Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Enryuu Hen Episode 1
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Ketemu lagi dengan LeinRa dan seperti yang sudah kukatakan di review sebelumnya, Gate season 2 akan mendapat review dariku dan inilah dia review episode pertamanya. Baru mulai saja kita sudah disuguhi bahan untuk ditertawakan.
Beralih sebentar ke ibukota Empire, tepatnya di kediaman putra mahkota dari Empire, Zorzal, yang juga adalah kakak dari Pina. Dia tampak sedang memerkosa seorang warrior bunny bernama Tyuule sampai Count Marx datang untuk melaporkan sesuatu. Setelah Tyuule disuruh pergi, dia mendengar dari Marx bahwa beberapa senator kerajaan disuap oleh perwakilan lawan (Jepang) dengan janji bahwa anggota keluarga setiap senator yang ditawan di Jepang akan dibebaskan. Selain itu Zolzal juga diberitahu mengenai pertemuan yang diadakan di Imperial Garden antara para senator tersebut dengan perwakilan dari lawan, maka Zolzal diminta untuk mendatangi pertemuan tersebut dan mengganggunya.
Beralih ke Jepang, sedang diadakan pertemuan tertutup antara Perdana Menteri Jepang dengan menteri-menterinya, membahas tentang perkembangan di special region. Menteri-menteri melaporkan bahwa negosiasi dengan para senator Empire untuk menjalin hubungan damai antara Jepang dengan Empire berjalan mulus. Namun, negosiasi ini masih berada di tahap permulaan sehingga tidak ada informasi yang bisa dipublikasikan ke masyarakat umum meskipun media dan pihak asing sudah memaksa perdana menteri untuk memberikan informasi berikutnya mengenai kegiatan Jepang di special region.
Kita kembali ke Imperial Garden di mana perjamuan makan antara keluarga-keluarga senator sedang diadakan (untuk menyembunyikan fakta bahwa Itami dan para senator sedang melakukan pertemuan di sisi lain Imperial Garden). Di tengah pembicaraan antara Pina dengan Sugawara, Sherry, anak perempuan dari keluarga Tyueri yang memiliki hubungan dengan salah satu senator penting, Marquess Casel, datang merengek ke Sugawara untuk melakukan sesuatu mengenai sepupunya yang terus memamerkan kalung mutiaranya (reaksi penulis saat melihat adegan ini: kok random amat ini kejadian?). Orang tuanya lalu datang untuk membawa Sherry pergi setelah meminta maaf ke Sugawara. Sugawara menghentikan mereka sejenak, memberitahukan kedua orang tua Sherry untuk jangan terlalu keras dengan anak mereka. Dia juga memberitahukan Sherry untuk jangan membuat repot kedua orang tuanya. Dia juga berkata kepada Sherry bahwa jika dia berkelakuan baik maka Sherry pasti akan mendapat balasannya. Ini semua jelas tak lebih adalah cara Sugawara untuk bisa membuka hubungan dengan Marquess Casel, dan ini tampak jelas oleh Pina. Pina bahkan memuji Sugawara dengan memanggilnya “penggoda”. Pembicaraan mereka berakhir dengan bagaimana daging yang disajikan di jamuan tersebut bisa sangat enak karena Furuta, yang dulunya adalah koki di salah satu restoran kelas atas sebelum mendaftarkan dirinya ke militer, membantu para koki di sana untuk memasaknya. Sugawa lalu mengantarkan Pina ke tempat Itami bertemu dengan para senator karena Pina menanyakan keberadaannya.
Di tempat terbuka yang agak terpisah dari tempat jamuan diadakan, Itami dan para senator mengadakan pertemuan. Itami tampak melakukan pendekatan dengan cara yang berkebalikan dengan Sugawara, walau masih terbilang damai. Beberapa tentara JSDF tampak memeragakan kemampuan Type 64 Rifle milik JSDF terhadap baju-baju baja, helm-helm baja, dan perisai-perisai yang dijejerkan di depan mereka sebagai targetnya. Hasilnya bisa diduga: semua target tersebut tertembus dengan mudahnya. Ini membuat para senator kaget, dan membuat mereka ingin membelinya di mana Itami jelas terpaksa menolak. Maka mereka menanyakan ada berapa banyak dari senapan tersebut tersedia, yang Itami tidak bisa berikan detilnya namun dia menjawab “kalian bisa mengasumsikan setiap prajurit kami memiliki satu”-jawaban yang makin mengejutkan para senator. Kekagetan mereka belum selesai. Itami memerintahkan untuk mendemokan senjata mereka yang lain-81mm Mortar. Di sinilah kekaguman mereka berubah menjadi ketakutan. Jarak mortar yang sangat jauh dibanding senjata pengepung mereka, skala kehancuran yang bisa diakibatkan mortar tersebut, mereka takut membayangkan seperti apa kekalahan yang akan mereka alami jika senjata tersebut diarahkan ke Empire. Inilah pendekatan menuju perdamaian yang dilakukan Itami-pendekatan dengan jalan menakuti lawan mereka. Sugawara tiba di tempat pertemuan sesaat setelahnya, dan Marquess Dussie langsung mendatanginya dan menanyakan yang diinginkan Jepang sebagai bayaran untuk hubungan damai antara Empire dengan Jepang. Sayang tampaknya negosiasi tersebut harus ditunda karena pengintai melaporkan ada lima pengendara kuda yang mendatangi Imperial Garden. Mereka terlihat bukan bandit, sehingga Itami memerintahkan pengintai untuk menjaga kontak sementara dia mengamankan para senator ke dekat gerbang tenggara Empire-di dekat distrik yang disebut Red Light District.
Para pengendara kuda tersebut adalah Zorzal dan beberapa pengawalnya. Saat tiba, dia langsung didatangi Pina yang lalu menanyakan alasannya datang ke pesta tersebut. Zorzal langsung menanyakan keberadaan senator dan perwakilan lawan, yang ditanggapi oleh Pina seakan dia tidak tau apa-apa. Pina akhirnya menawarkan Zorzal untuk makan daging yang disajikan dengan saus mustard. Awalnya dia tampak tidak yakin dengan daging tersebut karena saus berwarna kuning itu, namun setelah mencobanya dia akhirnya pulang dengan membawa beberapa daging tersebut.
Menurut Pina, yang mengirim kakaknya kemungkinan adalah Count Marx. Dia menduga dikirimnya kakaknya tersebut adalah sebagai peringatan dari Count Marx kepada lawan. Sugawara bersyukur karena para senator tidak ditemukan oleh Zorzal karena dia ingin terus melanjutkan negosiasi perdamaian tersebut. Pina tidak percaya mendengarnya, karena bayaran yang diminta olehnya sebagai ganti hubungan damai Empire dengan Jepang adalah 500 juta Swani-jumlah yang menurut Pina bahkan tidak mungkin cukup dengan semua koin yang ada di Empire. Sugawara menjawab bahwa itu hanyalah tawaran pembuka, dan hasil akhirnya masih tergantung dengan hasil negosiasi ke depannya. Karena itulah dia harus secepat mungkin berbicara dengan Marquess Casel.
Di istana Empire, Count Marx melaporkan hasil kunjungan Zorzal. Dia juga mengingatkan kaisar Molt yang akan terjadi bila para senator menyetujui tawaran perdamaian dari Jepang. Kaisar Molt tidak peduli. Dia justru memberitahu Marx untuk membiarkan mereka tetap bernegosiasi, tapi Molt tidak memiliki rencana memberi mereka satu koin pun atau satu plot tanah pun. Karena itu kaisar Molt memerintahkan Marx untuk melakukan apa yang menurut Marx dibutuhkan untuk memastikan negosiasi tersebut mencapai jalan buntu karena dengan demikian kaisar Molt yakin Jepang akan pecah dari sikap “ingin damai”nya tersebut.
Beralih ke Red Light District yang dituju Recon 3 yang mengamankan para senator. Mereka telah sampai di sana, dan saat melapor ke JSDF yang sudah mengamankan daerah tersebut, Kurokawa yang memiliki sertifikat keperawatan langsung diminta untuk memberdayakan kemampaun lainnya tersebut. Di tempat dia ditugaskan sebagai perawat dia bertemu dengan seorang beast girl bernama Misery, seorang pelacur yang tampaknya sudah biasa datang ke sana untuk mengambil obat yang membantunya tetap kuat selama melakukan pekerjaannya. Di situ Kurokawa mendengar cerita dari Misery tentang bagaimana JSDF mengamankan Red Light District dari “orang-orang besar” yang menguasai daerah tersebut dengan geng mereka-malam di mana JSDF menyapu bersih geng Bessala yang membuat pemimpin geng lain membagi uang dan wilayahnya serta bersumpah tidak mengganggu JSDF lagi. Ini membuat Red Light District jadi tempat yang jauh lebih aman dibanding sebelumnya.
Sementara itu Itami dan beberapa anggota Recon 3 dibawa ke tempat Pina. Mereka ditawari untuk menginap di sana sampai besok. Walaupun tempat tersebut cukup besar, menurut Pina tempatnya sebenarnya adalah yang terkecil dibanding tempat saudara-saudaranya.
Di bar yang ada di kota yang dibangun para pengungsi di Alnus, Yao tampak menanyakan Myutie sesuatu tentang Itami. Yao berkata dia merasa sudah melakukan sesuatu yang tidak pantas kepada Itami sehingga dia harus melakukan sesuatu yang dia rasa bisa membuat Itami memaafkannya. Yao menanyakan Myutie apakah Itami punya sesuatu atau seseorang yang berharga dan tidak ingin Itami biarkan hilang, dan Myuite menjawab ada tiga orang. Siapa saja mereka? Sayangnya kita tidak bisa mengetahuinya langsung di episode ini.
Malamnya klinik Kurokawa didatangi oleh Misery dan beberapa beast girl. Salah satu dari mereka, selain Misery, yang bernama Tyuwal, berkata bahwa dia merasa bergetar sepanjang hari. Dia juga mengatakan bahwa di daerah asalnya ada gunung berapi yang akan selalu menyebabkan getaran bumi (tampaknya penghuni special region tidak mengenal kata gempa bumi) dan sebelum getaran bumi itu terjadi dia akan merasakan sensasi serupa. Para JSDF yang ada di klinik tersebut sadar bahwa itu adalah pertanda akan datangnya gempa bumi yang mungkin cukup besar, dan segera melakukan evakuasi ke luar ibukota.
Informasi mengenai gempa-ehem-getaran bumi tersebut segera disampaikan ke semua personel JSDF. Tentara JSDF di Alnus segera membangunkan setiap warga dengan berkeliling dengan jeep dan meneriakkan peringatan melalui megaphone. Dan di tempat Itami dan beberapa anggota Recon 3 menetap mereka juga sudah bangun dan membangunkan Pina dan penghuni lainnya. Awalnya Pina memprotes tindakan Itami tersebut karena waktu masih tengah malam, namun mereka mulai merasakannya-bumi bergetar di ibukota Empire.
BONUS:
[youtube id=”RPA0wyLy6iw” width=”600″ height=”340″ position=”center”]
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!

![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_02.21_[2016.01.11_14.42.52]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_02.21_2016.01.11_14.42.52.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_05.07_[2016.01.11_14.48.27]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_05.07_2016.01.11_14.48.27.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_06.25_[2016.01.11_15.00.05]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_06.25_2016.01.11_15.00.05.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_08.07_[2016.01.11_15.09.23]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_08.07_2016.01.11_15.09.23.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_10.23_[2016.01.11_15.22.08]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_10.23_2016.01.11_15.22.08.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_12.38_[2016.01.11_15.27.36]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_12.38_2016.01.11_15.27.36.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_13.24_[2016.01.11_15.34.44]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_13.24_2016.01.11_15.34.44.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_14.12_[2016.01.11_15.37.07]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_14.12_2016.01.11_15.37.07.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_16.07_[2016.01.11_15.45.00]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_16.07_2016.01.11_15.45.00.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_18.15_[2016.01.11_15.53.01]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_18.15_2016.01.11_15.53.01.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_18.48_[2016.01.11_15.55.01]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_18.48_2016.01.11_15.55.01.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_20.50_[2016.01.11_16.03.46]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_20.50_2016.01.11_16.03.46.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri - Enryuu-hen Episode 1.MP4_snapshot_22.01_[2016.01.11_16.07.05]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-Enryuu-hen-Episode-1.MP4_snapshot_22.01_2016.01.11_16.07.05.jpg)



