Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Assassination Classroom Episode 5

Published

on

[alert-warning]Contains Spoilers![/alert-warning]

GwiGwi.com – Sudah siap dengan aksi konyol Koro-Sensei dan para muridnya? Yuk kita mulai ^^. Episode kelima ini mulai di laboratorium sekolah saat Koro-Sensei dan kedua petugas kelas sedang membawa peralatan lab ke kelas. Salah satu petugas juga menanyakan apakah Koro-Sensei senang mengajar di kelas 3-E. Tentu saja Koro-Sensei senang meskipun ia sebuah target :v. Saat masuk kelas pun ia sudah diserang tiga murid, tapi berhasil menghindar semua serangan mereka dan menyiapkan seluruh peralatan laboratorium secara bersamaan XD.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/54_zps8pc5wgyo.jpg

Setelah menjalankan eksperimen untuk mengekstrak pewarna buatan dari berbagai cemilan, Koro-Sensei juga langsug mengambil sisa cemilan para murid. Tindakan tadi memang cukup hina tetapi dengan gaji yang kecil, yaaa mau diapakan lagi :v.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/55_zpsmnc3fijc.jpg

Tiba-tiba seorang murid perempuan bernama Okuda maju dan meminta Koro-Sensei untuk mencoba racun yang telah dibuatnya XD. Walaupun semua mengira Koro-Sensei tidak akan mencobanya, tetapi karena ini adalah permintaan muridnya maka ia tidak segan-segan untuk mencoba :/ .

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/56_zpsmnkbh6a3.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/57_zpsohhz2rw4.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/58_zpslvs2cszo.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/59_zpsflffuz3q.jpg

Meski semua racun yang dicoba oleh Koro-Sensei tidak membunuhnya, Koro-Sensei masih mengajak Okuda untuk mecoba membuat racun yang efektif. Sepulang sekolah, Karasuma-Sensei sedang memperhatikan para murid bermain game yang telah ia buat untuk melatih teknik Assassination mereka. Irina-Sensei datang merayu dengan niat agar ia membujuk sekolah untuk memasangkan AC. Karasuma-Sensei juga sudah mencoba hal itu tetapi sekolah menolak.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/60_zpsz44kw4ob.jpg

Di ruangan lain, Koro-Sensei sedang membantu Okuda membuat racun yang telah dijanjikannya tadi. Meskipun Okuda memang pintar di bidang Sains, ia kurang mahir dalam pembicaraan. Jadi Koro-Sensei memberikan sebuah tugas khusus untuknya. Keesokannya, ia juga membawa racun yang telah ia buat dan saat Koro-Sensei masuk,ia langsung memberikan racun tadi kepadanya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/61_zpso95b7z9r.jpg

Tetapi ternyata racun tadi hanya membuat Koro-Sensei lebih kuat saja. Koro-Sensei sekarang tidak hanya berbentuk liquid tetapi ia masih memiliki kecepatan Mach 20. Tetapi ia tidak memiliki niat jahat. Yang ia contohkan hanyalah sebuah pelajaran agar Okuda lebih mengembangkan kemampuan berbicaranya agar racun yang ia buat bisa diberikan dengan cara yang benar dan bukan meminta secara langsung.

Baca Juga:  Genshin Impact Meluncurkan Event di Pegunungan Alpen untuk Merayakan Ulang Tahun Pertama Perluasan Peta Dragonspine

Part B

Ketiga murid kelas 3-E baru kembali dari gedung utama sekolah. Memang sebuah tugas yang berat untuk menjadi murid kelas 3-E. Mengapa begitu? Alasannya akan dijelaskan oleh maskot sekolah, Kunudon ^^. Jadi, karena kelas E memiliki gedung sendiri, mereka tidak boleh masuk ke gedung utama kecuali untuk ke aula. Dan itupun harus dilakukan sebelum para murid dari kelas lain keluar dari kelas.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/63_zpsj8h3n7wq.jpg

Perjalanan ke gedung utama pun sangat berbahaya. Penuh dengan jembatan yang rusak, binatang berbahaya, dan juga bebatuan besar yang mudah jatuh XD. Anehnya semua itu bisa menimpa satu murid bernama Okajima. Semua itu harus mereka lalui sekali sebulan. Tidak hanya perjalanan yang sulit tetapi mereka juga harus mendengar berbagai macam hinaan dari kelas lainnya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/64_zps1u2nsprk.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/65_zpswt9mfmer.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/66_zpsxbzbb3ju.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/67_zpsczpekc5t.jpg

Meski begitu, hanya kelas 3-E lah yang memiliki hubungan paling erat dengan para gurunya. Kelas lain pun tidak memiliki guru seperti Karasuma-Sensei dan Irina-Sensei. Saat sedang dibagikan jadwal untuk kegiatan bulan itu pun, kelas E tidak mendapat jadwalnya. Tapi Koro-Sensei datang dengan samaran miliknya dan menulis tangan setiap jadwal untuk murid kelasnya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/69_zpsfb0rt8pi.jpg

Setelah perkumpulan tadi selesai, para murid 3-E juga bersiap-siap untuk kembali ke gedung mereka. Nagisa yang sedang pergi membeli jus kemudian didatangi oleh kedua murid kelas lamanya. Karasuma-Sensei yang melihat kejadian itu ingin membantu tetapi Koro-Sensei datang dan menghentikan Karasuma-Sensei. Menurutnya, siapapun yang berada di kelas E tidak akan bertingkah seperti murid kelas lain. Nagisa pun hanya memberi tatapan penuh amarah dan kedua murid tadi pun langsung ketakutan.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/70_zpssgvqgudi.jpg

Melihat hal tadi, sang kepala sekolah pun merasa kelas 3-E harus diubah agar kelas lain tetap percaya diri.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/71_zpsc3di35b9.jpg

Bagaimana Episode kali ini? Menarik kan? Memang untuk Part B lebih memicu amarah karena hinaan kelas lain terhadap kelas E tetapi berkat ajaran Koro-Sensei, kita tidak perlu khawatir. Jujur Part A memang lebih menyenangkan dan juga lebih lucu. Tetapi overall episode ini juga sangat menarik dan membuat tidak sabar untuk episode berikutnya ^^.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Daftar Anime

First Impression Anime ‘Girl’s Frontline’

Published

on

Gwigwi.com – Girls' Frontline (Dolls' Frontline) adalah anime militer yang berlatar di masa depan setelah perang dunia ketiga. Perusahaan militer menggunakan ‘boneka taktis' untuk bertarung di garis depan. Tentu saja boneka taktis ini adalah perempuan, mengenakan pakaian minim dan ada juga yang memakai pakaian maid. Saya menduga ada banyak penggemar serial ini. Hal itu merupakan satu-satunya alasan saya dapat melihat anime semacam ini. Sebab, di bawah pakaian unik ada potensi plot untuk dijelajahi meskipun episode pertama sepertinya tidak benar-benar menemukan pijakannya.

Adaptasi Game Untuk Para Player

Ketika melihat judul ini, saya menemukan fakta bahwa Girls' Frontline diadaptasi dari game mobile dan sebenarnya ada anime pendek komedi yang dibuat tentang yang satu ini pada tahun 2019. Dalam banyak hal, karakter-karakter anime ini cukup menggelikan ketika Anda memikirkannya dengan cara yang logis.

Bahkan jika android maju ke titik di mana perang dapat sepenuhnya diperjuangkan oleh mereka, secara sah tidak mungkin mereka akan dirancang seperti karakter-karakter ini. Mereka pastinya tidak akan berpakaian seperti ini. Mengambil pengaturan dengan serius cukup penting mengingat iterasi Girls' Frontline ini tampaknya ingin dianggap serius.  Pemimpin timnya termenung dan menebak keputusannya sendiri di jantung episode ini. 

Cukup Banyak Bagian Belum Maksimal

Tapi bagian di mana Girls' Frontline benar-benar kehilangan minat saya adalah ketika android tipe maid muncul dan harus benar-benar mengangkat rok mereka untuk menyebarkan senjata yang melekat di bagian bawah. Adegan itu benar-benar konyol untuk menganggap siapa pun akan merancang tentara android sedemikian rupa (di luar anime atau tampaknya game mobile).

Hal itu benar-benar bermain seperti mereka mengharapkan mengambil konsep ini dan dunia secara serius. Sayangnya eksekusi pada animenya semua konyol dan itu membuatnya sangat sulit untuk mengambil skenario serius. Selain pemimpin galau yang selalu bertanya-tanya apakah keputusannya benar, kami juga memiliki tim boneka lain yang mereka temui sebelum mencapai tujuan. Rupanya mereka telah ditinggalkan dan berjalan-jalan pada ‘mode stand-by'. Dalam episode ini, tim yang kita ikuti mengaktifkan mereka untuk membantu menahan musuh dan kemudian kita melihat mereka semua dimusnahkan.

Emosi yang Masih Kurang

Jelas Girls' Frontline ingin kita simpati dan berpotensi betapa sedihnya mereka dihancurkan. Tetapi, secara realistis saya belum berhasil berempati dengan mereka. Tentu mereka terlihat seperti gadis anime lucu. Tetapi tidak satu pun dari karakter ini berhasil mengesankan saya bahwa mereka ‘hidup'. Sesuatu seperti Gunslinger Girl melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik memunculkan emosi semacam itu. Meskipun perbandingannya salah karena mereka adalah gadis-gadis yang diberi kemajuan cybernetic, namun, anime itu berhasil menciptakan emosi.

Baca Juga:  Drama Live-Action 'Tokyo MER' Mendapat Anime Net Pendek

Kesimpulan

Saya ingin anime ini menemukan jalannya dan benar-benar menyempurnakan dunia itu. Sebab, Girl's Frontline memiliki potensi.  Namun, saya mungkin melihat beberapa episode berikutnya. Apakah Girls' Frontline membaik atau tidak, biarkan waktu yang menjawabnya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Berita Anime & Manga

Anime ‘Delicious Party Precure’ Menampilkan Yoshiko Miyazaki sebagai Narator

Published

on

GwiGwi.com – Situs resmi untuk Delicious Party♡Precure, anime Precure ke-19, mengungkapkan pada hari Senin bahwa Yoshiko Miyazaki akan memberikan narasi untuk anime tersebut.

Kata kunci dari cerita ini adalah “Makanan membawa wajah tersenyum.” Cookingdom adalah dunia misterius yang bertanggung jawab atas semua masakan di dunia kita sendiri. Cerita dimulai ketika Recipe-Bon, di mana resep untuk setiap hidangan ditulis, dicuri dari Cookingdom. Pelakunya adalah geng Bundoru, yang bertujuan untuk memonopoli setiap hidangan untuk diri mereka sendiri.

Baca Juga:  Stage Play 'Visual Prison' Dijadwalkan pada bulan April

Peri Energi tiba di “Oishii na Town” (Kota Lezat) alam manusia untuk mencari Resep-Bon, dan mereka memberikan tiga kekuatan gadis untuk berubah menjadi gadis penyihir Precure. Gadis-gadis Precure berdiri di depan geng Bundoru untuk mengambil kembali Resep-Bon.

Anime ini akan tayang perdana di Asahi Broadcasting Corporation, TV Asahi, dan 22 stasiun afiliasi lainnya pada 6 Februari pukul 8:30 pagi.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Film Anime

Film Anime Jujutsu Kaisen 0 Masuk 50 Besar Film Sepanjang Masa di Jepang, 50 Besar Tahun 2021 Secara Global

Published

on

GwiGwi.com – Film anime Gekijō-ban Jujutsu Kaisen 0 telah menjual 6.812.266 tiket seharga 9.310.477.450 yen (sekitar US$81,7 juta) dalam 31 hari sejak dibuka pada 24 Desember. Film ini naik kembali ke puncak tangga lagu untuk akhir pekan 22 Januari -23, pekan kelima di box office.

Film ini sekarang menjadi film dengan pendapatan tertinggi ke-50 dalam sejarah box office Jepang, setelah mengungguli film-film seperti Code Blue, Arrietty, Detective Conan: Zero the Enforcer, dan Star Wars Episode III: Revenge of the Sith. Film ini masih memiliki pemutaran 4D dan Dolby Cinema yang dijadwalkan akan dimulai di Jepang pada 5 Februari.

Baca Juga:  Drama Live-Action 'Tokyo MER' Mendapat Anime Net Pendek

Jujutsu Kaisen 0 juga akan menjadi #49 di antara film-film berpenghasilan tertinggi Box Office Mojo yang dibuka pada tahun 2021 di seluruh dunia, di atas The Forever Purge, Candyman, dan Boonie Bears: The Wild Life. (Ini akan menjadi #51 dalam daftar The Numbers untuk film 2021 di seluruh dunia, di atas 1921 dan di bawah Mortal Kombat.)

Sumber:ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x