Connect with us

Gaming

Review Nintendo Switch – Console Tidak Biasa Dari Nintendo

Published

on

GwiGwi.com – Nintendo dikenal dengan pendekatan uniknya terhadap setiap generasi konsol mereka namun, Nintendo Wii U terlalu membingungkan untuk dinikmati banyak orang. Keberadaan Gamepad pada Wii U tidak memberikan kejelasan karena ternyata perangkat ini bukan perangkat portable yang bisa digunakan dimana saja, melainkan harus dipasangkan dengan “otak” utama Wii U. Namun ini semua berubah dan telah di-Switch (ganti) dengan diluncurkannya Nintendo Switch. Nintendo mengakui bahwa Switch ini terinspirasi dari console mereka yang sudah pernah dirilis sebelumnya seperti NES (Nintendo Entertainment System)Nintendo 3DS, dan juga salah satu hits console yang memperkenalkan motion control untuk pertama kalinya, Nintendo Wii. Keungulan masing-masing konsol kemudian diimplementasikan kedalam Nintendo Switch, membuat Switch ini menjadi console yang tidak biasa. Konsol ini dirilis pada 3 Maret 2017 lalu sehingga review ini sangatlah terlambat karena Editor yang berurusan dengan console ini sedang diluar negri (*ehem* saya sendiri). Seperti apa lengkapnya Nintendo Switch ini? Yuk kita simak reviewnya~

Nintendo Switch merupakan konsol Nintendo yang menonjolkan kemampuannya untuk berada dimana saja, sehingga dinamakan Switch atau dalam bahasa Indonesia kita bisa translasi menjadi mengubah, atau mengganti. Keunggulan Switch adalah kemampuannya untuk menjadi full-fledge home console saat disandingkan dengan dock yang diikutsertakan dalam paket penjualannya, dan kemudian bisa di un-dock dan kini berubah menjadi portable console yang terdiri juga dari 2 mode yaitu Handheld-Mode, dan juga Table-Top Mode. Untuk review ini, kita lebih memfokuskan untuk portabilitasnya (padahal sebenarnya sih dock sama joy-con grip-nya ketinggalan *teehee*).

Apa saja yang didapatkan dalam Box Nintendo Switch?

  1. Nintendo Switch Main-Console
  2. 2 Joy-Con controllers (kiri dan kanan)
  3. 2 Joy-Con straps (bisa ditukar kiri kanan)
  4. Joy-Con Grip
  5. Nintendo Switch Dock
  6. HDMI Cable
  7. USB-C Wall Charger (AC Adaptor)

This slideshow requires JavaScript.

Hardware specs dan design yang Unik

Diatas kertas, spesifikasi Nintendo Switch mungkin tidak sememukau Playstation 4 dan Xbox One (terutama Xbox One X) yang sama-sama merupakan home console. Dibekali dengan SoC (System on ChipNvidia Tegra X1 yang juga digunakan oleh Nvidia Shield TV dan Google Pixel C, memang membuat Nintendo Switch terlihat underpowered apalagi dengan saingannya yang sangat berfokus pada jumlah Teraflops yang tinggi. Akan tetapi, ini bukan masalah karena Nintendo sudah pernah menyatakan bahwa mereka tidak mengincar performa yang WOW seperti 4K dan HDR yang digadang-gadang menjadi “next feature of gaming consoles” terlihat dari bagaimana PS4 Pro dan Xbox One X sangat gencar mempromosikan ini.

RAM yang digunakan oleh Switch adalah RAM besutan Samsung, LPDDR4 dengan bandwith 25.6GB/s. Jadi intinya apa dari specs ini? Well, intinya Nintendo Switch memiliki tenaga yang cukup ampuh dari segi RAM yang hampir setara dengan PS4 biasa (Slim/Phat) yang sama-sama 4GB juga. Namun, hingga saat ini performa yang paling terlihat hanyalah bagaimana Nintendo Switch tidak lag saat digunakan terutama dalam transisi multitasking.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, model Nintendo Switch ini cukup unik. Dengan form-factor menyerupai Tablet yang banyak ditemukan dipasaran. Bentuk yang diperkenalkan-pun sangatlah familiar karena menyerupai WiiU Gamepad. Dengan layar ukuran 6.2  inci, dimana slate atau bagian tabletnya berukuran 6.7×3.9×0.6 inci, dan saat Joy-Con dipasangkan ukurannya menjadi 9.4×4.1×1 inci membuat ukuran Switch sebenarnya cukup compact. Terlebih lagi, layar Switch terlihat lebih terang dan lebih baik dibandingkan dengan WiiU Gamepad. Display yang ditampilkan saat mode portable (Handheld ataupun Table-Top) beresolusi 720P dengan dimensi 1280x720p dengan kerapatan pixel 236PPI. Walau jauh diabandingkan standar display sekarang yang mulai dari 300PPI hingga 400+PPI, hal ini bukanlah sesuatu yang buruk bagi Switch. Saat dipasangkan ke Dock-nya, display yang dapat dikeluarkan menjadi 1080p dan sisahnya tergantung layar TV atau monitor yang digunakan.

This slideshow requires JavaScript.

Pada bagian atas, kita dapat menemukan Power Button, Volume Rocker, 3.5mm Headphone JackExhaust Fan, dan Game Card Slot. Cukup simple dan rapih untuk konsol portable ini, dan ya, konsol ini membutuhkan exhaust fan untuk mengeluarkan panas yang dihasilkan saat bermain yang nantinya akan dibahas lebih lanjut. Di bagian bawah, kita dapat menemukan power port yang menggunakan model USB Type-C, yang tentunya membuat banyak orang bahagia karena menggunakan colokan yang bisa dibilang cukup umum walau Type-C masih tergolong baru. Pada bagian kiri kanan, kita dapat menemukan railing yang digunakan untuk menahan Joy-Con Controller. Pada bagian belakang, kita disambut dengan Logo Nintendo Switch berwarna putih dan cukup besar, kickstand yang sedikit “aneh”, dan lokasi slot MicroSD yang lebih “aneh” lagi. Slot MicroSD ini dapat terjaga saat kickstand ditutup, namun akan terekspose saat kickstand dibuka. Namun ini bukan masalah karena slot MicroSD ini sejauh ini cukup aman. Bagian depannya, cukup simpel, kita disuguhkan panel Capacitive Touchscreen berukuran 6.2 inci, 2 audio speaker dan juga sepertinya sebuah IR Receiver.

Secara ketebalan, sebenarnya Nintendo Switch memiliki ketebalan yang tidak terlalu tipis, namun juga tidak terlalu tebal. Jika dibandingkan dengan ketebalan dari hp saya Xiamo Redmi Note 4, sebenanrnya cukup sleek. Berikut adalah komparasi keduanya.

This slideshow requires JavaScript.

Joy-Con, pusat kendali Nintendo Switch

This slideshow requires JavaScript.

 

Joy-Con mungkin adalah salah satu kontroller yang “penuh banget” tapi berukuran sangat kecil. Di dalam Joy-Con ini terdapat HD Rumble yang di-claim oleh Nintendo sebagai inovasi dalam model Rumble yang ada di kontroller sekarang. Maksud dari HD Rumble ini dapat dijelaskan lebih mudah melalui contoh seperti kita dapat mengetahui jumlah es batu dalam sebuah gelas karena getarannya memberikan “perkiraan” tentang isinya. Selain itu, Joy-Con sebelah kanan memiliki NFC yang digunakan sebagai “penghubung” dengan Amiibo yang dikeluarkan oleh Nintendo. Secara spesifikasi, controller sebelah kanan 2.8 gram lebih berat karena adanya IR Camera. IR Camera ini digunakan agar kontroler bisa membaca bentuk contohnya seperti bentuk tangan saat bermain jan-ken-pon. Kedua Joy-Con yang didapat oleh 1 konsol, dapat digunakan bersamaan, atau terpisah memungkinkan gameplay single-player maupun dual-player dari 1 device secara default.

This slideshow requires JavaScript.

Aksesori tambahan untuk Joy-Con yang telah disediakan dari Nintendo adalah Joy-Con Strap dan Joy-Con Grip. Joy-Con Strap berfungsi sebagai penjaga agar Joy-Con tidak “terbang” saat kita sedang asik bermain game yang intensif seperti ARMS contohnya. Selain itu, strap ini memberikan Grip tambahan dan mempermudah menekan tombol ZL dan ZR. Joy-Con Grip biasanya digunakan saat hendak bermain dalam mode Dock. Grip ini meningkatkan ergonomi dari Joy-Con sehingga lebih terasa seperti kontroler pada umumnya.

Baca Juga:  Xiaomi Redmi 7A Indonesia Full Review

Joy-Con pertama yang dikeluarkan Nintendo memiliki 2 pasang kombinasi, dengan total 3 warna yaitu 1 pasang Grey Controller, atau 1 pasang Neon Controller yang terdiri dari sebuah controller warna merah, dan 1-nya lagi berwarna biru. Kedepannya, Nintendo berencana mengeluarkan beragam warna lainnya untuk Joy-Con ini sendiri dimana salah satu warna yang sudah dirilis berwarna kuning neon.

3 Mode – Docked, Handheld, dan Table-Top Mode

This slideshow requires JavaScript.

Dalam mode Docked, Switch akan menjadi layaknya home console seperti PS4 dan Xbox One. Melalui dock bawaannya, Switch mampu menampilkan hal yang sama dengan saat menjadi mode portable. Selain itu melalui docknya, banyak hal yang sesungguhnya potensialnya dimiliki Nintendo Switch seperti menghubungkan keyboard untuk membantu mengetik, dan juga USB to Ethernet untuk memudahkan koneksi internet yang lebih stabil. Beberapa aksesoris pun kemungkinan akan diperkenalkan nantinya selama usia Nintendo Switch.

This slideshow requires JavaScript.

Handheld Mode kemungkinan adalah mode yang akan paling sering digunakan dari Nintendo Switch ini. Mode ini membuat Nintendo Switch berbentuk portable seperti konsol portable dari salah satu perusahaan elektronik Sony melalui Playstation Vita. Akan tetapi, ukuran Switch ini jauh lebih besar dengan layarnya yang berukuran 6.2 inci, dibandingkan Vita yang hanya 5 inci. Dalam genggaman, akan sangat terasa betapa besarnya Nintendo Switch ini, namun hal ini tidak mengganggu kenyamanan dalam menggunakan konsol ini karena ketika dicoba langsung, tetap saja terasa nyaman walau ukurannya yang besar.

This slideshow requires JavaScript.

Table-Top Mode adalah mode yang paling memungkinkan untuk sering digunakan saat ingin bermain dengan teman waktu pesta ataupun lagi kumpul-kumpul. Setiap switch dapat menampung 2 pasang Joy-Con atau secara total, dapat dimainkan oleh 4 orang. Saat terhubung dengan 1 Switch lagi, maka secara jumlah total, dapat memainkan game yang sama sebanyak 8-Player.

Software yang simple dan REGION FREE!

This slideshow requires JavaScript.

UI dari Switch bisa dibilang adalah salah satu interface paling simpel yang ada baik di portable ataupun home console. Walau sedikit mirip dengan interface yang dimiliki oleh PS4 dimana list game atau aplikasi yang ter-install akan dijajar memanjang kesebelah kanan dan kita bisa browsing semuanya dengan men-scroll ke kanan. Selain itu pada icon yang ada dibawah, secara sederhana menunjukan aplikasi sistem yang bisa kita akses. Pada bagian atas, kita akan disuguhkan user icon yang menunjukan account aktif kita pada Switch ini, dan di kanan ada penunjuk jam, koneksi internet, dan juga indikator baterai.

Nintendo eShop kembali hadir sebagai platform penjualan game atau aplikasi secara digital oleh Nintendo. Namun, perlu diketahui bahwa hingga saat ini belum ada eShop untuk area Asia Tenggara sehingga kita akan bergantung pada region lain. Eits, tapi tenang saja, kali ini masalah region tidak akan serumit 3DS dimana tiap konsol memiliki ID Region masing-masing. Nintendo Switch menghilangkan Region-Lock yang menjadi suatu keterbatasan fans Nintendo 3DS selama beberapa tahun. Melalui region free ini, pemilik Nintendo Switch dapat berpindah region dari account yang sama, dan membeli game yang berasal dari Region berbeda (contohnya game-game exclusive yang hanya ada di Jepang). Selain secara digital, Switch sendiri tidak ada kunci region sama sekali sehingga pemilik Switch bebas menggunakan catridge region manapun sehingga mengimpor game fisik dari negara berbeda pun terasa lebih worth it.

Kelemahan Nintendo Switch 

Tentunya Nintendo Switch tidak perfect terutama ini merupakan model pertama dari Generasi ke-7 dari Nintendo. Beberapa masalah yang sudah banyak beredar di Internet adalah banyaknya hardware failure, ataupun body dari Switch yang sangat rentan tergores, bahkan layar yang tergores oleh dock-nya sendiri. Selain itu beberapa yang banyak dibahas juga adalah Joy-Con sebelah kiri yang de-sync atau koneksi internet yang sulit tersambung saat digunakan.

Akan tetapi, pada device Switch yang dipakai untuk review ini, belum ditemukan masalah sefatal yang sudah beredar luas di Internet. Salah satu dugaan yang saya bisa tebak adalah bedanya sumber Switch yang didapatkan. Banyaknya Switch yang bermasalah, jika ditelusuri adalah Switch yang berasal dari region US ataupun AU. US banyak mengalami hardware failure terutama saat dipakai untuk memainkan Zelda : Breath of the Wild yang merupakan launch title Switch yang mendapatkan banyak pujian. Switch akan freeze dan crash. Pada beberapa kejadian-pun Nintendo Switch yang bersangkutan tidak dapat digunakan kembali. Hal ini tidak ditemukan pada device yang saya review yang merupakan device yang berasal dari region JP atau Jepang. Mungkin ini hanya intuisi, atau saya memang lucky untuk tidak menemukan masalah ini.

Kesimpulan

Nintendo Switch memperkenalkan dunia baru dalam bermain game. Form factor yang unik, dan juga gameplay yang variatif yang dapat dibangun dari model Switch adalah sebuah janji yang sangat menggiurkan yang dapat ditawarkan oleh Nintendo. Selain itu, dengan adanya bumbu-bumbu dari konsol Nintendo yang meraih sukses membuat Nintendo Switch memiliki kesan nostalgia didalam cangkang yang baru. Walau kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan powerhouse home console seperti PS4 dan juga Xbox One, Switch memiliki nilai lebih tersendiri yang bisa menutupi itu.

Jadi apakah Nintendo Switch layak dimiliki? Jawabannya ya dan tidak. Bagi para penggemar Nintendo, pastinya Switch menjadi konsol wajib dimiliki dan layak dinikmati secara sepenuhnya terutama dalam mode portable. Lalu mengapa tidak? Tidak karena Switch sendiri sebenarnya masih belum sempurna dan walau sudah “delay” beberapa kali selama dikenal sebagai NX, Switch belum bisa memaksilkan potensinya secara kesuluruhan. Selain itu, price point yang cukup tinggi serta keterbatasan stock membuat Switch menjadi tidak begitu ramah untuk dimiliki oleh semua gamer.

Namun demikian, Nintendo Switch menunjukan kesempatan yang sangat besar untuk Nintendo kembali menguasai dunia portable mengingat sulitnya untuk membangkitkan kembali PS Vita di area barat seperti US dan EU. Hal ini membuat Switch menjadi salah satu best selling console 2017 dan juga inovasi yang unik yang dibawa oleh dunia teknologi pada tahun 2017 dimana inovasi hardware sudah mulai berkurang.

Sekian review dari konsol terbaru Nintendo, yaitu Nintendo Switch. Bagaimana menurut kalian Gwiples? Silahkan diskusikan di komen dibawah yah~ dan sampai jumpa di review berikutnya!

FSP signing out~

This slideshow requires JavaScript.

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: fsp@giwgwi.com.

PC gaming

Steam Summer Sale 2019 dimulai! siapkan dompet kamu

Published

on

By

GwiGwi.com – Mengawali musim panas ini, platform distribusi digital besutan Valve Corporation, Steam, mengadakan ‘Steam Summer Sale 2019’ yang merupakan gelaran tahunan setiap kali musim panas. Gelaran kali ini berlangsung mulai 25 Juni hingga 9 Juli 2019.

Dilansir dari polygon.com, harga yang ditawarkan untuk setiap permainan bervariasi, tergantung dari apakah itu merupakan permainan lama atau baru, hingga apakah itu merupakan permainan yang berasal dari waralaba blockbuster, atau merupakan permainan yang berasal dari pengembang indie. Yang jelas, kisaran diskon yang ditawarkan berkisar dari hanya di bawah 5 persen, hingga yang terbesar yaitu lebih dari 90 persen.

Bagi kamu yang sebelumnya telah menargetkan sale ini untuk mendapatkan game incaran kamu dengan harga miring, momen ini adalah momen yang tepat bagi kamu.

Namun bila ternyata harga yang ditawarkan berada di luar kemampuan kamu, kamu dapat permainan serupa yang sesuai dengan kocek atau menunggu gelaran diskon selanjutnya berlangsung.

Baca Juga:  Nubia Red Magic 3 Indonesia Unboxing & Top Features

Steam Summer Sale bukanlah satu satunya gelaran diskon yang diadakan oleh Steam. Dilansir dari pcgamer.com, masih ada beberapa gelaran lain yang bisa anda ikuti, di antaranya adalah Steam Halloween Sale 2019 yang kemungkinan akan digelar pada Kamis 24 Oktober 2019, Steam Black Friday/Autumn Sale 2019 yang kemungkinan akan dilangsungkan para Rabu 20 November 2019, dan Steam Winter Sale 2019 yaitu pada Kamis 19 Desember 2019.

Steam Summer Sale sendiri seharusnya merupakan gelaran kedua pada 2019 yang diadakan setelah Steam Spring Sale 2019 yang diadakan pada Kamis 23 Mei 2019 lalu. Namun karena alasan yang tidak diketahui, gelaran itu tidak dilaksanakan.

Continue Reading

Mobile Gaming

Asphalt 9 Legends: Pembaruan Musim Panas, Pembaruan Terbaru Untuk iOS dan Android

Published

on

By

GwiGwi.com – Asphalt 9 Legends, Game balap terbaik dari Gameloft merilis pembaruan terbaru untuk musim panas ini untuk iOS dan Android dan menyusul di Windows, menghadirkan 5 mobil super yang menakjubkan dan 2 mega event – termasuk jenis acara baru dan menarik yang akan diaktifkan kemudian di Musim Panas.

— MOBIL BARU —

LaFerrari Aperta

Diluncurkan untuk menandai ulang tahun ke-70 merek ini, LaFerrari Aperta adalah model seri khusus edisi terbatas. LaFerrari Aperta adalah mobil Kelas A teratas dan open-top paling kuat di Asphalt 9: Legends.

Porsche 911 Targa 4S

Dengan tampilan apik, kesenangan terbuka-atas, dan penanganan 911, Porche 911 Targa 4S menghadirkan lebih banyak sensasi di udara terbuka untuk balapan Anda. Porche 911 Targa 4S adalah entri Kelas D dalam Asphalt 9: Legends.

Ginetta G60

Ginetta G60 yang kokoh namun kuat dengan kontrol yang sangat ketat pada tubuhnya, adalah model pertama dari Ginetta, produsen mobil Inggris. Mobil Kelas D lain yang terbukti bermanfaat di acara mendatang.

Baca Juga:  Nubia Red Magic 3 Indonesia Unboxing & Top Features

Ferrari 812 Superfast

Diciptakan sebagai “Yang tercepat dan paling kuat” oleh pabrikan Italia, Ferrari 812 Superfast memadukan kinerja ekstrem dengan siluet ramping.

Koenigsegg Jesko

Diluncurkan di GENEVA MOTOR SHOW 2019, Koenigsegg Jesko adalah model terbaru dari pabrikan Swedia, binatang buas yang sekarang terkenal dengan kecepatan tertinggi 300 MP / H.

 

— ACARA BARU —

ACARA KHUSUS LAFERRARI APERTA

Dari 22 Juni hingga 18 Juli 2019, pemain Asphalt di seluruh dunia akan bersaing dalam serangkaian acara untuk membuka konversi tercepat, LA Ferrari Aperta.

MEGA EVENT

Datang akhir musim panas ini, ACARA MEGA dengan narasi yang terinspirasi oleh beberapa film paling populer abad ini akan membawa pemain dalam petualangan yang liar dan berbahaya.

Ingin tahu lebih banyak? Kami sedang mengerjakan kampanye pemasaran yang sangat keren untuk menggoda dan memperkenalkan acara baru ini, jadi nantikan info lebih lanjutnya segera, dan kunjungi

Continue Reading

Mobile Gaming

Esports for Everyone – Road to PEC 2019 Siap Digelar Akhir Juni ini di Mega Bekasi Hypermall

Published

on

By

GwiGwi.com – “Esports for Everyone – Road to PEC 2019” adalah event pembukaan dari “Patriot Esports Championship 2019” yang akan diselenggarakan di akhir caturwulan ke 4 tahun 2019 ini. Acara “Esports For Everyone – Road to PEC 2019” sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 29 dan 30 Juni 2019 mendatang. Bertempat di Mega Bekasi Hypermall, Tournament yang bertujuan untuk memfasilitasi minat dan bakat para pemuda di Bekasi ini berhadiahkan total IDR 20.000.000,-

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah kota Bekasi melalui divisi Bekasi Keren ini, diselenggarakan untuk dapat memfasilitasi minat dan bakat para pemuda, khususnya yang ada di kota Bekasi, dalam bidang esports. Bekasi Keren sendiri merupakan campaign kota Bekasi yang menargetkan kalangan milenials, dengan tujuan menghadirkan sosok baru yang lebih fresh dan kekinian dari Kota Bekasi.

Berkolaborasi dengan Esports Ability Indonesia (EAI), PEC 2019 siap menghadirkan tournament yang ramah disabilitas. Selain itu juga untuk memberikan kesempatan bagi teman-teman berkebutuhan khusus untuk merasakan competitive scene di industry esports saat ini. Melalui event “Esports for Everyone – Road to PEC 2019” kami berharap dapat menghadirkan olahraga elektronik yang benar-benar dapat dinikmati semua kalangan penikmat game.

Tournament Mobile Legends Bang Bang dan PUBG Mobile

Acara “Esports for Everyone – Road to PEC 2019” menghadirkan 3 tournament, yaitu Mobile Legends Tournament, PUBG Mobile Tournament dan juga DotA 2 one by one tournament. Untuk Mobile Legends Bang Bang Tournament dan DotA 2 one by one tournament, pendaftaran peserta dibuka untuk umum dan juga teman-teman berkebutuhan khusus. Namun pada pertandingan PUBG Mobile, pendaftaran peserta hanya dibuka untuk teman-teman berkebutuhan khusus saja. Tentunya dengan penyesuain peraturan pertandingan agar semua pemain tetap nyaman ketika bertanding.

Baca Juga:  Keanu Reeves jadi bintang game Cyberpunk 2077, siap rilis April 2020

Untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi teman-teman berkebutuhan khusus, para anggota dari EAI pun turut terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan tournament. Beberapa fasilitas-fasilitas yang ramah terhadap disabilitas pun telah disiapkan, mulai dari Interpreter, MC hingga juri yang mumpuni. Bagi teman-teman yang berkeinginan untuk mengikuti tournament, dapat melakukan Pendaftaran dengan 2 cara, yaitu online melalui website PEC2019.Mobileague.id atau dengan cara COD di Econnection Space yang terletak di Mega Bekasi Hypermall lantai 3, Bekasi.

Selain pertandingan gim online, event ini juga turut mengundang teman-teman komunitas dari RGCI yang akan menghadirkan Retro Game Console Experience serta komunitas Game Developer Bekasi yang siap menampilkan hasil karya mereka yang dapat langsung dicoba di area event.

Dukungan berbagai pihak

Acara “Esports for Everyone – Road to PEC 2019” ini terselenggara atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari Bekasi Keren, Diskominfostandi Kota Bekasi, Dispora Kota Bekasi, Bekraf, Disparbud Kota Bekasi, Bekasi Keren dan Pemerintah Kota Bekasi. Fasilitas venue yang disediakan merupakan kerja sama dengan Mega Bekasi Hypermall dan Econnection Bekasi. Selain itu dukungan Langsung dari Moonton melalui Esports for Everyone Project serta IESPA sebagai induk dari organisasi olahraga elektronik di Indonesia juga sangat besar dirasakan.

Acara ini dipersembahkan oleh Komunitas Patriot Gamer, Wonderful Media, Achiko.co. mimopay dan Komunitas EAI sebagai wadah teman-teman gamer berkebuthan khusus. Serta tidak lepas juga dukungan dari para sponsor dan co-sponsor seperti; Coffee Sunyi, Hotel Golden Tulip, Kaos Instant, Digital Alliance, T-Force, LG Gaming Monitor.

Continue Reading

Trending