Connect with us

News

#Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Published

on

GwiGwi.com – Beberapa waktu ini, genderang perang baru smartphone murah di Indonesia mulai berkumandang. Adalah Xiaomi dan RealMe yang menjadi pusat perhatian perang ini. Kedua perusahaan ini adalah produsen smartphone pada segmentasi yang sangat kompetitif di Indonesia, yaitu segmentasi budget smartphone dimana kedua perusahaan mengeluarkan perangkat dengan performa yang sangat baik pada kelasnya, namun menawarkan harga kompetitif yang tidak bisa disaingi oleh kompetitor lainnya yang bertanding di segmentasi market yang sama dengan harga yan lebih premium. Hal ini menjadi pusat perhatian bagi warga Indonesia yang merupakan target yang tepat untuk memiliki solusi dari segmentasi yang mulai dipenuhi kompetitor dan hanya bisa dimenangi melalui kompetisi harga.

Perkenalkan Xiaomi, Perusahaan Asal Negeri Tiongkok yang Menggebrak Pasar Smartphone

Didirikan oleh Lei Jun, Xiaomi dikenal di negeri asalnya sebagai pesaing utama Samsung dan juga Apple yang telah memimpin pasar smartphone selama beberapa waktu. Xiaomi hadir sebagai solusi domestik yang menawarkan perangkat yang memiliki kualitas cukup baik terutama dari segi performa, namun tidak membuat jebol kantong para pengkonsumsi gadget. Hal ini membuat Xiaomi sukses menjadi rajanya pasar smartphone di negeri asalnya kembali lagi, karena harga yang kompetitif.

Tak hanya bersaing di segi smartphone, Xiaomi mulai mengeluarkan inovasi teknologi canggih lainnya, namun tetap dalam tangkapan mindset yang sama, yaitu good tech on a budget. Disini Xiaomi mulai meraih momentum pasar yang semakin kuat. Sebagai negara yang paling besar memproduksi perangkat teknologi, demand di China untuk peralatan canggih yang dapat digunakan konsumer berbasis Internet of Things menjadi peluang besar untuk Xiaomi dan melalui beberapa anak perusahaan seperti Mijia (Rumah Mi), Yi (Young Innovators), dan sejumlah sub-brand lainnya, Xiaomi berhasil menjadi produsen teknologi dengan varias beragam demi memenuhi kebutuhan pasar.

Momentum ini akhirnya digunakan Xiaomi untuk memperluas pasar, hingga akhirnya menjelajah ke negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, India, dan juga akhirnya sampai ke tanah air Indonesia. Xiaomi sudah memiliki pengalaman pasar yang cukup kuat di India, dan keputusannya untuk selalu mengupdate Xiaomi Indonesia hingga ke tahap tertentu menyerupai India, membuat Xiaomi Indonesia sangat diminati di pasar yang baru mulai berkembang, dengan demand yang besar.

Xiaomi pun akhirnya semakin memiliki posisi nyaman di Indonesia pada tahun 2018, dengan memposisikan dirinya sebagai smartphone dengan penjualan terbaik, pengguna terbanyak, dan yang paling diminati pasar nomor 2 di Indonesia, dengan persentasi yang beda tipis dengan Samsung yang sudah lama menjadi rajanya Smartphone di Indonesia. Ini pun dibuktikan dengan mulai bermunculannya Xiaomi Mi Official Store di berbagai area di Indonesia, dan bermunculan hampir setiap bulan di beberapa kota.

Xiaomi pun memiliki komunitas yang besar di Indonesia melalui Mi Fans yang disebut sebagai fans yang sangat antusias, dan selalu mendukung Xiaomi Indonesia pada setiap perjalanannya. Ini pun didukung juga dengan keinginan Xiaomi untuk mendatangkan Mi Fans ke beberapa event mereka seperti Launching, Mi Pop, Mi Community Day, dan lainnya.

Xiaomi tatkala juga menciptakan sebuah sub-brand yang bertujuan untuk menyaingi brand kelas flagship yang sudah semakin mahal dengan menciptakan POCOPHONE atau POCO di India. Tak lama setelah itu, POCOPHONE pun diboyong ke Indonesia dan memperkenalkan smartphone pertamanya, POCOPHONE F1 (baca reviewnya disini).

Namun, pada penghujung tahun 2018, salah satu saingan Xiaomi yang sudah tertanam kuat di Negara kedua terbaiknya selain China yaitu India, RealMe Mobile, akhirnya menancapkan taringnya kedalam pasar kompetitif penuh saingan dari banyak ragam kompetitor di Indonesia.

Perkenalkan RealMe Mobile, Berasal dari Perusahaan Penghasil Smartphone Terindah Secara Aestetika.

Realme Mobile, atau lebih dikenal dengan lebih sederhana sebagai RealMe adalah salah satu perusahaan produsen smartphone dari negara yang sama dari Xiaomi, namun dengan teori yang lebih budget lagi, tapi tidak merusak aestetika dari sebuah Smartphone. Perusahaan ini dimulai oleh Sky Li, mantan Vice President of International Mobile Business dari perusahaan smartphone yang sudah cukup dikenal di Indonesia, yaitu OPPO. RealMe sendiri, pada saat peluncuran smartphone pertamanya, masih mengusung nama OPPO dan pada kala itu masih bernama OPPO Real dan perangkatnya adalah RealMe 1.

Sky Li, kemudian memutuskan untuk memecahkan diri dari OPPO agar lebih memiliki segmentasi market sendiri dan bergerak “mandiri” sebagai perusahaan terpisah, RealMe Mobile. Strategi ini berbeda dengan Xiaomi yang memang menciptakan POCOPHONE untuk mengisi segmentasi yang serupa. Ini bukanlah hal yang baru bagi OPPO Mobile. OPPO sendiri sudah terpisah menjadi 3 kubu sebelum RealMe ikut berpisah. OPPO memiliki 3 brand total dibawah sayapnya yaitu OnePlus One yang berfungsi sebagai produsen smartphone flagship harga budget, OPPO yang menawarkan segmentasi market menengah dengan smartphone yang memiliki estetika yang menarik dan selfie camera yang menyentuh angka 25 megapiksel, dan juga VIVO yang menawarkan segmentasi yang sama di market OPPO sendiri, tapi dengan improvement di beberapa area yang berbeda seperti performa main game, dan juga kamera belakang yang cukup mumpuni serta inovasi seperti on-screen fingerprint sensor.

RealMe lalu memulai perjalanan baru di India, sebagai produsen smartphone yang berusaha menggebrak pasar India. Saat itu India sudah mulai dipenuhi oleh beberapa kompetitor lainnya seperti Xiaomi dan juga OnePlus One yang merupakan saudara dekat dari RealMe. Akan tetapi, RealMe berhasil menggandeng beberapa kerjasama disana-sini di India, dan akhirnya berhasil meraih posisi ke-4 dalam penjualan dengan performa penjualan yang sangat baik dari RealMe 1.

Kedatangan Keduanya di Indonesia Menjadi Sinyal Perang Baru Smartphone Budget

Lalu kita kembali ke pasar Indonesia. Di Indonesia, demand untuk smartphone yang murah namun berkualitas sangatlah tinggi. Terutama setelah adanya gebrakan dari Xiaomi, Nokia, Honor dan bahkan produsen lokal seperti Advan membuat persaingan di pasar ini sangat ketat. Selain itu harga flagship yang semakin tidak affordable bagi berbagai kalangan, membuat pasar ini menjadi santapan lezat bagi setiap produsen yang bisa memberikan smartphone yang memenuhi demand tersebut.

Xiaomi adalah salah satu dari perusahaan yang menggebrak pasar dengan mengeluarkan smartphone dengan harga dibawah 3 juta rupiah, dan sudah menggunakan “prosesor dengan nama besar” yaitu Qualcomm Snapdragon. Tapi ini adalah saat dimana Xiaomi sudah mulai dikenal lebih luas di Indonesia dibawah naungan Grup Erajaya. Xiaomi awalnya datang melalui Lazada dan memperkenalkan “trend” flashsale ke Indonesia dengan perangkat pertamanya yaitu Redmi 1S.

Seiring waktu berjalan, market budget smartphone semakin penuh dipimpin oleh produsen lainnya seperti Nokia, Honor, dan lainnya. Tetapi Xiaomi semakin kuat. Hingga, akhirnya beberapa waktu ini dan kedepannya, mungkin akan ada sebuah perubahan sangat signifikan.

RealMe resmi datang ke Indonesia pada 9 Oktober 2018 kemarin dan berencana memperkenalkan 3 perangkat sekaligus yaitu RealMe 2, RealMe 2 Pro, dan RealMe C1. Ke-3 perangkat dari RealMe ini seolah-olah sudah siap menjatuhkan Xiaomi dari tahta yang sudah didukinya selama beberapa waktu. Walau mungkin tidak dalam waktu yang sangat cepat, berbagai tanggapan positif-pun sudah mulai berdatangan.

Di berbagai outlet sosial media-pun, para Netizen sudah mulai menyampaikan perasaan bahwa lebih baik salah satu merk dari yang lainnya dikarenakan 1 faktor, yaitu harga. Kiblat para Netizen seolah mulai bergejolak, sama seperti ketika Xiaomi pertama kali mendarat di Indonesia dan menyebabkan booming budget smartphone. Akan tetapi, terkadang ada faktor lainnya yang dapat dengan mudahnya mematahkan faktor tersebut.

Adalah Brand Loyalty yang nantinya akan menyelamatkan brand-brand yang sudah dikenal di Indonesia. Sebagai pengguna berbagai merk smartphone-pun saya menyadari hal tersebut. Saat ini saya sudah terikat dengan 2 brand utama yang bertolak belakang, yaitu Samsung dan juga Apple. Rasa nyaman terhadap 2 brand tersebut telah menguatkan posisi kedua brand dalam ekosistem keseharian. Beberapa brand lainnya pun sempat bertahan untuk beberapa waktu, hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali.


@SobatHAPE melalu cuitannya menginformasikan tentang Mimin Xiaomi yang mulai direcokin

Loyalist dari #MendingXiaomi juga tidak dalam jumlah sedikit. Komunitas yang sudah kuat didirikan tidak begitu mudah bisa digoyahkan karena kenyamanan dalam sebuah ekosistem. Hanya faktor personal seperti kondisi ekonomi lah yang sepertinya bisa menggoyangkan hal tersebut.


Dilansir dari cuitan @rendy_ricardo yang membagikan tangkapan layar dari Social Media Xiaomi

Xiaomi dan RealMe memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sudah berhasil mendatangkan perangkat yang sangat affordable, berada di posisi harga sub-3jtan. Selain itu keduanya memiliki otak prosesor yang hampir serupa, yaitu sama-sama dari Qualcomm Snapdragon. Untuk Xiaomi, mereka memakai mulai dari Snapdragon 425 hingga 835 yang menjadikan segmentasi beragam dari Xiaomi untuk hal prosesor saja. Sedangkan RealMe menggunakan Snapdragon 450 dan 660 sebagai pilihannya.

Keduanya pun menawarkan kapasitas memori penyimpanan yang besar, dan didukung oleh RAM yang cukup besar mulai dari konfigurasi RAM 2GB hingga 8GB, ditambah memori penyimpanan mulai dari 16GB untuk segmentasi budget terendah, hingga 128GB untuk kalian yang suka “unlimited” memory. Akan tetapi, Xiaomi disini memiliki poin kemenangan terutama untuk Xiaomi Mi A Series seperti Mi A1, Mi A2, dan Mi A2 Lite yang didukung oleh Google sebagai hasil kerjasama projek Android One. Android One memberikan kesempatan untuk seri tersebut memiliki kapasitas penyimpanan foto tak terbatas yang diberikan oleh Google.

Akan tetapi, RealMe memiliki nilai lebih yang berbeda. Dari segi kamera, RealMe didukung oleh kemampuan OPPO untuk menghasilkan kamera yang cukup oke, melampaui perangkat Xiaomi pada umumnya (kecuali beberapa model yang memang dipergunakan untuk keperluan fotografi). Keduanya pun memiliki kemampuan Artificial Inteligence yang digunakan pada prosesor gambar dan lensa kamera masing-masing, yang diduga meningkatkan kualitas foto yang ditangkap.

Jadi pada akhirnya, apakah #MendingXiaomi atau #MendingRealMe dapat dimenangkan salah satu pihak? Menurut saya tentu saja tidak. Posisi absolut ini kini sudah menjadi suatu yang sangat lumrah. Jika kita ingat, dulu Samsung pernah menjajaki strategi-strategi yang sama untuk melawan Apple, dan secara harafiah, saat ini keduanya malah sudah memiliki target market masing-masing yang sepertinya tidak memakan satu sama lainnya. Xiaomi dan RealMe sepertinya akan memiliki persaingan ketat yang sama seperti kedua merk raksasa yang tadi disebutkan, hanya dikarenakan segmentasi yang kuat untuk target market mereka di Indonesia.

Toh demikian, keduanya memiliki perangkat yang sangat bagus, dan tentunya diharapkan bisa memiliki penjualan yang sangat baik di Indonesia. Kompetisi sangatlah bagus karena kompetisi meningkatkan Inovasi. Hanya saja, terkadang sebenarnya yang membuat “onar” di Internet adalah para fans fanatik yang lebih menjagokan salah satu brand dibandingkan yang lainnya. Itu wajar. Dan sesungguhnya itulah yang dimaanfatkan dalam teknik marketing untuk meningkatkan sales.

Genderang perang sudah dibunyikan, dan kedua perusahaan asal Tiongkok sedang berusaha merebut market. Masing-masing memiliki nilai jual yang positif dan juga negatif. Baiknya adalah kita sebagai netizen untuk mengatur diri dan memilih brand sesuai beberapa faktor yang dijalani pribadi seperti:

1. Apakah merk ini cocok dengan saya?

2. Apakah saya memang sedang membutuhkannya?

3. Apakah saya memiliki budget yang sesuai?

Paling tidak, ketiga faktor diatas lah yang menjadikan tolak ukur. Toh pula, para produsen hanya berusaha sebaik mungkin untuk menjual perangkat mereka demi kesuksesan perusahaan.

Pada akhir kata, belilah merk yang kalian memang sukai, karena smartphone adalah sebuah aset berharga yang harusnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lumayan, minimal setidaknya 1 tahun digunakan, dan menjadi jendela penghubung kita sebagai makhluk sosial ke jendela dunia.

Jadi kalau kalian, lebih pilih mana? #MendingXiaomi? #MendingRealMe? Atau malah #MendingSamsung dan #MendingApple?

Jangan lupa untuk subscribe di Newsletter GwiGwi.com agar tidak kelewatan informasi-informasi menarik seputar Pop Culture, Games, Gadgets dan Technology yang sedang panas di Indonesia.

Follow juga akun sosial media GwiGwi.com di Facebook, Twitter, dan juga Instagram.

Untuk mendapatkan info-info menarik, foto-foto teknologi dan juga cosplay atau sekedar mengintip “kegiatan” sosial penulis artikel ini, silahkan follow Instagram saya di @fspplus dan jangan lupa say hi agar difollow kembali 😀

Terimakasih,

Sampai bertemu di artikel berikutnya!

FSP signing out~

Advertisement

News

PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll

Published

on

By

Ps5 Bakal Punya Hub Anime Khusus Dari Sony Dan Crunchyroll

Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.

Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.

Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.

Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game

Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.

Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.

Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.

Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.

Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll

Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.

Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.

Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.

Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.

Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation

Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.

Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.

Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.

Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.

 

Continue Reading

News

PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Published

on

By

Platinumgames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.

Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.

Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.

Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames

Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.

Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.

Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.

Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.

Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo

Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.

Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.

Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.

Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.

Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.

Continue Reading

News

RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi

Published

on

By

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.

Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.

Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.

Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.

Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.

Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.

Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu

Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.

Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.

Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.

Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending