Berita Anime & Manga
Review Nanatsu no Taizai Episode 2
Cerita dimulai dengan petualangan baru Meliodas di sebuah desa, tampak bar Boar Hat miliknya ini bisa berpindah tempat, bar ini berada diatas gumpalan rumput berbentuk babi yang bisa berjalan!!. Elizabeth, putri kerajaan yang kabur, diberi tugas menjadi pelayan di bar milik Meliodas selama dia bersamanya. Meliodas yang mesum ini memberikan seragam Maid seksi untuk Elizabeth berkerja.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/nanatsu-no-taizai-review-episode-2-gwigwi_zpsf476511e.jpg
Meliodas, sampai disebua desa, Bernia, yang katanya terkenal dengan araknya yang khas, sayangnya ditempat itu lagi dilanda bencana, tidak ada air yang biasa banyak ditemui. Sebabnya sebuah pedang sedang tertancap, yang mana pedang itu memberi sihir kepada sumber air. Pedang itu milik seorang ksatria suzi yang geram karena desa itu tidak membayar pajak dengan baik, sehingga dia menghujam pedang itu karena kesal. Pedang itu tidak akan bisa lepas selain sang kstaria itu, dan hanya akan dicabut ketika desa itu melunasi pajak mereka.
Singkat cerita Meliodas terlibat dalam hal ini, dia berusaha menolong desa ini, karena tidak sanggup melihat ketidakadilan yang berdampak kekeringan di desa itu. Meliodas dengan mudah mencabut pedang itu dan mengembalikan kejayaan desa itu. Hal ini tentu saja diketahui sang ksatria. Ksatria pun geram dengan mencoba menyerang jarak jauh dengan melempar tombak ke arah desa itu.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/nanatsu-no-taizai-review-episode-2-gwigwi-1_zps5337ba6c.jpg
Meliodas yang salah seorang 7DS yang hilang, merasakan serangan ini, sambil berpura-pura berbicara dengan Elizabeth, dia tampak menebak-nebak posisi tombak yang akan jatuh. Walaupun sempat merusak sebagian desa, tapi Meliodas masih dapat menangkap tombak itu dan mengembalikannya dengan melempar ke arah datangnya tombak, dan boom mengenai kerajaan tempat ksatria itu bernaung, tidak hanya kerajaan yang rusak, tetapi juga menrobek pipi sang ksatria. Akhir cerita mereka kembali melanjutkan petualangan untuk mencari anggotsa 7DS yang menghilang.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/nanatsu-no-taizai-review-episode-2-gwigwi-2_zpsaf4be02c.jpg
Kembali diepisode kita disajikan cerita yang mudah dipahami, dan mudah ditebak, dari awal melihat pedang yang tertancap, saya sudah yakin kalau Meliodas yang akan menariknya. Meliodas yang mesum bego lugu diepisode kali ini tetap saja melampiaskannya ke Elizabeth yang polos. Elizabeth pun sepertinya terima-terima saja apa yang dilakukan ke dirinya, karena dia juga mengidolakan 7DS. Walaupun tidak semesum episode 1, episode kali ini lumayan menghibur.
Serial Anime
Review The Exiled Heavy Knight Knows How To Game the System Episode 1: Awal Kisah Sang Heavy Knight yang Dibuang Keluarganya
Episode pertama The Exiled Heavy Knight Knows How To Game the System memperkenalkan dunia fantasi yang berpusat pada sistem kelas (class) yang menentukan masa depan setiap orang. Dengan premis reinkarnasi ke dalam dunia game, anime ini langsung menyuguhkan konflik yang menjadi awal perjalanan sang protagonis.
Cerita dimulai pada hari pemberkahan, sebuah upacara penting di mana setiap orang memperoleh kelas yang akan menentukan kemampuan serta perannya di masa depan. Sang protagonis, Edvan Elma, merupakan seseorang yang bereinkarnasi ke dalam dunia game tersebut. Berbekal pengetahuan dari kehidupan sebelumnya, Edvan memahami bagaimana sistem dunia itu bekerja dan mengetahui bahwa tidak semua kelas memiliki nilai yang terlihat dari penampilannya.
Edvan lahir sebagai putra keluarga bangsawan yang sangat menjunjung tinggi kelas Swordman. Karena itulah, keluarganya berharap ia akan memperoleh kelas tersebut dan menjadi pendekar hebat. Namun, harapan itu pupus ketika Edvan justru memperoleh kelas Heavy Knight, sebuah kelas bertipe tanker yang bertugas melindungi anggota party dari garis depan.

Di sisi lain, saudarinya berhasil mendapatkan kelas Swordman, sesuai dengan harapan keluarga. Perbedaan hasil pemberkahan tersebut membuat Edvan dipandang sebagai aib keluarga. Tanpa mempertimbangkan kemampuan sebenarnya dari kelas Heavy Knight, keluarganya memutuskan untuk mengusir Edvan dan membuangnya dari lingkungan bangsawan.
Meski mengalami pengkhianatan dari keluarganya sendiri, Edvan tidak kehilangan harapan. Berkat pengetahuannya mengenai dunia game yang kini ia tempati, ia mengetahui bahwa kelas Heavy Knight sebenarnya memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada anggapan kebanyakan orang. Hal inilah yang menjadi fondasi utama perjalanan Edvan untuk membuktikan bahwa kelas yang dianggap lemah justru dapat menjadi salah satu yang terkuat.

Episode pertama juga memperkenalkan Rubis Luce, seorang gadis yang memperoleh kelas Joker. Meski belum banyak mendapat sorotan, kehadiran Rubis diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Edvan. Hubungan keduanya diyakini akan berkembang seiring berjalannya cerita dan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan sang protagonis.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan sistem dunia, konflik keluarga, serta tujuan utama karakter utama dengan cukup jelas. Perpaduan tema fantasi, reinkarnasi, dan mekanisme RPG membuat cerita memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar anime bertema petualangan dan game.
Bagi yang ingin mengikuti kelanjutan kisahnya, anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game the System dapat disaksikan secara resmi melalui platform Crunchyroll.
Berita Anime & Manga
Review Film The Mandalorian and Grogu, Is this The Way?
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com – Sukses dari serial Disney+ nya, Abang Din Djarin alias Mandalorian (Pedro Pascal) bersama Grogu kali ini nongol di layar besar bioskop. Apakah bisa menyuguhkan petualangan yang lebih wah?
Mandalorian diminta Kolonel Ward (Sigourney Weaver) untuk menyetujui permohonan kembar Hutt. Kedua dedengkot kriminal gang Hutt itu meminta si pemburu hadiah untuk mencari Rotta (Jeremy Allen White) yakni anak dari si cacing legendaris trilogi orisinil Star Wars, Jabba The Hutt.
Plot sebenarnya tidak se straight forward kedengarannya dan masih memberikan surprise yang boleh lah menegangkan. Walau terasa episode tambahan saja dari serialnya.
Barangkali yang disayangkan, transisi ke layar lebar ini kurang dibarengi presentasi yang lebih sinematik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Konsep sinematografinya terasa tak jauh berbeda dengan di serialnya yang untuk layar kecil. Membuat petualangan ini sedikit terasa kurang epik.
Mungkin tujuannya memang menampilkan skala konflik yang lebih kecil tapi rasa low budget nya jadi berkesan sekali apalagi melihat dari layar lebar. Begitu pun spesial efek yang cukup sering terlihat kurang meyakinkan apalagi di paruh awal.
Penulis Dave Filoni (yang sekarang menjadi Presiden Lucasfilm) dan sutradara Jon Favreau, boleh jadi ahli dalam world building baik soal desain planet baru dan alien baru, tapi rasanya kurang menginjeksinya dengan karakterisasi yang unik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Rotta memiliki kontras yang menarik dengan Hutt lain yang doyan jadi jahat. Kalau saja ditampilkannya tak melulu dengan dia mengeksposisi situasi dan perasaannya layaknya sinetron, dan dengan cara yang lebih subtil.
Rasanya jadi paham kenapa James Gunn begitu komitmen dengan komedinya dan serial The Boys kerap memperlihatkan nyelenehnya; gunanya untuk menghidupkan adegan dan memberi keunikan. Sesuatu yang dibutuhkan THE MANDALORIAN AND GROGU untuk lebih memoles desain produksinya yang cakap.
Apabila tujuan film ini adalah menampilkan petualangan pulp sederhana yang seru dibumbui komedi, duo Mando dan Grogu sudah plek sekali cocoknya.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Namun rasanya mereka membutuhkan para karakter pendukung yang punya kepribadian kuat, unik dan menghibur lebih banyak lagi, juga ketegangan dan komedi yang lebih kental lagi.
Bila sudah demikian, mau berapa kali pun petualangan THE MANDALORIAN AND GROGU dirilis, meskipun tak banyak benang merah di antaranya, penonton boleh jadi masih akan wow dengan aksi keren Mando dan terpesona lucunya Grogu.
Untuk sekarang THE MANDALORIAN AND GROGU mungkin not exactly the way.
Berita Anime & Manga
Biblia Koshodou no Jiken Techou Resmi Diumumkan, Tayang 2027
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com –
Kabar menarik datang untuk penggemar cerita misteri bernuansa literatur. Light novel populer Biblia Koshodou no Jiken Techou atau The Case Files of Biblia Bookstore akhirnya resmi dikonfirmasi akan mendapatkan adaptasi anime dan dijadwalkan tayang pada tahun 2027.
Kisah ini berpusat pada toko buku tua yang menyimpan berbagai koleksi langka. Buku-buku kuno yang ada di sana bukan sekadar bacaan biasa, melainkan menyimpan rahasia dan misteri yang mampu menarik perhatian siapa pun yang terlibat. Setiap cerita menghadirkan kasus unik yang berkaitan dengan sejarah buku, membuat alurnya terasa berbeda dari anime misteri pada umumnya.
Adaptasi anime ini akan digarap oleh CloverWorks, studio yang dikenal lewat berbagai judul populer dengan kualitas visual yang solid.
Keterlibatan CloverWorks tentu menambah ekspektasi penggemar terhadap bagaimana suasana misterius dan hangat dari toko buku tersebut akan divisualisasikan dalam format anime.
Dari segi genre, anime ini mengusung kombinasi drama dan misteri. Ceritanya tidak hanya berfokus pada pemecahan kasus, tetapi juga menggali emosi karakter serta hubungan mereka dengan buku-buku yang menjadi pusat cerita. Pendekatan ini menjadikan Biblia Koshodou no Jiken Techou memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton yang menyukai kisah tenang namun penuh makna.
Hingga saat ini, detail lebih lanjut seperti tanggal rilis pasti, jumlah episode, maupun jajaran pengisi suara masih belum diumumkan. Meski begitu, pengumuman ini sudah cukup untuk membangun antusiasme, terutama bagi penggemar light novel aslinya.
Dengan premis unik yang memadukan dunia literasi dan misteri, anime ini berpotensi menjadi salah satu tontonan menarik saat perilisannya nanti. Jika digarap dengan baik, bukan tidak mungkin Biblia Koshodou no Jiken Techou akan menjadi salah satu anime misteri yang mencuri perhatian di tahun 2027.
-
Gaming4 weeks agoSILENT HILL: Townfall resmi umumkan tanggal rilisnya pada 24 September 2026 mendatang untuk PS5, Steam, dan Epic Games
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien
-
Gaming3 weeks agoRoad to Worlds! Kualifikasi Yu-Gi-Oh! World Championship Sudah Dimulai di Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Toy Story 5: Toys Vs Devices
-
Box Office1 week agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop5 days agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Serial Anime1 day agoReview The Exiled Heavy Knight Knows How To Game the System Episode 1: Awal Kisah Sang Heavy Knight yang Dibuang Keluarganya
-
Box Office10 hours agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda





