Berita Anime & Manga
Artist Interview: Maaya Uchida, masih belum bisa ‘move on’ dari fase Chuunibyou
GwiGwi.com – Pada gelaran AFAID 2016 kemarin, GwiGwi berkesempatan untuk duduk dan ngobrol lucu bersama Maaya Uchida. Ya, seiyuu yang lucu banget plus berpengalaman ini akan menjawab beberapa pertanyaan dari kami tentang kari seiyuunya. Wawancara yang berlangsung di Hotel Holiday Inn Express JIExpo ini tidak jarang diselingi tawa.
: Anda sudah sangat terkenal sebagai seiyuu maupun penyanyi. Sebagai pembelajaran untuk yang lain, Menurut Anda apa hal paling utama yang harus dimiliki seseorang ketika ingin menjadi seiyuu atau penyanyi?
A: Hal paling penting adalah bisa menyampaikan apa yang sukai. Tentu ditambah dengan fokus dan terikat akan hal tersebut. Saya sendiri pun pertama kali memasuki industri musik ini ya karena tertarik dengannya.
: Seperti yang kita ketahui, Maaya Uchida adalah penggemar berat video game dan mengisi suara karakter-karakter di dalam video game pula. Bagaimana perasaannya ketika memainkan karakter Anda sendiri?
A: Tentu saja saya sangat senang, karena cita-cita saya sejak lama adalah memainkan karakter saya sendiri. Awalnya… memang agak aneh. Saya sempat merasa, “Sepertinya suara saya tidak cocok untuk karakter ini.” (tertawa) Tapi sekitar 3 tahun lalu saya sudah mulai terbiasa, kok.
: Ketika berada di AFA SG, Anda sempat menyatakan akan berhenti menjadi chuunibyou. Lalu bagaimana sekarang, apakah sudah berhenti atau belum?
A: (tertawa) Saya rasa belum. Tapi sebenarnya… saya rasa tidak berhenti pun tidak apa-apa, karena itu adalah bagian dari diri saya.
: Apakah alasan yang membuat seorang Maaya Uchida terinspirasi untuk berprofesi sebagai seiyuu? Dan apakah tantangan yang Anda hadapi untuk menjadi seiyuu ini?
A: Alasan pertama adalah karena saya suka game, bahkan saya ingin menjadi karakter di dalam game itu sendiri. Saya begitu ingin memasuki dunia game, dan berpikir untuk menjadi seiyuu game atau game developer. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi voice actor karakter game saja. Saya memasuki sekolah khusus, lalu mengikuti audisi dan menjadi seiyuu sampai sekarang. Namun kalau misalnya tidak menjadi seiyuu pun saya akan menjadi game developer. Lalu untuk tantangannya… adalah ketika saya diharuskan mengisi suara karakter yang cara berbicaranya cepat, saya agak kesulitan.
Sekumpulan fans Maaya Uchida yang mengantri untuk mendapatkan tanda tangan
: Dulu Anda pernah bermain dalam Akiba Ranger. Apakah ada keinginan untuk terlibat dalam drama atau real life acting lainnya?
A: Berbeda dengan menjadi seiyuu yang bisa membaca sembari berbicara, berakting harus menghafal skenario dan bisa dibilang saya sering gagal untuk itu. Saya jadi sering menangis juga. Saya merasa bahwa akting mungkin tidak cocok dengan saya. Tapi di sisi lain akting menjadi tantangan karena saya jadi bisa belajar berakting serta melihat mata orang lain. Namun masalah mencoba lagi… mungkin untuk sekarang ini saya akan fokus menjadi seiyuu saja.
: Maaya Uchida pernah mengisi suara Alluka Zoldyck dari anime Hunter x Hunter. Kesulitan apa yang dirasakan ketika menjadi seiyuu Alluka, dan karakter apa yang Anda suka dari HxH?
A: Tantangan terberatnya ketika memerankan Alluka adalah, sebenarnya saya tidak tahu Alluka itu apa. Saya terus berpikir apakah dia perempuan atau laki-laki. Hint mengenai karakter ini agak sedikit. Maka sejak awal saya mendiskusikannya dengan staf. Karakter favorit saya di HxH adalah Killua. Saya pun suka dengan seiyuu-nya, Ise Mariya. Ketika sesi rekaman ia kadang-kadang datang ke sebelah saya, berbisik dan menyemangati menggunakan suara “onii-chan.” Dan isi satu studio itu adalah semua staf yang suka dengan Hunter x Hunter, karenanya saya merasa begitu senang.
: Pertanyaan terakhir. Karena ini adalah kali pertama Maaya Uchida datang ke Indonesia, bagaimana pendapat Anda mengenai Indonesia?
A: Jauh dari perkiraan saya, ternyata nyaman di Indonesia. Saya kira akan panas sekali. Di luar pun saya merasa nyaman dan bisa berjalan-jalan dengan santai. Cocok dengan saya.
Berita Anime & Manga
Review Film The Mandalorian and Grogu, Is this The Way?
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com – Sukses dari serial Disney+ nya, Abang Din Djarin alias Mandalorian (Pedro Pascal) bersama Grogu kali ini nongol di layar besar bioskop. Apakah bisa menyuguhkan petualangan yang lebih wah?
Mandalorian diminta Kolonel Ward (Sigourney Weaver) untuk menyetujui permohonan kembar Hutt. Kedua dedengkot kriminal gang Hutt itu meminta si pemburu hadiah untuk mencari Rotta (Jeremy Allen White) yakni anak dari si cacing legendaris trilogi orisinil Star Wars, Jabba The Hutt.
Plot sebenarnya tidak se straight forward kedengarannya dan masih memberikan surprise yang boleh lah menegangkan. Walau terasa episode tambahan saja dari serialnya.
Barangkali yang disayangkan, transisi ke layar lebar ini kurang dibarengi presentasi yang lebih sinematik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Konsep sinematografinya terasa tak jauh berbeda dengan di serialnya yang untuk layar kecil. Membuat petualangan ini sedikit terasa kurang epik.
Mungkin tujuannya memang menampilkan skala konflik yang lebih kecil tapi rasa low budget nya jadi berkesan sekali apalagi melihat dari layar lebar. Begitu pun spesial efek yang cukup sering terlihat kurang meyakinkan apalagi di paruh awal.
Penulis Dave Filoni (yang sekarang menjadi Presiden Lucasfilm) dan sutradara Jon Favreau, boleh jadi ahli dalam world building baik soal desain planet baru dan alien baru, tapi rasanya kurang menginjeksinya dengan karakterisasi yang unik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Rotta memiliki kontras yang menarik dengan Hutt lain yang doyan jadi jahat. Kalau saja ditampilkannya tak melulu dengan dia mengeksposisi situasi dan perasaannya layaknya sinetron, dan dengan cara yang lebih subtil.
Rasanya jadi paham kenapa James Gunn begitu komitmen dengan komedinya dan serial The Boys kerap memperlihatkan nyelenehnya; gunanya untuk menghidupkan adegan dan memberi keunikan. Sesuatu yang dibutuhkan THE MANDALORIAN AND GROGU untuk lebih memoles desain produksinya yang cakap.
Apabila tujuan film ini adalah menampilkan petualangan pulp sederhana yang seru dibumbui komedi, duo Mando dan Grogu sudah plek sekali cocoknya.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Namun rasanya mereka membutuhkan para karakter pendukung yang punya kepribadian kuat, unik dan menghibur lebih banyak lagi, juga ketegangan dan komedi yang lebih kental lagi.
Bila sudah demikian, mau berapa kali pun petualangan THE MANDALORIAN AND GROGU dirilis, meskipun tak banyak benang merah di antaranya, penonton boleh jadi masih akan wow dengan aksi keren Mando dan terpesona lucunya Grogu.
Untuk sekarang THE MANDALORIAN AND GROGU mungkin not exactly the way.
Berita Anime & Manga
Biblia Koshodou no Jiken Techou Resmi Diumumkan, Tayang 2027
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com –
Kabar menarik datang untuk penggemar cerita misteri bernuansa literatur. Light novel populer Biblia Koshodou no Jiken Techou atau The Case Files of Biblia Bookstore akhirnya resmi dikonfirmasi akan mendapatkan adaptasi anime dan dijadwalkan tayang pada tahun 2027.
Kisah ini berpusat pada toko buku tua yang menyimpan berbagai koleksi langka. Buku-buku kuno yang ada di sana bukan sekadar bacaan biasa, melainkan menyimpan rahasia dan misteri yang mampu menarik perhatian siapa pun yang terlibat. Setiap cerita menghadirkan kasus unik yang berkaitan dengan sejarah buku, membuat alurnya terasa berbeda dari anime misteri pada umumnya.
Adaptasi anime ini akan digarap oleh CloverWorks, studio yang dikenal lewat berbagai judul populer dengan kualitas visual yang solid.
Keterlibatan CloverWorks tentu menambah ekspektasi penggemar terhadap bagaimana suasana misterius dan hangat dari toko buku tersebut akan divisualisasikan dalam format anime.
Dari segi genre, anime ini mengusung kombinasi drama dan misteri. Ceritanya tidak hanya berfokus pada pemecahan kasus, tetapi juga menggali emosi karakter serta hubungan mereka dengan buku-buku yang menjadi pusat cerita. Pendekatan ini menjadikan Biblia Koshodou no Jiken Techou memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton yang menyukai kisah tenang namun penuh makna.
Hingga saat ini, detail lebih lanjut seperti tanggal rilis pasti, jumlah episode, maupun jajaran pengisi suara masih belum diumumkan. Meski begitu, pengumuman ini sudah cukup untuk membangun antusiasme, terutama bagi penggemar light novel aslinya.
Dengan premis unik yang memadukan dunia literasi dan misteri, anime ini berpotensi menjadi salah satu tontonan menarik saat perilisannya nanti. Jika digarap dengan baik, bukan tidak mungkin Biblia Koshodou no Jiken Techou akan menjadi salah satu anime misteri yang mencuri perhatian di tahun 2027.
Berita Anime & Manga
Devil May Cry Season 2 Siap Tayang 12 Mei 2026, Dante Hadapi Musuh dan Masa Lalunya
www.gwigwi.com –
Kisah sang pemburu iblis kembali berlanjut. Melalui pengumuman resmi dari Netflix Anime, serial Devil May Cry Season 2 dijadwalkan tayang mulai 12 Mei 2026. Musim terbaru ini akan membawa cerita yang lebih gelap, intens, dan emosional dibandingkan sebelumnya.
Dalam season kali ini, Dante tidak hanya harus menghadapi ancaman iblis yang semakin kuat, tetapi juga konflik yang jauh lebih personal. Salah satu sorotan utama adalah kemunculan sosok yang memiliki hubungan erat dengan masa lalunya, termasuk bayangan dari Vergil yang kembali menghantui perjalanan hidupnya.
Cerita season kedua ini juga akan menggali lebih dalam sisi psikologis Dante. Trauma masa lalu yang belum terselesaikan menjadi bagian penting dalam perkembangan karakternya. Ia dipaksa menghadapi sisi gelap dalam dirinya sendiri, menjadikan konflik tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga emosional.
Dengan pendekatan cerita yang lebih serius, anime ini berusaha menghadirkan keseimbangan antara aksi penuh adrenalin dan pendalaman karakter. Pertarungan melawan iblis tetap menjadi daya tarik utama, namun kini dibalut dengan narasi yang lebih kompleks dan penuh makna.
Kehadiran kembali karakter-karakter ikonik serta eksplorasi hubungan antara Dante dan Vergil menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh penggemar. Dinamika keduanya selalu menjadi inti cerita dalam franchise ini, dan season terbaru tampaknya akan membawa konflik tersebut ke level yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, Devil May Cry Season 2 berpotensi menjadi lanjutan yang lebih matang dan emosional. Dengan jadwal tayang yang sudah dikonfirmasi, para penggemar kini hanya tinggal menunggu bagaimana kisah Dante akan berkembang dalam menghadapi musuh, masa lalu, dan dirinya sendiri.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!






