Berita Anime & Manga
Inilah 5 Film Karya Hayao Miyazaki Yang Wajib Kalian Tonton
GwiGwi.com – Hayao Miyazaki dikenal lewat film animasi Jepang yang diproduksi Studio Ghibli. Seorang animator, penulis, produser, sutradara, Hayao Miyazaki adalah orang yang sangat hebat dan dia juga beteman baik dengan John Lasseter dari PIXAR.
Tidak peduli kalian adalah fans berat Hayao Miyazaki atau tidak kenal sama sekali dengannya, dibawah ini adalah 5 film Studio Ghibli yang wajib kalian tonton.
1. My Neighbor Totoro
Film klasik Ghibli ini sangatlah indah.
“Ketika dua anak perempuan pindah ke desa untuk merawat ibu mereka yang sakit, mereka bertemu dengan roh hutan yang tinggal dekat dari rumah mereka dan melewati petualangan yang seru bersama.”
My Neighbor Totoro fokus pada keajaiban alam. Film ini menunjukan hubungan dua kakak beradik dengan hutan yang ada di belakang rumah baru mereka dan keindahan hutan ini benar – benar terlihat dalam film animasi ini. Salah satu keunggulan film buatan Ghibli/Miyazaki adalah keindahan dibalik tiap adegan. Film ini benar benar digambar dengan sangat bagus.
2. Kiki's Delivery Service
Kiki's Delivery Service juga memiliki animasi yang sangat indah, tapi yang menjadikan film ini menarik adalah perkembangan tiap karakternya.
“seorang penyihir muda, yang sedang menuju jalan kedewasaan, merasa kesulitan untuk berbaur dengan komunitas/masyarakat baru sembari bekerja dengan membuka jasa kurir terbang”
Film ini sebenarnya menceritakan ritual menuju kedewasaan. Kiki awalnya gadis sangat polos yang penuh dengan antusiasme dan idealisme. Sepanjang film ini, dia dihadapkan dengan dunia independen yang sebenarnya. Meski dia mempunyai keluarga dan teman yang baik, Kiki mulai kehilangan kepercayaan dirinya ketika dia dibombardir berbagai kondisi sosial yang membuatnya gelisah. Kiki kehilangan kemampuan terbangnya dan menghabiskan waktu mengobrol dengan kucing miliknya yang bernama Jiji, sampai kepercayaan dirinya pulih. Film ini sangat berkaitan dengan kondisi dunia nyata walau menceritakan tentang penyihir berumur 13 tahun.
3. Spirited Away
Spirited Away adalah film yang sangat memukau yang membuatmu berpikir dan tak pernah berhenti mengejutkanmu. Ketika saya menonton film ini untuk pertama kalinya, saya sangat kaget pada 10 menit pertama (orang tua karakter utama berubah menjadi babi). Tapi tidak saya sangka pengalaman menonton film yang sangat menarik telah menunggu saya.
“Ketika keluarga karakter utama pindah ke daerah pinggiran, karakter utama, sang gadis 10 tahun yang pemurung memasuki dunia yang dikuasai oleh dewa dewa, para penyihir dan roh dimana manusia yang masuk berubah menjadi hewan.”
Sekali lagi, alam memainkan peran penting dalam film Miyazaki ini. Hampir semua adegan di film ini mengambil tempat di pemandian gaib. Kalian akan menemukan roh sungai dan roh lobak dan juga banyak roh – roh lainnya. Salah satu referensi antara hubungan manusia dan alam salah satunya adalah adegan dimana Roh Sungai yang berbentuk gundukan sampah yang berlumpur dan tidak ada yang mau memandikannya/membersihkannya karena bau busuk yang menyengat, kemudian Chihiro (karakter utama) muncul dan membantu mencabut duri di tubuhnya. Ternyata itu bukan duri tetapi pegangan sepeda. Setelah tercabut semua sampah dan polusi yang selama ini tersembunyi keluar dari tubuh Roh Sungai.
Film ini bukan hanya mengangkat isu lingkungan, tapi juga ritual kedewasaan. Chihiro awalnya adalah anak yang sangat manja dan suka mengeluh. Setelah pengalamannya di pemandian gaib, dia bisa mengapresiasi orang tuanya, meski dia kadang masih sebal dengan mereka. Film ini juga sangat berkaitan dengan dunia nyata walau berisi roh – roh dan naga.
4. Howl Moving Castle.
Ketika seorang gadis muda yang tidak percaya diri dikutuk menjadi tua oleh penyihir jahat, satu – satunya cara untuk menghilangkan kutukan bergantung pada seorang penyihir muda yang egois tetapi juga tidak percaya diri dan teman – temannya di kastil bergeraknya.
Film ini tidak fokus pada alam tetapi lebih pada perkembangan karakter. Hampir semua karakter berubah menjadi dewasa dan punya kesadaran diri. Beberapa berubah dari rendah diri menjadi percaya diri, beberapa berubah dari terlalu percaya diri menjadi rendah hati. Tema lain dalam film ini adalah menerima orang lain apa adanya walau ada kekurangan internal dan eksternal. Oh, dan jangan lupa si iblis api yang lucu, Calcifer, film ini benar – benar bagus.
5. Wind rises
Film ini lebih mengedepankan sisi romantis dan sejarah dari kejeniusan Miyazaki.
“Sebuah gambaran kehidupan dari Jiro Horikoshi, orang yang merancang Jet Tempur Jepang pada Perang Dunia ke 2.”
Saya bisa menonton film ini di bioskop, sebuah pengalaman yang hebat bisa menonton animasi yang indah di layar lebar. Karena tema dan karakter utamanya, banyak adengan menggunakan sudut pandang dari udara. Bukan sudut pandang dari mata burung, tetapi di atas sudut mata normal. Film ini menampilkan banyak aspek : romansa, humor, dan juga suspense. Meski bercerita tentang hubungan cinta, tetapi bukan seperti yang kalian bayangkan.
Ya, ada hubungan cinta antara pria dan wanita, tetapi juga ada hubungan antara manusia dan mesin, lagi – lagi bukan yang seperti kalian bayangkan. Saya tidak membicarakan manusia dan ponsel pintarnya, saya membicarakan tentang pria dan kekagumannya pada pesawat. Kekaguman yang muncul sejak anak – anak dimulai dari merancang mainan hingga Jet Tempur pada perang dunia ke 2. Meski sudah tidak ditayangkan di bioskop, kalian wajib menontonnya walau lewat ponsel pintar kalian.

Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!










