Review film Baby Driver, film kejar-kejaran mobil yang fun

GwiGwi.com – Kalo kalian suka sama film laga yang diiringin adegan kejar-kejaran mobil a la film-film Fast & Furious, ada sebuah film produksi Sony Pictures yang menjanjikan hal serupa, Baby Driver. Film besutan Edgar Wright ini jadi salah satu film Hollywood yang memiliki alur cerita menarik sekaligus menegangkan serta diiringi dengan beragam musik yang asyik didengar.

Wright memiliki ide buat film Baby Driver ini sejak 1995. Namun, dia baru serius menggarapnya tiga tahun lalu.

Baby Driver sendiri merupakan film keenam yang disutradarai olehnya. Sebelumnya, Wright dikenal berkat film-film unik yang gak biasa, sebut saja A Fistful of Fingers (1995), Shaun of the Dead (2004), Hot Fuzz (2007), Scott Pilgrim vs. the World (2010), dan The World’s End (2013).

Filmnya tentang Baby (Ansel Elgort), seorang pengemudi sewaan buat Doc (Kevin Spacey), seorang penguasa kejahatan yang selalu ngerekrut perampok berbeda buat masing-masing kasus perampokan. Saat masih remaja, Baby sempat mencuri mobil milik Doc. Baby pun ditangkap Doc dan dituntun buat ngelunasin utangnya.

Cara yang dilakukan Baby adalah jadi pengemudi buat proyek-proyek perampokan yang dirancang oleh Doc. Di awal film, kalian bakal langsung disuguhin adegan perampokan. Baby berada di balik kemudi mobil Subaru merah transmisi manual. Sementara itu, ada tiga orang yang siap menjalankan aksi perampokan, yaitu Griff (Jon Bernthal), Buddy (Jon Hamm), dan Darling (Eiza Gonzalez).

Baby sendiri merupakan seorang pemuda yang senang sekali mendengarkan musik serta mengaransemen musik. Dia merekam segala percakapan yang ada di sekitarnya dengan alat yang selalu dia bawa ke mana pun dia pergi.

Setelah Itu , dia akan mengaransemen rekaman tersebut jadi musik dengan menambahkan aransemen bunyi keyboard dan beberapa ritme dari alat musik lainnya. Salah satu yang paling keren berjudul “Was He Slow”.

Baby sendiri mengalami kelainan pendengaran tinnitus karena kecelakaan yang dia alami saat masih kecil. Kecelakaan tersebut menewaskan kedua ortu Baby.

Sejak itu, pendengaran Baby sering mengalami dengung dan salah satu cara meredamnya adalah dengan mendengarkan musik. Makanya, jangan heran kalau di setiap adegan, maka di film Ini Baby enggak pernah lepas dari iPod.

Hal menarik lain di film ini adalah hubungan asmara antara Baby dengan seorang cewek bernama Debora (Lily James). Kebiasaan nongkrong Baby di salah satu kafe tempat kerja Debora serta kesukaannya terhadap musik mempertemukan keduanya.

Saat mendengar suara merdu Debora, Baby langsung jatuh cinta. Cewek yang ramah dan suka nyanyi itu pun menerima Baby apa adanya.

Sayangnya, Baby harus menghadapi dua pilihan berat: Debora, cewek yang dia cintai, atau Doc beserta komplotan perampoknya.

Langsung ke filmnya, karakter yang terbilang kuat, alur cerita yang menarik, serta berbagai konflik yang dihadapi sang tokoh utama bikin Baby Driver sebagai film yang berisi. Namun, film ini bukanlah sebuah drama berat. Kalian bisa dengan gampang nikmatin film ini.

Meski film ini menegangkan, unsur komedi dan romantika bikin cerita yang disuguhin jadi santai dan enggak banyak nuntut penonton buat berpikir.

Baby Driver juga tidak menghadapi masalah buat menarik minat para kritikus film. Film ini sendiri disebut oleh banyak kritikus enggak hanya memiliki alur cerita yang menarik dan menegangkan.

Nilai lebihnya, menghadirkan adegan kejar-kejaran mobil yang enggak biasa serta iringan musik yang bisa dinikmatin di sepanjang cerita.

Secara keseluruhan, film ini merupakan perpaduan dari film aksi, romantika, musikal, dan komedi. Kemasan langka ini tentu jadi daya tarik film Baby Driver itu sendiri. Jadi, sayang banget kalau film ini kalian lewatin begitu aja.

  • 63 Posts
  • 0 Comments
hello i'm an alien, cosplayer, gunplay builder, boardgames player, amateur bassist, movie blogger and a dreamer