Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 9
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – LeinRa kembali dengan review lainnya untuk anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri. Seperti yang kita lihat di episode sebelumnya, Itami dkk. menemui banyak halangan saat ingin mengantar para pengunjung dari special region ke tempat aman. Dan mereka terhindar dari semua halangan tersebut karena Itami bertindak sesuatu di luar perintah Kamokado. JAdi, apakah mereka mulai mencurigai Kamokado. Oh jelas. Walau Itami menduga mungkin saja bukan Kamokado yang membocorkan informasi langsung ke lawan, melainkan orang-orang di sekitarnya.
Mereka memutuskan untuk menginap sementara di rumah Risa, mantan istri Itami. Saat yang lain sudah tidur, Tomita bertanya ke Risa apakah dia benar mantan istri Itami (tidak heran. Siapa yang bisa percaya orang yang mau menikahi orang seperti Itami?) Risa menjawab iya dan mengatakan kalau mereka sekarang hanya teman. Sebenarnya Pina dan Bozes belum tidur karena mereka sibuk…mengagumi seni dari Bumi.
Esok harinya Itami mengajak mereka untuk keluar, entah berbelanja atau melakukan apa yang mereka ingin asalkan berbaur dengan keramaian masyarakat (walau ini mungkin cuma biar dia dapat kesempatan ke Akihabara). Pina dan Bozes tidak menyianyiakan kesempatan ini.
Maka jadilah Risa, Tuka, Lelei, dan Rory pergi berbelanja. Pina dan Bozes ditemani Tomita ke perpustakaan (yang saya ragu mereka bakal menemukan apa yang Pina dan Bozes cari di sana). Itami pergi ke Akihabara seperti yang dia katakan sebelumnya, membeli beberapa doujin. Di jalan, dia bertemu Menteri Pertahanan, Kanou Tarou, yang rupanya sudah dia kenal semenjak dia masih di sekolah menengah. Dan mereka adalah teman baik karena, seperti yang kalian duga, sama-sama suka baca manga. Itami memberi Kanou doujin yang dibelinya, mungin karena dia tahu sebagai menteri pertahanan Kanou sudah susah mau ke toko buku sekalipun. Setelah selesai bercakap-cakap sesama teman lama, Kanou akhirnya memerintahkan Itami untuk membawa tamu mereka dari special region ke penginapan khusus yang dijaga oleh JSDF (mungkin inilah tujuan mereka bertemu sebenarnya).
Setelah bersenang-senang dengan cara mereka masing-masing; mereka berangkat ke Sankai Roukaku, penginapan yang mereka tuju dengan pemandian air panas di dalamnya. Dan penginapan itu jugalah yang akan menjadi panggung pertunjukan JSDF di bawah perintah Menteri Pertahanan untuk menjaga penyusup-penyusup yang mencoba mengganggu keamanan tamu-tamu dari special region. Sementara Itami dkk. mulai menikmati pemandian air panasnya, para anggota JSDF yang tersebar di hutan sekitar penginapan sudah harus mulai siaga di tempat mereka masing-masing karena para penyusup sudah tiba di tempat. Dan saya ingin bilang kode kemiliteran di sini sedikit mereferensikan serial “Fate” tapi saya sendiri tidak megikuti serial tersebut jadi tidak yakin juga.
Di pemandian, Risa ditanyai mengenai perceraiannya (atau kalau dalam cara Kuribayashi menanyakannya, bagaimana ceritanya Risa bisa menikahi orang seperti Itami). Risa menceritakan bahwa dia sudah mengenal Itami sejak sekolah menengah, dan kenal dengan kepribadiannya dan keluarganya dengan baik. Alasan uamanya menikah sebenarnya karena pendapatan Itami yang menetap, ditambah dengan fakta pendapatan Risa seringkali tidak cukup bahkan untuk makan sekalipun. Lalu kemudian insiden Ginza terjadi, dan Itami ditunjuk menjadi salah satu yang dikirim ke special region. Saat Risa menanyakan Itami alasan kenapa dia setuju pergi ke daerah yang mungkin berbahaya itu, Itami hanya menjawab agar Risa tidak perlu khawatir karena uang tanggungannya akan tetap dikirim bulanan ke Risa seperti biasanya. Risa akhirnya sadar bahwa ternyata Itami tidak sadar akan perasaan Risa saat itu padanya, dan memutuskan untuk “memulai semuanya dari awal”.
Sementara itu di hutan, JSDF melaksanakan performa yang amat baik dalam melumpuhkan para penyusup yang mencoba mengganggu ketentraman penghuni penginapan. Namun Kanou memiliki firasat buruk dengan pergerakan lawan yang tampak tidak berarti tersebut, apalagi setelah cukup banyak dari kelompok lawan yang dilumpuhkan tanpa ada pergerakan berarti dari mereka. Kanou memerintahkan untuk mengecek sebagian dari penyusup yang telah dilumpuhkan. Pasukan JSDF yang melakukan pengecekan menemukan satu orang Afrika dan satu orang Kaukasia di antara penyusup tersebut-indikasi bahwa kelompok tersebut berasal dari luar negeri. Kanou akhirnya berusaha memberitahukan perdana menteri soal ini.
Kita mengetahui orang-orang dari negara mereka tak lama setelahnya. Agen intelijen Amerika Serikat rupanya mendapatkan dokumen berisi tindak korupsi dan penyuapan yang dilakukan oleh beberapa menteri dalam kabinet perdana menteri Shinzou. PResiden Amerika Serikat, Dirrel, memberitahukannya bahwa agen intelijen mereka berhasil mendapatkannya tepat sebelum media menemukan tentang dokumen tersebut. Sebagai balas jasa atas tindakan yang mereka deskripsikan sebagai “tanda pertemanan mereka”, Dirrel meminta untuk bisa mengajak tamu mereka dari special region untuk mengunjungi negaranya. Tapi dia meminta untuk tidak melalui surat undangan resmi, melainkan dengan bantuan agen-agennya yang telah dia kirim ke Jepang. Untuk itu, dia meminta untuk meniadakan penjagaan di sekitar tamu-tamu special region. Shenzou terpaksa menjanjikan bahwa dia hanya bertanggung jawab untuk meniadakan penjagaan tersebut, dan tidak bertanggung jawab jika tamu-tamu tersebut memutuskan untuk lari.
Kanou akhirnya terhubung dengan Shinzou, dan tercengang atas perintah Zhinzou untuk membatalkan operasi penjagaan di sekitar Sankai Roukaku. Dengan informasi tersebut terancam menjadi skandal besar, mereka tidak bisa berbuat banyak. Tapi dia menyatakan bahwa dia tidak menjanjikan akan menyerahkan tamu-tamu tersebut, melainkan hanya meniadakan penjagaan dari menteri pertahanan. Sebagai tindak lanjutnya, Shinzou akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri, agar “kotoran” yang dipegang oleh agen intelijen Amerika menjadi tidak berguna lagi. Tak lupa juga, Shinzou menitipkan Jepang kepada Kanou. Operasi tersebut akhirnya jadi dibatalkan. Agen-agen penyusup yang dikirim dari Amerika Serikat tersebut mulai maju ke penginapan untuk segera mengantar tamu-tamu special region ke negara mereka.
Sementara itu di dalam, Itami terbangun saat semuanya masih tertidur setelah habis berpesta (sake. Apalagi?) Tapi Rory rupanya belum tidur. Alasannya ada pada fakta bahwa terjadi pertarungan di hutan, dan jiwa dari para penyusup yang dilumpuhkan JSDF mengalir melalui tubuh Rory dan membuatnya tidak bisa tidur. Rory menanyakan Itami apakah Rory harus membunuh orang-orang yang bertempur tersebut, atau membiarkan Itami melakukan “sesuatu” untuk Rory. Sesuatu apa? Dan bagaimana nasib tamu-tamu special region nanti? Akana da di epsisode berikutnya.
BONUS:
[youtube id=”Fc71Z7pSsbE” width=”600″ height=”340″ position=”center”]
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Music1 week agoKolaborasi Musisi Genius! Anime Baru “The Ghost In The Shell” Umumkan Perilisan Original Soundtrack Resmi

![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_01.15_[2015.09.06_10.27.45]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_01.15_2015.09.06_10.27.45-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_02.32_[2015.09.06_10.33.11]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_02.32_2015.09.06_10.33.11-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_03.43_[2015.09.06_10.39.31]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_03.43_2015.09.06_10.39.31-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_06.56_[2015.09.06_10.49.43]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_06.56_2015.09.06_10.49.43-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_10.56_[2015.09.06_10.57.16]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_10.56_2015.09.06_10.57.16-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_13.03_[2015.09.06_11.07.03]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_13.03_2015.09.06_11.07.03-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_15.07_[2015.09.06_11.13.08]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_15.07_2015.09.06_11.13.08-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_15.20_[2015.09.06_11.15.27]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_15.20_2015.09.06_11.15.27-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_16.57_[2015.09.06_11.25.34]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_16.57_2015.09.06_11.25.34-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-30 20-47-17-304.avi_snapshot_18.50_[2015.09.06_11.32.09]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/mpc-hc64_nvo-2015-08-30-20-47-17-304.avi_snapshot_18.50_2015.09.06_11.32.09-1024x575.jpg)



