Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Fate/Stay Night Unlimited Blade Works Episode 10

Published

on

[alert-warning]Spoiler Alert! Read at your own Risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Episode ini dimulai ketika kita ditunjukkan suatu kenangan yang terlihat seperti masa lalu Archer dimana ia tertusuk banyak pedang di tubuhnya. Kenangan itu juga menunjukkan gambaran bagaimana keadaan kehidupan Archer. Dan kenangan itulah yang menunjukkan bagaimana Archer menjadi Heroic Spirit.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/103_zpsc1cb204a.jpg

Di pagi hari, Rin sedang berbicara dengan Archer ketika Archer mulai menanyakan kapan Rin akan serius bertarung. Dan meskipun Archer menganggap bekerja sama dengan Master lain memang ide bagus tapi ia bingung mengapa Rin memilih Shirou sebagai partner-nya. Archer sendiri lebih memilih Caster, meskipun Caster jahat tetapi Caster bertindak sebagai seorang Mage. Semenjak bersama Shirou, Rin jadi bertingkah aneh dan sampai Rin kembali normal, Archer hanya akan melihat dari kejauhan.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/104_zpsf01ba89c.jpg

Saat makan siang, Shirou pergi ke ruang OSIS dan melihat Issei sedang berbicara dengan Kuzuki-Sensei. Shirou pun menanyakan Issei apakah mereka dekat. Issei menganggap Kuzuki-Sensei sebagai kakak karena Kuzuki-Sensei sudah tinggal di Ryuudou Temple selama 3 tahun. Rin tiba-tiba masuk dan menanyakan Issei apakah terjadi hal aneh di sana. Issei memberi tau mengenai Kuzuki-Sensei yang akan menikah. Ia berkata bahwa sekitar dua minggu yang lalu, Kuzuki-Sensei mengajak seorang perempuan pulang dan berkata kalau perempuan itu adalah calon istri nya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/105_zpsa23aea74.jpg

Walapun Shirou tidak terlalu yakin, Rin sangat percaya kalau Kuzuki-Sensei adalah seorang Master dan calon istri yang diajaknya itu adalah Caster. Rin akan menyerang mereka di malam hari dan meskipun Shirou memang belum yakin, ia tetap ikut. Shirou pun juga menjelasakan rencana Rin kepada Saber. Dan mereka pun bertemu dengan Rin di malam hari. Rin meninggalkan Archer di rumah karena Rin tidak ingin Archer di dekat Caster. Saat Kuzuki-Sensei akhirnya muncul, Rin pun menembakkan Gandr yang kecil ke arahnya. Meskipun ia terkena Gandr tadi, ia terlihat baik-baik saja dan Caster pun muncul.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/106_zps318b36af.jpg

Namun setelah Caster muncul, Shirou keluar dan menanyakan kepada Kuzuki apakah ia dikontrol oleh Caster. Setelah menjelaskan semua yang telah dilakukan Caster, Kuzuki pun baru tau apa yang telah Caster lakukan. Tetapi Kuzuki tidak peduli karena jika orang lain tidak peduli dengan nyawanya, mengapa ia harus peduli dengan nyawa mereka. Kuzuki juga tidak akan mengikuti Holy Grail War tetapi ia akan membiarkan Caster melakukan semaunya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/107_zpscac76083.jpg

Rin pun akhirnya keluar dan menyerang Kuzuki. Saber pun juga membantu Rin menyerang Kuzuki. Meskipun Saber memiliki kecepatan dan kekuatan diatas Kuzuki, serangan Saber masih bisa ditangkis oleh Kuzuki. Kuzuki pun juga menyerang balik. Bahkan Saber pun tidak dapat menagkis serangan Kuzuki yang tidak hanya cepat tapi memilki kekuatan dahsyat. Serangan terakhir Kuzuki mengakibatkan Saber terdorong jauh.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/108_zps1873e1f1.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/109_zps9c36c447.jpg

Setelah selesai dengan Saber, Kuzuki lanjut menyerang Shirou dan Rin. Rin pun menyerang Kuzuki dengan Gandr miliknya tapi Kuzuki dengan mudah menghindarnya. Rin pun terserang dan sama seperti Saber, ia terdorong jauh dan pingsan. Shirou pun mulai menyerang juga tapi ia juga bukan tandingan Kuzuki. Melihat keadaan sekitar, Shirou hanya bisa memikirkan mengenai senjata yang dapat ia gunakan dan hanya senjata Archer yang ia anggap kuat. Dengan gambaran senjata di pikirannya, Shirou menggunakan Trace miliknya dan dengan seluruh kekuatan miliknya, Shirou berhasil membuat senjata milik Archer.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/110_zps2ddd22b8.jpg

Kuzuki mulai menyerang kembali tetapi Shirou berhasil menangkis seluruh serangannya. Tangan Kuzuki pun berdarah karena terkena tangkisan pedang Shirou. Saber yang tadinya pingsan akhirnya berdiri kembali dan menyerang Kuzuki. Tetapi Caster berhasil menyelamatkannya. Meskipun Caster ingin menyerang balik, Kuzuki meminta agar mereka mundur untuk sekarang.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/111_zpsde1cab74.jpg

Karena Kuzuki kabur, Rin yakin Kuzuki tidak akan beranjak dari Ryuudou Temple. Tapi Rin lebih penasaran dengan senjata yang dibuat Shirou mengingat Shirou hanya bisa menggunakan Strengthening Magic. Sebenarnya Shirou menguasai Projection Magic terlebih dahulu tetapi karena isi dari semua yang ia buat itu hampa maka ia fokus pada Strengthening. Karena mereka semua sudah lelah, mereka pun pulang.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/112_zpsec6a1a7e.jpg

Di tempat lain, Laki-laki berambut pirang sebelumnya muncul kembali. Kali ini Shinji muncul lagi dan sepertinya ia mengenali laki berambut pirang ini. Sepertinya laki berambut pirang ini adalah Servant baru Shinji. Meskipun Shinji menginginkan agar Shirou dan Rin mati, laki berambut pirang ini berkata kalau ia akan menyelesaikan masalah miliknya dulu. Setelah selesai barulah ia akan melakukan yang Shinji inginkan.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/113_zpse226e0bc.jpg

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending