TV & Movies
Lima Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan Jelang Pertandingan Lanjutan NBA
GwiGwi.com – Tik..tok…tik…tok… Jarum jam terasa berdetak semakin kencang seiring dengan mendekatnya pertandingan lanjutan NBA musim 2019-20. Sejak Maret 2020, musim NBA 2019-20 ditangguhkan akibat pandemi COVID-19, tetapi kamu tidak perlu khawatir. Sebuah pertandingan yang berbeda dari sebelumnya, akan segera hadir dalam waktu kurang dari 10 hari!
Di bulan Juni lalu, National Basketball Association (NBA) dan National Basketball Players Association (NBPA) mengumumkan bahwa keduanya telah merampungkan rencana untuk melanjutkan musim dengan 22 tim pada 30 Juli waktu setempat. Untuk kamu, penggemar NBA, pecinta bola basket, dan penggemar olahraga, apakah kamu sudah siap untuk menyaksikan momen kejuaraan NBA tahun ini?
Yuk, simak beberapa rahasia untuk membuat pengalamanmu menonton NBA di rumah menjadi lebih menyenangkan.
-
Bergaya seperti pemain favoritmu
“Ayo, Tim!!!” Saat ini kamu mungkin sudah siap bersorak untuk mendukung tim dan pemain favoritmu karena musim lanjutan akan segera dimulai. Tapi, bagaimana bila kita membuatnya menjadi lebih seru dengan memainkan penampilan dan bergaya layaknya pemain NBA? Cobalah cari dan kenakan snapback atau aksesoris NBA lainnya, dan jangan lupa untuk memadukannya dengan jersey pemain NBA andalanmu. Jika kamu belum punya hal-hal tersebut, kamu bisa langsung mencarinya di toko online resmi NBA.
-
Siapkan snack dan minuman untuk pengalaman menonton yang maksimal
Sekarang, kami akan memberitahukan bagaimana caranya kamu dapat merasakan pengalaman menonton pertandingan NBA dan mendukung tim andalanmu dari rumah selayaknya sedang berada di lapangan sesungguhnya. Itu bisa kamu dapatkan dengan cara sederhana, seperti menyiapkan makanan ringan dan minuman yang sesuai dengan seleramu. Kamu bisa menyiapkan semangkuk popcorn manis dan asin, sepiring nachos renyah atau kentang goreng, hingga buah-buahan dan healthy bowl. Semuanya itu bisa kamu hidangkan dengan segelas green smoothies maupun air mineral.
-
Saksikan pertandingannya dan menangkan hadiahnya
Menjelang dimulainya musim lanjutan, NBA dan Vidio, mitra media resmi NBA di Indonesia, menyelenggarakan kontes menarik bertajuk Watch ‘n Win on Vidio, untuk guru, pelajar, dan sekolah. Ya, kamu tidak salah baca! Kontes ini diperuntukkan bagi guru, pelajar, dan sekolah karena 20 pemenang akan mendapatkan satu paket hadiah untuk pelajar, guru, dan sekolah! Paket hadiah termasuk merchandise NBA senilai Rp 2,7 juta dan gratis berlangganan Vidio Premier selama 30 hari untuk pelajar dan guru, serta 50 bola basket bagi sekolah dimana siswa/guru yang menang belajar/mengajar.
Untuk berpartisipasi, peserta (guru) dapat mengajak siswanya untuk mengambil foto dengan ekspresi terbaik saat menonton salah satu pertandingan NBA yang ditayangkan gratis di Vidio. Lalu, unggahlah foto yang paling kreatif dan menarik di Instagram serta tag “@JrNBAAsia” dan “@Vidiosports”. Jangan lupa tambahkan tagar “#NBAdaDiVidio” selama periode 31 Juli-31 Agustus 2020. Informasi lebih lanjut mengenai kontes serta syarat dan ketentuan berlaku dapat dilihat di sini.
-
Tunjukkan dukunganmu ke seluruh dunia
Tunjukan dukungan pada tim favoritmu dengan mencoba berbagai filter face-paint berteknologi AR yang didesain khusus sesuai dengan tim-tim yang ada di NBA. Bagaimana caranya? Mudah! Ikuti akun Instagram Jr. NBA Asia (@jrnbaasia), ketuk tombol ‘Stickers’ pada halaman akun, pilih filter face-paint dari tim favoritmu, dan ambil selfie. Upload foto kamu ke Instagram dan tag @jrnbaasia. Dapatkan kesempatan untuk tampil di Instagram dan halaman Facebook (Jr. NBA Asia). Pssttt… rahasianya, lakukan seekspresif dan sekreatif mungkin, ya!
-
Jangan lewatkan informasi tentang NBA
Terakhir, jangan lewatkan informasi tentang musim lanjutan NBA dengan mengikuti Instagram dan halaman Facebook Jr. NBA Asia. Ada banyak fakta menarik seputar tim-tim NBA, kutipan motivasi dari para pemain, dan juga polling serta kuis interaktif yang akan kamu temukan di sana.
Saatnya tebak-tebakan! Menurutmu, siapa yang akan memenangkan kejuaraan pada musim ini?
TV & Movies
Review Film HOPE, Big Trouble in Little Village
Bencana besar di desa kecil. Mungkin deskripsi yang pas untuk HOPE.
Teror monster yang biasa menimpa kota besar, melibatkan tentara dan ilmuwan, kini harus dihadapi Beom Se-Ok (Hwang Jung-Min) kepala polisi lokal, sepupunya Sung Ki (Zo In-sung), para pemburu, peternak babi, tukang jugal daging dan warga desa lain.
Dari eksekusi sinematografinya, kamera mengisolasi POV penonton pada perjalanan tiap karakternya secara eye level napak tanah untuk mengungkap misteri layaknya progress video game. Bahkan sampai protagonis dapat upgrade senjata, berganti senapan yang lebih kuat. Mengkuti jejak si monsters dari jalanan, toko-toko sampai ke gang-gang kecil.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
Cara demikian melokalisir teror pada skala kecil yang justru membuat lebih ngeri dibanding film monster umumnya yang seakan ingin main skala besar secepatnya.
Audiens tak melihat sosok si monster tapi dari kehancuran, gelimpangan mayat dan bangkai berceceran yang diakibatka, gambaran mengerikannya sudah begitu kuat.
Begitu saat akhirnya si sumber horror diperlihatkan…hem. Mengingatkan pada CG game zaman PS3? Barangkali terkendala budget tapi mengingat monster ini ternyata mempunyai peran yang lebih penting lagi, agak membingungkan kenapa tampilannya tidak dicoba lebih meyakinkan lagi.
Beruntung aksi cepat dan brutalnya menghujam efektif sampai rasanya kekurangan itu cukup termaafkan.
Kelemahan umum film monster, manusianya, justru menyala di sini.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
Sembari tensi terus terjaga, HOPE mampu mengenalkan para karakternya secara singkat baik dengan cerita konyol atau pun sekedar dari bagaimana mereka memburu si monster. Sampai rasanya audiens sudah klop bersama mereka padahal baru sebentar. Polisi wanita Hoyeon (Sung-Ae) tak diperkenalkan bertele-tele, dari cara dia bernafsu mengejar si monster langsung membuat dia memorable.
Aksi tegang dan kadang bisa-bisanya dibumbui komedi memang mewarnai klimaks, tapi juga berasa terlalu diperpanjang. Tambah lagi ternyata film diakhiri dengan cliffhanger yang membuka sisi lain dari para monster. Untung saja paruh awal dan tengahnya cukup kuat sehingga rasa nanggung tak sampai mengganggu.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
HOPE seakan apabila Godzilla plus ALIEN dialami desa kecil di provinsi anda dan cerdas sekali memanfaatkan keunikan itu baik secara sosiologi manusianya dan kulturnya. Mungkin penonton hanya banyak melihat Hope Harbor dalam keadaan hancur tapi bisa jadi warga dan daerahnya lebih membekas di benak penonton dibanding film monster lain. Dan demikian rasanya sungguh key selling point dari film yang barangkali kurang memenuhi ekspektasi fans sutradara Na Hong-Jin paska THE WAILING.
Apakah terus bisa dia kawinkan aspek itu dengan aliennya nanti untuk sekuel yang sudah ditease? We may hope so….
TV & Movies
Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
www.gwigwi.com – John Miller (Alan Ritchson), seorang veteran Perang Vietnam yang bekerja di pabrik perakitan mobil, dijebak atas kejahatan yang tidak ia lakukan oleh Reynolds (Ben Foster), seorang penguasa mafia lokal yang terobsesi pada kekasih John, Sophia (Shailene Woodley).
Divonis 25 tahun di penjara berkeamanan maksimum, John bertahan hidup hanya dengan satu tujuan: keluar dan menuntaskan dendam.
Ketika kesempatan itu tiba, John melancarkan perburuan berdarah menyusuri jalanan Detroit yang dingin dan korup, melintasi jajaran anak buah Reynolds yang dijaga oleh seorang polisi korup bertangan besi (Pablo Schreiber).

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Sutradara Potsy Ponciroli (Old Henry) kembali memamerkan keahliannya dalam mengolah cerita klasik menjadi sajian visual yang segar melalui Motor City.
Setting kota Detroit tahun 1970-an yang kelam, film action-thriller ini mengusung eksperimen berani. Menyajikan kisah balas dendam yang intens dengan dialog yang dipangkas hampir sepenuhnya, menyerahkan seluruh penyampaian emosi pada gestur, aksi, dan desain suara.
Estetika gritty era 70-an dengan warna-warna pudar dan pencahayaan bernuansa neo-noir. Tanpa kata-kata, deru mesin mobil muscle, dentuman senapan, dan koreografi pertarungan menjadi “dialog” utama.
Penggunaan mobil antik, outfit era 70-an, serta lagu-lagu rock klasik memperkuat suasana kota industri yang sedang runtuh.

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Menurut gue ini adalah hal yang sangat berani. Serta membuang dialog eksposisi yang membuat penonton harus fokus pada aksi instinktif dan emosi karakter.
Dari jajaran cast, Alan Ritchson memanfaatkan postur fisiknya yang intimidatif secara maksimal. Tanpa bantuan dialog, ia mengandalkan tatapan mata, nafas yang berat, dan bahasa tubuh untuk menyampaikan kepedihan, rasa kehilangan, serta kemarahan murni.
Begitu juga dengan Ben Foster yang tampil mengintimidasi lewat aura psikologis yang dingin, sementara Pablo Schreiber memberikan ancaman fisik yang seimbang dengan karakter Ritchson.

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Buat gue film ini emang cocok-cocokan dengan penonton masa kini. Bagi yang terbiasa dengan dialog cepat atau pacing modern, beberapa transisi babak tengah mungkin terasa berjalan lambat.
Secara keseluruhan, Motor City merupakan penghormatan yang solid terhadap genre action-thriller klasik.
Film ini membuktikan bahwa Alan Ritchson as an actor tidak hanya mengandalkan fisik semata, melainkan juga kemampuan akting non-verbal yang kuat di bawah arahan sutradara yang tepat.
TV & Movies
Review Film INSIDIOUS OUT OF THE FURTHER, Wahana Rumah Hantu ala The Further
www.gwigwi.com – Gemma (Amelie Eve) memiliki masa kecil buruk dengan Ibunya (Laura Gordon) dan berniat menjadi Ibu lebih baik untuk anaknya, Maya (ISLAND Austin).
Sampai dia dihantui mimpi mengerikan yang bisa jadi lebih dari sekedar khayalannya dan berhubungan dengan masa lalunya.
Kembali lagi franchisee horror yang film pertamanya sukses meski low budget dan ternyata penonton masih mau kembali mengeksplorasi alam barzah khas INSIDIOUS yakni the further.

Review Film Insidious Out Of The Further, Wahana Rumah Hantu Ala The Further
Dengan film ke 6 filmmaker seolah bermain dengan konsep untuk mengeksploitasi the further. Setelah dapat, seakan barulah dibuat cerita seputar itu dan rasanya memang demikian.
Motivasi yang trigger emosi penonton seputar hubungan ibu anak dan mencoba memutus trauma generasional. Diselingi permainan ketegangan yang lumayan oke memakai syaitonirojim dan eksplorasi the further, di mana paruh ketiganya memang cukup seru dan tak terduga.
Semuanya fine saja dan mungkin itulah fault dari INSIDIOUS: OUT OF THE FURTHER ini; wahana seram-seraman yang terasa eksploitasi (dalam artian yang masih terbilang baik) franchise saja. Bila penonton senang, sampai INSIDIOUS 11 pun seakan dijabanin BLUMHOUSE PRODUCTION.
INSIDIOUS: OUT OF THE FURTHER seolah hasil dari pikiran; karena penonton masih mau, maka filmmaker akan coba segala hal untuk isi gas franchisenya. Apakah mereka akan menemukan alasan kuat lagi untuk penonton mau kembali menjelajah The Further? We'll see…
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks




