Connect with us

Berita Anime & Manga

Musim Panas Berlalu, Yuk Dilihat Anime Musim Gugur 2015!

Published

on

GwiGwi.com – Musim yang “hot” ini akan segera berakhir nih Gwiple. Tentunya kalian penasaran kan apa yang dimiliki season berikutnya untuk bisa Gwiple nikmati? Mungkin ada yang masih belum move on dari “kematian” Ayumi dari serial Charlotte? Daripada galau mending kita tunggu saja apa yang “berguguran” di musim Gugur 2015 (Fall 2015). Berikut adalah list dari Crew GwiGwi!

A. Anime Baru

21131-tX3hP9H6JIOx

Gakusen Toshi Asterisk

Studio : A1 Pictures

Manusia diserang oleh kejadian-kejadian yang tidak terduga berabad-abad yang lalu. Alhasil, seluruh dunia pun hancur. Namun manusia tidak tinggal diam. Mereka berusaha bangkit kembali dengan temuan mereka yaitu “The Genestella.”21275-8lvuaHXvuj7v

Comet Lucifer

Studio : 8bit

Sebuah kota pertambangan bernama Garden Indigomerupakan kota yang memiliki hasil tambang yang baik. Sougo gemar sekali mengumpulkan crystal langka yang bisa ditemukannya di kota itu. Suatu hari, ia terjebak dalam suatu kericuhan yang diperbuat oleh teman sekelasnya, Kaon, Roman, dan Otto. Dia pun kehilangan arah hingga ia menemukan sebuah danau disuatu bawah tanah tempat pertambangan. Disana ia bertemu dengan seorang gadis misterius berambut biru dan mata merah. Anime ini mengisahkan perjalanan cerita yang terjadi setelah pertemuan Sougo dengan gadis ini.
20881-hBAYh7CorEQ8

Heavy Object

Studio : J.C Staff

Jika sebelumnya kita sudah melihat moefikasi dari kapal, pesawat, tank, monster, dan sekian banyak moefikasi atau personification, anime ini akan menambah panjang list tersebut. Object atau benda dalam cerita ini memiliki kemmapuan luar biasa. Selain itu, mereka digunakan untuk berperang dan tentunya hasilnya sangat berpengaruh pada sejarah dunia. Suatu hari, Object ini yang menyandang status Elite, bertemu dengan seorang murid yang bercita-cita menjadi Object Mechanic bernama Quenser dan seorang prajurit bernama Heivia pada suatu lokasi perang bersalju.
21243-EsRQAmsaPFVL

Komori-san wa Kotowarenai!

Studio : ???

Diadaptasi dari manga dengan judul yang sama, Komori-san wa Kotowarenai membawakan kisah tentang anak SMP bernama Shuri Komori, yang bisa dibilang terlalu baik, dan tidak dapat menolak request dari orang lain. Namun, oleh karena itu, Komori-pun mendapat berbagai kemampuan yang dapat membantunya dalam kehidupan sehari-hari.20712-6tv615GRVtnE

Lance N' Masques

Studio : Studio Gokumi

Berkisah tentang Youtarou Hanafusa, pemuda yang merupakan bagian dari ksatria orde lama di abad ke-21, yang disebut “Knights of the world“. Selama bertarung, ia harus menyembunyikan identitasnya dengan sebuah topeng.
20771-wWBkudmSACKT

Ore ga Ojou-sama Gakkou ni “Shomin Sample” Toshite Gets-Sareta Ken

Studio : Silver Link

Bagaimana jadinya kalau sekolah “kelas atas” dengan sekumpulan gadis yang polos, inoccent, dan sangat terlatih untuk menunjukan kelasnya yang berbeda dengan dari orang-orang kebanyakan memutuskan untuk belajar tentang “dunia luar”? Anime ini mungkin menjadi yang pertama memiliki konsep ini. Kagurazaka Kimito terpaksa mengikuti sekolah ini demi “mengajarkan kerasnya hidup di dunia luar” kepada para gadis ini. Namun ada suatu salah tangkap dimana Kimito yang dianggap “commoners” ini adalah seorang homoseksual dengan fetish pria berotot. Bagaiamana kah kisah hidupnya di sekolah ini?21066-g3UnWyIjf8zo

Sakurako-san no Ashimoto ni wa Shitai ga Umatteiru

Studio : TROYCA

Berkisah tentang Shoutarou Tatewaki and Sakurako Kujyou yang merupakan sepasang kekasih dimana Shoutaro adalah anak SMA, sedangkan Sakurako adalah seorang wanita berumur 20 tahunan, merupakan anak orang kaya, dan juga memiliki koleksi “Beautiful Bones“. Mereka bertemu dengan berbagai kejadian dan kasus yang aneh, dimana semuanya selalu berhubungan dengan “Tulang (bones)”20704-23oRHBlH7aEm

Taimadou Gakuen 35 Shiken Shoutai

Studio : Silver Link

Berkisah pada keadaan dimana militer sudah berpindah dari pedang menjadi magic, dan kemudian berubah menjadi senjata api. Pengguna magis di dunia pun sudah hampir musnah sehingga peperangan menggunakan senjata api menjadi panggung utama kembali. Takeru Kusanagi, yang bergabung pada “AntiMagic Academy” tidak dapat menggunakan senjata api, melainkan hanya sebuah pedang. Hal ini membuatnya di transfer ke platoon 35 untuk siswa kurang mampu. Namun semua berubah saat seorang gadis pengguna senjata api elit bergabung pada platoon itu.

B. Sequel 
21034-sNlh1pVqgiVB

Gochuumon wa Usagi Desu ka??

Studio : White Fox

Kokoro pyon~ pyon~. Inilah yang terlintas saat melihat GochiUsa. Berkisah tentang 5 gadis “moe” nan imut yang berhubungan dengan kafe, kelinci, dan juga sebuah tempat bersetting  a la Eropa. Season kedua-nya ini tentunya adalah hal yang ditunggu-tunggu terutama bagi penggemar moe overload yang selalu berfikir tiap episodenya adalah “mereka fuwa fuwa sekali!”
20991-Tv4qj8CFSaNN

Hidan no Aria AA (Double A)

Studio : Dogakobo

Bersifat sebagai prequel dari Hidan no Aria yang sudah lama sekali tayang tanpa ada kabar kelanjutan season ke-2nya, Double A (AA) mungkin dapat meningkatkan kembali minat para penonton. Gadis moe, twintail, tsundere, berambut merah, dengan senjata. What's not to like?
20992-0ZVBoKNgeuxh

Haikyuu!! 2

Studio : Production I.G

Bocah volley akan kembali mewarnai tontonan kalian. Tidak banyak yang bisa dijelaskan dari season ke-2 ini karena intinya …. mereka kembali main volley, dan berusaha menang.21262-1rxqfjaguHbC

Owarimonogatari

Studio : SHAFT

Tidak begitu banyak hal yang dibocorkan dari anime ini nantinya. Intinya adalah novel NisiOisin yang berjudul sama dan telah dipublikasikan sebanyak 3 volume akan menjadi bahan adaptasi untuk salah satu sequel Monogatari series ini.
21088-DosYghOAGbsa

Yuru Yuri San☆Hai!

Studio : TYO Animations

Club “Teh” kembali dengan full on Yuriism yang pastinya akan membuat penontonnya tertawa dan melupakan kesetresan sejenak. Oke, mungkin tidak full on tapi dari judulnya dan apabila kalian sudah menonton season sebelumnya, pasti memang akan ada unsur Yuri disini. Tenang saja. Masih dalam batas safe. *nosebleed*21273-gPQM2HGWvEMU

World Trigger Isekai Kara no Toubousha

Studio : ???

Memang tidak bisa dibilang sequel ataupun prequel dari World Trigger sendiri, namun Isekai Kara no Toubousha ini akan menganimasikan cerita-cerita original yang tidak dapat ditemukan dalam Manga World Trigger itu sendiri.

Nah gimana Gwiple? Manakah yang menjadi watch list kalian?

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending