Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 8
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Ketemu lagi dengan LeinRa yang akan kembali mereview anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri. Di episode kali ini, teman-teman Itami dari dunia lain pergi ke Jepang. Kira-kira akan seperti apa pengalaman mereka mengunjungi dunia lain yang tak pernah mereka kenali, dengan segala kemajuan teknologi dan perbedaan budaya yang jauh dari bayangan mereka? Saat baru menginjak tanah Tokyo saja, Pina sudah dikejutkan dengan bangunan-bangunan pencakar langit yang dideskripsikannya sebagai “bangunan yang menyentuh langit”.
Sesampainya mereka di sana, mereka disambut oleh Komakado, seorang intel dari Public Safety yang diperintahkan untuk mengawal Itami dan kawan-kawan. Layaknya seorang intel, dia sudah mempelajari banyak informasi mengenai pihak yang akan dikawalnya…yah setidaknya Itami. Dia menceritakan bahwa Itami dulunya mendapat peringkat terendah kedua dalam pelatihan perwira dan hanya tidak mendapat peringkat akhir karena ada salah satu pengikut latihan yang terluka. Setelah diluluskan, dia diberi peringkat “lulus pas-pasan”. Atasannya kesal dan “melempar” itami ke pelatihan ranger yang entah bagaimana berhasil dijalani Itami hingga selesai. Karena alasan tersebut, dia dipindahkan ke asrama JSDF di Narashino. Evaluasi pribadinya menahan Itami di pangkat letnan dua, namun karena kontribusinya dalam Insiden Ginza dia dinaikkan menjadi letnan satu. Komakado juga menyatakan bahwa reputasi Itami di pos buruk karena dia pemalas dan otaku, tapi entah bagaimana dia juga adalah anggota dari S Special Forces, sebuah kesatuan pasukan khusus JSDF yang dibentuk berdasarkan model dari kesatuan Green Beret dan Delta Force dalam US Army (dan Kuribayashi kembali kaget setengah mati mendengar fakta tersebut).
Mereka lalu memulai perjalanan mereka di bawah kawalan Komakado dan orang-orangnya. Sementara Tuka, Lelei, dan Rory sibuk melihat-lihat jalanan di luar (yang sudah dihias dengan pohon-pohon natal); Itami menyarankan agar mereka mengunjungi toko pakaian terlebih dahulu karena Tuka masih memakai jeans dan menurutnya tidak baik kalau dia ke gedung majelis dengan pakaian seperti itu. Akhirnya mereka membelikan setelan untuk Tuka (Lelei dan Rory memutuskan untuk ke gedung majelis dengan pakaian mereka yang biasanya).
Dari toko baju, mereka lalu mampir dulu ke rumah makan untuk makan Gyuudon. Masa tamu dari dunia lain cuma disuguhi Gyuudon? Karena Itami harus membagi dana yang mereka punya untuk perjalanan mereka ke gedung majelis, jadi mereka hanya dapat makan siang seharga 500 yen per orang dari dana tersebut. Yah, walau makanan murah, tetap saja itu makanan yang bukan biasa ada di dunia lain tersebut. Apalagi sepertiya di dunia Pina dan Bozes memakan sesuatu yang mentah (Gyuudon terkadang disajikan dengan telur mentah sebagai toppingnya).
Akhirnya Itami dan kawan-kawan sampai di gedung majelis. Namun; hanya Itami, Lelei, Tuka, dan Rory yang turun dari bis. Pina dan Bozes yang datang ke Jepang untuk tujuan mengajukan permohonan maaf akan diantar ke area lain karena secara resmi mereka tidak dianggap sedang berada di Jepang bersama Itami dan lainnya. Mereka berdua diantar ke sebuah hotel; di mana mereka bertemu dengan Shirayuki Reiko, penasihat perdana menteri Jepang, dan Sugiwara Kouji dari Kementerian Luar Negeri. Pertemuan yang mereka lakukan bukan konferensi perdamaian, tapi untuk memastikan posisi kedua pihak setara dalam antisipasi kemungkinan adanya konferensi tersebut pihak dari Jepang ingin mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai beberapa masalah yang masih ada di antara kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, sidang nasional sudah siap dilaksanakan dengan hadirnya Itami, Lelei, Tuka, dan Rory ke dalam ruang sidang. Pertanyaan dilontarkan oleh anggota sidang Kouhara Mizuki. Pertama dia bertanya kepada Itami mengenai alasan jatuhnya 150 korban jiwa dari pengungsi di special region yang seharusnya berada di bawah perlindungan JSDF. Itami dengan tenangnya menjawab bahwa naga yang mereka lawan memang terlalu kuat. Beberapa anggota sidang tercengang dengan jawaban tenang Itami tersebut, dan Mizuki menekan Itami dengan mempertanyakan apakah dia tidak merasa bertanggung jawab atas semua nyawa yang telah meninggal tersebut. Itami menyatakan rasa sedihnya atas banyaknya pengungsi yang meningal pada insiden tersebut, dan menyatakan juga bahwa kapabilitas mereka saat itu kurang. Mizuki mengartikan jawaban Itami sebagai pengakuan bahwa JSDF bertanggung jawab atas korban-korban tersebut, tapi Itami membantah dan menyatakan bahwa yang salah adalah kurangnya persenjataan yang mencukupi untuk melawan naga tersebut. Itami menjelaskan bagaimana senjata kaliber 7.62mm mereka memantul saat ditembakkan ke naga tersebut, seakan mereka adalah kapal tempur. Dia sangat berharap mereka memiliki persenjataan yang lebih kuat saat itu. Untuk mendukung pernyataan Itami, pihak lain di sidang tersebut membabarkan hasil analisis mereka terhadap sisik naga tersebut yang mereka deskripsikan sama kuatnya dengan tungsten dan dapat menghembuskan api bertemperatur tinggi. Naga tersebut, menurut mereka, bisa dikatakan bagaikan tank terbang. Karena itu, meminta tidak jatuhnya korban jiwa dalam menghadapi monster semacam itu bisa dikatakan cukup tidak masuk akal.
Sesi tanya jawab berikutnya adalah untuk Lelei. Pertama dia ditanyai apakah kebutuhan mereka terpenuhi saat tinggal di pengungsian yang dibangun JSDF untuk mereka. Dia menjawabnya dengan iya; baik kebutuhan sandang, pangan papan, dan psikis. Jika mereka terus meminta kebutuhan lainnya, mungkin tidak akan habisnya. Mizuki lalu melanjutkan pertanyaannya untuk mengetahui apakah Lelei merasa bahwa aksi yang dilakukan JSDF di special region turut berkontribusi dalam jatuhnya 150 korban jiwa di antara pengungsi tersebut, yang dijawabnya dengan tidak.
Berikutnya adalah giliran Tuka untuk dilempari pertanyaan. Pertanyaan pertama, dan mungkin paling penting, yang ditanyakan Mizuki adalah apakah telinga elf Tuka tersebut asli atau tidak. Tuka membuktikannya dengan menunjukkan telinganya sepenuhnya dengan menyibak rambutnya. Dia juga menggerakkan telinganya untuk lebih membuktikan lagi kalau telinganya itu asli. Sontak satu ruangan sidang riuh dan beberapa anggota sidang bahkan sampai mengeluarkan handphone mereka untuk memotret Tuka sehingga pimpinan sidang terpaksa harus memerintahkan semua peserta sidang untuk tenang. Mizuki lalu menanyakan Tuka jika dia merasa ada masalah dengan cara JSDF menangani naga yang menyerang pengungsi yang mereka lindungi. Tuka hanya bisa menjawab tidak tahu, karena dia saat itu pingsan.
Rory mendapat giliran terakhir dalam sesi tanya jawab tersebut. Mizuki, melihat pakaian hitam dan tudung yang dipakai Rory yang menyerupai pakaian berkabung, merasa percaya diri bisa menekan JSDF dengan bertanya ke Rory. Pertama Mizuki meminta Rory untuk menceritakan kehidupannya di pengungsian. Rory mendeskripsikannya dengan sederhana: bangun di pagi hari, berdoa, menerima nyawa, berdoa, lalu tidur di malam harinya. Mizuki menanyakan maksudnya menerima nyawa, yang Rory deskripsikan dengan kegiatannya makan, membunuh, dan memberi persembahan untuk Emloy. Mizuki, yang sadar pertanyaannya telah menjurus ke arah yang bukan diinginkannya, mengganti pertanyaannya. Dia menyatakan bahwa Rory terlihat telah kehilangan seseorang yang berharga baginya, dan meminta pendapatnya apakah JSDF menurutnya bertanggung jawab dalam kejadian tersebut. Rory menjawab, dengan Lelei sebagai penerjemahnya, bahwa dia tidak mengerti maksud pertanyaannya itu karena keluarga Rory…belum selesai Lelei menerjemahkan jawaban Rory Mizuki memotong dengan menyatakan bagaimana seperempat dari pengungsi yang seharusnya dilindungi JSDF meninggal oleh serangan naga sementara JSDF tidak mengalami korban jiwa ataupun luka baik satupun di antara personilnya. Dia menyatakan bahwa JSDF yang seharusnya melindungi mereka justru lebih mementingkan keselamatan mereka sendiri dan berakhir menyebabkan nyawa pengungsi terancam. Mizuki, melihat reaksi Rory setelah mendengar terjemahan Lelei atas pernyataan Mizuki, menekan Mizuki untuk “menunjukkan warna sebenarnya dari JSDF”. Rory berteriak keras-keras “Apa kau bodoh?” Mizuki memastikan apa yang baru saja diteriakkan Rory, dan Rory menjawab bahwa dia bertanya apakah perempuan kecil yang memberi pertanyaan tersebut bodoh (ya, yang dia maksud adalah Mizuki).
Untuk menjawab pertanyaan Mizuki, Rory mendeskripsikan bagaimana Itami dan kawan-kawannya bertarung melawan naga saat itu. Dia menceritakan bahwa mereka berjuang sebisa mereka, sama sekali tidak menggunakan para pengungsi sebagai tameng, mereka justru bertempur dari jarak yang aman dari naga tersebut. Rory melanjutkan dengan bertanya apa salahnya prajurit memastikan diri mereka bertahan hidup. Menurut Rory, jika mereka mati sia-sia maka siapa lagi yang akan melindungi orang-orang di gedung majelis yang hanya bisa duduk nyaman dan komplain (tidak lupa dengan masih memanggil Mizuki sebagai little girl). Selain itu, menurutnya dengan mereka bisa kembali selamat tanpa korban jiwa setelah mengalahkan naga setidaknya harus patut diberikan pujian. Rory melanjutkan, JSDF bukan telah membiarkan mati seperempat dari pengungsi yang seharusnya mereka lindungi; baginya JSDF telah menyelamatkan tiga perempat dari pengungsi yang mereka lindungi dari serangan naga tersebut.
Karena kesal dipanggil sebagai little girl oleh Rory, Mizuki menegur Rory dengan menyatakan bahwa di Jepang ada budaya untuk menghormati yang lebih tua. Rory hampir akan menarik perban kapaknya dan mengamuk jika tidak dihentikan oleh Itami. Itami menjelaskan bahwa Rory sebenarnya adalah yang paling tua di antara semua anggota sidang yang hadir saat itu. Saat Mizuki menanyakan umur Rory, dia menjawab 961 tahun. Sontak semua anggota sidang kaget dan tak bisa berkata apa-apa. Mizuki lalu menanyakan umur Tuka, dan Tuka menjawab 165 tahun. Mizuki langsung mengira Lelei juga berumur tiga angka, namun Lelein menjawab bahwa dia masih berumur 15 tahun. Lelei lalu maju kembali ke podium dan menjelaskan bahwa dirinya adalah manusia, di mana di dunia mereka berumur paling tua sekitar 60-70 tahun dan adalah penghuni mayoritas dunia mereka. Dia lalu menjelaskan tentang ras Tuka, elf, yang dideskripsikannya sebagai ras yang hidup panjang dan tidak menua. Selain itu, Tuka adalah elf langka, fairy type, yang hidup hampir abadi. Sedangkan Rory dulunya adalah manusia, namun semenjak menjadi demigod tubuhnya berhenti menua. Setelah sekitar 1000 tahun nantinya, demigod akan meninggalkan eksistensi fisik mereka dan menjadi arwah, kemudian menjadi dewa-dewi. Karena itulah konsep “masa hidup” tidak berlaku bagi mereka. Dan sesi edukasi singkat tersebut akhirnya mengakhiri sesi tanya jawab dari sidang nasional tersebut.
Sementara itu di ruang hotel tempat Pina dan Bozes bertemu dengan Penasehat Reiko dan Menteri Luar Negeri Kouji, mereka tampak sudah mendekati akhir pertemuan mereka. Kouji mengangkat masalah tawanan prajurit dari special region yang ditangkap JSDF saat Insiden Ginza 4 bulan lalu. Ada 6000 pasukan dari special region yang ditahan pihak Jepang, dan ingin melepaskan mereka berdasarkan permintaan dari puteri Pina. Pina menanyakan tebusan yang kira-kira mereka butuhkan untuk dilepaskannya tawanan-tawanan tersebut, namun Reiko menjawab bahwa Jepang tidak memakai sistem tebusan dalam melepaskan tawanan sehingga Pina tidak perlu khawatir soal itu, walau mereka memang mengharapkan sesuatu sebagai balasannya. Kouji menyerahkan daftar tawanan yang mereka tahan, dan menyatakan bahwa mereka bisa membebaskan sebagian kecil di antaranya saat itu juga. Bozes memberitahu Pina bahwa beberapa di antara prajurit yang ditawan tersebut adalah anak senator dan bangsawan. Maka dari itu, dengan keinginan mereka membebaskan sebagiannya sesegera mungkin dimaksudkan agar anak-anak senator dan bangsawan tersebut bisa membantu Jepang membangun hubungan baik yang lebih luas di antara mereka dengan orang-orang di special region. Pina akhirnya memutuskan untuk memeriksa daftar tawanan tersebut sebelum memutuskan tawanan yang akan segera dibebaskan. Dengan selesainya masalah tawanan tersebut, selesailah semua topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Mereka mengakhirinya dengan jabat tangan, yang rupanya bukan budaya yang ada di special region sehingga Pina sempat bingung sebentar.
Sementara itu; sudah waktunya Itami, Lelei, Tuka, dan Rory untuk keluar dari gedung majelis. Mereka tampak melakukan perjalanan pulang mereka melalui bis yang mereka pakai untuk ke gedung majelis. Namun di dekat lampu merah ada sekelompok mobil mencegat mobil-mobil pengawal Komakado sehingga hanya bis tersebut yang lolos lampu merah. Untungnya bis tersebut hanyalah tipuan. Itami dan kawan-kawannya sebenarnya menggunakan kereta bawah tanah. Tapi Pina dan Bozes tampak ketakutan karena mereka mengira mereka dibawa “ke bawah Bumi”. Yang agak mengejutkan, ternyata Rory juga takut berada di bawah tanah. Rupanya ada seorang demigod yang dikatakan mengendalikan semua yang terjadi di bawah tanah, yaitu Hardy. Sejak dua ratus tahun lalu dia selalu mengajak Rory menikah dan tak pernah menyerah setiap bertemu dengan Rory.
Komakado bergabung dengan mereka dari stasiun Kasumigaseki. Dia menjelaskan bahwa kelompok Itami direncanakan untuk mengganti kereta setibanya di Tokyo. Selain itu, tipuan bis yang mereka lakukan sebelumnya juga sukses. Semua pihak luar tertipu dengan pergantian rencana diam-diam tersebut. Tapi karena Rory yang tampak sudah tidak tahan untuk tetap di bawah tanah, Itami memutuskan untuk turun di stasiun Ginza. Komakado menghentikan Itami saat keluar, menjelaskan bahwa dia tidak bisa bertindak semaunya sendiri. Namun mendadak ada pengumuman bahwa terjadi kecelakaan dalam pemasangan kawat di antara stasiun Tokyo dengan stasiun Ginza sehingga kereta bawah tanah yang mereka naiki barusan tidak bisa lanjut berjalan. Tampaknya ini juga ulah pihak yang ingin macam-macam dengan Itami dan kawan-kawan.
Setelah naik ke permukaan, Komakado menjelaskan ke Itami bahwa “lawan” mereka bertujuan untuk melakukan demonstrasi. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa “menyerang” mereka kapan pun mereka mau. Tapi karena rencana mereka terhadap bis dan kereta bawah tanah sudah gagal, lawan mereka akan memakai rencana yang lebih langsung dan jelas. Baru saja dia selesai bicara, ada orang asing yang mencopet kapak Rory…hanya untuk berakhir tidak kuat membawanya dan tertiban kapak tersebut. Komakado mencoba mengangkat kapak tersebut dengan tujuan mengamankan orang asing tersebut, tapi karena Itami telat mengingatkan Komakado dia juga berakhir dengan cedera di bahu dan lengannya karena juga tidak kuat mengangkat kapak tersebut. Selagi dimasukkan ke ambulans, Komakado menyuruh kelompok Itami untuk pergi ke Ruang Pertemuan Ichigaya malam itu juga.
Sebelum pergi ke tempat yang diberitahu Kamokado, Itami ingin mampir ke suatu tempat dulu (yang Kuribayashi kira adalah Akihabara). Mereka sampai di rumah warga biasa, dengan Itami tampak membawakan makanan untuk satu-satunya penghuni yang ada di rumah tersebut. Jelas teman-temannya bertanya-tanya siapa orang tersebut. Itami menjawab bahwa orang itu adalah…mantan istrinya!?
BONUS:
[youtube id=”UpDGfxVXaGY” width=”600″ height=”340″ position=”center”]
Berita Anime & Manga
Kadokawa dan Crunchyroll Siapkan Kejutan Istimewa untuk Penayangan Re:ZERO
Para penggemar serial Re:ZERO -Starting Life in Another World- (Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu) kembali mendapatkan kabar menarik dari pihak industri. Pihak Kadokawa bersama dengan platform streaming Crunchyroll dilaporkan telah mempersiapkan kejutan serta perlakuan khusus untuk menyambut kelanjutan perjalanan Subaru Natsuki. Saat ini, penayangan Season 4 dari anime populer tersebut sedang berlangsung dan sukses mencuri perhatian para pecinta animasi Jepang di seluruh dunia.
Di balik kesuksesan visual dan alur ceritanya yang solid, pihak Kadokawa mengungkapkan detail menarik mengenai proses di balik layar. Tahap produksi untuk Re:ZERO Season 4 ternyata membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup panjang, yaitu sekitar 26 bulan. Durasi produksi yang mencapai lebih dari dua tahun ini dilakukan demi menjaga kerapian detail, konsistensi kualitas animasi, serta penyampaian emosi cerita agar tetap sesuai dengan standar tinggi yang diharapkan oleh para fans.
Meskipun antusiasme penonton sangat tinggi terhadap Season 4 yang tengah mengudara, pihak studio dan penerbit masih menyimpan rapat informasi mengenai masa depan serial ini. Hingga saat ini, pengumuman resmi terkait kepastian tanggal rilis maupun jadwal produksi untuk Season 5 masih belum dirilis secara publik. Namun, kerja sama erat antara Kadokawa dan Crunchyroll memberi sinyal positif bahwa franchise isekai ini akan terus mendapatkan dukungan besar ke depannya.
Berita Anime & Manga
Penantian Panjang Walpurgisnacht Rising: Alasan di Balik Penundaan Film Terbaru Madoka Magica
Para penggemar serial Puella Magi Madoka Magica harus kembali melatih kesabaran. Film terbaru yang sangat dinantikan, Puella Magi Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising, kembali mengalami penundaan jadwal rilis. Hingga saat ini, proses produksinya telah memakan waktu hingga 75 bulan lamanya, menjadikannya salah satu proyek animasi dengan masa pengerjaan paling panjang dalam industri anime modern.
Awalnya, film ini diumumkan akan menyapa penonton pada tahun 2023. Namun, pihak produksi menggeser target rilis ke tahun 2024, hingga akhirnya secara resmi diundur kembali ke tahun 2026. Penundaan berulang ini tentu memicu beragam spekulasi dan rasa penasaran di kalangan komunitas anime mengenai situasi sebenarnya di balik layar pengerjaan film tersebut.
Penyebab utama dari kemunduran jadwal tayang ini adalah kendala teknis yang melibatkan para staf inti. Beberapa animator utama yang memegang peranan krusial dalam pengerjaan Walpurgisnacht Rising rupanya masih terikat kontrak aktif untuk menyelesaikan beberapa proyek seri anime lainnya. Hal ini menciptakan hambatan dalam pembagian fokus serta jadwal produksi, sehingga pengerjaan film tidak dapat berjalan dengan kapasitas maksimal.
Daripada memaksakan rilis dengan standar yang setengah-setengah, pihak studio memutuskan untuk mengambil langkah aman dengan memperpanjang durasi produksi. Langkah ini diambil demi memastikan kualitas visual dan detail estetika yang dihadirkan dapat memenuhi ekspektasi tinggi para penggemar setianya.
Berita Anime & Manga
Adaptasi Anime “The Strongest Man, Born From Misfortune” Rilis Cuplikan Perdana, Siap Tayang 2027
Para penggemar serial anime bergenre fantasi mendapatkan kabar gembira terkait proyek adaptasi terbaru. Tim produksi anime The Strongest Man, Born From Misfortune (Fuun kara no Saikyou Otoko) resmi meluncurkan cuplikan perdana yang memperkenalkan jajaran karakter dari “Keluarga Abel”. Proyek adaptasi ini dipastikan siap menyapa penonton pada tahun 2027 mendatang di bawah garapan Studio EAST FISH.
Mengusung gabungan genre aksi, fantasi, isekai, dan reinkarnasi, kisah ini berfokus pada perjalanan hidup Siegbert. Setelah mengalami kecelakaan fatal di kehidupan sebelumnya, ia mendapatkan kesempatan kedua untuk terlahir kembali di dunia baru. Awalnya, Siegbert merasa sangat beruntung karena dibesarkan di tengah keluarga yang penuh kasih sayang dan hangat. Namun, situasi tersebut perlahan berubah ketika ia mulai mempertanyakan apakah tingkat keberuntungannya di dunia ini benar-benar tinggi.
Konflik utama dalam cerita ini berpusat pada dinamika takdir dan kesempatan. Di dunia baru tersebut, setiap kesempatan yang hadir dianggap sebagai wujud nyata dari sebuah keberuntungan. Seseorang harus mampu menghentikan kesempatan tersebut jika ingin mewujudkan keinginan terbesarnya. Siegbert pun dituntut untuk menaklukkan setiap tantangan keberuntungan yang datang menghampiri.
Perjuangan Siegbert bukan sekadar bertahan hidup atau menjadi yang terkuat, melainkan juga menuntaskan tanggung jawab besar. Ia harus menghentikan konsekuensi dari warisan turun-temurun yang belum sempat dipenuhi oleh Keluarga Abel. Ditenagai oleh visual ciamik dari Studio EAST FISH, adaptasi ini menjadi salah satu judul yang patut dinantikan oleh para pecinta kisah reinkarnasi pada tahun 2027.
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_00.27_[2015.08.26_15.38.00]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_00.27_2015.08.26_15.38.002-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_01.32_[2015.08.26_15.47.08]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_01.32_2015.08.26_15.47.08-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_04.00_[2015.08.26_16.02.34]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_04.00_2015.08.26_16.02.34-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_04.47_[2015.08.26_16.11.55]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_04.47_2015.08.26_16.11.55-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_05.19_[2015.08.26_16.23.04]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_05.19_2015.08.26_16.23.04-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_07.14_[2015.08.26_16.40.27]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_07.14_2015.08.26_16.40.27-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_08.16_[2015.08.26_16.48.13]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_08.16_2015.08.26_16.48.13-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_08.52_[2015.08.26_16.57.14]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_08.52_2015.08.26_16.57.14-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_10.51_[2015.08.26_17.11.57]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_10.51_2015.08.26_17.11.57-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_11.54_[2015.08.26_17.24.22]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_11.54_2015.08.26_17.24.22-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_13.19_[2015.08.26_17.36.54]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_13.19_2015.08.26_17.36.54-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_15.01_[2015.08.26_17.54.10]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_15.01_2015.08.26_17.54.10-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_16.58_[2015.08.26_18.10.31]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_16.58_2015.08.26_18.10.31-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_18.35_[2015.08.26_18.27.22]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_18.35_2015.08.26_18.27.22-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_19.18_[2015.08.26_18.30.50]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_19.18_2015.08.26_18.30.50-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2015-08-23 10-41-19-375.avi_snapshot_20.46_[2015.08.26_18.40.50]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/08/mpc-hc64_nvo-2015-08-23-10-41-19-375.avi_snapshot_20.46_2015.08.26_18.40.50-1024x575.jpg)



