Connect with us

Gaming

Review Nintendo Switch – Console Tidak Biasa Dari Nintendo

Published

on

GwiGwi.com – Nintendo dikenal dengan pendekatan uniknya terhadap setiap generasi konsol mereka namun, Nintendo Wii U terlalu membingungkan untuk dinikmati banyak orang. Keberadaan Gamepad pada Wii U tidak memberikan kejelasan karena ternyata perangkat ini bukan perangkat portable yang bisa digunakan dimana saja, melainkan harus dipasangkan dengan “otak” utama Wii U. Namun ini semua berubah dan telah di-Switch (ganti) dengan diluncurkannya Nintendo Switch. Nintendo mengakui bahwa Switch ini terinspirasi dari console mereka yang sudah pernah dirilis sebelumnya seperti NES (Nintendo Entertainment System)Nintendo 3DS, dan juga salah satu hits console yang memperkenalkan motion control untuk pertama kalinya, Nintendo Wii. Keungulan masing-masing konsol kemudian diimplementasikan kedalam Nintendo Switch, membuat Switch ini menjadi console yang tidak biasa. Konsol ini dirilis pada 3 Maret 2017 lalu sehingga review ini sangatlah terlambat karena Editor yang berurusan dengan console ini sedang diluar negri (*ehem* saya sendiri). Seperti apa lengkapnya Nintendo Switch ini? Yuk kita simak reviewnya~

Nintendo Switch merupakan konsol Nintendo yang menonjolkan kemampuannya untuk berada dimana saja, sehingga dinamakan Switch atau dalam bahasa Indonesia kita bisa translasi menjadi mengubah, atau mengganti. Keunggulan Switch adalah kemampuannya untuk menjadi full-fledge home console saat disandingkan dengan dock yang diikutsertakan dalam paket penjualannya, dan kemudian bisa di un-dock dan kini berubah menjadi portable console yang terdiri juga dari 2 mode yaitu Handheld-Mode, dan juga Table-Top Mode. Untuk review ini, kita lebih memfokuskan untuk portabilitasnya (padahal sebenarnya sih dock sama joy-con grip-nya ketinggalan *teehee*).

Apa saja yang didapatkan dalam Box Nintendo Switch?

  1. Nintendo Switch Main-Console
  2. 2 Joy-Con controllers (kiri dan kanan)
  3. 2 Joy-Con straps (bisa ditukar kiri kanan)
  4. Joy-Con Grip
  5. Nintendo Switch Dock
  6. HDMI Cable
  7. USB-C Wall Charger (AC Adaptor)

This slideshow requires JavaScript.

Hardware specs dan design yang Unik

Diatas kertas, spesifikasi Nintendo Switch mungkin tidak sememukau Playstation 4 dan Xbox One (terutama Xbox One X) yang sama-sama merupakan home console. Dibekali dengan SoC (System on ChipNvidia Tegra X1 yang juga digunakan oleh Nvidia Shield TV dan Google Pixel C, memang membuat Nintendo Switch terlihat underpowered apalagi dengan saingannya yang sangat berfokus pada jumlah Teraflops yang tinggi. Akan tetapi, ini bukan masalah karena Nintendo sudah pernah menyatakan bahwa mereka tidak mengincar performa yang WOW seperti 4K dan HDR yang digadang-gadang menjadi “next feature of gaming consoles” terlihat dari bagaimana PS4 Pro dan Xbox One X sangat gencar mempromosikan ini.

RAM yang digunakan oleh Switch adalah RAM besutan Samsung, LPDDR4 dengan bandwith 25.6GB/s. Jadi intinya apa dari specs ini? Well, intinya Nintendo Switch memiliki tenaga yang cukup ampuh dari segi RAM yang hampir setara dengan PS4 biasa (Slim/Phat) yang sama-sama 4GB juga. Namun, hingga saat ini performa yang paling terlihat hanyalah bagaimana Nintendo Switch tidak lag saat digunakan terutama dalam transisi multitasking.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, model Nintendo Switch ini cukup unik. Dengan form-factor menyerupai Tablet yang banyak ditemukan dipasaran. Bentuk yang diperkenalkan-pun sangatlah familiar karena menyerupai WiiU Gamepad. Dengan layar ukuran 6.2  inci, dimana slate atau bagian tabletnya berukuran 6.7×3.9×0.6 inci, dan saat Joy-Con dipasangkan ukurannya menjadi 9.4×4.1×1 inci membuat ukuran Switch sebenarnya cukup compact. Terlebih lagi, layar Switch terlihat lebih terang dan lebih baik dibandingkan dengan WiiU Gamepad. Display yang ditampilkan saat mode portable (Handheld ataupun Table-Top) beresolusi 720P dengan dimensi 1280x720p dengan kerapatan pixel 236PPI. Walau jauh diabandingkan standar display sekarang yang mulai dari 300PPI hingga 400+PPI, hal ini bukanlah sesuatu yang buruk bagi Switch. Saat dipasangkan ke Dock-nya, display yang dapat dikeluarkan menjadi 1080p dan sisahnya tergantung layar TV atau monitor yang digunakan.

This slideshow requires JavaScript.

Pada bagian atas, kita dapat menemukan Power Button, Volume Rocker, 3.5mm Headphone JackExhaust Fan, dan Game Card Slot. Cukup simple dan rapih untuk konsol portable ini, dan ya, konsol ini membutuhkan exhaust fan untuk mengeluarkan panas yang dihasilkan saat bermain yang nantinya akan dibahas lebih lanjut. Di bagian bawah, kita dapat menemukan power port yang menggunakan model USB Type-C, yang tentunya membuat banyak orang bahagia karena menggunakan colokan yang bisa dibilang cukup umum walau Type-C masih tergolong baru. Pada bagian kiri kanan, kita dapat menemukan railing yang digunakan untuk menahan Joy-Con Controller. Pada bagian belakang, kita disambut dengan Logo Nintendo Switch berwarna putih dan cukup besar, kickstand yang sedikit “aneh”, dan lokasi slot MicroSD yang lebih “aneh” lagi. Slot MicroSD ini dapat terjaga saat kickstand ditutup, namun akan terekspose saat kickstand dibuka. Namun ini bukan masalah karena slot MicroSD ini sejauh ini cukup aman. Bagian depannya, cukup simpel, kita disuguhkan panel Capacitive Touchscreen berukuran 6.2 inci, 2 audio speaker dan juga sepertinya sebuah IR Receiver.

Secara ketebalan, sebenarnya Nintendo Switch memiliki ketebalan yang tidak terlalu tipis, namun juga tidak terlalu tebal. Jika dibandingkan dengan ketebalan dari hp saya Xiamo Redmi Note 4, sebenanrnya cukup sleek. Berikut adalah komparasi keduanya.

This slideshow requires JavaScript.

Joy-Con, pusat kendali Nintendo Switch

This slideshow requires JavaScript.

 

Joy-Con mungkin adalah salah satu kontroller yang “penuh banget” tapi berukuran sangat kecil. Di dalam Joy-Con ini terdapat HD Rumble yang di-claim oleh Nintendo sebagai inovasi dalam model Rumble yang ada di kontroller sekarang. Maksud dari HD Rumble ini dapat dijelaskan lebih mudah melalui contoh seperti kita dapat mengetahui jumlah es batu dalam sebuah gelas karena getarannya memberikan “perkiraan” tentang isinya. Selain itu, Joy-Con sebelah kanan memiliki NFC yang digunakan sebagai “penghubung” dengan Amiibo yang dikeluarkan oleh Nintendo. Secara spesifikasi, controller sebelah kanan 2.8 gram lebih berat karena adanya IR Camera. IR Camera ini digunakan agar kontroler bisa membaca bentuk contohnya seperti bentuk tangan saat bermain jan-ken-pon. Kedua Joy-Con yang didapat oleh 1 konsol, dapat digunakan bersamaan, atau terpisah memungkinkan gameplay single-player maupun dual-player dari 1 device secara default.

This slideshow requires JavaScript.

Aksesori tambahan untuk Joy-Con yang telah disediakan dari Nintendo adalah Joy-Con Strap dan Joy-Con Grip. Joy-Con Strap berfungsi sebagai penjaga agar Joy-Con tidak “terbang” saat kita sedang asik bermain game yang intensif seperti ARMS contohnya. Selain itu, strap ini memberikan Grip tambahan dan mempermudah menekan tombol ZL dan ZR. Joy-Con Grip biasanya digunakan saat hendak bermain dalam mode Dock. Grip ini meningkatkan ergonomi dari Joy-Con sehingga lebih terasa seperti kontroler pada umumnya.

Baca Juga:  Alter Ego Menangkan Turnamen Dota 2 di Ajang UniPin SEACA 2019!

Joy-Con pertama yang dikeluarkan Nintendo memiliki 2 pasang kombinasi, dengan total 3 warna yaitu 1 pasang Grey Controller, atau 1 pasang Neon Controller yang terdiri dari sebuah controller warna merah, dan 1-nya lagi berwarna biru. Kedepannya, Nintendo berencana mengeluarkan beragam warna lainnya untuk Joy-Con ini sendiri dimana salah satu warna yang sudah dirilis berwarna kuning neon.

3 Mode – Docked, Handheld, dan Table-Top Mode

This slideshow requires JavaScript.

Dalam mode Docked, Switch akan menjadi layaknya home console seperti PS4 dan Xbox One. Melalui dock bawaannya, Switch mampu menampilkan hal yang sama dengan saat menjadi mode portable. Selain itu melalui docknya, banyak hal yang sesungguhnya potensialnya dimiliki Nintendo Switch seperti menghubungkan keyboard untuk membantu mengetik, dan juga USB to Ethernet untuk memudahkan koneksi internet yang lebih stabil. Beberapa aksesoris pun kemungkinan akan diperkenalkan nantinya selama usia Nintendo Switch.

This slideshow requires JavaScript.

Handheld Mode kemungkinan adalah mode yang akan paling sering digunakan dari Nintendo Switch ini. Mode ini membuat Nintendo Switch berbentuk portable seperti konsol portable dari salah satu perusahaan elektronik Sony melalui Playstation Vita. Akan tetapi, ukuran Switch ini jauh lebih besar dengan layarnya yang berukuran 6.2 inci, dibandingkan Vita yang hanya 5 inci. Dalam genggaman, akan sangat terasa betapa besarnya Nintendo Switch ini, namun hal ini tidak mengganggu kenyamanan dalam menggunakan konsol ini karena ketika dicoba langsung, tetap saja terasa nyaman walau ukurannya yang besar.

This slideshow requires JavaScript.

Table-Top Mode adalah mode yang paling memungkinkan untuk sering digunakan saat ingin bermain dengan teman waktu pesta ataupun lagi kumpul-kumpul. Setiap switch dapat menampung 2 pasang Joy-Con atau secara total, dapat dimainkan oleh 4 orang. Saat terhubung dengan 1 Switch lagi, maka secara jumlah total, dapat memainkan game yang sama sebanyak 8-Player.

Software yang simple dan REGION FREE!

This slideshow requires JavaScript.

UI dari Switch bisa dibilang adalah salah satu interface paling simpel yang ada baik di portable ataupun home console. Walau sedikit mirip dengan interface yang dimiliki oleh PS4 dimana list game atau aplikasi yang ter-install akan dijajar memanjang kesebelah kanan dan kita bisa browsing semuanya dengan men-scroll ke kanan. Selain itu pada icon yang ada dibawah, secara sederhana menunjukan aplikasi sistem yang bisa kita akses. Pada bagian atas, kita akan disuguhkan user icon yang menunjukan account aktif kita pada Switch ini, dan di kanan ada penunjuk jam, koneksi internet, dan juga indikator baterai.

Nintendo eShop kembali hadir sebagai platform penjualan game atau aplikasi secara digital oleh Nintendo. Namun, perlu diketahui bahwa hingga saat ini belum ada eShop untuk area Asia Tenggara sehingga kita akan bergantung pada region lain. Eits, tapi tenang saja, kali ini masalah region tidak akan serumit 3DS dimana tiap konsol memiliki ID Region masing-masing. Nintendo Switch menghilangkan Region-Lock yang menjadi suatu keterbatasan fans Nintendo 3DS selama beberapa tahun. Melalui region free ini, pemilik Nintendo Switch dapat berpindah region dari account yang sama, dan membeli game yang berasal dari Region berbeda (contohnya game-game exclusive yang hanya ada di Jepang). Selain secara digital, Switch sendiri tidak ada kunci region sama sekali sehingga pemilik Switch bebas menggunakan catridge region manapun sehingga mengimpor game fisik dari negara berbeda pun terasa lebih worth it.

Kelemahan Nintendo Switch 

Tentunya Nintendo Switch tidak perfect terutama ini merupakan model pertama dari Generasi ke-7 dari Nintendo. Beberapa masalah yang sudah banyak beredar di Internet adalah banyaknya hardware failure, ataupun body dari Switch yang sangat rentan tergores, bahkan layar yang tergores oleh dock-nya sendiri. Selain itu beberapa yang banyak dibahas juga adalah Joy-Con sebelah kiri yang de-sync atau koneksi internet yang sulit tersambung saat digunakan.

Akan tetapi, pada device Switch yang dipakai untuk review ini, belum ditemukan masalah sefatal yang sudah beredar luas di Internet. Salah satu dugaan yang saya bisa tebak adalah bedanya sumber Switch yang didapatkan. Banyaknya Switch yang bermasalah, jika ditelusuri adalah Switch yang berasal dari region US ataupun AU. US banyak mengalami hardware failure terutama saat dipakai untuk memainkan Zelda : Breath of the Wild yang merupakan launch title Switch yang mendapatkan banyak pujian. Switch akan freeze dan crash. Pada beberapa kejadian-pun Nintendo Switch yang bersangkutan tidak dapat digunakan kembali. Hal ini tidak ditemukan pada device yang saya review yang merupakan device yang berasal dari region JP atau Jepang. Mungkin ini hanya intuisi, atau saya memang lucky untuk tidak menemukan masalah ini.

Kesimpulan

Nintendo Switch memperkenalkan dunia baru dalam bermain game. Form factor yang unik, dan juga gameplay yang variatif yang dapat dibangun dari model Switch adalah sebuah janji yang sangat menggiurkan yang dapat ditawarkan oleh Nintendo. Selain itu, dengan adanya bumbu-bumbu dari konsol Nintendo yang meraih sukses membuat Nintendo Switch memiliki kesan nostalgia didalam cangkang yang baru. Walau kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan powerhouse home console seperti PS4 dan juga Xbox One, Switch memiliki nilai lebih tersendiri yang bisa menutupi itu.

Jadi apakah Nintendo Switch layak dimiliki? Jawabannya ya dan tidak. Bagi para penggemar Nintendo, pastinya Switch menjadi konsol wajib dimiliki dan layak dinikmati secara sepenuhnya terutama dalam mode portable. Lalu mengapa tidak? Tidak karena Switch sendiri sebenarnya masih belum sempurna dan walau sudah “delay” beberapa kali selama dikenal sebagai NX, Switch belum bisa memaksilkan potensinya secara kesuluruhan. Selain itu, price point yang cukup tinggi serta keterbatasan stock membuat Switch menjadi tidak begitu ramah untuk dimiliki oleh semua gamer.

Namun demikian, Nintendo Switch menunjukan kesempatan yang sangat besar untuk Nintendo kembali menguasai dunia portable mengingat sulitnya untuk membangkitkan kembali PS Vita di area barat seperti US dan EU. Hal ini membuat Switch menjadi salah satu best selling console 2017 dan juga inovasi yang unik yang dibawa oleh dunia teknologi pada tahun 2017 dimana inovasi hardware sudah mulai berkurang.

Sekian review dari konsol terbaru Nintendo, yaitu Nintendo Switch. Bagaimana menurut kalian Gwiples? Silahkan diskusikan di komen dibawah yah~ dan sampai jumpa di review berikutnya!

FSP signing out~

This slideshow requires JavaScript.

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: [email protected]

Gaming

Alter Ego Menangkan Turnamen Dota 2 di Ajang UniPin SEACA 2019!

Published

on

By

GwiGwi.com – Babak Grand Final UniPin SEACA 2019 untuk game Dota 2 akhirnya usai digelar di hari kedua. Turnamen Dota 2 ini mempertemukan 8 tim eSports profesional asal Indonesia dan luar negeri. 6 tim asal Indonesia yang ikut berlaga yakni Alter Ego, NGID M11, The Prime, PG. Orca, PG Barracx dan Boom Esports. 2 tim lainnya yang ikut meramaikan turnamen ini adalah Trigon Esports asal Filipina, dan Resurgence asal Singapura.

Tim PG. Orca sukses memasuki babak Final setelah berhasil mengalahkan tim Resurgence di semi-final. Disisi lain, tim Alter Ego yang berhasil menaklukan PG. BarracX, juga melaju ke babak akhir. Babak final turnamen Dota 2 UniPin SEACA 2019 ini digelar dalam format BO3 atau Best of Three. Di babak awal, PG. Orca berhasil menguasai jalannya permainan yang berujung pada kekalahan tim lawan. Lantas pada babak kedua, dewi fortuna nampaknya berpindah ke pihak lawan.

Ya, di babak ini giliran Alter Ego yang berhasil mengalahkan tim lawan, sehingga kini kedua tim mendapatkan poin yang seimbang. Masuk ke babak ketiga, PG. Orca yang tengah berjuang habis-habisan pada akhirnya tetap harus mengakui keganasan dari Alter Ego. Mereka berhasil mendominasi permainan dan tak memberi ampun ke tim berlogo Killer Whale tersebut. Alhasil, tim Alter Ego keluar menjadi juara turnamen Dota 2 UniPin SEACA 2019.

Baca Juga:  Alter Ego Menangkan Turnamen Dota 2 di Ajang UniPin SEACA 2019!

Di hari yang sama, pertandingan UniPin City League atau UCL yang melombakan game Free Fire juga telah mencapai puncak. Tim ONIC Olympus yang beranggotakan Rahmad Syahputra, Fahri, Abdul Aziz, dan Rezky Putra, berhasil mengumpulkan poin tertinggi sebesar 1345 poin, yang membuat mereka mendapuk gelar juara di turnamen ini.

Sedangkan di hari sebelumnya, gelaran UniPin Indomaret Championship atau UIC juga telah menemukan juaranya. Tim BOOM Cerberus berhasil mengumpulkan poin dengan jumlah yang cukup jauh dari tim lawan. Mereka berhasil meraup 1710 poin, sedangkan PMB Hyper Reborn yang berada diposisi kedua hanya berhasil mengumpulkan 1255 poin. Alhsail, BOOM Cerberus keluar menjadi juara di turnamen ini.

Setelah melahirkan beberapa pemenang, ajang UniPin SEACA 2019 masih akan terus berlanjut hingga hari Minggu, 10 November 2019. Di hari terakhir ini, turnamen kelas internasional tersebut akan menggelar babak Grand Final dari game PUBG Mobile, Free Fire dan Tekken 7. Selain itu, di hari terakhir ini juga akan digelar Closing Ceremony sekaligus Awarding Session untuk para pemenang turnamen UniPin SEACA 2019.

Continue Reading

Gaming

UniPin SEACA 2019 Lahirkan Tujuh Tim untuk Bertanding Turnamen eSports Dunia

Published

on

By

GwiGwi.com – Grand Final UniPin SEACA 2019 ditutup dengan melahirkan harapan yang besar dari para pegiat eSports untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta tersebut merupakan pertandingan turnamen eSports berskala internasional antar negara di Asia Tenggara.

Turnamen bergengsi ini telah mengorbitkan tujuh tim yang dapat mewakili Indonesia di mata dunia. Mereka diantaranya adalah pemenang turnamen Tekken 7, Chess Rush, UCL (UniPin City League) – Free Fire, UIC (UniPin Indomaret Championship) – Free Fire, Fun Match, Dota 2 dan PUBG Mobile.

Antusiasme para peserta sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari ramainya para pendukung tim atlet yang turut hadir dari berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya dari wilayah Jabotabek, tapi juga berasal dari kota-kota lainnya seperti Malang, Banjarmasin, Palembang, Bali, Makasar, Manado, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Surabaya, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Purwakarta, dan Gresik.

“UniPin SEACA 2019 berjalan sangat membanggakan, tingginya antusiasme penonton tampak jelas, terlebih saat pembukaan berlangsung,” kata Ketua Umum KONI Letjend (Purn) Marciano Norman pada saat kunjungan ke Balai Kartini, Minggu (10/11/2019).

Beliau juga berharap UniPin SEACA 2019 dapat menjadi contoh bagi para pihak terkait, dalam memajukan eSports Indonesia di mata dunia. “Kami berterima kasih kepada UniPin yang telah menginisiasi UniPin SEACA 2019. Semoga dapat melahirkan atlet eSports yang dapat membanggakan Indonesia di ajang internasional, tingkat Asean, Asia ataupun dunia,” kata Ketua Umum KONI. Harapan yang sama juga diperuntukkan pada seluruh pihak terkait, dalam rangka mendorong jumlah atlet eSports di Indonesia.

CEO sekaligus Co-Founder UniPin Ashadi Ang, menyampaikan harapannya agar para pemenang UniPin SEACA 2019 dapat direkrut oleh para tim profesional untuk regenerasi pemain mereka di masa yang akan datang. “Keberhasilan olahraga eSports merupakan tanggungjawab seluruh pihak, terutama pemerintah dalam hal pembinaan dan pembibitan para atlet”, ujar Ashadi. “UniPin SEACA 2019 menjadi modal awal bagi para atlit secara material, fisik maupun mental sebagai bekal merekasebelum maju di kancah internasional”, tambahnya. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Ashadi berharap hari ini, UniPin telah melahirkan banyak pahlawan eSports di tanah air yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia. Beliau berharap, pengorbanan dedikasi, komitment dan tekad yang besar akan membawa harkat dan martabat Indonesia di level internasional.

Baca Juga:  Alter Ego Menangkan Turnamen Dota 2 di Ajang UniPin SEACA 2019!

Babak grand final ini telah mempertandingkan sebanyak kurang lebih 464 peserta yang terbagi ke dalam 66 tim. Mereka memperebutkan total hadiah senilai Rp2,4 miliar. Dalam gelaran turnamen ini, turut dihadirkan pula kompetisi Cosplay yang berlangsung pada Sabtu (9/11/2019).

Tim ONIC Esports yang berhasil menyandang gelar Champion di ajang PUBG Mobile di UniPin SEACA 2019, menyatakan rasa gembiranya. “Senang banget sih, terutama buat kita semua dan sudah bisa ngangkat piala. Dan yang paling penting, usaha tidak akan mengkhianati hasil.” ungkap Matthew, salah satu anggota dari tim ONIC Esports.

“Dari segi production-nya sudah bagus, semua-semuanya bagus, bahkan hadiahnya besar pula. Ini adalah satu-satunya turnamen yang besar banget. Mantap!”, lanjut Matthew. UniPin Voucher Game Online dan UniPin eSports mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang meliput acara ini serta para sponsor diantaranya adalah Indomaret, Floridina, AMD Ryzen Radeon, Biznet, Loket.com, DXRacer, LinkAja, HOOQ, 9Lives, BCA, Logitech, dan MSI.

Continue Reading

Mobile Gaming

PUBG MOBILE 11.11 Player Festival – Buat tim 11.11 mu dan dapatkan bonusnya bersama!

Published

on

By

GwiGwi.com – Masih ingatkah kamu dengan siapa yang menemanimu tahun lalu di Sanhok? Bagaimana teammate mu ketika petama kali kamu merasakan Vikendi? Ajak teman – temanmu untuk PUBG MOBILE 11.11 Player Festival!

Event 1— Penghargaan harian yang diberikan oleh YouTuber dan Tim Esports

Dimulai dari tanggal 1st November sampai 11th November, setiap jam 10am, 2pm, 18pm, 22pm, buka PUBG MOBILE, pada halaman event 11.11 di event center, kamu bisa mengumpulkan hadiahmu dari YouTubers dan KOLs. Setiap 4 jam akan ada bonus baru yang lainya untukmu!

Event 2– Bentuk tim 11.11 mu!

Bentuk tim 11.11 mu! Akan ada 3 role yang berbeda dalam satu tim : Kapten, Pemain Aktif, dan Pemain Special; Salin code tim kamu dan bagikan kepada teman mu, mereka dapat bergabung pada tim kamu menggunakan kode tersebut.

Kamu bisa membuat tim sendiri atau bergabung dari ajakan temanmu.

Event 3— Dapatkan Point Value 11.11 mu!

Pada 8th November sampain 21th November, ketika kamu memiliki tim untuk 11.11,
misi harianmu akan muncul, dan setiap misi yang sudah selesai, semua tim akan mendapatkan kredit PV ( Point Value).

Baca Juga:  Alter Ego Menangkan Turnamen Dota 2 di Ajang UniPin SEACA 2019!

1. Kamu tidak perlu untuk melakukan misi tersebut dengan teman satu tim mu, kamu bisa menggunakannya sendiri atau dengan teman yang lainnya.

2. Credit dapat digunakan untuk me-redeem items di halaman bonus.

Misi

Misi Hadiah
Log in PUBG MOBILE 20 Credits
Team denga 4 pemain 30 Credits
Online 30 menit 30 Credits
Share 11.11 event 20 Credits
Gunakan 10UC 30 Credits
Gunakan 100UC 30 Credits

Teman satu tim mu akan mendapatkan credit potongan 40% ketika kamu menyelesaikan 1 misi.

Redeem Hadiah
30 Credits Silver Fragment
60 Credits Makanan Companion
50 Credits Kepala Kepiting(3 Days)
30 Credits Parasui Paus(1 Day)
100 Credits Topi Tomat(3 Days)
100 Credits Buggy off-Road(3 Days)
100 Credits Nutcracker-Pan(3天)
100 Credits Kupon Tokopedia

 

Event 4 –Surprising Lucky Draw

Giveaway terbesar yang pernah ada! PUBG MOBILE 11.11 menyiapkan Honda ADV 150, Smartphone, Tshirt Limited PUBG MOBILE untuk Player kami yang beruntung!
Setiap Lucky Spin akan menghabiskan 60 Credits, Lucky spin hanya akan dibuka pada 11th November!

Continue Reading
Advertisement SEACA 2019
Advertisement SGCC 2019
Advertisement Klikspot Yuki Matsuri Ticket
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending