Connect with us

TV & Movies

Review Film Mile 22, Membanggakan namun Agak Mengecewakan

Published

on

GwiGwi.com – Masyarakat Indonesia cukup dikenal dengan suatu euforia apabila ada salah satu masyarakatnya berkiprah di dunia internasional seperti contohnya kehadiran Iko Uwais di film Mile 22 yang cukup menarik perhatian dan membanggakan masyarakat tanah air.

Film Mile 22 sendiri adalah film besutan Peter Berg yang lagi lagi membawa nama Mark Wahlberg di filmnya setelah film film sebelumnya seperti Deepwater Horizon, The Patriots, dan Lone Survivor.Nama besar lainnya seperti Lauren Cohen hingga Ronda Rousey pun turut meramaikan film aksi ini dan tidak lupa kehadiran Iko Uwais.

Mile 22 menceritakan tentang usaha James Silva (Mark Wahlberg) dan kelompoknya menjaga dan membawa pergi seorang polisi bernama Li Noor (Iko Uwais) dari negara bernama Indocarr City ke Amrik dikarenakan Li Noor memiliki suatu info yang penting bagi CIA.Jarak 22 Mil adalah jarak yang mesti dilewati James Silva dan kelompoknya dalam menjaga Li Noor hingga ke bandara dan pergi ke Amerika namun pekerjaan mereka tidaklah mudah karena dihadang oleh beragam perlawanan di jalanan menuju bandara tersebut dan hal tersebut cukup membuktikan bahwa Li Noor adalah orang penting yang sangat berharga bagi negeri tersebut.

Mile 22 sebenarnya memiliki potensi jalan cerita yang baik namun mungkin dikarenakan durasi film yang singkat hanya sekitar kurang lebih 95 menit hal tersebut malah membuat jalan cerita di film ini dan penyampaian latar belakang para karakter terkesan terburu buru terlebih dalam membuat karakter gugur.walaupun film ini memang agak mengecewakan di segi cerita tapi dari sisi bagaimana intensenya pertarungan dengan menonjolkan gaya bertarung silat yang dibawakan Iko Uwais bisa memberikan decak kagum tersendiri dikala menonton film ini.

Baca Juga:  Review DJI Osmo Pocket Indonesia | mungil nan powerful

ada karakter utama yang malah terlihat seperti karakter pendukung dan begitu pula sebaliknya, mungkin hal tersebut cukup berlaku di film ini karena karakter James Silva di film ini mungkin akan sedikit membosankan dan monotonwalaupun dia adalah protagonis di film ini, seorang Li Noor yang diperankan oleh Iko Uwais malah menjadi pusat perhatian di film ini dengan pembawaan misteriusnya selama film ini berlangsung dan jangan terlalu berharap lebih dengan kehadiran Ronda Rousey di film ini.
Scoring di film ini lantas tidak ada bedanya dengan film aksi thriller pada umumnya, secara visual dan koreografi pertarungan sudah cukup baik namun kembali lagi ke masalah penyampaian jalan cerita yang tidak begitu mendukung dan satu hal lagi yaitu masalah dialog yang memungkinkan film ini bukanlah konsumsi masyarakat dibawah umum

Mile 22 adalah film yang menonjolkan kesan kehadiran Iko Uwais untuk menggaet penonton lokal dan juga membawa nama nama besar seperti Mark Wahlberg hingga Ronda Rousey namun film ini memiliki kelemahan dalam bagaimana menyampaikan latar belakang para karakter hingga penyampaian jalan cerita yang anti-klimaks namun bersifat terburu buru tapi film ini masih bisa dinikmati dengan suguhan aksi yang sebagaimana film aksi pada umumnya hingga pertarungan dengan penambahan seni beladiri lokal yaitu pencak silat.

Box Office

Review Film Instant Family, lika-liku dalam mengurus anak

Published

on

GwiGwi.com – Namanya juga society, pas sendiri dateng ke acara nikahan ditanya “kapan nyusul?” pas udah nikah lalu hidup bersama pasangan selama beberapa tahun di tanya sama orang sekitar maupun anggota keluarga besar tentang “kapan punya anak?”

Begitulah kehidupan Yyang dijalani oleh Pete dan Ellie pasutri yang bekerja sebagai desain interior rumah. Mereka asik dengan pekerjaan mereka namun belum dikaruniai momongan.

Lantas, mereka memilih jalan untuk mengadopsi anak dari penyalur anak untuk diadopsi. Setelah menjalankan beberapa proses untuk mengadopsi anak, mereka memilih Lizzie yang beranjak remaja bersama kedua adiknya yaitu Juan dan Lita untuk diadopsi oleh Pete dan Ellie.

Disinilah berbagai tantangan baru yang dihadapi oleh Pete dan Ellie.

Film yang disutradarai oleh Sean Anders (daddy’s home) yang diilhami oleh kejadian nyata tentang bagaimana mengurus anak adopsi dan bagaimana pasangan suami istri mendidik anak dan membangun sebuah keluarga harmonis?

Rose Byrne and Mark Wahlberg in Instant Family from Paramount Pictures.

 

Baca Juga:  Review Film Instant Family, lika-liku dalam mengurus anak

Dibintangi oleh Mark Wahlberg, Rose Byrne, Isabela Moner, dan Octavia spencer. Film ini berhasil memberikan contoh nyata bahwa untuk mengadopsi seorang anak harus menjalani beberapa proses.

Seperti ada “kursus”-nya untuk mengadopsi seorang anak, dan bagaimana memperlakukan anak Yang bukan darah daging kita karena ada sedikit perbedaan dengan anak yang dilahirkan oleh orang tua kandung dan anak yang diadopsi.

Serta, ada undang-undang negara yang mengurus tentang anak yang diadopsi.

Semua disajikan dengan baik, termasuk berbagai masalah yang mereka hadapi dari tingkah laku anak-anak ini.

Kita juga diajarkan parenting tanpa menggurui penonton, kita langsung diberikan contoh kasus permasalahan yang dihadapi oleh si anak dan bagaimana peran kita sebagai orang tua agar masalah tersebut diselesaikan.

Namun tetap menyenangkan karena dibumbui dengan jokes-jokes ketika pasutri Ini mengurus anak-anak yang mereka adopsi serta momen yang menyentuh hati karena bagaimanapun mereka bisa menjadi keluarga yang utuh.

Secara keseluruhan, film yang bergenre drama komedi ini, mengajarkan kita tentang arti keluarga yang sesungguhnya meskipun dibangun dengan instan.

Continue Reading

TV & Movies

Netflix naikkan harga paket berlangganan

Published

on

By

GwiGwi.com – Netflix baru-baru ini memberitahukan peningkatan harga untuk semua paket berlangganan layanan miliknya. Kenaikan harga ini diadukan memunculkan dua kubu, satu yang tidak berkeberatan dan satu sebaliknya.

Informasi tersebut diadukan perusahaan analisis The Diffusion Group yang menganalisis bersangkutan dengan sensitivitas pelanggan Netflix terhadap penambahan harga. Penelitian ini melibatkan 1940 partisipan orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka ditanyai tanggapannya andai Netflix menambah harga sebesar USD1 (Rp14.231), USD3 (Rp42.693), dan USD5 (Rp71.155) per bulan.

Sebagai pengingat, Netflix mendongkrak harga paket berlangganan sangat murah sebesar 14 persen, dari USD7 (Rp99.617) menjadi USD8 (Rp113.848), sedangkan paket lebih premium mengalami eskalasi sebesar 18 persen dari USD11 (Rp156.541) menjadi USD13 (Rp185 ribu). Netflix pun menaikkan paket layanan dari USD14 (Rp199.234) menjadi USD16 (Rp227,696).

Pada penambahan sebesar USD1, sejumlah delapan persen narasumber menyebut layanan ini bakal menjadi opsi terakhir mereka dan mereka akan mengurungkan langganan. Sementara delapan persen menyinggung akan berpindah ke paket berlangganan yang lebih terjangkau.

Baca Juga:  Review DJI Osmo Pocket Indonesia | mungil nan powerful

Untuk penambahan USD3, sejumlah 16 persen dan 22 persen responden diadukan masih merasakan keraguan. Namun untuk eskalasi harga USD2 (Rp28.462), selama 12 persen narasumber menyebut akan mengurungkan layanan berlangganannya.

Laporan ini memutuskan bahwa pembatalan paket berlangganan oleh konsumen itu dapat mengakibatkan Netflix berpotensi kehilangan penghasilan sekitar USD37 juta (Rp526,5 miliar) per bulan. Namun Netflix bakal mendapatkan satu dollar tambahan dari 53 persen pelanggan Netflix yang seetia.

Artinya, penghasilan bulanan total Netflix diduga akan bertambah sekitar USD15 juta (Rp213,4 miliar). Sementara itu, harga saham Netflix pun mengalami penurunan sesudah perusahaan ini memberitahukan peningkatan harga tersebut.

Continue Reading

Box Office

Review Film How To Train Your Dragon 3: The Hidden World

Published

on

GwiGwi.com – How To Train Your Dragon 3 atau HTTYD 3 yang disutradarai Dean DeBlois kembali menampilkan petualangan Hiccup (Jay Baruchel)  dan Toothless beserta penduduk Berk yang berkomitmen melindungi para naga dari kejaran pemburu-pemburu. Para pemburu yang berkali-kali dikalahkan oleh Hiccup menyewa seorang pembunuh naga, Grimmel (F. Murray Abraham) yang terobsesi untuk membunuh seluruh Night Fury termasuk Toothless. Di sisi lain, pulau Berk menghadapai masalah populasi naga yang sudah berlebihan sehingga sebagian orang termasuk Astrid (America Ferrera) mengkhawatirkan bahwa lokasi Berk akan ketahuan oleh para pemburu dan akan membahayakan semua penduduknya.

Saat masih belum bisa menentukan apakah harus meninggalkan Berk, tak disangka-sangka Toohless bertemu dengan seekor Night Fury betina yang berwarna putih dan dinamai Light Fury oleh Hiccup dan Astrid. Toothless pun langsung tergila-gila dengan Light Fury dan membuatnya tidak fokus dan ini dimanfaatkan Grimmel untuk menyusup ke Berk. Untungnya Hiccup sudah siap menangkal aksi Grimmel, namun insiden itu membuatnya merasa Berk sudah tidak aman lagi dan mencari lokasi legendaris tempat asal para naga yang disebut The Hidden World yang diyakini tidak akan diganggu oleh para pemburu.  Akhirnya seluruh penduduk Berk bermigrasi mencoba menuju tempat para naga yang lokasinya masih belum diketahui.

Baca Juga:  Review DJI Osmo Pocket Indonesia | mungil nan powerful

Karena belum berhasil menemukan Hidden World, mereka memutuskan berkemah di suatu pulau terpencil, dan ternyata Light Fury juga mengikuti mereka sampai ke pulau tersebut. Hiccup yang menginginkan Toothless bisa bahagia  dengan Light Fury memutuskan untuk melepaskannya dengan begitu ia harus mulai belajar bagaimana mengatasi masalah tanpa bantuan teman kesayangannya itu. Apakah Hiccup dan warga Berk berhasil menemukan Hidden World sekaligus mengalahkan Grimmel? HTTYD 3 sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop dan menjadi penutup yang indah dari trilogi seri ini sehingga kiranya wajib ditonton terutama bagi penggemarnya, sekadar saran lebih baik tonton di IMAX atau 4DX karena banyak scene terbang dengan scenery yang memukau.

Continue Reading

Trending