Connect with us

TV & Movies

Review Film Asterix: Secret of Magic Potions, petualangan Asterix dalam mencari penerus Getafix

Published

on

GwiGwi.com – Dukun Getafix sedang mengumpulkan bahan untuk persediaan membuat ramuan ajaib. Saat menolong seekor anak burung, rupanya Getafix terjatuh dan menyebabkan kakinya terluka dan merasa sudah saatnya untuk pensiun dan mencari seorang penerus.

Bersama Asterix dan Obelix, dan Getafix pun memulai petualangan mencari penerusnya tanpa mereka ketahui bahwa seluruh pria di desa Galia turut serta dalam pencarian tersebut. Termasuk seorang anak kecil murid Getafix yang bernama Pectin yang bisa menimbulkan masalah.

Kabar rapuhnya pertahanan Desa Galia yang ditinggal sang dukun dan para pria desa pun sampai ke Julius Caesar yang langsung memerintahkan pasukannya menyerang Desa Galia yang hanya dihuni satu pria dan para wanita dengan persediaan ramuan yang semakin menipis.

Getafix yang akhirnya menyadari bahwa Desa Galia harus segera ditolong pun terpaksa memilih seorang dukun muda Teleferix tanpa menyadari dibaliknya ada sosok Demonix dukun jahat yang berniat mencuri rahasia ramuan ajaib milik Getafix untuk diberikan kepada tentara Romawi.

Mampukah Asterix dan Obelix mencari penerus Getafix? Siapa Yang Berhak menggantikan Getafix?

Kisah Asterix dan Obelix pertama kali diterbitkan dalam bentuk komik strip di sebuah majalah Perancis-Belgia bertajuk Pilote pada 29 Oktober 1959, sebanyak 37 seri buku petualangan Asterix yang ditulis oleh Rene Goscinny dan diilustrasikan Albert Uderzo telah memikat ratusan juta pembaca berkat kisah petualangan kocak Asterix dan sahabatnya Obelix serta para penduduk Galia yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh pasukan Romawi akibat ramuan ajaib milik dukun (istilah dalam film druid) Getafix yang mampu memperkuat tenaga para penduduk yang meminumnya.

Gue sebagai salah satu pembaca kasual beberapa seri buku Asterix di masa kecil Karena gue baca beberapa komiknya, gue ngerasa nostalgia yang sangat membahagiakan saat menonton film ini.

Selain karena merasa dekat dengan para karakternya, gaya komedi yang ditampilkan di dalam film ini pun memiliki kesamaan dengan di komiknya.

Padahal film ini tidak didasarkan pada buku karya Goscinny dan Uderzo, melainkan merupakan cerita asli tulisan Alexandre Astier yang juga menulis naskah sekaligus menjadi sutradara film Asterix: The Secret Of The Magic Potion ini bersama dengan Louis Clichy.

Kini dengan jalan cerita semakin rentanya Getafix dan momen yang bersifat darurat untuk mencari seorang penerus, film Asterix: The Secret Of The Magic Potion ini dibuat.

Film karya sutradara Alexandre Astier dan Louis Clichy yang disulihsuarakan dalam Bahasa Inggris ini direncanakan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 2 Agustus 2019.

Cerita film berjalan dengan lancar tanpa masalah walau penuturannya terasa melompat-lompat akibat banyak selipan Filler saat proses mengaudisi penerus Getafix.

Baca Juga:  Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Film juga terasa cerewet akibat banyaknya dialog yang disampaikan dalam tempo yang cepat berbarengan dengan adegan slapstick yang bertebaran.

Punchline leluconnya, termasuk nama-nama para karakter yang berakhiran huruf X memang seringkali lucu dan efektif memancing tawa, namun banyaknya aksi dan dialog di film berpotensi membuat penonton mungkin akan lelah.

Bahasa gambar kurang dimaksimalkan dalam menceritakan kisah yang ingin disampaikan, sehingga banyak dialog yang terucap oleh para karakternya yang juga sangat banyak. Dari mulai para penduduk Galia, para anggota komunitas dukun, tentara Romawi, bahkan para karakter dukun muda yang diaudisi mendapat jatah dialog yang tidak sedikit. Bisa jadi membuat penonton juga jadi sulit fokus. Namun Di beberapa seri komiknya memang gaya nya seperti Ini.

Imbasnya, karakter Demonix sebagai antagonis utama jadi terasa tidak maksimal karena terlalu banyaknya karakter dalam film.

Begitu pula karakter Asterix yang menjadi judul film. Sosok karakter yang biasanya dijadikan sentral cerita terasa minim perannya dalam film ini.

Memang fokusnya pada di Getafix dalam mencari penerus, sehingga judul film ini terasa agak misleading dan kelihatannya digunakan untuk kepentingan promosi memakai nama besar Asterix saja.

Secara teknis produksi film tidak ada masalah yang berarti, malah kualitas animasinya semakin membaik dan cantik dipandang mata.

Setelah film Terra Willy beberapa waktu lalu, dapat disimpulkan kualitas film animasi Prancis tidak dapat dipandang sebelah mata.

Kualitas animasinya patut diperhitungkan dalam kancah persaingan film animasi dunia bersama Jepang dan Amerika Serikat tentunya.

Dari sisi pengisi suara, penayangan film di Indonesia yang memakai dubbing Inggris agaknya patut disesalkan namun juga patut dimengerti, karena target audience film ini anak-anak yang dimana notabene anak-anak Indonesia lebih akrab dengan bahasa Inggris di masa pertumbuhannya.

Pengisi suara bahasa inggris dalam film ini tidak istimewa dan tidak juga jelek, alias standar.

Secara keseluruhan, Film Ini punya faktor nostalgia yang dapat menjadi faktor pendulang penonton dewasa dan materi cerita dan lelucon yang berpotensi menarik minat anak-anak.

Film Asterix: The Secret Of The Magic Potion ini tentunya akan menjadi hiburan yang tepat bagi anak-anak di tengah gempuran film action dan film untuk dewasa lainnya yang juga tayang bersamaan dengan film ini.

Meskipun terasa cerewet dalam bercerita dan penuh dialog, namun kelucuan lelucon dan keseruan aksinya masih menghasilkan hiburan yang fun dan segar bagi penonton.

TV & Movies

ESPN dan Netflix akan rilis “The Last Dance” pada 19 April

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada hari ini diumumkan bahwa “The Last Dance”, serial dokumenter terdiri atas 10 episode yang sangat ditunggu-tunggu, akan tayang perdana di ESPN di Amerika Serikat pada Minggu malam waktu setempat. Serial ini akan ditayangkan lima pekan sejak 19 April hingga 17 Mei dan akan tersedia di Netflix, bagi wilayah di luar AS.

Serial yang disutradarai Jason Hehir (“The Fab Five”, The ‘85 Bears”, “Andre the Giant”), mengisahkan salah satu ikon terbesar dan tim tersukses dalam sejarah olahraga, Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 1990-an, serta menampilkan beberapa rekaman dari musim 1997-1998 yang belum pernah dilihat sebelumnya, dimana ketika itu, tim berupaya meraih gelar keenam NBA-nya dalam delapan tahun.

ESPN dalam pernyataannya mengatakan, “Di saat masyarakat tidak bisa mendapatkan hiburan dalam bentuk pertandingan olahraga yang disiarkan secara langsung, mereka tetap melihat ke dunia olahraga untuk dapat mengalihkan perhatian dari keadaan dan situasi saat ini sembari menikmati sebuah hiburan yang dapat dinikmati secara bersama. Kami mendengar seruan penggemar, yang meminta kami memajukan tanggal peluncuran serial ini, dan kami gembira dapat mengumumkan bahwa kami berhasil mempercepat jadwal produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Proyek ini merayakan salah satu pemain dan dinasti terhebat, yang pernah ada, dan kami berharap ini menjadi hiburan yang menyatukan dan dapat mengisi peran olahraga dalam hidup kita, serta mampu menceritakan kisah yang akan memikat semua orang, tidak hanya penggemar olahraga.”

Pada musim gugur 1997, Michael Jordan, pemilik Bulls Jerry Reinsdorf, pelatih  kepala Phil Jackson sepakat mengizinkan awak film NBA Entertainment mengikuti tim itu sepanjang musim. Untuk itu, hasilnya akan menjadi potret menakjubkan tentang seorang pemain ikonik dan tim terkenal. Di “The Last Dance”, potret itu baru saja terungkap setelah lebih dari dua dasawarsa.

Serial ini akan mengajak penonton kembali ke musim 1997-1998 yang penuh gegap gempita dan gejolak. Serial ini juga melihat masa kecil Jordan, kondisi tim Chicago Bulls sebelum kedatangan Jordan dan bagaimana tim tersebut dibangun setelah Jordan di-draft pada 1984, hingga akhirnya Jordan mampu membawa tim Chicago Bulls ke gelar juara NBA pertamanya. Melalui serial ini, penonton dapat melihat melihat kembali lima kejuaraan pertama Chicago Bulls, tantangan baik di dalam maupun di luar lapangan, yang merupakan bagian dari pergeseran budaya secara global yang diciptakan oleh Michael Jordan dan Chicago Bulls.

Ini adalah skenario yang kelihatannya tidak mungkin, yang berfungsi sebagai latar memikat untuk kisah di balik perjalanan ke kejuaraan 1998, dengan profil mendalam tentang rekan setim utama Jordan, termasuk Scottie Pippen, Dennis Rodman dan Steve Kerr, pelatih kepala Phil Jackson, serta menampilkan berbagai wawancara terbaru dengan lawan dan tokoh-tokoh di dalam maupun luar olahraga basket. Secara keseluruhan, berbagai ketegangan dan konflik, yang mewarnai perjalanan ke kejuaraan terakhir itu akan dapat disaksikan dalam serial ini.

“Michael Jordan dan Bulls di era 1990-an bukan hanya bintang olahraga. Mereka adalah fenomena global,” kata sutradara Jason Hehir, “Proses membuat ‘The Last Dance’ adalah kesempatan luar biasa dalam menjelajahi dampak luar biasa dari seseorang dan suatu tim. Selama hampir tiga tahun, kami melakukan penelitian luas untuk mempersembahkan cerita tentang suatu dinasti, yang mewarnai masanya, dan untuk menampilkan pahlawan-pahlawan olahraga ini sebagai manusia. Saya berharap penonton menikmati serial kami sama seperti kami menikmati kesempatan untuk membuatnya.”

Ini adalah salah satu serial dokumenter paling menakjubkan yang pernah diproduksi, yang tidak ingin dilewatkan oleh penonton. Berikut jadwal tayang lengkap serial dokumenter ESPN ini di Netflix untuk wilayah di luar AS:

NETFLIX (di luar AS)

Senin, 20 April  – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 1 dan 2
Senin, 27 April  – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 3 dan 4
Senin, 4 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 5 dan 6
Senin, 11 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 7 dan 8
Senin, 18 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 9 dan 10

Continue Reading

Entertainment

Rangga Azof dan Cut Syifa Dipertemukan Untuk Mengungkap Fakta dalam Vidio Original Series Terbaru “OMEN

Published

on

GwiGwi,com – Setelah sukses menghadirkan lima original series dan original comedy “Girls in the City, Heart, I Love you Baby, OTW dan Get Married”, kini Vidio kembali luncurkan serial drama orisinal keenam yang memiliki genre misteri dalam Vidio Original SeriesOMEN”. Vidio ingin terus menghadirkan konten-konten baru dan berkualitas serta berbagai pilihan hiburan lainnya agar dapat dinikmati oleh konsumen agar #BetahdiRumah. Berkisah tentang kehidupan remaja dengan penuh misteri, Vidio Original Series “OMEN” telah dapat disaksikan sejak Jumat, 20 Maret 2020. Episode pertama dan kedua Vidio Original Series “OMEN” dapat disaksikan secara GRATIS hanya di aplikasi Vidio.

Tina Arwin selaku Vice President Content Vidio menyampaikan, “Perilisan Vidio Original Series “OMEN” merupakan salah satu bentuk komitmen Vidio untuk terus menghadirkan konten-konten entertainment yang bermutu selama setahun kedepan. Serial terbaru yang diluncurkan pada Jumat, 20 Maret 2020 ini memiliki konflik dan cerita yang relevan serta didukung oleh para pemain-pemain karakter remaja muda yang berbakat. Vidio Original Series “OMEN” akan menjadi drama orisinal pertama yang memiliki genre thriller yang dapat menjadi alternatif hiburan lainnya agar #BetahdiRumah. Harapan kami sebagai pegiat OTT industri bahwa kami akan dapat terus menghadirkan konten berkualitas, tidak hanya serial orisinal, tetapi juga konten-konten lainnya seperti olahraga, serial dan film Indonesia, Korea, Thailand, China, drama Korea, dan drama Thailand yang dapat menjadi pilihan masyarakat dan para penggemar film.

Vidio Original Series “OMEN”

Vidio Original Series “OMEN” mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Erika (Cut Syifa) yang kerap kali dimarahi dan diperlakukan tidak adil oleh Grace (Cut Keke), Ibunya sendiri. Ini bukan tanpa alasan, perkelahian antara Erika dan saudari kembarnya-Eliza yang menyebabkan sang Ayah meninggal dunia menjadi pemicu utama amarah tersebut. Rasa cemburu terhadap Eliza dan emosi ibunya yang tak terkendali, membuat Erika tumbuh menjadi pribadi yang penuh benci. Tetapi, hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh Erika saja. Walaupun mendapatkan perhatian lebih baik dari Erika oleh sang Ibu, Eliza tidak bisa mendapatkannya dari Ferly (Ciccio Manassero), seniornya di sekolah yang justru menaruh hati pada Erika. Eliza merasa Erika selalu menjadi penghalang semua kebahagiaannya.

Baca Juga:  Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Vidio Original Series “Omen” disutradarai oleh Arie Azis berdasarkan naskah arahan dan skenario oleh Hilman Hariwijaya, diadaptasi dari sebuah novel best-seller karya Lexie Xu yang dirilis pada tahun 2012 silam. Vidio Original Series “OMEN” akan menghadirkan 12 episode yang akan tayang setiap hari Jumat dengan durasi 40 menit di setiap episodenya dalam layanan Vidio Premier.

Arie Azis selaku Sutradara Vidio Original Series “OMEN” mengungkapkan, “Serial terbaru dari Vidio ini memiliki genre drama, percintaan dan thriller, mengisahkan sebuah konflik yang sedang dialami oleh seorang perempuan remaja dan upaya mengungkap fakta dibalik konflik yang dialami. Melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai genre thriller, kami memilih untuk mengadaptasi Vidio Original Series “Omen” dari sebuah novel karya Lexie Xu yang mendapatkan deretan respon positif serta rating yang cukup tinggi dari para pembacanya. Sebagai pegiat industri perfilman, saya bersama Vidio ingin terus menghadirkan berbagai pilihan konten hiburan yang berkualitas agar dapat dinikmati dan dinanti kehadirannya oleh masyarakat dan juga para pecinta film.

Continue Reading

TV & Movies

7 Cara Seru #BetahdiRumah Bersama Vidio

Published

on

By

GwiGwi.com – Melihat kondisi yang sedang terjadi saat ini seluruh masyarakat Indonesia dihimbau untuk mengurangi kegiatan dan aktivitas apapun di luar rumah dan dianjurkan untuk tetap berada di rumah dalam berkegiatan. Vidio sebagai OTT/Streaming platform menyajikan konten-konten hiburan berkualitas dan juga memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menikmati hiburan.  Vidio menawarkan pengalaman baru kepada masyarakat dan penggemar film untuk menonton   konten-konten eksklusif melalui fitur Vidio Premier yang dapat diakses di rumah, dimanapun, dan kapanpun.

#BetahdiRumah Nonton Vidio

Tina Arwin selaku Vice President Content Vidio mengungkapkan, ”Sebagai perusahaan yang bergerak di industri OTT/Streaming platform, Vidio memberikan kemudahan kepada konsumen untuk menonton serta menikmati berbagai hiburan di rumah, dimanapun, kapanpun #NontonGakPakeRibet. Dengan melihat perkembangan kondisi dan keadaan Indonesia dan juga global saat ini, dimana pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar dan tetap di rumah Vidio kini melayani masyarakat dalam menghadirkan berbagai ragam pilihan konten hiburan yang berkualitas kepada masyarakat agar betah di rumah sampai kondisi menjadi lebih kondusif. Beragam konten-konten hiburan yang kami tayangkan mencakup 8 judul film Indonesia terbaik yang dapat dinikmati secara gratis, Vidio Original Series, serial dan film Asia, FTV, Mini Seri Indonesia, konten anak-anak, musik, olahraga dan juga konten yang disajikan khusus untuk para gamer. Kami berharap dengan hadirnya konten-konten ini, Vidio dapat menemani dan menghibur masyarakat di rumah #BetahdiRumah.”

Vidio menawarkan beragam konten yang bisa dinikmati secara gratis ataupun berbayar agar masyarakat #BetahdiRumah. Untuk layanan fitur Vidio berbasis SVOD (Subscription Video on Demand) Anda dapat menikmatinya dengan berlangganan Vidio Premier yang menawarkan pengalaman baru untuk para penikmat film dalam menonton konten-konten eksklusif. Paket Vidio Premier yang ditawarkan mulai dari harga Rp10.000, Rp29.000 hingga Rp299.000, melalui Vidio Premier, masyarakat khususnya para pecinta film dapat menikmati berbagai jenis konten streaming service yang memudahkan audiens untuk menonton tayangan Serial dan Film Indonesia, Korea, Thailand, China, drama Korea, dan drama Thailand tanpa adanya gangguan iklan. Untuk itu, berikut 7 cara seru #BetahdiRumah bersama Vidio;

 

Serial Hits Vidio Original Series

Pada 20 Maret 2020 Vidio akan meluncurkan serial terbaru Vidio Original Series “Omen”Vidio Original Series “Omen” disutradarai oleh Arie Azis, mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Eliza (Cut Syifa) merasa Erika selalu menjadi penghalang semua kebahagiaannya. Erika merasa Eliza selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari sekitarnya. Khusus untuk dua episode pertama Vidio Original Series “OMEN” dapat dinikmati secara gratis di Vidio. Disamping itu, Vidio Original Series “Get Married” yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina sudah memasuki episode 6 dan akan menayangkan episode-episode selanjutnya setiap hari Senin. Para penggemar dapat menikmati setiap episode Vidio Original Series tanpa terganggu iklan melalui fitur Vidio Premier.

 

Nikmati Film dan Serial Drama Internasional

Untuk para pecinta film, Vidio menghadirkan pilihan SVOD (Subscription Video on Demand) dari berbagai negara di Asia seperti Film Indonesia, Korea, China, Thailand dan Hollywood. Vidio memberikan berbagai judul film dan serial drama Internasional yang dapat dinikmati oleh para pecinta film dengan berbagai pilihan subtitle. Khususnya bagi para pecinta Korea, dapat menikmati film yang sangat populer dan juga mendapatkan banyak respon positif dari para sineas. Film “Parasite” karya Bong Joon Ho mendapatkan deretan penghargaan dalam ajang bergengsi Oscar. Selain ‘Parasite’ para pecinta film, khususnya penggemar film Korea juga dapat menikmati film thriller populer “Train to Busan” dan “Battleship Island” dengan berbagai subtitle. Dan juga serial drama China “Love is Not For Sale” yang dapat dinikmati oleh para masyarakat khususnya para penggemar drama romantis melalui fitur Vidio Premier.

 

Tayangan Serial Drama FTV & Miniseri

Bagi para penggemar serial drama FTV dan Miniseri Vidio juga memiliki beragam konten judul pilihan FTV dan Miniseri yang dapat dinikmati oleh para penggemar serial FTV dan Miniseri. Khususnya di tanggal 17 Maret, Vidio Mini Seri “Princess Mermaid” yang dibintangi oleh Kenny Austin, Maomi Zaskia, Raisya Bawazier akan menayangkan episode terbarunya. Dan juga beragam judul drama FTV seperti; Jatuh Cinta Boleh Ngutang, Jungkir Balik Dunia Ussy, Harta Tahta Cinta Sasha, Polisi Ganteng Mah Bebas, dan Nanti Kita Cerita Tentang Pelarian Kita Ke KUA akan tayang setiap harinya untuk menemani teman-teman di rumah.

Baca Juga:  ESPN dan Netflix akan rilis “The Last Dance” pada 19 April

 

Hiburan Kartun Animasi Anak

Konten hiburan yang diberikan oleh Vidio tidak hanya terbatas untuk kalangan remaja dan dewasa saja, tetapi Vidio juga menghadirkan beragam konten dan program yang bervariasi untuk anak-anak yang dapat dinikmati sekaligus menghibur mereka di rumah. Seperti program animasi Zoomoo Channel, Kids Star TV dan film animasi terbaik “Stand by Me by Doraemon”. Disamping itu, selama sepekan kedepan Vidio akan menayangkan episode terbaru serial animasi anak-anak, dimana Episode “Bernard Bear” selanjutnya akan tayang pada hari Sabtu, 21 Maret 2020 dan Episode “Petok si Ayam Kampung” selanjutnya akan tayang pada Sabtu, 28 Maret 2020.

 

Pertarungan Kompetisi Bergengsi di Asia Tenggara: Mobile Legends Premier League

Khusus bagi para gamer Indonesia dan penggemar Mobile Legends, Vidio menayangkan kompetisi gamer seluler terbesar dan paling bergengsi di Asia Tenggara yang sudah dinantikan oleh para gamer, Mobile Legends Premier League (MPL). Siaran yang telah diikuti oleh 81 pengguna dengan jumlah yang sudah diputar 1.301 kali, program MPL tayang setiap minggunya pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Turnamen yang telah diselenggarakan sejak bulan Februari lalu telah memasuki babak kualifikasi Mobile Legends Development League (MDL), dari delapan tim baru, empat tim sudah terpilih untuk musim reguler. Para gamers khususnya penggemar Mobile Legends kini dapat menikmati pertarungan MDL yang ditayangkan oleh Vidio setiap hari Senin, Selasa dan Rabu dan juga Regular Season yang akan digelar hingga 30 Maret 2020.

Vidio juga menyediakan program khusus bagi para gamers, yang telah diikuti oleh 280 pengguna dan diputar sebanyak 6.079 putaran, melalui Vidio Esports para gamers dapat menikmati beragam konten secara keseluruhan terutama Esports. Melalui program Esports, para gamers dapat menikmati tayangan turnamen mulai dari live streaming, bermain Esports bersama host hingga gaming talk show.

Nikmati Layanan Program Musik Vidio

Selain pilihan menonton, Vidio juga memiliki konten pilihan hiburan lain untuk para penikmat musik untuk menemani Anda di rumah. Vidio menghadirkan Vidio Music Essentials dimana para penikmat musik dapat menikmati setiap lagu beserta video klip dari para musisi dan penyanyi favoritnya. Disamping itu juga, Vidio memiliki program-program musik lainnya yang sangat menghibur yang dapat dinikmati oleh berbagai macam kalangan, seperti kalangan pecinta musik Dangdut, Indie, Korea, Pop, Pop-Melayu.

 

Tayangan Gratis: 8 Film Terbaik #BanggaFilmIndonesia

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional 2020 yang jatuh pada tanggal 30 Maret, Vidio menyiapkan campaign #BanggaFilmIndonesia. Kampanye ini merupakan bentuk apresiasi Vidio kepada kreator dan para pegiat industri perfilman nasional yang secara konsisten dan telah menghadirkan karya terbaik. Vidio akan menghadirkan 8 judul film terbaik yang dapat dinikmati secara gratis oleh para penikmat film melalui aplikasi mobile atau website www.vidio.com dari tanggal 23-30 Maret 2020. 8 film tersebut adalah; Gundala, Pendekar Tongkat Emas, The Raid, Headshot, One Fine Day, Pertaruhan, Fiksi, dan Menunggu Pagi.

Untuk menikmati berbagai konten layanan hiburan yang ditawarkan oleh Vidio, konsumen dapat mengunduh dan install aplikasi Vidio di smartphone Android dan iOS pada Apple Store atau Google Store serta dapat diakses juga melalui website www.vidio.com.

Continue Reading

Trending