News
Review Redmi Band Indonesia, Lebih Hemat, Banyak Fitur? Sikat!
GwiGwi.com – Redmi Band, hmm, buat apa ada turunannya lagi kalau Xiaomi dah punya Mi Band? Welp sepertinya inilah saingan terbesar dari Realme Band.
Unboxing dan Build Quality
Mulai dari unboxingnya yah. Dusnya simple banget, dengan mayoritas tulisan bahasa mandarin dengan beberapa fitur tipikal smart band seperti sports mode, heart rate tracker, dan phone notification. Kalau kita unboxing, Ini salah satu unboxing paling simple. Cuman ada Redmi Bandnya dan Buku petunjuknya tok. Bandnya sendiri dibungkus dalam plastik dan ketika kita buka, yaudah langsung smart bandnya aja.
Out of the box keliatannya layarnya cukup besar, dengan 1 navigation button ditengah, strap rubber, dan ada EPG Heart Rate Monitor dibawahnya. Rubber strapnya terasa cukup solid, tapi seperti kebanyakan strap smart band, bahannya biasa aja, ga terlalu premium. Lubang strapnya cukup banyak, dan bisa kalian manfaatkan sesuai bentuk lingkar tangan kalian. Namun sayangnya, mengencangkan bucklenya aga sulit ke karetnya yang masih keras dan belom lentur ini.
Strapnya bisa dilepas, dan di sisi yang tepat, akan memperlihatkan chargernya yang berbentuk USB 2.0. Cara pengisian daya seperti ini memang menjadi favorit smart band yang punya harga cukup affordable, dan menurut gw is a good thing. Mempermudah kita kalau mau charge, cukup pakai batok charger USB yang kita udah punya, atau tinggal colok ke powerbank. Jadi tidak repot bawa kabel tambahan. Oh yah, untuk menyalakannya, perlu mencolok Redmi Bandnya ke Powerbanknya untuk pertama kali yah.
Untuk menguhubungkannya, sayangnya kita butuh aplikasi yang belum ada di Indonesia yaitu Xiaomi Wear. Aplikasi ini juga yang dipakai untuk menghubungkan Xiaomi Wear Watch yang juga belum masuk ke Indonesia. Pada awalnya, Redmi Band ini akan memiliki bahasa Mandarin, tetapi jika sudah terhubung dan diupdate melalui aplikasi Xiaomi Wear, bahasanya akan langsung berubah ke Bahasa Inggris.
Spesifikasi dan Fitur
Oke soal spesifikasi, Redmi Band memiliki layar TFT 1.08inci, baterai 140mAh up to 14 hari dalam 1 kali full charge, Heart Rate Monitor, Bluetooth 5.0 BLE dan memiliki kemampuan waterproof hingga 5 ATM. Yang paling gw suka banget adalah layarnya yang sudah touchscreen yang berarti navigasi jauh lebih mudah daripada menggunakan capacitive navigation buttonnya di tengah. Selain itu, untuk mendapatkan full charge, hanya dibutuhkan maksimal 2 jam saja, untuk bisa memakainya hingga kurang lebih 14 hari.
Namun kalau secara fitur, yah Redmi Band ini tidak jauh berbeda dengan smart band kebanyakan. Smart Band ini memiliki sports mode, yang bisa diaktifasikan sesuai kebutuhan, heart rate monitor yang lumayan akurat, waterproof, memiliki beragam watchface yang bisa dipilih dari aplikasi xiaomi wear, dan menampilkan notifikasi. Dari semua itu, yang cukup menarik adalah banyaknya pilihan watchface, yang jarang ditemukan di smart band lainnya yng watchfacenya terbatas. Beberapa watchface pun terlihat menarik dan bukan murahan seperti contohnya gambar karakter yang sepertinya dari game online di china.
Bukan cuman itu aja, ada 1 fitur yang simple, tapi sudah sangat membuat gw memilih Redmi Band dibandingkan yang lainnya yaitu touchscreen. Layarnya memang cuman 1.08 inci, tapi penggunaan touchscreen terasa lebih praktis, dan lebih efisien dibandingkan memggunakan tombol kapasitif. Kualitas TFT Displaynya juga jauh lebih padat sehingga tampak visualnya jauh lebih rapi dan nyaman dipandang.
Opsi menu yang bisa diakses juga beragam dari status aktivitas, heart rate monitor, excersise, weather, notifications dan menu tambahan lainnya di more. Disini memang terlihat bahasa inggris walau redmi band belum bersifat global launch, tapi bahasa akan otomatis berubah jika sudah menggunakan xiaomi wear yang terbaru.
Selain itu yang sangat gw sukai adalah adanya music control yang pastinya mempermudah penggantian lagu yang didengar jika saat berolahraga.
Kesimpulan
Overall, Redmi Band terlihat lebih matang daripada kebanyakan smart band yang tersedia dipasar. Saingan terdekatnya pun, Realme Band, bisa dibilang kalah telah dibandingkan Redmi Band ini. Saingan terdekatnya malahan ada di Mi Band 4. Redmi Band punya fitur umum yang ada di smart band pada umumnya, namun dibalut dengan lebih manis dan optimal jika dibandingkan kebanyakan smart band lainnya seperti aplikasi yang mudah digunakan, touch screen, music control, notification, dan lainnya. Walau demikian, redmi band memiliki desain yang kaku, dan terlalu tebal untuk kebanyakan orang, mungkin ga semua sih.
Lalu berapa harganya? Saat gw membeli Redmi Band ini melalui Tokopedia, gw menebusnya dengan harga 250rb saja. Dan inilah kenap gw langsung jatuh cinta. It’s the best bang for your buck banget.
Jadi, pilih Redmi Band, Mi Band 4, atau Realme Band? Yah balik lagi, itu sesuai preferensi kalian, but to be honest, Redmi Band berada ditingkat atas, dari kebanyakan smart band.
Sekian dulu untuk unboxing dan review kali ini, jangan lupa untuk Subscribe, Like dan Comment kalau kalian punya pertanyaan, dan aktifkan lonceng notifikasi biar kalian selalu terupdate dengan video baru kita berikutnya. Have a nice day, Fery signing out! Bye!
Video Review Redmi Band
News
Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks
www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.
Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.
Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.
Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.
Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.
Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.
Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.
Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.
Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.
Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.
News
Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar
www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.
Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.
Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.
Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.
Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.
Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.
Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.
Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.
Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.
Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.
Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks








