Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

Box Office

Review Film Spider-Man: Into The Spider-Verse, mengenalkan multiverse Spider-Man kepada publik awam

Published

on

GwiGwi.com – Film kolaborasi Spider-Man terbaru Sony Pictures Animation dengan Marvel kali ini tampil dalam bentuk animasi, disutradarai oleh Bob Persichetti (The Little Prince, Puss in Boots, dan Wallace & Gromit), Peter Ramsey (Rise of The Guardians), Rodney Rothman (22 Jumpstreet).  Jika pada film-film Spider-Man terdahulu berpusat pada Peter Parker sebagai karakter utama, maka pada film animasi ini ingin memperkenalkan karakter-karakter lain yang memiliki kekuatan laba-laba dari berbagai universe kepada publik yang lebih luas.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pada film Spider Verse ini berfokus pada Miles Morales (Shameik Moore), seorang pemuda keturunan Hispanic-African American yang hidup di New York dan dituntut oleh orang tuanya untuk bersekolah di sekolah elit. Miles yang sangat mengidolakan Spider-Man sebetulnya lebih suka menggambar karenanya pada suatu malam ia  kabur dari asrama sekolah dan menemui pamannya, Aaron (Mahershala Ali). Atas usul Aaron, mereka ke suatu tempat di bawah jalur subway  untuk menggambar grafiti, disitulah Miles digigit oleh laba-laba mutan  dan mulai saat itu kehidupannya tidaklah normal lagi. Setelah menyadari bahwa ia mulai memiliki kekuatan seperti Spider-Man, ia kembali ke tempat laba-laba menggigitnya dan ternyata terlibat dalam pertempuran Spider-Man yang ingin menghentikan Fisk/Kingpin (Live Schreiber) membuka portal antar dimensi. Tak disangka Miles harus menyaksikan kematian Spidey di tangan Kingpin yang membuatnya merasa tak berdaya dan bersalah.

Dalam keadaan duka, Miles bertemu dengan Peter B. Parker (Jake Johnson)  dari dimensi lain yang sifatnya berbeda 1800 dari Peter Parker dunianya. Karena tidak memiliki pilihan lain untuk menghentikan beroperasinya mesin portal dimensi milik Fisk maka Miles bekerja sama dengan Peter B. , tak disangka-sangka mereka dibantu oleh Spider-Gwen atau Gwen Stacy (Hailee Steinfeld) yang menambah kekuatan mereka dalam melawan Fisk beserta komplotannya. Tidak lama kemudian, mereka bertiga juga bertemu dengan Spidey dari dimensi-dimensi lain, ada: Spide-Man Noir (Nicholas Cage) yang berwarna hitam putih karena berasal dari tahun 1930-an, Spider-Ham (John Mulaney) yang berwujud babi serta Peni Parker yang bergaya anime dan bertarung menggunakan mecha suit. Demi memulangkan para spidey lain ke dimensi masing-masing, Miles harus cepat belajar menggunakan kemampuannya dan terlebih penting lagi harus berani dalam melawan Fisk dan komplotannya.

Baca Juga:  4 Dunia di Marvel Cinematic Universe Yang Telah Dihancurkan

Into The Spider Verse sangatlah enak untuk dinikmati bukan hanya oleh penggemar Spider-Man tapi juga orang-orang awam karena setiap spidey diberikan sedikit penjelasan mengenai latar belakang mereka dan plotnya amat menarik, mudah dimengerti dan dipenuhi oleh humor-humor yang lucu. Satu hal yang amat menonjol dari film ini adalah art-nya yang mengikuti gaya komik penuh dengan kombinasi warna-warna yang bagus, mungkin kira-kira seperti inilah komik 3D nantinya. Benar-benar sebuah film Marvel yang amat bagus sebagai penutup tahun 2018.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film The Black Phone

Published

on

GwiGwi.com – The Black Phone merupakan film horror thriller yang disutradarai oleh Scott Derrickson dari Blumhouse berdasarkan sebuah cerita pendek karangan Joe Hill dengan judul yang sama.

Maaf Anda Melihat Iklan

The Black Phone mengisahkan penculikan anak-anak laki di sebuah kota di Denver pada tahun 70-an, Finney (Mason Thames) pun menjadi salah satu korban penculik yang dijuluki The Grabber (Ethan Hawke). Sedangkan Gwen (Madeleine McGraw) yang merupakan adik dari Finney tidak ingin kakaknya bernasib seperti korban-korban sebelumnya dan berusaha mencari petunjuk-petunjuk dari mimpinya yang sering menjadi kenyataan; suatu bakat yang diwarisi dari ibunya.

Finney disekap di dalam ruang bawah tanah yang hanya ada Kasur, kakus, beberapa gulungan karpet, dan sebuah telepon hitam yang kabelnya sudah putus. Grabber tidak langsung membunuh Finney karena ia ingin Finney berulah seperti anak nakal yang tidak menuruti aturan yang sudah ia buat sehingga Grabber punya alasan untuk menyiksa Finney.

Baca Juga:  Review Film See for Me, Sentuhan Thriller nan Menegangkan

Namun yang tidak diketahui oleh Grabber adalah Finney mendapatkan bantuan nasihat dari arwah korban2 penculikan sebelumnya yang berbicara dengan Finney lewat telepon hitam tersebut. Berkat bantuan supranatural tersebut, Finney berhasil bertahan lebih lama dari korban-korban sebelumnya dan membuat Grabber frustrasi sehingga membuat beberapa kesalahan yang memberikan Finney kesempatan untuk bertahan hidup.

Plot The Black Phone ini sangat bagus, dan tidak bertele tele dalam memberikan informasi karakter Finney dan Gwen (yang amat badass) serta para korban lainnya.

Memang kita tidak banyak mengetahui tentang si Grabber namun itu tidaklah terlalu penting karena sebagai film thriller, ada beberapa jumpscare dari hantu anak-anak namun timingnya pas dan benar-benar mencekam.

Walaupun mungkin film ini mengingatkan pada IT dengan kemiripan tema penculikan anak-anak dan adanya balon-balon (walaupun berwarna hitam); The Black Phone benar-benar film thriller yang patut ditonton mulai 22 Juni 2022.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Elvis, The Man, The Myth, The Legend

Published

on

GwiGwi.com – Kalau ngomongin genre musik Rock n Roll, pasti kita ngomongin salah satu icon nya yaitu Elvis Presley yang dijuluki sebagai King of Rock n Roll.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pria asal Tennessee yang memiliki passion luar biasa pada musik hingga menjadi terkenal di tahun 1950an bahkan ia menciptakan sebuah “legacy” bagi musik dunia hingga beberapa kontroversi serta hubungan yang kompleks dengan managernya Colonel Tom Parker.

Film garapan Baz Luhrmann ini telah mengalami pemunduran tanggal rilis dikarenakan pandemi dan proses produksi yang sempat tersendat akibat pandemi ini. As always dengan gaya penyutradaraan yang glamour, dengan rekam jejak seperti Romeo+Juliet (1996), Moulin Rouge! (2001), The Great Gatsby (2013). Gue rasa dia adalah sutradara yang pas untuk film ini, segala aspek baik segi kostum, set, dan artistik film Ini sangat di perhatikan dan gaya doi banget.

Dari segi akting, Sudah jelas Austin Butler sebagai Elvis dan Tom Hanks sebagai Tom Parker sang manajer yang menjadi spotlight film ini. Austin sangat Totalitas dalam memerankan perannya sebagai “The King” bahkan ia pun bernyanyi ala Elvis dan dari penampilan sangat meyakinkan yang menggambarkan Elvis di berbagai era.

Baca Juga:  Lagu Baru Billy Ban Ban Untuk Dorameon - Susumu Sugawara

Untuk Tom Hanks, baru kali Ini gue liat dia sebagai antagonis yang rakus, manipulatif, dan penuh tipu muslihat gilaaa keren banget!!

Tidak lupa film Ini juga diramaikan oleh Olivia DeJonge, Darce Montgomery, Kodi Smith-McPhee, Richard Roxburgh, dan Kelvin Harrison Jr.

Jajaran soundtrack baik Lagu-Lagu mendiang Elvis Presley sendiri bahkan ada yang di cover dan beberapa Lagu baru seperti Vegas dari Doja Cat dan The King and I oleh Eminem dan Cee Lo Green turut membuat film Ini lebih hidup.

Secara keseluruhan, Elvis merupakan sajian biopic yang asik dan solid dalam mendeskripsikan kisah seorang insan dan sebuah legenda dengan treatment yang apik sebagai sebuah penghormatan kepada icon dunia.

Jangan lupa, saksikan film Elvis yang akan dirilis pada tanggal 24 Juni 2022 di bioskop.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film See for Me, Sentuhan Thriller nan Menegangkan

Published

on

GwiGwi.com – Home invasion movie. Sejak zaman dahulu memang sub-genre ini sudah malang melintang di Hollywood. Mungkin MCU akan bikin versinya sendiri? Entah. Identik dengan genre horror (meski ada yang komedi kayak HOME ALONE) buanyak variasi yang dibuat masing-masing filmmaker untuk menyegarkannya; buat korbannya pintar (YOU'RE NEXT), diliputi political stuff (THE PURGE), membuat twist dengan si prota yang “menginvasi” (DON'T BREATHE), bahkan protanya diberi disabilitas (HUSH).

Maaf Anda Melihat Iklan

Jadi apa hal segar yang ditawarkan Another home invasion movie, SEE FOR ME? Pertama, protagonisnya buta.

Scott (Skyler Davenport) adalah mantan atlet ski yang mengalami kebutaan karena kecelakaan ski. Dia begitu menolak bantuan dalam keseharian dan memilih untuk bekerja jaga rumah dan kucing orang dengan segala keterbatasannya, walau sebenarnya masih sulit melupakan ski.

Keras kepala Scott kena batunya saat dia terkunci di luar rumah klien. Sedang ribut dengan teman dekat yang biasa membantunya, Cam (Keaton Kaplan) terpaksa dia menggunakan aplikasi See For Me. App yang menuntun penderita tuna rungu untuk berkegiatan. Dari sana dia mengenal Kelly (Jessica Parker Kennedy) dan merasa cocok dengannya.

Rumah yang dijaganya besar, lokasinya terpencil, dan begitu malam, para penjahat datang. Dimulailah usaha bertahan hidup Scott.

Baca Juga:  5 Top Anime Musim Panas 2022 yang Wajib Ditonton!

Hal menarik yang ditunjukkan sedari awal adalah sulitnya Scott melakukan rutinitas. Turun tangga saja dia harus perlahan dan buka pintu dengan dua tangan terkesan tugas berat. Efektif menanamkan bibit ketegangan sekaligus juga mengenalkan selling point filmnya; kalau turun tangga aja lama, gimana lawan penjahat?

Bagai menjawab keraguan penonton soal bagaimana Scott bisa bertahan lama, filmmaker membuat pelbagai twist dan aksi menegangkan kreatif yang menarik. Tipikal plot home invasion seolah diterabas beberapa kali sampai rasanya sulit menebak apa yang akan terjadi. Pencapaian sih kalau mengingat over saturated nya sub genre ini.

Hebatnya lagi tak terasa inovasi yang dilakukan dibuat-buat. Bermacam aksi masih masuk logika situasi dan karakternya. Baik Scott, Kelly atau para penjahat bertindak dengan cerdas. Menyegarkan sekali. Seru melihat apa yang akan dilakukan mereka sekaligus hal tak terduga apa lagi yang harus dilewati.

SEE FOR ME mengingatkan saya dengan UPGRADE nya Leigh Whannel atau SAFETY NOT GUARANTEED nya Colin Trevorrow. Satu film spesial yang bisa jadi pembuka bagi sutradara Randall Okita untuk proyek yang lebih besar dan semoga lebih seru lagi.

So so many strong language. PG-13 this ain't.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x