Connect with us

Serial Anime

Review Anime Mashiro no Oto: Permainan Shamisen Dengan Bumbu Konflik

Published

on

gwigwi.com

Saat pertama kali muncul, anime Mashiro no Oto cukup sering dibandingkan dengan Kono Oto Tomare. Hal itu wajar saja mengingat keduanya memakai alat musik tradisional Jepang dan protagonisnya memiliki masalah di masa lalu. Meskipun begitu, Mashiro no Oto tetap ingin menonjol sehingga bisa berdiri sendiri. Apakah serialnya sudah memenuhi ekspektasi fans? Kita simak ulasannya di bawah ini.

Gundah hati seorang seniman

Pada dasarnya, Setsu yang merupakan protagonis Mashiro no Oto sudah dianggap jenius dalam bermain shamisen. Serial ini menggambarkan bagaimana tantagan seorang seniman bisa tumbuh tanpa kenal lelah. Perjuangannya sebagai anak berusia 16 tahun yang sangat berbakat tampak bingung denga dunianya sendiri sebagai seniman.

Pada saat dia ingin menciptakan pertunjukan yang spektakuler, Setsu seperti anak-anak yang paham konsepnya namun sangat sulit diekspresikan. Hal tersebut membuat para penonton pun dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya Setsu inginkan. Alhasil, pertunjukannya selalu tidak memuaskan bagi Setsu.

Karakter pendukung yang cukup antagonis

Bagian yang mungkin kurang disukai oleh penonton adalah sosok Umeko yang merupakan karakter pendukung. Sifat Umeko ini layaknya tokoh antagonis yang ada di sinetron Indonesia. Contohnya saja, dia sempat menghina ibunya, memalukan penampilannya sendiri selama upacara penghargaan, membuat ejekan dari kompetisi palsu yang dia bayar sendiri.

Baca Juga:  Review Anime Tsuki to Laika to Nosferatu, Kisah Percobaan Vampir ke Luar Angkasa

Tak pelak beberapa netizen pun kurang suka dengan karakternya dan menganggap dia mirip dengan Malty di anime Tate no Yuusha. Meskipun ayahnya juga memilik sikap yang hampir sama, namun dia masih lebih baik.

Persaingan di dunia Shamisen

Di dalam anime ini memiliki persaingan dari Setsu dan Souichi. Baik keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Souichi didukung oleh master shamisen yang menjadi mentornya. Hal itu membuat dia memiliki banyak pengalaman di turnamen. Sedangkan Setsu dibantu oleh Wakana.

Meskipun begitu, Setsu mengakui bahwa bukan karena dia yang membuatnya mahir dalam shamisen, tetapi juga karena ada dukungan orang-orang disampingnya. Bahkan Wakana juga membuat Setsu memahami bagaimana untuk menjadi seorang seniman sejati di masa depan.

Kesimpulan

Bisa dikatakan, Mashiro no Oto memiliki cerita relatif ringan dibandingkan Kono Oto Tomare maupun Shigatsu wa Kimi no Uso. Ditambah lagi anime ini menyajikan banyak sekali musik khas shamisen. Untuk kamu yang suka dengan musik tradisional Jepang, maka anime ini jangan sampai terlewatkan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Serial Anime

Review Anime Takt Op. Destiny, Melawan Dengan Musik

Published

on

GwiGwi.com – Kembali lagi membahas review anime terpopuler musim gugur 2021. Kali ini ada Anime Takt Op. Destiny, anime dengan genre Action dan Fantasy yang diproduksi oleh Madhouse dan MAPPA Studio. Takt Op. Destiny merupakan proyek media campuran yang berpusat pada musik klasik, dan dibuat oleh Bandai Namco Arts dan DeNA. Penasaran bagaimana review anime Takt Op. Destiny? Here we go!

Sinopsis Serial Anime

Sinopsis Takt Op Destiny, Rekomendasi Anime Populer Terbaru 2021 di iQIYI - Mantra Sukabumi

Anime ini menceritakan mengenai Amerika Serikat sedang berada dalam kekacauan sejak munculnya D2, spesies invasif yang berasal dari meteroit hitam yang jatuh ke bumi. Sebuah dekrit publik melarang warga untuk memainkan musik atau melodi untuk menccegah lebih banyak korban, yang dipicu karena D2 benci terhadap musik. Bahkan hingga tahun 2047, larangan untuk memainkan musik atau melodi masih berlaku.

Salah satu cara umat manusia untuk bisa melawan D2 adalah dengan musik. Ada seorang wannita muda yang memiliki kekuatan membentuk komposisi musik. Kisah ini menceritakan mengenai perjuangan gadis-gadis dengan kekuatan musik mereka untuk melawan D2 dimana dunia telah melupakan musik.

Review Anime Takt Op. Destiny

D2 sangat benci musik - Takt Op. Destiny - PanduanOtaku

Ini dia Review Anime Takt Op. Destiny. Dari segi cerita, bisa dibilang tak ada yang spesial dari plot ceritanya. Cerita ini memiliki plot yang cukup klise. Namun cara anime ini menyajikan ceritanya cukup seru dan menakjubkan. Untuk segi cerita penonton memberikan skor 8/10.

Kemudian untuk pengembangan karakternya juga cukup baik, Anime ini memberikan waktu layar yang cukup untuk pengenalan tiap karakternya seiring berjalannya cerita.

Dari segi visual animasi, sudah tidak usah diragukan lagi. Visual animasinya dieksekusi dengan baik dan juga detail di tiap framenya. Animasi pertempurannya diciptakan ddengan luar biasa dan merupakan salah satu anime dengan visual animasi terbaik di musim ini. Bahkan beberapa penonton mengakui bahwa animasi dari Takt Op. Destiny ini lebih bagus dibandingkan Tsuki to Laika to Nosferatu dan Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu.

Kemudian dari segi musik, bisa dibilang ini juga sangat memuaskan penonton. Takt Op. Destiny ini merupakan salah satu anime musik yang sangat bagus. Soundtrack atau BG di setiap adegan tepat sasaran karena dapat menambah suasana atau emosi penonton. Kamu akan dimanjakan dengan lagu-lagu yang ada di anime ini.

Baca Juga:  Review Anime Sekai Saikou no Ansatsusha: Isekai Kizoku ni Tensei suru, Misi Menyelamatkan Dunia

Secara keseluruhan, anime ini sangat direkomendasikan apabila kamu menyukai anime musik karena cukup ringan dan juga fresh! Itu dia Review Anime Takt Op. Destiny, semoga bisa memberikan gambaran kepada kalian semua ya!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

Review Anime Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Dai Mankai no Shou, Kisah Perjuangan Para Hero

Published

on

Anime Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru

GwiGwi.com – Kali ini kita hadir kembali untuk membahas salah satu anime yang cukup populer dengan genre drama, fantasy, dan slice of life. Anime adaptasi Studio Gokumi ini mendapatkan antusias dari fans dan tayang mulai dari Oktober hingga Desember tahun 2021 kemarin. Penasaran dengan kisah fantasi perjuangan para hero ini? Simak lengkapnya di bawah ini!

Sinopsis Seri Dai Mankai no Shou

Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Dai Mankai no Shou Subtitle Indonesia Batch - Anime Station

Yuki wa Yuusha de Aru: Dai Mankai no Shou merupakan seri anime musim ketiga dari Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru yang patut kamu tonton. Menceritakan mengenai Yuuna Yuuki yang merupakan siswa SMP kelas dua biasa. Ia bangun di pagi hari, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, mengikuti kelas, kegiatan klub, dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Namun ada satu hal istimewa dari Yuki, yaitu Yuki yang merupakan angota Club of Brave Heroes.

Review Anime Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Dai Mankai no Shou

Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Dai Mankai no Shou – Episode 06 (Dualsubs) x265/HEVC Subtitle Indonesia & English Lendrive

Bagi beberapa penonton, seri Dai Mankai no Shou ini bisa dibilang cukup membingungkan. Merupakan campuran dari prekuel, midquel, dan juga epilog. Cerita dimulai dengan midquel yang menunjukkan tokoh-tokoh utama sedang melakukan kegiatan mereka, kemudian midquel dari pemain baru yang dikenal sebagai Sentinel sedang melakukan misi pengintaian di area kosong lalu disambung dengan prequel dari pemain berbeda yang bertarung melawan Vertex beberapa ratus tahun yang lalu.

Kemudian penonton kembali diajak menonton Sentinel untuk menunjukkan apa yang mereka lakukan di akhir Yuusha no Shou, lalu menceritakan kembali akhir dari seri Yuusha no Shou dan diakhiri dengan epilog. Segi plot cerita terdengar kurang memuaskan dan bisa dibilang alurnya terlalu cepat.

Baca Juga:  Review Anime Blue Period, Proses Pendewasaan Diri yang Penuh Tantangan

Dari segi animasi dan musik, jika kamu telah menonton seri yang sebelumnya maka pasti tak akan jauh berbeda. Adegan pertempuran digambarkan dengan warna-warna cerah dan juga sama sepertinya terdapat beberapa CGI. Animasi yang membuka dan menutup anime ini dibuat dengan kualitas yang sangat tinggi dan baik. Overall dari segi visual animasi, tak ada perubahan signifikan dari seri yang sebelumnya dan tetap bisa memanjakan mata penonton.

Kemudian dari segi lagu, lagu pembuka dengan judul Ashita no Hanatachi bisa membuat kamu bersemangat untuk menonton tiap episodenya. Kemudian untuk lagu penutupnya yang berjudul Chiheisen no Mukoue akan memberikan efek yang menenangkan untuk meredakan ketegangan yang mungkin kamu alami ketika menonton pertarungan di dalam episodenya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Serial Anime

First Impression Anime ‘Shingeki no Kyojin: The Final Season Part 2’

Published

on

Gwigwi.com – Sejak 2013, adaptasi anime Shingeki no Kyojin (Attack on Titan) telah mencuri perhatian komunitas anime dan manga yang sangat kuat. Mulai dari cerita, animasi, dan karakternya begitu luar biasa. Sekarang, di Anime Musim Dingin 2022, setelah sembilan tahun yang panjang, Shingeki no Kyojin telah mulai menarik napas terakhirnya dalam bentuk Shingeki no Kyojin: The Final Season Part 2. Episode pertama akhirnya ditayangkan, dan kita yang belum membaca manga tentu terkejut pada hal pertama yang terungkap. Tanpa basa-basi lagi, mari kita tinjau kembali episode pertama Musim Terakhir legendaris yang akan terjadi, Shingeki no Kyojin (Attack on Titan)! Seperti yang kalian harapkan, akan ada spoiler!

Levi Mati?

Hal pertama yang dilakukan Shingeki no Kyojin: The Final Season Part 2 adalah memberi tahu kami bahwa karakter favorit fans, Levi Ackermann sudah mati. Serius. Hange, “dikawal” oleh Floch dan kroni-kroninya, menemukan sisa-sisa Kapten yang hancur. Hange menegaskan bahwa dia sudah mati. Tetapi Floch tidak yakin sehingga dia meminta untuk mengkonfirmasi itu sendiri. Sebab, dia tahu cara memeriksa denyut nadi. Zeke muncul setelah pertengkarannya dengan Levi. Dia telanjang dan benar-benar beregenerasi. Tetapi, dia sepertinya tidak dapat mengingat apa yang terjadi. Di tengah kebingungan, Hange mengambil keuntungan dari kemunculan Zeke untuk meraih Levi dan melompat ke sungai yang berputar-putar di dekatnya. Mereka mencoba menghentikannya dengan menembakkan peluru ke perairan yang mengamuk tanpa hasil. Sandera mereka hilang. Mengapa dia mencoba membawa tubuh bersamanya saat melarikan diri? Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah bahwa Levi, mati seperti yang terlihat, mungkin masih melekat pada kehidupan.

Para Titan Terlihat Luar Biasa

Peralihan dari WIT Studio ke MAPPA datang dengan banyak keluhan seperti kualitas gaya seni yang semakin berkurang. Sama gilanya dengan kedengarannya, orang-orang benar-benar tidak puas dengan pekerjaan animasi yang dibawa MAPPA ke bagian pertama The Final Season. Orang-orang itu harus tahu bahwa MAPPA menempatkan lebih banyak pekerjaan dan itu sangat jelas dalam penampilan umum dan pergerakan para titan. Tidak hanya itu, kualitas seni tampaknya telah meningkat secara keseluruhan. Ini adalah karya visual, dan tidak ada keraguan bahwa musim ini akan mempertahankan kualitas estetika musim sebelumnya.

Perang yang Berkecamuk

Episode pertama Shingeki no Kyojin: The Final Season Part 2 merupakan episode yang ngangenin dan membuat merinding. Hal itu dikarenakan dapat menggambarkan pertahanan solo Eren Jaeger terhadap serangan mendadak dari pasukan Marley! Di sana ada pasukan seperti Porco Galliard, Jaw Titan, dan yang lebih penting, Reiner Braun – Armored Titan. Kerusakan yang mereka sebabkan sangat luas. Taruhan terbaik mereka untuk menang, Eren, sepenuhnya kewalahan oleh upaya gabungan dari Reiner yang berpengalaman, Jaw Titan porco yang kecil dan tangguh, dan artileri anti-Titan yang kuat. Hal itu membuat Eren tertegun selama beberapa menit.

Pasukan Paradis, dimobilisasi oleh 3D Maneuver Gear, tidak memiliki kesempatan melawan penembak jitu Marley, yang dipimpin oleh Jenderal Magath. Dia menemukan Pieck dan Gabi serta mengawal mereka ke tempat yang aman. Magath dan yang lainnya diperbarui tentang peristiwa yang terjadi. Terutama fakta bahwa Falco Grice telah menelan cairan tulang belakang Zeke. Hal itu menjadikan dia masuk antrean untuk Beast Titan.

Mereka bertanya-tanya mengapa Eren, yang memiliki Titan Pendiri, belum meratakan dunia dengan “The Rumbling”. Gabi mampu mengisi kekosongan informasi mereka dengan apa yang dia dengar Zeke katakan selama waktunya di pesawat. Sekarang, mereka diberitahu tentang ketidakmampuan Eren untuk melakukan The Rumbling.  Kehadiran Zeke, Magath, Pieck, Colt Grice dan yang lainnya berkomitmen untuk mencegah saudara-saudara bertemu sama sekali.

Baca Juga:  Review Anime Isekai Shokudou 2, Restaurant Populer Dunia Lain

Opening dan Ending yang Epik

Bagi kita yang telah menonton anime untuk waktu yang lama akan mengenali riff dan ratapan yang terinspirasi dark metal dari artis SiM. Dia bertanggung jawab atas tema pembuka Shingeki no Kyojin : The Final Season Part 2! Tema ini membutuhkan pembiasaan diri dan paduan suara jelas yang merupakan anugerah. Hal itu juga menyelamatkannya seperti yang terjadi dengan lagu-lagu SiM. Vokalnya sangat bagus ketika hanya bernyanyi biasa.

Di sisi lain, lagu tema penutup adalah milik Higuchi Ai dan ini adalah lagu yang indah. Lagu ini menampilkan melankolis serta harapan yang akrab pada kita seperti tema penutup Shingeki no Kyojin (Attack on Titan) lainnya.

Kesimpulan

Kami telah menunggu lama untuk ini. Menilai dari episode pertama, itu akan sama intensnya jika tidak lebih daripada musim sebelumnya. Kami didorong ke dalam kekacauan tanpa rekap karena kami benar-benar tidak membutuhkannya dan itu adalah bukti jelas fenomena Attack on Titan. Apakah kita bahkan siap untuk apa yang akhirnya terjadi? Mari kita menyerahkan hati kita pada musim ini dan melihat karya ini sampai akhir. Apa pendapat Anda tentang episode pertama Shingeki no Kyojin: The Final Season Part 2? Berikan komentar di bawah ini!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x