Connect with us

Berita Anime & Manga

Penggemar Jepang Memilih Anime Favorit Untuk Musim Gugur 2020

Published

on

GwiGwi.com – Satu bulan setelahnya peringkat antisipasi Pada awal Oktober, operator telepon seluler terbesar di Jepang NTT Docomo melaporkan hasil survei riset online regulernya untuk menanyakan pengguna layanan streaming dAnime Store apa anime musim gugur 2020 yang masih mereka tonton sebagai favorit mereka.

Survei dilakukan selama satu minggu antara tanggal 23 dan 30 Oktober, dan total 151.791 suara diberikan untuk 46 judul yang tersedia melalui layanan tersebut. Bagaimana pendapat penonton Jepang berubah atau tidak setelah mereka benar-benar mulai menonton serial musim gugur 2020? Lihat hasilnya di bawah ini.

1(peringkat antisipasi: 5). Jujutsu Kaisen – 9.381 suara

[insert page='jujutsu-kaisen' display='related-template.php']

 

2 (1). The Irregular at Magic High School: Visitor Arc – 9,142

[insert page='mahouka-koukou-no-rettousei-raihousha-hen' display='related-template.php']

 

3 (9). Wandering Witch: The Journey of Elaina – 8.532

[insert page='majo-no-tabitabi' display='related-template.php']

 

4 (2). Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? III – 7.541

[insert page='dungeon-ni-deai-wo-motomeru-no-wa-machigatteiru-darou-ka-iii' display='related-template.php']

 

5 (6) . The Day I Became a God – 7.494

[insert page='kamisama-ni-natta-hi' display='related-template.php']

 

6 (8). By the Grace of the Gods – 7,494

[insert page='kami-tachi-ni-hirowareta-otoko' display='related-template.php']

 

7 (15). Sleepy Princess in the Demon Castle – 5,850

[insert page='maou-jou-de-oyasumi' display='related-template.php']

 

[insert page='tonikaku-kawaii' display='related-template.php']

 

9 (4). HAIKYU!! TO THE TOP 2nd cour – 5,417

[insert page='haikyuu-to-the-top-2′ display='related-template.php']

 

10 (23). Talentless Nana – 5,337

[insert page='munou-na-nana' display='related-template.php']

 

11 (3). Is The Order A Rabbit? BLOOM – 4,355

12 (14). Our Last Crusade or the Rise of a New World – 5,245

13 (16). Kuma Kuma Kuma Bear – 5,015

14 (19). I'm Standing on a Million Lives – 4,952

15 (7). Higurashi: When They Cry – New – 4,822

16 (21). Adachi to Shimamura – 4,409

17 (18). Moriarty the Patriot – 4,181

18 (29). Warlords of Sigrdrifa – 3,956

19 (13). Yashahime: Princess Half-Demon – 3,830

20 (10). Dragon Quest: The Adventure of Dai – 3,010

 

21 (17). Love Live! Nijigasaki High School Idol Club – 2,964

22 (20). Mr. Osomatsu Season 3 – 2,914

23 (22). Strike Witches ROAD TO BERLIN – 2,854

24 (25). Hypnosis Mic: Division Rap Battle: Rhyme Anima – 2,772

25 (34). Dogeza de Tanondemita – 2,634

26 (27). Dropout Idol Fruit Tart – 2,618

27 (43). Iwakakeru -Sport Climbing Girls- – 2,499

28 (36). Taisou Samurai – 2,358

29 (44). NOBLESEE – 1,572

30 (46). KING's RAID: Successors of the Will – 1,530

 

31 (28). IDOLiSH7 Second BEAT! – 1,411

32 (31). A3! SEASON AUTUMN & WINTER – 1,241

33 (41). Rail Romanesque – 1,209

34 (37). Maesetsu! Opening Act – 1,058

35 (33). Tsukiuta. THE ANIMATION 2 – 984

36 (52). MAGATSU WAHRHEIT -Zuerst- – 964

37 (35). Guraburu! – 811

38 (49). Otona nya Koi no Shikata ga Wakaranai! – 702

39 (40). EAGLE TALON ~Golden Spell~ – 661

40 (39). Please Take My Brother Away! Season 4 – 660

 

41 (54). Soredake ga Neck – 479

42 (-). Gal & Dino – 455

43 (55). Eternity – Shinya no Nurekoi Channel – 438

44 (57). Saikyo Kamiz Mode! – 66

45 (58). Cap Kakumei Bottleman – 60

46 (61). Super Wings – 25

 

Male Top 5:

1. The Irregular at Magic High School: Visitor Arc – 6,678

2. Wandering Witch: The Journey of Elaina – 6,498

3. Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? III – 6,037

4. The Day I Became a God – 5,794

5. Jujutsu Kaisen – 5,032

 

Female Top 5:

1. Jujutsu Kaisen – 4,223

2. HAIKYU!! TO THE TOP 2nd cour – 3,045

3. Moriarty the Patriot – 2,461

4. The Irregular at Magic High School: Visitor Arc – 2,352

5. Hypnosis Mic: Division Rap Battle: Rhyme Anima – 2,032

Sumber: Crunchyroll

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending