Connect with us

TV & Movies

Review Film The Mule, veteran perang yang punya nyali besar

Published

on

Gwigwi – Earl Stone (Clint Eastwood), seorang veteran perang telah memasuki usia senja mengalami kegamangan apa yang harus dilakukan di sisa umurnya.

Anggota keluarganya pun sudah mencampakannya lebih dari 10 tahun, Ia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya.

Ia merasakan perlu pembuktian bahwa Earl mampu membayar semuanya. Hingga suatu saat, Veteran perang Korea Ini bertemu dengan sekelompok imigran Meksiko yang mengubah hidup Earl.

Ia menjadi kurir yang mengantar sebuah barang dan berjalan ratusan kilometer mengendarai truk tuanya lalu mendapatkan upah yang luar biasa.

Perubahan itulah yang membuat Earl ingin menebus kesalahannya di masa Lalu.

Film yang disutradarai dan dibintangi oleh Clint Eastwood Ini juga menjadi ajang pembuktian untuk dirinya bahwa ia masih eksis di dunia hiburan.

Selain Clint Eastwood, Ada Bradley Cooper, Michael Pena, Andy Garcia, dan Laurence Fishburne yang turut meramaikan film Ini.

Baca Juga:  GIVEAWAY Road to 5000 subs channel Youtube GwiGwi

Film ini memiliki kekuatan di alur cerita, semua diceritakan dengan pelan-pelan dan pace-nya pun cukup lamban.

Di menit awal film semua terasa datar hingga kita terbawa ke dalam konflik di film Ini.

Bagaimana awal bertemunya ia dengan anak buah kartel narkoba, hingga diundang oleh si bos kartel ke tempatnya langsung, bahkan saat ia bertemu kembali dengan istri dan anaknya?

Semua diceritakan dengan detil dan rapi hingga membentuk sebuah konflik. Tanpa kejutan atau plot twist, namun film ini memiliki sensasi yang berbeda.

Secara keseluruhan, Film The Mule mengisahkan tentang Pergolakan batin seorang veteran yang ingin melakukan apa yang harus dilakukan untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Semua diceritakan dengan baik, porsi pemainnya pas, dan disertakan dengan dialog yang menyentil kehidupan nyata.

hello i'm an alien, cosplayer, gunplay builder, boardgames player, amateur bassist, movie blogger and a dreamer

Box Office

Review Film The Curse of Weeping Woman (The Curse of La Llorona), teror hantu penggiring anak menuju Alam Baka

Published

on

By

GwiGwi.com – Sejak kematian suaminya, Anna Tate-Garcia (Linda Cardellini) kesulitan mengurus putra dan putrinya. Sebagai seorang penyidik di kepolisian, hal yang bisa diandalkannya adalah cara berpikir rasional.

Di saat bersamaan, ia bertemu dengan kasus yang tidak biasa, yaitu ketika seorang Ibu mengurung dua putranya. Tak kunjung mendapatkan titik cerah karena kasus ini, Anna kemudian harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dua anak yang awalnya ingin ia bebaskan dari cengkraman sang ibu justru ditemukan tewas di sungai.

Sejak itu, Anna tak pernah hidup tenang. Ia masih berpikir rasional, sementara itu arwah jahat terus mendatangi rumahnya. Mencoba merengut nyawa dua putranya ke alam baka.

Dapatkah Anna lepas dari teror arwah jahat ini?

Film ini merupakan salah satu bagian dari Conjuring Universe (The Nun, Annabelle dsb) karena kemunculan father Perez yang pernah muncul di film the conjuring.

Namun Film Ini merupakan stand-alone dan hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan Conjuring Universe.

Di awal film pun kita Juga disajikan dengan adegan flashback tentang awal mula arwah penasaran La Llorona Ini.

Untuk adegan jumpscare di film ini dilengkapi dengan scoring yang menyeramkan. Ada banyak dengung-dengung yang akan membuat telinga penonton menjadi bergidik.

Sangat disayangkan, suara-suara ini jelas jauh menakutkan ketimbang melihat tampilan beberapa adegan jumpscare dari La Llorona itu sendiri.

Baca Juga:  GIVEAWAY Road to 5000 subs channel Youtube GwiGwi

Meskipun di eksekusi dengan angle pengambilan kamera yang terlihat dengan gaya baru namun semua masih terlihat standard dan tidak ada kejutan di film Ini.

Bagian, urban legend-nya pun sayang banget kurang digali namun untuk bentuk dari hantu La Llorona Ini terlihat meyakinkan visualisasi tirai yang mengambang dari balik jendela atau payung adalah salah satu contohnya.

Film arahan sutradara Michael Chaves dengan tegas menyampaikan bahwa sosok iblis berbentuk wanita yang akan mengambil nyawa anak-anak disajikan secara baik.

Untuk segi karakternya, film ini sama sekali tidak memiliki satu karakter yang benar-benar kuat. Begitupun dengan pemeran utama Linda Cardellini yang memerankan Anna.

Namun, satu karakter yang menjadi screen stealer adalah Rafael Olvera (Raymond Cruz) semacam “orang Pinter” yang menyatukan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan.

Ada Easter egg boneka Annabelle Entah apa maksudnya menempatkan boneka Annabelle di Film Ini? namun mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh James Wan yang memang menjadi kreator awal dari Conjuring Universe.

Secara keseluruhan, film The Curse of Weeping Woman Ini masih memiliki performa yang cukup baik di tengah jelang summer blockbuster di tahun ini yang cukup sengit. Namun ada beberapa kekurangan di film Ini dan bisa tercover dengan baik. Ya film Ini masih dapat dinikmati dan berhasil membuat bulu kuduk berdiri.

Continue Reading

Box Office

Review film After, Adaptasi Fanfiction yang Fenomenal

Published

on

GwiGwi.com – Tessa merupakan seorang mahasiswi tahun pertama yang mempunyai hubungan yang kacau dengan seorang bad boy bernama Hardin Scott.

Sebelum mengenal Hardin, Tessa sebelumnya seorang mahasiswi yang teladan. Ia anak perempuan yang berbakti dan merupakan seorang pacar yang setia. Well, Bisa dibilang kehidupan Tessa sebelumnya Ini sangat sempurna.

Semua menjadi berbeda setelah ia bertemu dengan Hardin Scott. Hardin Scott merupakan sosok pria yang misterius. Ia seorang pemberontak yang bikin penasaran cewek-cewek di sekitarnya. Kehadiran Hardin Scott membuat Tessa kembali mempertanyakan soal dirinya sendiri.

Tessa yang selama ini mengira telah mengenal dirinya sendiri dengan baik dan punya tujuan untuk hidupnya sendiri, justru menjadi bimbang dan goyah. Tessa pun tidak mempedulikan teman-temannya yang memperingatinya untuk tidak terlibat dalam kehidupan Scott yang sangat rumit. Bahkan sampai mengabaikan nasehat Ibunya.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apa Yang sebenarnya disembunyikan oleh Hardin?

Film ini merupakan adaptasi dari novel best-selling karya Anna Todd yang sebelumnya terkenal dari platform Wattpad.

Seri buku ‘After’ karya Anna Todd sangat sukses, dan kini akan dibawa ke layar lebar. Lebih dari lima tahun setelah penulisnga menulis di Wattpad, berawal dari fanfiction yang terinspirasi Harry Styles personil One Direction.

Fanfic yang ia buat pun, kemudian dengan cepat memperoleh traksi, bahkan mengumpulkan lebih dari satu miliar pembaca di platform penerbitan digital tersebut.

Film yang masuk kategori dewasa ini disutradarai oleh Jenny Gage dan naskahnya ditulis oleh Susan McMartin, Tamara Chestna, dan Jenny Gage sendiri.

Lalu film Ini dibintangi oleh Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin Ini sebagai Tessa dan Hardin menceritakan lika liku remaja di tahun awal perkuliahan. Dan juga diramaikan oleh Selma Blair, Pia Mia, Peter Gallagher, Jennifer Beals, Shane Paul McGhie dan Khadijha Red Thunder

Baca Juga:  Review Film Sunyi, misteri kelam korban bullying

Film ini penuh dengan segala kenakalan remaja di masa-masa sedang mencari identitasnya pun dipaparkan lewat film Ini.

Dan pencarian jati diri dan proses adaptasi ke college life cukup diwakili oleh Josephine Langford yang baru menghadapi tahun pertama yang tidak disangka menimbulkan berbagai permasalahan baru. Seperti fase lagi rebel-rebel nya dan menampikkan nasehat orang Tua nya itu part paling pecah.

Karakter Hardin-nya pun Juga gak kalah kerennya lengkap dengan Logat Britishnya dan terkesan tampan namun terlihat menyimpan suatu hal akan dirinya.

Ya fanfic di versi platform wattpad kalo kita membacanya akan ada beberapa part yang cheesy. Untung aja versi filmnya Ini tidak menelan bulat-bulat apa yang ada di versi wattpad-nya.

Sex scene film ini pun juga masih di level wajar-wajar saja ya soalnya Ini kan film yang target pasarnya remaja jadi gak terlalu berlebihan juga.

Kemudian akting cast-nya pun terlihat meyakinkan. Pasangan muda mudi ini pun tampil dengan sangat pas dan menyimpan rahasia satu sama lain. Salut Buat performa mereka. Dan bisa terlihat setelah film ini mereka sepertinya akan punya karir yang sangat cemerlang kelak.

Secara keseluruhan, film After Ini Bisa gue bilang adaptasi dari wattpad yang pas dan menyaring konten wattpad Yang kadang terlalu bebas tanpa ngerusak cerita. Cocok buat film remaja maupun young adult ya asal tema hubungan keluarga antara orang Tua dan anak juga ditekankan lewat Film Ini mungkin Bisa menjadi bahan parenting untuk para orang Tua Yang mendidik anak nya Yang mulai beranjak dewasa.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Sunyi, misteri kelam korban bullying

Published

on

GwiGwi.com – Alex (Angga Aldi) diterima di SMA unggulan “Abdi Bangsa”. Alih-alih menjadi sebuah karunia untuk Alex Karena diterima di sekolah unggulan namun malah menjadi musibah. Budaya senioritas dan masalah bullying secara fisik maupun mental menjadi makanan sehari-hari bagi dirinya.

Namun semenjak kenal Maggie (Amanda Rawles) yang sesama Murid kelas satu dan menjadi sahabat Alex membuat dirinya bisa survive untuk menghadapi perlakuan yang tidak enak dari senior-seniornya.

Hingga suatu saat Alex dipaksa untuk melakukan ritual untuk memanggil arwah oleh gang bully Andre (Arya Vasco), Erika (Naomi Paulinda), dan Fahri (Teuku Rizki).

Awalnya masih aman-aman saja namun seiring waktu berjalan satu persatu nyawa para siswa gang bully melayang secara mengerikan. Suasana sekolah Inipun menjadi mencekam.

Bagaimana teror Ini berakhir? Apa Yang sebenarnya tersembunyi di sekolah ini?

Film Ini disutradarai oleh Awi Suryadi yang sukses dengan film Danur dipercaya untuk menggarap film ini yang merupakan remake dari film asal Korea Selatan yang berjudul Whispers Corridors rilisan tahun 1998.

Film ini diramaikan oleh bintang-bintang muda seperti Angga Aldi, Amanda Rawles, Arya Vasco, Naomi Paulinda, dan Teuku Rizky serta oleh aktor pendukung yang sudah tidak asing seperti Verdi Soelaiman, dan masih banyak lagi.

Filmnya sendiri juga mengangkat kisah kelam tentang isu bullying yang menjadi permasalahan di lingkungan akademis. Amanda Rawles sendiri sempat merasakan di bully teman-temannya saat dirinya duduk di bangku sekolah. Sehingga saat bermain film Sunyi, ia tak kesulitan dalam berakting.

Baca Juga:  GIVEAWAY Road to 5000 subs channel Youtube GwiGwi

Kasus bullying Ini memang memiliki dampak Yang berbahaya dampaknya Bisa jauh banget bahkan ada yg bisa bunuh diri, sampe patah semangat. Kita harus concern about it gak boleh nyepelein karena efeknya sangat besar.

Balik lagi ke filmnya, film Ini punya jumpscare yang gak terlalu ganggu banget, ya.. biasanya kan untuk adegan jumpscare juga didukung dengan sound yang memekakkan telinga.

Tapi untuk film sunyi Ini punya jumpscare yang begitu namun tetap terlihat pasti dan menakutkan. Ditambah dengan tone yang selalu kelam ala film horror Asia.

Namun jumpscare di film ini gak terlihat mengganggu cerita semua di eksekusi dengan baik oleh sutradara dan semua yang terlibat di film Ini

Alur ceritanya pun dibuat ringan namun tetap bermakna dengan sentuhan hal-hal yang cukup mengagetkan.

Part yang gue suka adalah ketika adegan geng bully yang diteror oleh para “penghuni sekolah” bahkan sampai ada yang tewas di eksekusi dengan apik.

Secara keseluruhan, Sunyi memiliki pesan moral yang patut dijadikan pelajaran. Memang tak dapat dipungkiri perundungan kerap terjadi dimana saja dan oleh siapa saja.

Film ini pun mengajarkan hal tersebut. Menariknya, pesan moral ini pun diangkat apik dengan mengusung film bergenre horor.

Continue Reading

Trending