Connect with us

Box Office

Review Film The Taking of Deborah Logan, Penyakit dan Sesuatu yang Lain

Published

on

GwiGwi.com – Film Horror yang bertemakan objek manusia yang terkena kutukan/kerasukan makhluk astral memang banyak namun film dengan tema tersebut mungkin akan terasa berbeda serta unik bila dengan gaya Mockumentary atau Found Footage.The Taking of Deborah Logan karya sutradara Adam Robitel menjadi salah satu film dengan gaya tersebut yang memiliki ragam keunikan tersendiri.

The Taking of Deborah Logan berawal dari seorang Mia Medina (Michelle Ang) yang menemukan objek untuk dijadikan bahan penelitian tentang penyakit Azheimer dan objek tersebut adalah seorang nenek bernama Deborah Logan (Jill Larson), Mia tidak sendiri karena dibantu oleh Gavin (Brett Gentile) dan Luis (Jeremy DeCarlos) untuk melakukan dokumentasi sebagai penelitian perihal perkembangan penyakit Azheimer dari Deborah Logan.Proses dokumentasi pada awalnya berjalan lancar dengan meletakan banyak kamera pengawas  dalam rangka mengawasi pola dan tingkah laku dari Deborah Logan namun perlahan sikap dan kelakuan Deborah Logan menujukan suatu perubahan yang bukan dari efek samping dari penyakit yang dideritanya namun dari sesuatu yang lain.

The Taking of Deborah Logan memiliki dua sisi penyampaian cerita yaitu sisi penyampaian cerita tentang Azheimer yang akan disampaikan tentang apa itu penyakit Azheimer serta hal hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut, sisi penyampaian lainnya adalah pada sisi bagaimana “sesuatu” yang berada dalam diri Deborah Logan yang akan memberikan sisi ketegangan tersendiri karena apa yang dialami karakter tersebut adalah sesuatu diluar penyakitnya.Selain itu diselipkan alur cerita tentang sejarah kelam dari lingkungan tempat tinggal Deborah Logan yang akan menjadi kunci dari film ini.

Advertisements

Karena film ini bersifat/bergaya Mockumentary, film ini akan diambil selayaknya film dokumenter biasa yang dimana awalnya adalah tujuan utama untuk melakukan dokumentasi perihal kelakuan dari seorang Deborah Logan dengan Azheimer nya sehingga akan memainkan perasaan kasihan terhadap dirinya namun hal tersebut berubah drastis semakin berubahnya tingkah laku dari Deborah Logan sehingga membutuhkan rasa sabar dalam menonton film ini namun hal tersebut akan terbayarkan dengan sangat baik dengan sensasi horror yang diberikan.

Baca Juga:  Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Film ini hampir tidak memiliki daya jual sebagaimana layaknya film horror yang kental dengan Jumpscare nya tapi film ini menjajakan horrornyan dengan menggunakan situasi dan kondisi yang ada di film ini dalam bentuk dokumenter dan apa yang terekam via kamera pengawas dan terutama dari apa yang terjadi pada karakter Deborah Logan.Efek visual yang diberikan juga tidak kalah menarik dan juga bersifat Disturbing dalam artian apa yang ada di dalam raga Deborah Logan berusaha menguasai dirinya

Penampilan dari Jill Larson yang memukau dalam memerankan Deborah Logan berhasil menjadi kunci betapa menarik dan seramnya film ini karena menyampaikan bahwa seorang Deborah Logan memiliki suatu “rahasia” di masa lalunya.Film ini memang memiliki scoring yang mewakili dan mendukung kesan seram film ini dengan penempatannya pada adegan yang pas namun tidak berlebihan selayaknya akan menampilkan adegan Jumpscare yang berlebihan

The Taking of Deborah Logan merupakan film Found Footage yang menarik dengan jalan cerita simpel dimana seseorang yang memiliki penyakit juga akan kemasukkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan penyakitnya selain itu film ini tidak menampilkan jumpscare layaknya film horror untuk membuat kaget para penontonnya namun film ini lebih memberikan efek seram dari segi situasi yang terjadi di film tersebut yang terekam secara langsung dari kamera yang dibawa karakter dan juga apa yang terjadi pada diri Deborah Logan juga mendukung bahwa film ini bukanlah film horror yang bisa dipandang sebelah mata

Advertisements

Box Office

Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Published

on

GwiGwi.com – Oke gwiples kali ini gue bakal mereview film asal negara Perancis yang cukup mengundang kontroversi yang tayang di layanan streaming Netflix. Bahkan sampai ada kampanye untuk memboikot Netflix karena film ini membuat penontonnya geleng-geleng kepala. Yaitu Cuties (Mignonnes) arahan Maimouna Doucure.

Film ini mengisahkan tentang Amy, anak perempuan berusia 11 tahun dari keluarga imigran muslim Senegal yang pindah ke Perancis. Hidup di keluarga yang konservatif yang dimana ia adalah anak sulung yang harus mengurus adik-adiknya, bantu ibunya mengurus pekerjaan rumah tangga, dan dicerewetin ama tantenya.

Ketika ia harus bersekolah di lingkungan baru, Amy bertemu dengan geng populer di sekolah tersebut. Ya tipikal geng di sekolah yang gaul, free, expressive, dan entitled.

Advertisements

Akhirnya Amy bisa gabung dan nge-klik sama mereka, dan dia berubah drastis bahkan bisa dibilang ekstrim gayanya semata-mata Karena dia pengen bebas dan bisa nyeimbangin dengan gaya hidup geng populer temen-temennya Ini.

Film Cuties ini berbicara tentang realita, ya memang di anak usia segitu bisa dibilang ingin diakui dan ingin dilihat bahwa mereka mampu terlihat “keren” dan terjadi di kehidupan nyata. Film Ini juga memberikan pelajaran bagi orangtua juga tapi untuk para orangtua juga musti menonton film ini dengan pikiran terbuka gak cuman melihat sisi hitam-putihnya aja. Rasanya agak keliru jika para orangtua nonton Film Ini dengan pola pikir judgemental.

Baca Juga:  Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Filmnya berhasil menyampaikan social commentary dengan baik. Tapi dari segi pengambilan gambar punya angle-angle kamera yang mengerenyitkan dahi. Ngapain sih ngeshot adegan-adegan seronok anak umur 11 tahun???? Tujuan film ini kan meningkatkan awareness soal oversexualizing anak.

Gue paham shot Ini ingin menyampaikan bahwa yang dilakukan Amy dan kawan-kawan salah, tapi malah bikin jengah beberapa penonton.

Untuk ending filmnya pun gue rasa pas. Karena ya peran utamanya anak-anak gue rasa cukup dengan adanya sedikit sentilan untuk karakter di film Ini untuk sadar atas apa yang mereka lakukan.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada di film ini bagi beberapa orang. Film Ini memang menggambarkan realita yang menohok. Namanya hidup terbentur masalah biasa sih menurut gue kita bisa mengambil beberapa pelajaran untuk tidak melakukan kesalahan di kemudian hari.

Advertisements
Continue Reading

Box Office

Aktor ‘Black Panther’ Chadwick Boseman Meninggal Dunia Karena Kanker pada Usia 43 tahun

Published

on

By

Chadwick Boseman poses in the press room with the award for outstanding actor in a motion picture for "Black Panther" at the 50th annual NAACP Image Awards at the Dolby Theatre in Los Angeles in 2019. Photo: Invision/AP

GwiGwi.com – Aktor Chadwick Boseman, yang memerankan ikon Black Jackie Robinson dan James Brown sebelum menemukan ketenaran sebagai Black Panther agung di Marvel Cinematic Universe, meninggal Jumat karena kanker, kata perwakilannya.

Dia berusia 43 tahun. Boseman meninggal di rumahnya di daerah Los Angeles bersama istri dan keluarganya di sisinya, juru bicara Nicki Fioravante mengatakan kepada The Associated Press. Boseman didiagnosis menderita kanker usus besar empat tahun lalu, kata keluarganya dalam sebuah pernyataan.

“Seorang pejuang sejati, Chadwick bertahan melalui itu semua, dan membawakan Anda banyak film yang sangat Anda sukai,” kata keluarganya.

Advertisements

“Dari Marshall hingga Da 5 Bloods, August Wilson's Ma Rainey’s Black Bottom dan beberapa lainnya – semuanya difilmkan selama dan di antara banyak operasi dan kemoterapi. Merupakan kehormatan dalam karirnya untuk menghidupkan Raja T’Challa di Black Panther.”

Boseman tidak berbicara secara terbuka tentang diagnosisnya. Lahir di Carolina Selatan, Boseman lulus dari Howard University dan memiliki peran kecil di televisi sebelum pergantian bintang pertamanya pada tahun 2013.

Penggambarannya yang mencolok dari bintang bisbol tabah Robinson berlawanan dengan Harrison Ford di tahun 2013 dengan “42” menarik perhatian di Hollywood dan membuatnya sebuah bintang. Boseman meninggal pada hari Major League Baseball merayakan hari Jackie Robinson.

“Ini adalah pukulan telak,” kata aktor dan sutradara Jordan Peele di Twitter, salah satu dari banyak yang mengungkapkan keterkejutan saat berita itu menyebar ke media sosial.

Baca Juga:  10 Karakter Anime Psikopat Paling Sinting Yang Pernah Ada

“Ini menghancurkan saya,” kata aktor dan penulis Issa Rae. Karakter T’Challa-nya pertama kali diperkenalkan ke film blockbuster Marvel di tahun 2016 “Captain America: Civil War”, dan salam “Wakanda Forever” bergema di seluruh dunia setelah rilis “Black Panther” dua tahun lalu.

Karakter itu terakhir kali terlihat berdiri diam dalam balutan setelan hitam di pemakaman Tony Stark di “Avengers: Endgame” tahun lalu. Bahkan pada awal karirnya di Hollywood, Boseman memiliki pandangan yang jernih – dan bahkan skeptis terhadap – industri di mana ia akan menjadi bintang internasional.

“Anda tidak memiliki pengalaman yang persis sama sebagai aktor kulit hitam seperti yang Anda miliki sebagai aktor kulit putih. Anda tidak memiliki kesempatan yang sama. Itu terbukti dan benar,” katanya kepada AP sambil mempromosikan ” 42.” “Cara terbaik untuk mengatakannya adalah: Seberapa sering Anda melihat film tentang pahlawan kulit hitam yang memiliki kisah cinta – dengan seorang wanita kulit hitam, atau wanita mana pun … dia memiliki spiritualitas. Dia memiliki kecerdasan. Aneh untuk mengatakannya, tapi itu tidak sering terjadi.”

Selain Robinson dan Brown, Boseman memerankan Hakim Agung AS Thurgood Marshall dalam film “Marshall” tahun 2017. Dia mengambil pekerjaan produksi pertamanya dalam film thriller aksi tahun lalu “21 Bridges,” di mana dia juga membintangi, dan terakhir terlihat di layar dalam film Spike Lee “Da 5 Bloods” sebagai pemimpin sekelompok tentara Hitam di Perang Vietnam.

Advertisements
Continue Reading

Box Office

Pixar Umumkan Film ‘Luca’ Untuk 2021

Published

on

By

GwiGwi.com – Pixar Animation Studios mengumumkan perilisan film terbarunya berjudul ‘Luca’. Disutradarai oleh penerima nominasi Academy Award® Enrico Casarosa (‘La Luna’) dan diproduseri oleh Andrea Warren (‘Lava’, ‘Cars 3’), ‘Luca’ akan tayang di bioskop pada 2021 mendatang.

Berlatar di sebuah kota pinggir pantai yang indah di Riviera Italia, film animasi orisinal terbaru ini berkisah tentang petualangan musim panas anak laki-laki bernama Luca yang dipenuhi dengan gelato, pasta, dan skuter. Bersama sahabat barunya, Luca menikmati liburan yang tak terlupakan. Namun, kebahagiaan mereka terancam saat Luca mengungkap sebuah rahasia: ia adalah monster laut dari dunia lain di bawah permukaan air.

Baca Juga:  4 Rekomendasi Anime Ecchi Slice of Life yang Asyik Diikuti

“Ini adalah kisah yang sangat personal bagi saya, bukan hanya karena berlatar di Riviera Italia tempat saya dibesarkan, tetapi karena inti dari film ini adalah perayaan akan nilai persahabatan. Persahabatan masa kecil sering kali menentukan arah hidup yang kita inginkan dan ikatan itulah yang menjadi inti kisah kami di ‘Luca',” ujar Enrico Casarosa sang sutradara. “Jadi, selain menyajikan keindahan dan pesona tepi pantai Italia, film ini juga akan menghadirkan petualangan musim panas tak terlupakan yang akan mengubah hidup Luca.”

Advertisements
Advertisements
Continue Reading

Trending