

News

Kampanye BSA dan Pemerintah untuk Mengedukasi Pengguna tentang Manfaat Aset Software Berlisensi

Published

on

By

GwiGwi.com – Jakarta, Indonesia, 18 Maret 2019, BSA dan pemerintah Indonesia bekerja sama untuk mendorong para pemimpin bisnis dalam mengatasi masalah terkait penggunaan software tidak berlisensi. Kampanye yang diluncurkan hari ini bertujuan untuk menjangkau puluhan ribu pemimpin bisnis dengan pesan mengenai manfaat penggunaan software legal secara hukum, produktivitas, dan keamanan. Ribuan perusahaan di Indonesia masih menggunakan software tidak berlisensi, yang dapat menimbulkan risiko bisnis dan keamanan serius. BSA berharap bahwa hasil dari kampanye ini dapat mendorong ribuan perusahaan untuk melegalkan berbagai asetnya, dari software ilegal yang tidak aman menjadi aset software berlisensi.

“Seluruh rangkaian kegiatan yang kami lakukan hari ini berfokus pada legalisasi software guna melindungi perusahaan dari ancaman software tak berlisensi,” ucap BSA Senior Director, Tarun Sawney. “Tujuan utama kampanye ini membantu para pemimpin bisnis memahami manfaat dan kewajiban melegalisasikan software demi keamanan, reputasi, produktivitas, dan keuntungan perusahaan.”

BSA berkolaborasi dengan pemerintah di kawasan b untuk membantu komunitas bisnis memahami manfaat ekonomi dari penggunaan software legal. International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa perusahaan yang mengambil langkah untuk meningkatkan manajemen softwarenya dapat meningkatkan laba hingga 11 persen. Oleh karena itu, pemerintah berwenang diharapkan dapat memacu komunitas bisnis untuk segera beralih ke aset legal demi meningkatkan daya saing nasional.

Pemerintah telah aktif melakukan berbagai hal dalam mengurangi penggunaan software tidak berlisensi yang terdiri dari kegiatan sosialisasi, himbauan masyarakat, edukasi serta membuka ruang untuk penegakkan hukum dimana masyarakat dapat melakukan pengaduan sebagaimana yang diatur dalam UU Hak Cipta no. 28 tahun 2014.

Irbar Susanto S.H., M.H. selaku Kasubdit Pencegahan & Penyelesaian Sengketa Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pun menambahkan bahwa kampanye pemerintah telah secara aktif dilakukan di beberapa kota besar seperti Medan, Surabaya, dan Makassar.

Pekan ini, BSA meluncurkan kampanye “Legalize and Protect” di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Sebelumnya, BSA pun berkolaborasi dengan pemerintah Vietnam telah meluncurkan kampanye serupa dan menuai berbagai hasil positif. Target kampanye ini terdiri dari perusahaan yang bergerak dalam berbagai industri, termasuk tetapi tidak terbatas pada manufaktur, IT, keuangan, layanan profesional, konstruksi, perawatan kesehatan, barang keperluan sehari-hari, teknik, arsitektur, dan desain.

Dalam beberapa bulan ke depan, BSA akan meluncurkan upaya edukasi untuk memastikan para pemimpin bisnis sadar akan risiko dari penggunaan software tidak berlisensi. Usaha tersebut mencakup kegiatan pemasaran, komunikasi, konten media sosial dan dalam beberapa kasus, direct appeals pada perusahan-perusahaan untuk melegalisasikan aset softwarenya.

Baca Juga:  Redmi K20, Inilah Nama Resmi 'Flagship' Redmi dari Xiaomi

Wilayah Asia Pasifik memiliki tingkat penggunaan software tak berlisensi tertinggi di dunia, sebesar 57 persen.

Software tanpa lisensi tidak baik bagi perusahaan

Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan menemukan bahwa software tidak berlisensi memiliki risiko dan berpotensi untuk menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Satu dari tiga perusahaan memiliki peluang untuk terserang malware ketika mereka menggunakan atau memasang software tidak berlisensi maupun membeli perangkat komputer tanpa software asli di dalamnya. Setiap serangan malware dapat merugikan perusahaan sebesar rata-rata USD 2,4 juta dan akan membutuhkan waktu selama 50 hari untuk memperbaikinya.  Infeksi yang dapat menyebabkan downtime perusahaan, atau kehilangan data bisnis, akan berdampak serius pada merek dan reputasi perusahaan. Biaya untuk mengatasi malware yang menggunakan software tidak berlisensi pun semakin meningkat. Hal tersebut dapat merugikan perusahaan hingga lebih dari USD 10.000 untuk setiap perangkat komputer yang terserang, dan merugikan hampir USD 359 miliar per tahun bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

BSA bekerja sama dengan pemerintah secara terus menerus berupaya mengedukasi para pemimpin bisnis mengenai dampak negatif dari penggunaan software tidak berlisensi. Kerja sama ini telah memberikan berbagai hasil positif yakni penurunan jumlah perusahaan yang menggunakan software tidak berlisensi setiap tahunnya. Meskipun begitu, BSA menyatakan bahwa permasalahan ini masih terus berlanjut.

“Kawasan ASEAN merupakan salah satu wilayah ekonomi paling dinamis di dunia, dimana perusahaan domestik dan multinasional kian tumbuh dan diuntungkan dengan besarnya peluang di Asia Tenggara,” ucap Sawney. “Meski begitu, perusahaan-perusahaan dengan tujuan ambisius perlu menggunakan software aman dan berlisensi. Tidak ada alasan lagi untuk menggunakan software yang tidak berlisensi.”

###

Tentang BSA

BSA | The Software Alliance (www.bsa.org) merupakan advokat terkemuka di industri software global di hadapan pemerintah dan di pasar internasional. Anggotanya terdiri dari berbagai perusahaan-perusahaan paling inovatif di dunia, yang menciptakan solusi software memicu ekonomi dan mengembangkan kehidupan modern. Berkantor pusat di Washington DC dan beroperasi di lebih dari 60 negara, BSA menjadi pelopor penggunaan software legal dan mengadvokasi kebijakan publik yang mendorong inovasi teknologi serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Continue Reading

Trending