Connect with us

Berita Anime & Manga

Review: Kuroko no Basuke 3 Episode 4 (Episode 54)

Published

on

[alert-warning]Spoiler Alert! Read at your own risk[/alert-warning]

Maaf Anda Melihat Iklan

Gwigwi.com – Kembali lagi dalam Review Kuroko no Basuke 3. Episode 4 ini berawal saat Kagami baru saja bangun dari tidurnya. Sebentar lagi, timnya akan melawan Kaijou di semifinal Winter Cup. Tak berapa lama, terdengar suara seseorang di sebelah Kagami. Ternyata Alex tidur di sebelah Kagami dalam keadaan tanpa busana (huwat!?). Alhasil Kagami terkejut dan langsung membentaknya.

Beberapa lama setelah kejadian tadi, saat Kagami sarapan dengan Alex, Alex menanyakan persiapan Kagami untuk pertandingan nanti. Kagami pun memeriksa perlengkapannya tapi ternyata sol salah satu sepatu basketnya lepas.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/Sol%20sepatu_zps5k7tt8rz.jpg

Cerita beralih saat Aida Riko mengetahui sepatu Kagami yang rusak lewat telepon. Aida Riko langsung memarahinya, karena suaranya yang besar Kagami menjauhkan HP-nya dari telinganya. Aida Riko pun menutup Hp-nya. Tampaknya dari kata-kata Aida Riko tadi, ada seseorang juga yang mengalami hal yang sama dengan Kagami.

Kagami pergi ke pusat perbelanjaan bersama Kuroko yang kebetulan sepatunya rusak juga. Mereka masuk ke dalam toko sepatu dan berapa lama kemudian, mereka keluar. Kuroko tampaknya sudah membeli sepatu baru namun Kagami belum. Mereka pun mencari sepatu untuk Kagami di beberapa toko sepatu lain namun hasilnya nihil.

Kagami merasa sedikit putus asa, karena tidak ada sepatu yang pas untuk kakinya. Kuroko mengatakan bahwa kaki Kagami terlalu besar. Setelah berbincang sebentar, Kagami baru menyadari bahwa mereka sedang berada di depan toko sepatu, dia pun masuk ke dalamnya. Saat Kagami sedang menaiki tangga, tiba-tiba ada seseorang melompat ke arahnya lalu melakukan salto melewati kepalanya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/Salto_zpsnhzhbxdk.jpg

Beralih ke 3 pemain Seirin kelas satu yaitu Furihata, Kawahara, dan Fukuda yang baru saja selesai membeli perlengkapan dan minuman. Tanpa sengaja, mereka melihat seorang berbadan kekar dan berkulit coklat yang sedang makan di restoran. Mereka terkejut karena dia sudah menghabiskan sekitar lebih dari 15 mangkuk.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/makan_zpsxsfmwiv2.jpg

Beralih ke Kuroko dan Kagami. Tiba-tiba Momoi datang dan langsung memeluk Kuroko. Ternyata yang ditelpon Kuroko tadi adalah Momoi. Dia tidak datang sendiri, ada Aomine di belakangnya. Momoi mengatakan bahwa Aomine memiliki banyak sepatu dan dia mau memberikannya satu pada Kagami. Dia juga menyinggung tentang ukuran kaki Kagami dan Aomine yang sama (29,5 cm). Momoi pun memberikan sepatu itu kepada Kagami. Tapi Aomine malah mengajak Kagami untuk One-on-one 3 kali, jika menang Kagami bisa mendapatkan sepatu itu, dan selama itu, Aomine ingin mengajari Kagami sesuatu.

Saat Aomine dan Kagami bermain one-on-one, Momoi dan Kuroko sedang membicarakan kejadian setelah pertandingan Kaijo melawan Fukuda Sogo dimana Aomine memukul Haizaki. Setelah selesai bermain, Aomine mengajak Momoi pulang. Kagami yang dikalahkan Aomine merasa tidak puas dan mengajaknya bermain satu kali lagi karena ingin sepatu itu dan tidak suka kalah darinya. Aomine pun memberikan sepatunya pada Kagami. Aomine tidak suka bila dia bermain jelek karena tidak punya sepatu yang pantas.

Baca Juga:  Anna Suzuki Bawakan Lagu OP Anime 'Waccha PriMagi!'

Kuroko dan Kagami pun sampai di stadion dan memasuki ruang tunggu SMA Seirin. Mereka lalu membicarakan tentang tim SMA Rakuzan yang notabene tim terkuat saat ini. Rakuzan selalu berpartisipasi dalam Winter Cup sejak turnamen pertamanya diadakan. Mereka adalah tim yang paling sering memenangkannya. Beberapa tahun terakhir, mereka telah memenangkan 3 gelar terbesar dalam 5 tahun berturut-turut. Dan lagi, ada yang bilang tim sekarang ini adalah tim terkuat yang pernah mereka miliki. Sebentar lagi, pertandingan antara Rakuzan dan Shutoku akan dimulai.

Part 1 selesai~

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/part%201%20end_zpsvwlgozfl.jpg

Part 2 diawali dengan flashback saat Akashi dan Midorima masih bersekolah di SMP Teiko. Mereka berdua sedang bermain Shogi. Tiba-tiba Akashi berkata bahwa dia tidak tahu arti kekalahan. Midorima sedikit kesal mendengarnya. Akashi tidak berharap kalah namun dia penasaran bagaimana rasanya. Midorima pun mengatakan bahwa dia akan mengajarinya suatu hari nanti. Akashi tersenyum dan berkata bahwa kalau suatu hari dia melawannya, dia tidak akan main-main dan dia tidak berniat untuk kalah.

Beralih ke ruang ganti SMA Shutoku. Midorima sedang memegang salah satu pion Shogi yang menjadi Item keberuntungannya. Setelah melakukan persiapan, mereka keluar dan memasuki lapangan.

Pertandingan pun dimulai! Bola pertama kali diperoleh oleh Takao dan langsung memberikannya pada Midorima. Midorima langsung melakukan Shot untuk mencetak angka. Selanjutnya setiap kali Shutoku mendapat bola, selalu diakhiri dengan Shot Midorima.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/shot_zps0jlpzgae.jpg

Saat Akashi menggiring bola, Takao menjaganya dengan ketat namun Akashi dengan cepat melewatinya. Takao mengejarnya tapi Akashi langsung mengoper bola kepada pemain Rakuzan lain hingga dia mencetak angka.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/Pass_zpscuobyqln.jpg

Quarter pertama berakhir dengan skor seri 16-16. Saat istirahat kedua tim mengatur strategi mereka masing-masing. Quarter kedua dimulai! Takao yang menggiring bola pertama kali, lalu dia menyadari Midorima dijaga oleh dua orang sehingga gerakannya menjadi terbatas. Dia pun mengopernya kepada Miyaji. Miyaji langsung dijaga oleh salah satu pemain Rakuzan namun dia dapat melewatinya dan langsung mengoper bola kepada Otsubo. Otsube langsung mencetak angka dengan Dunk.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/Dunk_zpsjg1q0psl.jpg

Pemain Rakuzan (yang tadi dilewati Miyaji) yang bernama Hayama ditegur oleh teman timnya tak terkecuali Akashi. Pertandingan kembali dilanjutkan, Hayama kali ini mendapat bola dan dijaga oleh Miyaji. Hayama memantulkan bola basket ke tanah dengan sangat keras sampai ada penonton yang menutup kupingnya. Drible dengan keras dapat membuat bola lebih cepat dan sulit dicuri. Mata Miyaji sampai tidak bisa mengikutinya hingga tanpa sadar dia telah dilewati.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/lewat_zpsolbr1qjt.jpg

Episode pun berakhir~

Kira-kira bagaimanakah kelanjutan pertandingan antara Rakuzan dan Shutoku? Wah wah Akashi belum beraksi nih :v . Sampai jumpa di episode berikutnya~

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/penutup_zpssahog2yp.jpg

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Daftar Anime

Review Anime Fruit Basket the Final Season: Perpisahan Yang Penuh Emosional

Published

on

gwigwi.com – Fruit Basket The Final selesai tayang pada musim semi 2021. Sejak awal berita adanya remake Fruit Basket, banyak fans lama yang antusias. Hal itu dikarenakan cerita pada versi remake ini akan mengambil keseluruhan cerita dari manga. Sejak tayang pada dua musim pertama, fans fruit basket mulai tumbuh dari berbagai usia dan negara. Bagian tersebut sudah membuktikan betapa kuat cerita pada anime Fruit Basket ini.

Maaf Anda Melihat Iklan

Bahkan, beberapa hari yang lalu netizen cukup dikejutkan dengan rating Fruit Basket the Final bisa ada di posisi pertama berdasarkan situs Myanimelist. Apakah musim terakhir Fruit Basket memang sebagus itu? Kita simak ulasannya di bawah ini.

Perkembangan dan solusi setiap karakter yang emosional

Bisa dikatakan poin inilah yang menjadi pemicu mengap banyak yang menunggu Fruit Basket The Final. Seperti yang diketahui bahwa Keluarga Souma mengalami kutukan sehingga mereka berubah menjadi sesuai dengan Shio bintang. Sang protagonis bernama Honda Tohru pun mencoba menyelamatkan keluarga Souma dari kutukan tersebut.

Karakter Tohru dan Manaka Iwami mengalami perkembangan yang besar pada musim ini. Padahal pada musim pertama karakter Manaka masih terlalu umum dan biasa dibandingkan dengan protagonis prianya. Begitu juga dengan Tohru yang pada musim pertama digambarkan sebagai gadis baik yang mengalami musibah karena tidak memiliki rumah.

Musik, akting, dan nuansa yang terasa sempurna

Tidak hanya dari sumber materialnya saja yang bagus. Namun, akting dari seiyu, musik pengiring, hingga nuansa yang diberikan sangat mendukung untuk memancing emosi penonton. Untuk musik menggunakan sentuhan string yang emosional dan sangat tepat dengan adegan yang dibawakan. Begitu juga dengan seiyu Fruit basket yang dapat membawakan karakternya dengan sangat baik.

Hal itu semakin sempurna dengan gambaran nuansa yang sangat mendukung. Tentunya, setiap adegan bisa membuat penonton manapun (khususnya fans dari manganya) akan sangat tersentuh bahkan merasakan kepuasan tersendiri. Bagian tersebut membuat Fruit basket memiliki nilai tinggi.

Beberapa Pace cerita terlalu cepat

Sebagus apapun suatu anime, tentunya masih memiliki kekurangan. Hal itu juga tidak terlepas pada Fruit Basket The Final ini. Memang secara keseluruhan tidak begitu besar mempengaruhi cerita. Akan tetapi pace pada musim terakhir ini ada yang terlalu cepat bahkan ada yang dilewat. Contohnya bisa dilihat pada Arc Akito yang digambarkan tidak simpatik dibandingkan dengan versi manganya.

Adapun arc yang dilewati adalah tentang orang tua Tohru. Padahal beberapa fans ingin melihat latar belakang keluarga Tohru yang digambarkan sedikit. Untunglah nanti ada OVA yang menceritakan keluarga Tohru sehingga penonton tidak terlalu kecewa.

Kesimpulan

Untuk anime remake yang menjanjikan adaptasi seluruh chapter manga, Fruit Basket The Final ini sudah sangat baik. Terlepas dari beberapa kekurangan kecil sebenarnya tidak berpengaruh besar pada keseluruhan cerita. Pada akhirnya fans lama Fruit Basket bisa terpuaskan dengan adaptasi baru ini dibandingkan veri pertama.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Anime

Review Anime Tokyo Revengers: Balas Dendam Yang Manis

Published

on

gwigwi.com- Bisa dikatakan Tokyo Revengers adalah salah satu anime yang sangta dinanti oleh fans, khususnya di Indonesia. Hal itu terasa wajar mengingat Tokyo Revengers menggabungkan genre premanisme dengan konsep perjalanan waktu. Konsep tersebut memang jarang ditemukan dalam industri anime. Apalagi untuk indonesia sendiri lebih kenal dengan Crows Zero untuk film tentang premanisme dari Jepang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Mengingat Tokyo Revengers masih berlanjut pada musim panas 2021, apakah anime ini memang layak mendapatkan hype tinggi? Kita simak ulasannya di bawah ini.

Drama, Perkelahian, air mata dan darah

Jika kamu mengira Tokyo Revengers hanya menyajikan tema perjalanan waktu seperti Steins:Gate atau Boku Dake Ga Inai Machi, maka itu salah besar. Anime ini memiliki narasi mendalam yang saling berhubungan dalam tingkatan. Khususnya untuk penonton yang mengetahui dunia pembulian. Ditambah lagi, karakter dalam Tokyo Revengers mengalami pengembangan yang luar biasa.

Setiap episode selalu terasa dampaknya berkat suguhan drama yang luar biasa. Begitu juga dengan adegan perkelahian jalanan yang begitu epic, hingga beberapa episode yang membuat mata melongo. Kisah di dalam Tokyo Revengers tidak bisa kamu lewatkan begitu saja.

Demi Kemenangan Takemichi

Pada awalnya, Takemichi tidak begitu menonjol. Akan tetapi, seiring berjalannya epsiode, dia cukup banya difavoritkan penonton. Bagian yang membuat dia disukai bukan karena sangat OP atau pembawa kesejukan bagi sekitarnya, tetapi karena dia sangat realistis.

Banyak para penonton (khususnya wibu) yang sangat tahu rasanya ditindas namun tidak menyerah. Selain itu, masih banyak tokoh lainnya yang merepresentasikan sosok pria tangguh sehingga para penonton ingin menjadi seperti tokoh tersebut.

Standar baru dalam Perjalanan waktu

Jika kamu pernah menonton anime dengan konsep waktu seperti Madoka Magica, Steins Gate, maupun ReZero, maka pikiran kita akan terlintas “pasti si protagonis akan mati”. Setidaknya hingga episode 13, hal itu belum terjadi. Tokyo Revengers tidak memberikan pilihan mudah untuk Takemichi dalam setiap tindakannya.

Artinya, apapun tindakan Tekemichi sekecil apapun bisa mengubah masa depan. Sampai sekarang belum ada masa depan yang pasti terjadi dengan tindakan Takemichi selama ini. Maka dari itu, para penonton sangat banyak melakukan spekulasi tanpa melihat dari manganya.

Kesimpulan

Tokyo Revengers cukup memberikan aksi, drama, dan pertarungan antar genk yang sangat kuat. Tidak mengherankan jika anime ini salah satu kandidat terbaik di musim semi 2021 maupun secara keseluruhan. Ayo kita lihat kelanjutannya pada musim selanjutnya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Berita Anime & Manga

‘Sword Art Online’ dan ‘Made in Abyss’ Akan Gelar Acara Online Untuk Luar Negeri

Published

on

GwiGwi.com – Sony mengungkapkan pada hari Minggu bahwa pameran “Sword Art Online: Ex-Chronicle” mendapatkan versi online baru berjudul “Sword Art Online: Ex-Chronicle Online Edition” yang akan berlangsung dari 20 November hingga 7 Desember. Event direncanakan tahun 2022.

Versi Jepang dari acara ini akan tersedia dengan harga 1.800 yen (sekitar US$16) bagi mereka yang mengakses pameran melalui smartphone atau PC mereka. Pameran ini seharga 2.300 yen (sekitar US$21) bagi mereka yang mengakses acara melalui perangkat VR.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pameran fisik sebelumnya diadakan di Tokyo pada tahun 2019 dan di Kyoto pada tahun 2020 untuk merayakan ulang tahun novel yang ke-10.

Demikian pula, situs resmi untuk anime Made in Abyss mengumumkan pada hari Jumat bahwa staf anime akan mengadakan pertemuan penggemar online untuk melihat kembali musim pertama dan film anime sebelum musim kedua mulai ditayangkan. Fan meeting akan tersedia tidak hanya di Jepang, tetapi juga di negara-negara tertentu di luar negeri.

Baca Juga:  JO1 Bawakan Ending Theme Baru untuk Anime 'Boruto'

Acara “Made in Abyss Online Fan Meeting – Cave Raiders Guild Rally –” akan berlangsung pada 21 November. Tiket akan berharga 3.000 yen (sekitar US$27) untuk penggemar luar negeri, tetapi penggemar juga dapat membeli tiket dengan harga yang sama izinkan mereka mengikuti undian untuk mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan selama acara. Tiket akan mulai dijual pada 2 Oktober. Acara ini akan menyertakan terjemahan bahasa Inggris yang jelas, dan juga akan mencakup segmen yang ditujukan untuk penggemar luar negeri. Arsip akan tersedia hingga 28 November.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x