Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 4

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri telah berlanjut ke episode 4. Episode ini dibuka dengan mimpi dari perempuan elf yang diselamatkan Itami dkk. pada episode lalu yang menggambarkan keadaan pemukimannya saat diserang naga, dan bagaimana ayahnya menolongnya dengan menjatuhkannya ke dalam sumur pemukimannya sehingga dia selamat dari serangan naga tersebut.

1

Saat dia terbangun dari mimpinya, mereka sudah dekat ke markas JSDF di Arnus Hill. Pentagon? Salah ini namanya Hexagon. Well, bentuknya. Bukan berarti memang dipanggil demikian di animenya.

2

Sementara itu rumor tentang “pasukan-pasukan berbaju hijau yang membantu penduduk Coda Village untuk mengungsi dan berhasil mengusir naga api” mulai menyebar di desa-desa. Pinya dan ordenya (seorang wanita bernama Hamilton serta dua pria bernama Norma dan Grey) mendengar rumor tersebut saat mereka makan di salah satu penginapan sebuah desa. Salah satu pekerja di penginapan tersebut rupanya adalah salah satu penduduk desa yang diselamatkan, dan dia menceritakan detil para pasukan berbaju hijau tersebut terhadap Pinya dkk. (setelah disogok sedikit oeh Hamilton): “mereka punya senjata ajaib yang berbentuk seperti ayam besi raksasa, berkendara dengan kereta besi yang keras dan gagah, dan mereka semua berpakaian serba hijau.” Cukup akurat sih….

3

Sementara itu di markas, tampaknya ide Itami untuk membawa balik para pengungsi yang kehilangan orang tuanya tersebut ke markas bukanlah hal yangs eharusnya dilakukan Itami. Tapi karena sudah dilakukan, mau tidak mau harus dilaporkan ke atasan mereka beserta segala hal yang mereka pelajari dari hasil “sosialisasi” mereka dengan penduduk desa.

4

Kekhawatiran tersebut berdasar karena kesulitan yang ada untuk berkomunikasi dengan penduduk dunia tersebut. Mereka khawatir jika mereka membawa sebagian penduduk dunia tersebut ke markas mereka, akibat komunikasi yang kurang baik antara pihak JSDF dengan penduduk orang-orang tersebut akan mengatakan bahwa mereka diculik atau semacamnya saat dipulangkan kembali ke keluarga mereka. Letnan Yamagida yang melaporkan hasil sosialisasi tim-tim pengintai kepada letnan jenderalnya lalu memberitahukan soal pengungsi-pengungsi yang dibawa kembali ke markas oleh Itami. Karena status mereka sebagai pengungsi, keberadaan dan alasan mereka di markas bisa dengan mudah dijelaskan ke kedua pihak (pihak dunia di seberang Gate dan media massa di Jepang). Karena alasan yang dipaparkannya, letnan jenderal akhirnya menyetujui para pengungsi itu untuk tetap tinggal di markas Itami. Akhirnya tim Itami diperintahkan untuk mengawasi para pengungsi serta menyediakan segala kebutuhan mereka.

5

Saat Itami mau bersiap-siap mengurus segala pekerjaan tulis-menulis yang dibutuhkan dalam menyiapkan tempat tinggal dan kebutuhan pangan untuk para pengungsi (setelah menyerahkan tugas ototnya ke anggota-anggota timnya), dia ditemui oleh Letnan Yamagida dan diajak berbicara di atap salah satu gedung di markas. Dia bertanya apakah Itami membawa para pengungsi itu dengan kehendaknya sendiri (dengan dasar di mana Itami seperti mengalami kesulitan komunikasi dengan markas setelah kejadian dengan naga api lalu, Yamagida berdalih Itami sengaja melakukan ini agar tidak diperintahkan untuk meninggalkan para pengungsi di tempat). Selain itu, dia menjelaskan bagaimana dunia lain yang mereka datangi tersebut adalah harta karun bagi dunia mereka. Dunia dengan banyak daratan yang masih belum dihuni, tingkat polusi yang bisa dibilang tidak ada, juga dengan sumber daya yang sangat melimpah yang menurut Yamagida cukup untuk memajukan perekonomian dunia mereka. Namun, pemerintah Jepang tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan semua itu. Apalagi mengingat satu-satunya jalan menuju dunia tersebut, Gate, hanya ada di Jepang. Apakah status “Daerah Spesial” yang diklaim pemerintah Jepang atas dunia lain tersebut pantas untuk diperjuangkan dengan resiko setengah dari jumlah negara di Bumi menentang mereka?

6

Itami bertanya balaik bagaimana jika memang pantas. Yamagida menjawab bahwa pemerintah Jepang mungkin harus mengambil pilihan tersebut jika memang mengendalikan sebagian dari dunia lain tersebut cukup untuk mencegah Jepang menjadi lemah setelah diputuskan hubungannya dengan sebagian besar negara di Bumi, karena dalam politik negara yang memiliki aset terbanyak adalah pemenang. Tentunya semua pembicaraan ini membuat Itami bertanya-tanya apa maksud Yamagida mengatakan semua ini kepadanya. Toh, yang dia lakukan cuma membawa pengungsi ke markas. Yamagida menjelaskan bahwa dia sudah sukses membangun rasa percaya antara penduduk desa dengan JSDF. Posisi Itami jadi sangat penting dalam lebih dari sekedar mengumpulkan informasi tentang dunia tersebut. Karena itu, dalam beberapa hari kemudian Itami akan diberikan kebebasan bertindak, dan Yamagida berharap Itami menggunakan hak tersebut sebaik mungkin.

7

Besoknya para pengungsi tersebut didata namanya masing-masing. Akhirnya kita tahu nama elf ini.

8

Para tentara mulai membangun tempat tinggal untuk para pengungsi, jadi silahkan nikmati kebingunan mereka melihat kerumunan pengeruk tanah.

9

Karena ini dunia fantasi yang biasa ada di game-game RPG, roti harusnya bukan hal yang mengejutkan buat mereka kan? Tampaknya bukan demikian kasusnya untuk dunia lain di Gate ini.

10

Sementara itu di Bumi, kita diperlihatkan fakta bahwa ada lagi negara besar selain Amerika Serikat yang juga tertarik pada Daerah Spesial di seberang Gate yang muncul di Jepang. Perkenalkan Dechou Dong, presiden dari Republik Rakyat Tiongkok (atau Republik Rakyat Cina) di anime ini.

11

Skip beberapa hari, dan kita diperlihatkan adegan mandi. Nothing really special here (kecuali fakta bahwa Lelei ternyata mencoba mempelajari bahasa Jepang sedikit-sedikit sekaligus mencari tahu tentang asal usul JSDF yang dia gambarkan sebagai “prajurit dari sebuah negara di balik Gate yang bernama Jepang” dan juga tentang dunia di balik Gate di mana ada banyak negara lainnya selain Jepang di sana.)

12

Sementara itu, Pinya mendapat kabar tentang seseorang dari keturunan bangsawan sedang dirawat di suatu desa. Ternyata orang tersebut adalah Raja Duran, salah satu pemimpin yang ikut bertarung di Arnus Hill beberapa hari lalu bersama seluruh tentara kerajaan-kerajaan aliansi Empire. Tangan kiri dan kaki kirinya diamputasi dan mata kirinya pun tampaknya tak terselamatkan. Pinya menyatakan bahwa dia mendengar tentang keberadaan Raja Duran saat mencari kabar tentang kejadian di Arnus Hill. Raja Duran yang mendengar ini kaget sekaligus murka. Dia sadar bahwa Kaisar Molt dengan sengaja menyembunyikan apa yang terjadi di Arnus Hill dan tujuan tersembunyi kaisar tersebut untuk menyingkirkan kerajaan di sekitarnya agar tidak menjadi ancaman bagi kekuasaan Empire. Pinya yang kaget dan seperti tidak bisa menerima pernyataan Raja Duran memohon untuk memberitahu Pinya tentang lawan yang sudah mengalahkan mereka di Arnus Hill, tapi Raja Duran tidak menjawabnya langsung dan menyuruh Pinya untuk pergi ke Arnus Hill sendiri. Akhirnya Pinya memutuskan untuk pergi ke Arnus bersama dengan ordenya. Tetapi sebelum mencapai Arnus, mereka harus melewati kota Italica terlebih dahulu.

13

Sementara itu di markas, Chuka bertingkah aneh. Dia meminta untuk diberikan pakaian, makanan, dan tempat tinggal yang cukup untuk dua orang tapi bagian yang berlebih itu selalu dibiarkannya tidak tersentuh. Selain itu, pakaian lebih yang diminta Chuka adalah pakaian pria.

14

Sementara itu, Rory mengungkapkan opininya tentang tempat tinggal sementara yang disediakan untuk mereka di mana dia merasa nyaman tinggal di sana. Chuka bahkan berkata bahwa tempat tinggal sementara tersebut lebih nyaman dibanding tempat tinggalnya di hutan dulu. Namun, karena sementara, maka cepat atau lambat mereka harus segera menghidupi diri mereka sendiri dan Chuka bingung bagaimana caranya. Dia takut kalau akhirnya dia harus menjual dirinya ke Prajurit Bukit.

15

Lelei yang baru datang mendengar percakapan mereka dan mengajak mereka ke tempat di mana pertempuran antara JSDF dengan tentara aliansi Empire terjadi sebelumnya. Daerah itu sekarang penuh dengan mayat naga terbang, dan Lelei mengatakan bahwa Itami mengijinkan mereka untuk mengambil semua sisik dari naga-naga tersebut. Ternyata sisik naga terbang di dunia ini bisa dijual mahal tapi JSDF tidak tertarik dengan sisik-sisik tersebut. Dengan ini mereka sudah menemukan sumber biaya yang akan mereka pakai untuk memulai hidup baru mereka setelah keluar dari area pengungsian mereka.

16

Setelah mengumpulkan sekitar dua karung penuh, Itami dan Kurata mengantarkan Lelei, Rory, dan Chuka untuk menjual sisik-sisik naga tersebut. Di markas, ternyata Itami dicari letnan jenderal karena pihak legislatif dari pemerintah Jepang ingin mengundang Itami dan salah satu pengungsi ke sebuah pertemuan untuk mendengar langsung dari mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada para pengungsi tersebut. Yamagida memberitahu bahwa Itami baru saja pergi ke…Italica.

17

BONUS:

[youtube id=”Bsvd3UJEec0″ width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending