Connect with us

News

Klarifikasi Soal Bebas Visa Ke Jepang

Published

on

Pemberitaan mengenai bebas visa ke Jepang di berbagai media di Indonesia tidak sepenuhnya benar. Bahkan bisa dianggap menyesatkan masyarakat Indonesia keseluruhan. Pemberian bebas visa ke Jepang saat ini sebenarnya hanya relaksasi atau penyederhanaan atas pemberian visa ke Jepang bagi tiga warga negara, Indonesia, Vietnam dan Filipina. Bukan pembebasan visa ke Jepang sepenuhnya.

jepang-bebas-visa

Demikian ungkap sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang hari ini, Rabu (1/10/2014).  “Yang benar adalah relaksasi visa Jepang bagi warga Indonesia, bukan pembebasan visa,” ungkap sumber itu lagi yang tak mau diungkapkan identitasnya.

Dengan demikian, menurutnya informasi baru dari Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA) diharapkan tidak disalahtafsirkan banyak kalangan di Indonesia.  Informasi rinci dan benar tersebut dapat dibaca lebih lanjut di situs MOFA http://www.mofa.go.jp/press/release/press4e_000440.html

Bahwa relaksasi visa ke Jepang hanya berlaku bagi pemilik e-passport atau paspor yang memiliki IC chip di dalamnya. “Jadi bukan paspor biasa yang dimiliki warga Indonesia umumnya selama ini,” tambahnya lagi.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/peristiwa-penerapan-e-paspor-13_zpsbc223445.jpg

“Itu pun setelah memiliki e-passport harus didaftarkan dulu di kedutaan besar atau Konsul Jenderal (Konjen) Jepang yang ada di Indonesia. Setelah mendapat persetujuan barulah berlaku bisa dipakai bebas masuk ke luar ke Jepang sebagai wisatawan bisa sampai 30 hari saja bagi yang mengajukan Multiple Visa,” rincinya lagi.

Sedangkan tanggal 1 Desember 2014 yang dimaksud adalah untuk umum yang memiliki e-passpor dan orang Indonesia yang bekerja di dalam kedutaan di Indonesia atau di dalam Konjen Asing di Indonesia.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/jepang2_zpsc2a34c03.jpg

“Itu pun dengan penggunaan e-passpor yang telah didaftarkan di kedutaan Jepang mulai 1 Desember bebas masuk ke luar Jepang,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Turning Red dari Disney dan Pixar akan Premier Eksklusif di Disney+ Hotstar

Untuk bebas masuk Jepang seperti halnya warga Indonesia ke Singapura atau Malaysia dengan bebas, masih membutuhkan waktu lagi dan tahun depan mungkin baru bisa terealisasi.

Dari berbagai sumber di pemerintahan Jepang diperkirakan sekitar Juni atau Juli tahun depan kemungkinan rakyat Indonesia benar-benar bebas masuk ke luar Jepang seperti halnya kita ke Singapura atau Malaysia saat ini.

Berikut syarat-syarat bebas Visa dari pemerintah Jepang:

1. Bebas visa untuk kunjungan maksimum selama 15 hari.

2. Bebas Visa hanya berlaku untuk WNI pemegang e-paspor (paspor yang memiliki IC/chip) sehingga dapat dibaca oleh sistem komputer keimigrasian Jepang untuk otentifikasi identitas pengguna.

Paspor itu sebelumnya harus didaftarkan ke Kedubes Jepang atau Konjen Jepang yang ada di Indonesia.

Bagaimana dengan WNI yang belum punya Paspor tanpa IC/chip?

Dalam penjelasannya, pemerintah Jepang menyebutkan bahwa untuk WNI yang masih menggunakan paspor tanpa IC/chip, tetap harus memiliki visa untuk berkunjung ke Jepang. Hanya saja, dalam hal ini pemerintah Jepang akan mempermudah persyaratan aplikasi visanya, terutama untuk perjalanan secara berkelompok seperti halnya grup tur yang dikelola oleh biro perjalanan.

Kebijakan bebas Visa ini baru berlaku untuk kalangan umum WNI dengan syarat di atas. Sedangkan untuk paspor dinas atau diplomatik, pembahasannya sedang berlangsung dan diharapkan akan segera dapat diberlakukan juga.

sumber : tribunnews, liputan6news

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
1 Comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Entertainment

Kuroba Mario & Sakurai Yuki mengumumkan pernikahan

Published

on

By

GwiGwi.com – Aktor Kuroba Mario (28) dan aktris Sakurai Yuki (34) telah mengumumkan pernikahan mereka melalui akun SNS masing-masing.

Menurut orang yang dekat dengan pasangan itu, keduanya mengikat janji suci setelah 8 bulan berpacaran. Mereka sudah hidup bersama dan saat ini tidak memiliki rencana untuk upacara pernikahan dan resepsi.

Dalam pernyataan bersama, pasangan itu menulis, “Kami bertemu tahun lalu setelah ikut membintangi sebuah proyek. Tidak terlalu lama untuk mencapai hari ini, tetapi setiap hari, kami merasakan betapa berharganya menghabiskan waktu bersama. Juga, kami merasakan keinginan untuk menjalani sisa hidup kami bersama, yang membawa kami ke sini [marriage]. Kami berharap dapat saling mendukung dan membangun keluarga yang ceria.

Baca Juga:  RAZER CHROMA RGB MELAMPAUI PC DAN EKSPANSI KE SMART HOME

Keduanya ikut membintangi cerita asli Paravi ‘Rikohigh' pada tahun 2021.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Hamaguchi Masaru & Minami Akina terinfeksi COVID-19

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada 13 Januari, Shochiku Geino mengumumkan komedian Hamaguchi Masaru (49) dan istrinya, Minami Akina keduanya telah terinfeksi COVID-19.

Menurut pengumuman itu, Hamaguchi mengalami demam pada tanggal 12 sehingga dia melakukan tes PCR dan mengetahui bahwa dia positif terkena virus. Istrinya juga diuji pada saat yang sama dan menerima diagnosis positif. Mereka berdua dalam masa pemulihan di bawah bimbingan Puskesmas.

Adapun Arino Shinya, separuh lainnya dari duo komedi YoikoMeski tidak melakukan kontak dekat, ia melakukan tes PCR untuk jaga-jaga dan dipastikan negatif.

Baca Juga:  Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  RAZER CHROMA RGB MELAMPAUI PC DAN EKSPANSI KE SMART HOME

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x