Connect with us

Berita Anime & Manga

Mangaka Fire VI Memanggil Para Kreator Berbakat di Tanah Air

Published

on

GwiGwi.com – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, ide kreatif dari para kreator tanah air tidak ada hentinya menunjukkan taringnya di mata dunia. Setiap hari di berbagai saluran digital kita dapat dengan mudah menemukan berbagai macam konten kreatif karya para kreator berbakat tanah air, salah satunya adalah komik. Menyambut semakin banyaknya kreator komik Indonesia yang menghadirkan karya di setiap harinya, Kompetisi komik nasional Mangaka Fire kembali diselenggarakan.

Kompetisi komik yang diusung oleh KOMUNITAS MANGAKA INDONESIA (KMI) kini hadir lebih besar dari sebelumnya. Bekerja sama dengan Paras Comic dan HIVE, Mangaka Fire VI kali ini diadakan berbeda dari Mangaka Fire di tahun-tahun sebelumnya. Ajang kompetisi komik nasional ini kini menghadirkan kompetisi dengan skala lebih besar, rangkaian acara yang lebih meriah, serta hadiah yang lebih besar untuk diperebutkan para peserta berbakat dari seluruh penjuru tanah air!

Tema besar yang diusung dalam kompetisi Mangaka Fire VI di tahun ini adalah “MERDEKA DAN BERDAULAT”. Tema ini sejalan dengan semangat Rakyat Indonesia sejak jaman dahulu kala yang tiada henti terus berjuang dan berusaha untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka dan berdaulat. Semangat ini diharapkan bisa diadopsi oileh para komikus Indonesia agar bisa terus mempersembahkan Mahakarya yang lahir dari kreasi serta imajinasi terbaik sang komikus.

 

Kompetisi yang lebih besar

Kompetisi komik yang hadir di Mangaka Fire VI kali ini diadakan dengan skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Ada dua kategori kompetisi utama yang diselenggarakan dalam ajang kali ini yaitu kategori komik hitam putih serta kategori komik Webtoon berwarna.

Kompetisi ini juga tidak dibatasi oleh genre tertentu, sehingga para peserta bisa bebas membuat karya apapun yang diinginkan untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Sesuai dengan tema besar yang diangkat, kompetisi ini diadakan dengan semangat para komikus bisa Merdeka dan Berdaulat membuat karya terbaiknya.

Mangaka Fire VI juga menghadirkan para juri yang telah memiliki pengalaman panjang dalam berkarya sebagai Komikus di tanah air. Jajaran Komikus Profesional yang menjadi juri dalam kompetisi ini adalah Sweta Kartika, Mas Hiro, serta Cheezemate. Selain itu ada juga Herrad Syafrian selaku PM dari Paras Comic yang turut serta menjadi juri untuk mencari karya terbaik di kompetisi ini.

 

Total hadiah yang lebih besar

Total hadiah yang diperebutkan dalam Mangaka Fire VI kali ini juga lebih besar dibanding sebelumnya, yaitu Rp77.000.000! Tidak hanya itu saja, komik terbaik dari kompetisi ini juga akan berkesempatan untuk diterbitkan eksklusif dalam bentuk fisik serta digital.

Bagi 5 (lima) karya terbaik dalam kategori komik hitam putih akan diterbitkan secara eksklusif di Koomik.id serta akan dicetak dan dirilis dalam event Comic Frontier 15. Sedangkan untuk kategori Webtoon berwarna, 5 (lima) karya terbaik akan diterbitkan secara eksklusif di platform Paras Comic. Para pemenang akan mendapatkan seluruh hal eksklusif dari segala bentuk penerbitan.

Kompetisi Mangaka Fire VI ini diadakan selama 2 (dua) bulan dari bulan Juni hingga Agustus 2022. Peserta bisa mengumpulkan karya mulai tanggal 17 Juni 2022. Pemenang akan diumumkan tepat pada hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus 2022. Persyaratan dan informasi lebih lanjut mengenai kompetisi komik ini bisa dibaca dengan mengakses tautan berikut ini: https://kmispace.id/mafi-competition/

 

Rangkaian acara yang lebih meriah

Tidak hanya hadir dengan kompetisi dan hadiah yang lebih besar, Mangaka Fire VI kali ini juga hadir dengan acara yang lebih meriah. Jika sebelumnya Mangaka Fire hanya diadakan sebagai kompetisi komik saja, kali ini ajang Mangaka Fire bertransformasi menjadi suatu rangkaian acara selebrasi bagi para komikus di seluruh penjuru tanah air. Berbagai Webinar dan Training dengan narasumber dari para profesional di bidang komik akan diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara Mangaka Fire VI.

Webinar dan Training ini diselenggarakan dalam 2 hari pada tanggal 6-7 Agustus 2022. Para insan kreatif dan profesional di industri komik yang akan menjadi narasumber dalam Mangaka Fire VI ini adalah Arnold Lukito (co-founder Tabula.id), Yohan Power (Lead Artist HIVE Studio), Brian Tizi (founder KOMUNITAS MANGAKA INDONESIA), Mas Hiro (Professional Comic Artist), Herrad Syafrian (PM Paras Comic), serta Sweta Kartika (Professional Comic Artist). Webinar dan Training ini diadakan secara umum di mana peserta bisa melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui tautan berikut ini: https://kmispace.id/mafi-webinar/

Transformasi Mangaka Fire VI menjadi rangkaian acara yang lebih besar diharapkan bisa menjadi salah satu pemantik munculnya karya komik terbaik dari para kreator tanah air. “Bangkit kawan-kawan komikuskus! Siapkan pena dan semangatmu! Maju dan berkaryalah! Jadilah Komikus yang Merdeka, Bebas, Kreatif, dan Happy!” ujar Brian Tizi selaku founder dari KOMUNITAS MANGAKA INDONESIA.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending