Connect with us

TV & Movies

Review Interstellar (2014) : Satu lagi Masterpiece Christopher Nolan

Published

on

Interstellar merupakan film yang akan membuat kamu merasa takut, tegang, takjub sekaligus sedih. Dalam 2,5 jam lebih suasana tegang akan membuat jantung berdebar dan merasa hati kamu hilang mungkin. Itu semua akan kamu rasakan dalam film ini. Film ini tidak dibuat dalam 3D karena memang sang sutradara Chritopher Nolan, kurang begitu suka dengan film 3D. Tetapi itu tidak membuat film jadi kurang, karena beberapa adegan didalam film ini menggunakan kamera IMAX, jadi saran gwimin nonton di IMAX.

Awalnya gwimin berpikir akan seperti Gravity, tetapi ini jauh dari itu dan benar-benar diluar dugaan gwimin. Diceritakan pada tahun itu (tidak disebutkan setingan tahun) Bumi diambang krisis, pangan mulai susah didapatkan, dan hanya ada beberapa bahan dasar makanan yang tersedia yang suatu saat akan punah. Sering terjadi badai pasir, namun itu sudah biasa bagi manusia dikala itu.

Cooper (McConaughey) seorang mantan pilot, bersama dua anaknya, Tom dan Murph, dan mertuanya. Mereka hidup pada jaman yang bisa dibilang bumi sudah sekarat, mereka hidup dari ladang jagung yang dibudidayakan oleh mereka sendiri. Suatu saat Cooper menemuka markas NASA yang tersembunyi, disana dia bertemu Amelia Brand (Anne Hathaway) dimana mereka sedang mempersiapkan sebuah operasi khusus untuk menyelamatkan manusia dengan cara membawa mereka keluar dari bumi. Penelitian yang telah dilakukan bertahun-tahun mengungkapkan bahwa diluar sana digalaksi lain ada planet yang layak huni oleh manusia.

Cooper ditunjuk untuk melihat langsung planet tersebut. Cooper yang meninggalkan keluarganya terutama Murph yang tidak merelakannya pergi, baru sadar bahwa perjalanannya di luar angkasa selama 2 tahun mengakibatkan dia sudah melewati 23 tahun di bumi. Cooper yang ingin sekali pulang dan Dr Amelia Brand juga ingin menyelesaikan misi dan menolong manusia tersandung berbagai masalah dan kecelakaan diluar ekspetasi mereka.

VFX yang disodorkan film ini benar-benar membuat kita kagum dan terkesima betapa luasnya luar angkasa dengan berbagai instrumen didalamnya. Penggambaran Black Hole atau Worm Hole yang membuat mereka bisa melintasi waktu singkat ke galaksi lain, sangat indah divisualisasikan difilm ini. Setiap hal yang diceritakan difilm ini benar-benar dibuat sangat detail, mulai dari lingkungan, pesawat, set luar angkasa dan lain sebagainya.

Cerita dan plot film ini akan membuat kamu sedikit diam, mulai tiba-tiba ngeh dan takjub dengan endingnya. Sepanjang film ini kamu akan dibuat berpikir, mulai dari cerita itu sendiri dan juga teori-teori dan istilah-istilah fisika dan aerodinamika yang pasti banyak orang awam tidak paham. Sekali lagi itu semua dihilangkan dengan visualisasi detail disetiap cerita. Emosi kamu akan dibuat campur aduk, dan rasa keingintahuan penonton dibuat lebih dan lebih akan film ini. Mungkin kamu dipertengahan akan dibuat putus asa layaknya seperti film ini, namun ending yang twisted akan membuat kamu mulai paham.

Berhasilkan Cooper menyelamatkan manusia? Kamu wajib nonton film ini. Salahsatu film wajib tonton di tahun 2014.

 

Advertisement

TV & Movies

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Published

on

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Agen FBI, Lee Harker (Maika Monroe) menyelidiki kasus pembunuhan berantai banyak keluarga di berbagai daerah. Pembunuh selalu meninggalkan surat yang bertuliskan bahasa kode dan diakhiri dengan kata, “LONGLEGS.”

Bukan rahasia kalau si pembunuh diperankan oleh Nicolas Cage dan dia di sini mengerikan, jijik dan aneh jadi satu. Akting menggila khasnya dimanfaatkan betul. Ditambah pengadeganan oleh sutradara Osgood Perkins, level ngeri si pembunuh dinaikkan menjadi hal creepy yang sungguh membuat tak nyaman. Yah kadang ada lucunya juga.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Seakan sutradara paham betul range akting Nicolas Cage dan bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan film. Bukan asal minta Nic Cage menjadi gila saja.

Itulah pesona utama filmnya, pengadeganannya. Cerita bisa jadi familiar bagi fans Noir ala CONSTANTINE atau SUPERNATURAL. Mudah sekali membingkai cerita demikian dengan lebih mainstream nan pop, tapi Osgood memilih jalan lebih artsy, slow burn.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Menginjeksi adegan dengan nuansa kegelapan yang perlahan selalu membayangi protagonisnya. Memperkuat premise creepy nya.

Kamera banyak statis atau bergerak pelan dan membiarkan keanehan dari belakang, sudut frame atau terkadang frontal yang menjadi anomali memecah ketenangan.

Dari segi isi yang nampaknya asik ditelaah lebih jauh adalah motivasi si pembunuh. Entah dia punya kebencian pada eksistensinya sendiri yang selalu dianggap aneh dan dendam pada keluarga normal tapi sepertinya punya perasaan kompleks pada anak kecil yang juga jadi korbannya.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Rasanya akan menjadi tanah subur yang banyak sekali bisa digali maknanya.

Jaarang sekali hadir noir investigasi thriller supranatural non mainstream seperti LONGLEGS. Apalagi bisa hadir di Indonesia. Mungkin pernyataan kalau sinema tidak sepenuhnya mati terseret ombak franchise dan film jegar jeger kurang ajak mikir. Mungkin.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film TWISTERS (2024), KETINGGALAN ZAMAN?

Published

on

By

Review Film Twister (2024), Ketinggalan Zaman?

www.gwigwi.com – Katy (Daisy Edgar Jones) menderita kehilangan teman temannya oleh tornado yang ingin dia redakan dengan eksperimennya. Bertahun-tahun berlalu trauma masih menghantuinya. Datanglah Javi (Anthony Ramos), satu-satunya temannya yang selamat, mengajaknya kembali berburu tornado.

Tak tahan melihat kerusakan akibat tornado, Katy mengiyakan. Kembali ke sarangnya tornado, Oklahoma, Katy bertemu dengan Youtuber berani mati. “Penjinak” tornado bernama Tyler Owens (Glenn Powell)

Sekuel dari TWISTER (1996) film klasik soal bencana tornado yang dibintangi almarhum Bill Paxton, TWISTERS tak memiliki hubungan erat dengan predesesornya dan bisa dinikmati secara utuh buat penonton yang awam.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Barangkali problem paling utama film adalah cerita yang sangat terlalu klasik tipikal Holywood tanpa variasi berarti. Mudah sekali menerka apa yang akan terjadi.

Terkesan cari aman saja filmnya mau dari banyak komedi yang nanggung dan dialog yang kurang ngegas lagi.

Plot terlalu familiar itu juga tidak didukung cara bercerita yang menarik. Seperti menonton film bencana tahun ’90an tapi kurang fun dan inovatif. Membuatnya berakhir berasa ketinggalan zaman.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Daisy Edgar Jones dan Glenn Powell berusaha sebisanya ngangkat dialog yang biasa. Agak aneh melihat karakter Tyler yang bisa dibilang khas Glenn Powell banget, terasa kurang gila. Rasanya kurang memaksimalkan potensial aktor yang sedang naik daun itu.

Sementara Daisy Edgar Jones begitu menyala saat dia akhirnya curhat soal traumanya. Kayaknya dia lebih cocok film drama.

Tornadonya sendiri hmm. Barangkali karena serbuan film superhero dan film berat cg semacam AVATAR, tornadonya tidak seimpresif dulu lagi, apalagi saat bencana di siang hari.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Barulah saat tornado menghitam, khususnya saat malam hari, bencana itu berasa lebih mengerikan. Adegan di kolam renang dan klimaks film adalah highlightnya TWISTERS.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Dengan jarangnya film disaster belakangan ini, TWISTERS sejatinya bisa menjadi penyegar namun ternyata angin tornadonya sama dengan dulu. Tak membawa hal baru berarti.

Continue Reading

TV & Movies

Disney+ Hotstar Merilis Poster Dan Trailer Perdana Untuk Serial Terbaru Marvel Television, “Agatha All Along”

Published

on

By

Disney+ Hotstar Merilis Poster Dan Trailer Perdana Untuk Serial Terbaru Marvel Television, “agatha All Along”

www.gwigwi.com – Pada hari ini, Disney+ Hotstar merilis poster dan trailer terbaru dari serial live-action Marvel Television mendatang, “Agatha All Along”. Serial ini akan berfokus pada karakter yang diperankan Kathryn Hahn, Agatha Harkness, dari serial Marvel Studios favorit penggemar, “WandaVision”, di mana ia memulai perjalanan berbahaya dan misterius, yang dipenuhi cobaan dan tantangan. Jac Schaeffer sebagai showrunner dari serial ini, yang juga merupakan tim kreatif di balik “WandaVision”, akan menjadi sutradara untuk episode pertama.

Dalam “Agatha All Along”, Agatha Harkness kehilangan kekuatannya setelah seorang sosok misterius membantunya terbebas dari mantra yang membelenggunya. Situasi menjadi semakin menarik ketika sosok misterius tersebut memohon pada Agatha untuk membawanya ke jalan penyihir legendaris, sebuah tantangan mematikan bagi para penyihir, yang jika selamat, dapat membawa kembali apa pun yang hilang dalam hidup mereka. Bersama-sama, Agatha dan sosok misterius ini membentuk sebuah perkumpulan misterius untuk menyusuri jalan penuh bahaya ini.

Selain Kathryn Hahn, “Agatha All Along” juga dibintangi oleh Joe Locke, Sasheer Zamata, Ali Ahn, Maria Dizzia, Paul Adelstein, Miles Gutierrez-Riley, Okwui Okpokwasili, bersama Debra Jo Rupp, dengan Patti LuPone, dan Aubrey Plaza. Kevin Feige, Louis D’Esposito, Brad Winderbaum, Mary Livanos dan Jac Schaeffer menjadi produser eksekutif untuk serial ini bersama Jac Schaeffer, Rachel Goldberg dan Gandja Monteiro sebagai sutradara.

 Marvel Television’s “Agatha All Along” tayang eksklusif di Disney+ Hotstar mulai 19 September 2024 dengan dua episode perdana.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending