Connect with us

Gaming

Review : Tales of Xillia 2

Published

on

Review-Tales-of-Xillia-2-Featured

Setelah satu tahun menunggu, akhirnya penggemar Tales Series terutama Tales of Xillia bisa bergembira karena sekuel dari JRPG yang mereka tunggu-tunggu ini akhirnya rilis juga. Seperti seri Tales pendahulunya,seri ini juga memiliki tema sendiri, Tales of Xillia 2  mengunakan tema Sentaku ga Mirai wo Tsumugu RPG (選択が未来を紡ぐRPG,  “An RPG where your choices spin the future”). Tales of Xillia 2  pertama kali rilis di Jepang pada 1 November 2012. Itu artinya game ini sudah berusia hampir dua tahun sebelum para penggemar yang tidak bisa berbahasa Jepang pada akhirnya bisa memainkan game ini.

Maaf Anda Melihat Iklan

Selain dunia yang sama dengan Tales of Xillia, ada berbagai macam fitur tambahan yang ditambahkan ke dalam game ini. Yuk kita intip apa saja yang ada di dalam game ini.

Karakter Baru

 photo talesofxillia2-3_zps7ee6d5ea.jpg

Jika dalam Tales of Xillia pertama kamu diberikan pilihan untuk memainkan salah satu dari dua karakter utama yang disediakan, dalam Tales of Xillia 2 kamu akan bermain sebagai Ludger Wil Kresnik. Ludger  di sini bisa dibilang sebagai silent protagonist yaitu karakter yang jarang sekali terlihat berbicara. Mungkin jika dibandingkan, mirip dengan para protagonis dari seri Persona. Tentunya bukan berarti dia tidak bisa berbicara, tetapi percakapan yang dia lontarkan merupakan hasil dari pilihan jawabanmu.

Sesuai dengan tema game ini, selama kamu bermain dalam Tales of Xillia 2, seringkali kamu akan dihadapkan dengan pilihan jawaban ketika sedang berbicara dengan karakter lain. Pilihan jawaban ini akan mempengaruhi hubungan Ludger dengan karakter lain. Semakin erat hubunganmu dengan karakter lain, semakin banyak juga bonus yang akan kamu dapat seperti scene tambahan dalam sebuah in ame event. Selain itu, ada juga momen di mana kamu harus menentukan tindakan yang harus diambil dan hal tersebut akan mempengaruhi jalannya cerita.

Satu hal saja yang mengganjal di pikiran saya adalah tentang karakter utama Tales of Xillia 2 ini yaitu Ludger. Perannya sebagai silent protagonist terasa setengah-setengah. Memang dia tidak berbicara, namun dia tetap seringkali ‘bersuara’ selama percakapan. Lalu, entah mengapa rasanya selama percakapan berlangsung, Ludger tidak terlalu menunjukkan bahwa dia sedang berkomunikasi dengan karakter lain. Saya sendiri merasa mungkin ini disebabkan adanya jeda serta transisi selama kamu akan memilih jawaban. Mungkin sulit jika saya gambarkan lewat tulisan, tapi kalau kamu memainkan game ini, saya rasa kamu akan mengerti dengan sendirinya.

Storyline Yang Kelam

Jalan cerita dari Tales of Xillia 2 ini bisa dibilang cukup kelam dan membingungkan. Cerita dimulai 1 tahun setelah Tales of Xillia. Setelah Ludger gagal dalam ujian untuk menjadi agen Spirius Corporation seperti kakaknya dan secara tidak sengaja bertemu gadis kecil bernama  Elle Mel Marta yang ingin pergi ke Land of Canaan atas petunjuk ayahnya kemudian terlibat kasus pembajakan kereta yang mengakibatkan Ludger dililit hutang dan kamu sebagai player berkewajiban untuk membayarnya. Mungkin sebagian player akan terkejut saat bermain game ini tapi percayalah bahwa hutang tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan cerita.

Ada berbagai macam ending yang disediakan olah game ini. Dan tentu pilihan yang kamu pilih selama permainan mempengaruhi ending mana yang kamu dapat.

Gameplay Yang Lama Dengan Tambahan Elemen Baru

 photo tales-of-xillia-2_zpsafa45f53.jpg

Tales of Xillia 2 masih menggunakan Cross Dual Raid Linear Motion Battle System seperti layaknya pendahulunya. Kamu bisa melakukan link dengan satu karakter lain dalam area pertempuran dan kamu beserta partnermu akan mendapatkan bonus tertentu serta kamu juga bisa melakukan Link Arte yang bisa menghasilkan damage besar. Ludger sebagai karakter utama bisa menggunakan tiga macam senjata yang bisa diganti secara real time selama pertarungan yaitu Dual Dagger, Dual Pistol, dan Sledgehammer  dan saya rasa itu suatu hal yang keren sekali. Battle menjadi sangat dinamis dan mungkin kamu akan sedikit kewalahan mengingat Linked Arte yang harus kamu chain. Tambahan elemen lain dalam Tales of Xillia 2 adalah Chromatus Transformation yang bisa digunakan oleh Ludger. Dengan menggunakan kemampuan itu, Ludger berubah layaknya super hero dari tokusatsu dan bisa menghasilkan serangan dengan damage yang besar meski hanya seorang diri.

Meski demikian, ada beberapa hal juga yang patut disayangkan dalam Tales of Xillia 2 seperti metode pengembangan karakter yang ada. Tidak seperti penggunaan Lilium Orb dalam Tales of Xillia pertama, Tales of Xillia 2 menggunakan Allium Orb yang memiliki cara pakai yang berbeda. Kamu tidak lagi bertemu dengan sistem pengembangan karakter menggunakan grid ala FF X, melainkan kamu harus ‘mengekstrak’ orb yang kamu gunakan dengan mengumpulkan sejumlah elemental ore. Artinya, selain kamu harus melakukan grinding, kamu juga harus terus menerus farming ore di field atau dungeon yang kamu lalui. Allium Orb mungkin juga akan membingungkan untuk digunakan pertama kalinya baik oleh pemula maupun veteran Tales of Xillia. Momen seperti ‘apa sekarang waktunya ganti orb?’ pasti akan sering terjadi dan kadang itu malah terasa merepotkan dibanding menyenangkan.

Baca Juga:  Sid Meier Rayakan Anniversary 30 Tahun Civilization

Selain itu game ini memiliki elemen fan service yang sangat baik. Eits, maksudnya bukan fan service yang ‘itu’, tapi ini benar-benar hadiah yang menyenangkan buat pemain lama Tales of Xillia. Hampir semua karakter dalam Tales of Xillia pertama muncul kembali dalam seri keduanya dan kamu bisa melihat perubahan yang terjadi pada penampilan mereka yang dikarenakan setting dalam Tales of Xillia 2 adalah satu tahun setelah ending Tales of Xillia pertama. Melihat karakter favoritmu berubah penampilannya rasanya pasti membuat kamu merasa senang sendiri, bukan?

Ada juga feature lain yang ditambahkan seperti Kitty Dispatch yang sangat membantu kamu untuk mencari item tertentu tanpa perlu berburu di dungeon dan berkesempatan untuk menemukan kucing lain dalam dungeon tersebut karena mencari 100 kucing merupakan salah satu side quest dari game ini.

Berbicara soal berburu, sebelum kamu melaksanakan tugas utama, kamu harus mengumpulkan uang terlebih dahulu dengan cara berburu atau menyelesaikan kerja sampingan dikarenakan Ludger harus membayar sejumlah hutang. Akibatnya, Tales of Xillia 2 terasa seperti game online yang sangat berfokus pada pengumpulan barang A atau membasmi monster B. Bagi saya hal ini terasa agak monoton dan terasa tidak seperti game Tales of Xillia yang saya kenal. Tapi setidaknya pertempuran masih terasa sama dan seru seperti seri terdahulunya.

Dan juga ada yang disebut Giganto Monster, monster-monster berukuran besar yang berkeliaran di World Map yang bisa kamu kalahkan untuk mendapatkan sejumlah uang. Dan mengalahkan monster-monster tersebut sangat seru karena ada beberapa monster yang memang sangat sulit untuk dikalahkan apalagi jika kamu bermain dalam mode Hard atau Unknown yang bisa kamu ubbah sesuka hati di menu setting.

Daya Tarik Yang Berbeda Dari Seri Tales, Tapi …

Berbeda dari berbagai game Tales of yang ada sebelumnya, Tales of Xillia 2 lebih mengambil tema sci-fi/cyberpunk ketimbang fantasi. Tema yang diambil tersebut akhirnya berpengaruh pada lokasi, jenis perlengkapan yang dipakai serta budaya yang digambarkan dalam game tersebut. Hasilnya harus saya akui agak tidak sesuai harapan, namun saya patut mengacungkan jempol karena Bandai Namco berani melakukan hal tersebut.

Walaupun agak berbeda di tema, namun kamu tetap bisa menemukan lokasi yang sebelumnya sudah pernah kamu temui di Tales of Xillia pertama. Seri kedua dari seri ini rilis satu tahun setelah game pertamanya, namun rasanya sudah seperti nostalgia saja.

Sayangnya, hal itu juga yang menjadi pedang bermata dua. Game ini penuh dengan rehash. Banyak sekali aset seperti lokasi, map, item, animasi atau skill yang berasal dari Tales of Xillia pertama digunakan kembali dalam seri keduanya. Hal ini jelas membuat kita bertanya-tanya apakah developer sedang malas untuk membuat tampilan baru atau memang ingin membuat kita menikmati kembali dunia yang dibentuk oleh Tales of Xillia. Apapun itu, saya rasa kita sebaiknya mengambil nilai positifnya saja dan tetap menikmati permainan dalam game ini.

Kesan Saya

Meskipun setelah mencoba dan menamatkan game ini sekitar 1 tahun yang lalu, saya masih sangat menyayangkan karena Bandai Namco tidak membawa lagi elemen summon seperti pada Tales of Phantasia dan Tales of Symphonia. Dimana kita harus mengumpulkan summon-summon yang ada dalam game yang unik dan tidak sedikit. Tapi saya cukup puas dengan storyline dan gameplay dari Tales of Xillia 2 apalagi battle system yang terkesan fast paced dan real time. Dan juga musik-musik saat boss battle yang membuat player lebih semangat saat menghadapi pertarungan. Singkatnya saya puas dengan game ini,layak dimainkan bagi kamu pengemar JRPG meskipun bagi kamu yang sudah mengikuti Tales Series dari jaman dulu akan sedikit kecewa dengan game ini. Terutama dengan Storyline-nya, siapkan tisu saat kamu berhasil menamatkan game ini. Oh iya Ost untuk game ini dinyanyikan oleh Hamasaki Ayumi loh. Jadi tidak ada alasan untuk melewatkan JRPG yang satu ini.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Gaming

Review Game Hell Let Loose, ‘Battlefield’ Dengan Tingkat Lanjut

Published

on

By

GwiGwi.com – Langsung saja, perlu dikatakan bahwa Hell Let Loose bukanlah game shooting yang hanya mirip dengan Call of Duty atau Battlefield saja, tapi game shooting yang taktis, intens, serba lambat, yang mengandalkan kerja tim dan komunikasi. Meskipun menerima rilis Early Access untuk PC pada tahun 2019, Hell Let Loose sekarang hadir di konsol next-gen, dan bahkan akan gratis untuk pelanggan PS Plus untuk bulan Oktober.

Maaf Anda Melihat Iklan

Sebagai orang yang mengikuti Battlefield, disini saya akan membahas dari sisi tersebut dan disini saya mencoba versi PC. Hell Let Loose secara umum berdasarkan pertempuran nyata Perang Dunia II (pengembang bahkan telah menciptakan kembali lokasi pertempuran ini dalam skala 1:1), Hell Let Loose adalah First Person Shooter dengan 100 pemain dengan metagame strategi yang mendalam. Setiap prajurit di lapangan memiliki peran untuk dimainkan, dan seberapa baik peran tersebut dimainkan dan seberapa baik regu yang berbeda mengoordinasikan serangan dan pertahanan mereka sebagai lawan dari siapa yang paling banyak membunuh, adalah yang benar-benar menentukan hasil dari setiap pertandingan.

Tim dipecah menjadi regu, dengan tiga jenis regu yang tersedia: infanteri, armor (tank), dan recon (satu pengintai dan satu sniper). Regu infanteri berisi maksimal enam pemain, tiga armor, dan dua pengintai, dan setiap tim hanya dapat memiliki tiga regu pelindung dan dua regu pengintai di lapangan pada saat tertentu. Setiap regu juga memiliki perwira yang dapat berkomunikasi dengan perwira regu lainnya. Terakhir, ada komandan, yang dapat berkomunikasi dengan semua perwira regu dan memberikan dukungan dalam bentuk pengeboman dan penembakan, lokasi spawn airhead, dan supply drop, serta spawning tank dan truk baru — semuanya sambil bermain sebagai seorang prajurit di lapangan.

Selain perwira, ada delapan peran yang dapat dimainkan oleh seorang pemain dalam pasukan infanteri: penembak, penyerang, penembak otomatis, medis, penembak mesin, support, insinyur, dan anti-tank. Selain penembak, hanya satu pemain yang dapat memainkan setiap peran per regu pada waktu tertentu. Setiap peran memiliki setidaknya dua kelas berbeda yang dapat mereka pilih, yang menentukan senjata dan gadget mana yang mereka bawa ke dalam pertempuran.

Baca Juga:  Review Game Lawn Mowing Simulator

Sementara sebagian besar perannya cukup jelas, peran support dan insinyur yang mungkin paling penting untuk memenangkan pertandingan. Support membawa persediaan yang memungkinkan petugas membangun garnisun, yang merupakan poin spawn untuk sebuah tim. Jika tim kalian tidak memiliki garnisun yang dibangun (atau musuh telah menghancurkannya), maka Anda hanya dapat muncul di markas di ujung peta atau di pos terdepan, tetapi hanya jika petugas kalian membangun pos terdepan itu. Sementara itu, para insinyur dapat membangun simpul, yang memberi komandan sumber daya yang mereka butuhkan untuk melakukan pengeboman dan sejenisnya.

Dalam hal grafis, Hell Let Loose tidak akan membuat kalian terpesona dengan ray tracing yang mewah, tetapi memiliki pencahayaan yang bagus dan secantik simulator Perang Dunia II. Mengemudi di atas rumput di dalam tangki terasa sangat berbeda dari mengemudi di atas jalan yang berlumpur dan bergelombang.

Jadi, Hell Let Loose membutuhkan kerja tim yang solid, komunikasi, dan memainkan peran kalian dalam pertempuran yang jauh lebih besar. Game ini bukan tentang berlari kesana kemari dan membunuh sebanyak mungkin, ini tentang merencanakan serangan secara strategis dan berkomunikasi dengan komandan lain tentang bagaimana mendorong musuh kembali dan mengendalikan sektor berikutnya.

Jadi, sebagai seseorang yang hanya pernah memainkan game ala Battlefield apakah saya menikmati Hell Let Loose? Pada awalnya, tidak. Tetapi ketika saya memainkan lebih banyak pertandingan, saya perlahan-lahan menjadi lebih berinvestasi dalam kenyataan bahwa saya berada dalam perang, bukan game yang asal bunuh. Hell Let Loose sering kali terasa lambat dan membosankan, tetapi jika kalian seorang pemikir strategis yang mencari gameplay yang realistis dan bermanfaat, maka ini bisa menjadi game kalian.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Nintendo Console

Trailer Game ‘Disney Magical World 2: Enchanted Edition’ Mengungkapkan Rilis pada 3 Desember

Published

on

GwiGwi.com – Bandai Namco Entertainment America mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan merilis game Disney Magical World 2: Enchanted Edition untuk Nintendo Switch pada 3 Desember. Perusahaan mulai mengalirkan trailer pengumuman untuk game tersebut.

Game simulasi kehidupan ini menampilkan avatar yang dapat disesuaikan, gim mini bertema Disney, dan karakter dari beberapa waralaba Disney. Bandai Namco Entertainment menjelaskan permainan ini:

Maaf Anda Melihat Iklan

Di Disney Magical World 2: Enchanted Edition, pemain akan mulai dengan membuat avatar dalam game mereka sendiri dan memilih dari ribuan opsi penyesuaian untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya. Setelah memulai petualangan mereka, pemain akan disambut oleh Mickey Mouse dan teman-teman dan menetap di Castleton, di mana mereka akan membuat rumah mereka dan bertemu dengan kepribadian yang penuh warna. Penduduk baru Castleton ini secara bertahap akan berkenalan dengan tetangga mereka yang ramah dan mendapatkan akses ke portal misterius, yang mengarah ke dunia baru dengan lebih banyak karakter untuk berteman.

Baca Juga:  Sid Meier Rayakan Anniversary 30 Tahun Civilization

Dengan enam dunia unik untuk dijelajahi, Disney Magical World 2: Enchanted Edition menawarkan serangkaian lokasi semarak yang akan dikenali oleh penggemar Disney, masing-masing memiliki banyak aktivitas menyenangkan dan mini-game tematik. Mulai dari mendekorasi interior dan mengelola kafe hingga membintangi parade Magical Dream dan berpetualang melalui ruang bawah tanah, Disney Magical World 2: Enchanted Edition memiliki banyak aktivitas yang dapat dinikmati semua orang.

Game ini akan diluncurkan di Jepang pada 2 Desember. Bandai Namco Entertainment mengumumkan game tersebut pada 23 September.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Game

10 Pengumuman Penting di Tokyo Game Show 2021

Published

on

GwiGwi.com – Pameran yang berpusat di Jepang ini masih jauh dari era 2000-an yang terasa sangat mirip dengan E3. Saat ini, Tokyo Game Show 2021 sebagaian besar berfokus pada judul game mobile dan judul khusus yang lebih kecil yang tidak akan pernah meninggalkan Jepang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Walaupun diselenggarakan secara online lagi, tahun ini segalanya sedikit lebih menarik dari biasanya. Square-Enix dan Capcom keduanya memiliki acara yang berisi pengumuman besar, dengan perusahaan lain juga muncul untuk mendiskusikan judul mereka. Penggemar game Jepang kemungkinan bersemangat, meskipun itu hanya pengumuman beberapa tanggal rilis untuk game yang mereka cari.

10. Dragon Quest X Offline Akan Hadir di PlayStation, PC, dan Nintendo Switch

Dragon Quest X Offline adalah salah satu MMO paling populer di Jepang selama bertahun-tahun setelah diluncurkan di Wii pada tahun 2012. Selama bertahun-tahun, penggemar di Barat ingin memiliki akses ke judul tersebut, dan sekarang tampaknya mereka mungkin mendapatkan keinginan mereka, sebagai game dipastikan akan rilis untuk konsol Playstation serta Nintendo Switch dan PC Februari mendatang.

Berlangsung di dunia Astoltia, Dragon Quest X Offline mengajak protagonis untuk menjelajahi beberapa benua besar untuk menyelamatkan planet dan lima suku yang menghuni lokasi tersebut.

9. Tales of Arise Berkolaborasi Dengan Sword Art Online

Tales of Arise adalah J-RPG terbesar tahun ini, mengumpulkan sambutan hangat dan penjualan yang cukup mengesankan selama beberapa minggu pertama. Jadi masuk akal jika Bandai-Namco memutuskan untuk bermitra dengan salah satu waralaba anime paling populer di tahun 2010-an. Kirito dan Asuna akan datang ke Tales of Arise sebagai pertarungan bos di DLC, tapi pemain juga bisa memakaikan Alphen dan Shionne dengan pakaian Kirito dan Asuna.

Ini adalah kolaborasi yang cukup rapi untuk penggemar kedua waralaba, dan menawarkan beberapa opsi penyesuaian untuk penampilan karakter.

8. Atelier Sophie 2 Membawa Protagonisnya Ke Dunia Baru

Koei-Tecmo dan Gust memiliki game Atelier lain yang datang dengan sekuel dari franchise Atelier Sophie mereka. Atelier Sophie 2 membuat Sophie meninggalkan kampung halamannya dan bepergian ke tempat di mana dia menemukan pohon besar yang menyedotnya dan temannya Plachta ke dalam pusaran.

Dia terbangun di dunia lain yang disebut Erde Wiege, di mana lebih banyak petualangan menantinya. Atelier Sophie 2 memiliki grafis yang menawan di level Atelier Ryza 2, dan membuktikan bahwa Gust tidak mudah menyerah setelah merilis salah satu judul terlaris mereka.

7. 110 Industries Menampilkan Tiga Judul Baru

110 Industries muncul entah dari mana di Tokyo Game Show ini, mengumumkan bukan hanya satu, tapi tiga judul yang berbeda di acara mereka. Yang pertama adalah judul aksi orang ketiga yang disebut Wanted: Dead or Alive, yang dikembangkan oleh beberapa pengembang Ninja Gaiden dan Dead or Alive. Mereka juga mengumumkan Red Goes Faster, game balap fiksi ilmiah dan game mecha bernama Vengeance is Mine.

Segera bermunculan dan mengumumkan tiga game AAA adalah masalah besar, dan satu-satunya alasan itu tidak lebih dibahas adalah mereka tidak menunjukkan banyak cuplikan dari salah satu game mereka.

6. Sin Chronicle, RPG Seluler Baru dari Sega

Sega telah mengumumkan pengumuman RPG baru selama berbulan-bulan, dan di Tokyo Game Show mereka akhirnya mengumumkan apa sebenarnya game itu. Dari pengembang judul Chain Chronicle, Sega sedang mengerjakan judul ponsel baru yang dikenal sebagai Sin Chronicle.

Di sini fokusnya benar-benar pada elemen permainan peran, karena mereka menekankan bagaimana pilihan pemain akan menentukan segalanya dalam permainan, dari menyelamatkan teman hingga dunia itu sendiri. Meskipun penggemar mungkin tidak bersemangat di Amerika Serikat, Sega menghabiskan satu jam konferensi pers mereka untuk permainan, memamerkan karakter dan dunianya yang besar dan terperinci.

Baca Juga:  Trailer Game 'River City Girls 2' Ungkap Pemeran Jepang

5. Echoes of Mana Dirilis Musim Semi Berikutnya Untuk Ponsel

Waralaba Mana telah mengalami kebangkitan akhir-akhir ini, berkat judul-judul seperti Trials of Mana dan remaster dari Legend of Mana. Dan Square-Enix belum selesai dengan waralaba, karena mereka sedang mengerjakan judul seluler yang disebut Echoes of Mana.

Game ini akan berlatar dunia di mana semuanya telah hilang, dan protagonis mencoba memulihkan dunianya dengan melakukan perjalanan ke dunia yang berbeda, di mana dia akan bertemu dengan protagonis Mana dari game aslinya. Echoes of Mana tidak hanya mendapatkan tanggal rilis lain, tetapi mereka juga mengonfirmasi bahwa game tersebut akan diluncurkan pada musim semi mendatang.

4. Monster Hunter Rise Hadirkan Kolaborasi Ghosts ‘n Goblins dan Sonic The Hedgehog

Orang-orang telah menunggu berita tentang versi PC Monster Hunter Rise selama berbulan-bulan, dan akhirnya mereka mendapatkannya di TGS. Monster Hunter Rise hadir di PC pada 12 Januarith, dengan Sunbreak keluar di Musim Panas untuk Nintendo Switch dan gamer PC. Namun yang tak kalah menarik adalah Capcom melanjutkan kolaborasinya dengan menambahkan crossover dengan serial populer Ghost ‘n Goblins: Resurrection.

Pemain akan bisa menjadi Arthur dengan mengenakan baju besinya, dan pisau mereka akan menjadi tombak saat dilempar. Sementara itu, kolaborasi Sonic the Hedgehog masih menjadi misteri, tetapi fakta bahwa Capcom rela membiarkan franchise mereka bersenang-senang seperti ini sungguh menakjubkan.

3. King of Fighters XV Memperkenalkan Karakter K' dan Isla

SNK mengumumkan akan menunda King of Fighters terbaru hingga 2022 di awal tahun, tetapi itu hanya berarti mereka diberi lebih banyak waktu untuk memberi setiap karakter perhatian yang pantas mereka dapatkan. Mereka terus mempromosikan game sejak penundaannya, setiap minggu menawarkan setidaknya satu trailer baru untuk orang-orang.

Tokyo Game Show memperkenalkan karakter lama K' dan baru karakter Isla ke dalam game. Sutradara Eisuke Ogura telah mengkonfirmasi bahwa Isla akan menjadi bagian utama dari alur cerita game ini bersama Shun'ei, jadi mungkin, para pemain akan segera mendengar lebih banyak tentang dia.

2. Final Fantasy VII: First Soldier Akan Hadir November Ini

Final Fantasy VII popularitas besar adalah sesuatu yang sangat disadari oleh Square-Enix, itulah sebabnya mereka menciptakan Final Fantasy: First Soldier. Judulnya adalah game aksi battle royale yang berlatar di dalam Final Fantasy VII semesta. Di dalamnya, pemain berperan sebagai kandidat SOLDIER, bekerja di bawah Presiden Shinra.

Pemain bertarung satu sama lain dengan serangkaian kelas yang unik sambil juga melawan monster lain untuk menjadi yang terakhir bertahan. Diumumkan pada awal tahun, game ini sekarang memiliki tanggal rilis yang dikonfirmasi pada bulan November.

1. Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin Umumkan Demo Lain Dan Tanggal Rilis

Team Ninja dan Square-Enix telah bekerja sama untuk menghadirkan prekuel yang asli kepada para penggemar judul Final Fantas, dan itu adalah game yang paling banyak dibicarakan Square yang diumumkan sepanjang tahun. Ini dari pencipta NiOh, yang berarti pertempuran yang menantang dikombinasikan dengan banyak barang rampasan untuk menyesuaikan karakter.

Di acara itu, protagonis keempat permainan telah dikonfirmasi serta berita bahwa pemain akan berperan sebagai Garland, penjahat dari judul Final Fantasy asli. Demo kedua telah tersedia bersamaan dengan pengumuman bahwa game tersebut akan dirilis pada 18 Maret.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x