Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

TV & Movies

First Impression Dorama Gakkou no Kaidan, Kisah Perlawanan Pemimpin Siswa yang dibully

Published

on

GwiGwi.com – Dorama musim dingin mulai bergulir di Jepang, dari berbagai judul yang tayang di musim dingin ini, ada satu judul yang menarik perhatian Gwimin yaitu Gakkou no Kaidan. Kenapa? karena ada dua bintang yang sayang untuk dilewatkan aktingnya. Ryunosuke Kamiki sebagai Sui Shizukui, seseorang yang tiba-tiba muncul dalam keseharian siswa SMA, Tsubame Haruna yang diperankan oleh Suzu Hirose.

Maaf Anda Melihat Iklan

Kamiki, seperti yang sudah diketahui setiap pecinta dorama Jepang, akting dia selalu memukau disetiap peran yang dimainkannya. Dengan gaya bicara yang tegas dan to-the-point, dia sangat cocok dengan perannya di dorama ini. Suzu Hirose, gwimin jatuh hati dengan keimutan gadis 17 tahun ini sejak perannya yang sama sebagai siswi di dorama Kasuka no Kanojo (2013). Sepertinya 2 tahun cukup membuat Suzu Hirose terlihat lebih dewasa dan bertumbuh.

Cerita diawali dengan kisah Tsubame Haruna, yang tinggal bersama kakeknya, seperti biasa Tsubame Haruna orangnya super clumsy dan suka dibully oleh teman-temannya yang superior di sekolah. Usut punya usut ternyata Tsubame Haruna bisa bersekolah di sekolah orang kaya ini karena beasiswa yang didapatkannya. Suatu hari, Tsubame yang saat ini duduk di kelas 2 SMA ditunjuk secara paksa sebagai Pemimpin siswa atau mungkin yang kita kenal sebagai Ketua OSIS.

Casts Correlation chart

Sesuai prediksi, kenapa dipaksa menjadi pemimpin siswa, agar si Tsubame ini bisa distir oleh 8 orang siswa-siswa kaya yang berpengaruh di sekolah ini. Namun ditengah keseharian Tsubame yang kusut ini, muncul Sui Shizukui, yang tinggal dekat sekolahan Tsubame. Shizukui ini sepertinya berumur tidak jauh berbeda dengan Tsubame. Walaupun selalu diatas kursi rodanya, Shizukui ini mempunyai sifat yang positif dan mau menolong Tsubame dari pem-bully-an yang dialaminya dengan gaya eksentrik. Bagaimana nasib Tsubame setelah ditolong  Shizukui? apakah akan merubah hidupnya atau tetap sama aja akan selalu dibully? Simak terus dorama ini.

Baca Juga:  Serial Crime Korea "BIG BET" Siap Tayang di Disney+ Hotstar Pada 21 Desember 2022
Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

TV & Movies

Review Film SADAKO DX, Having Fun with Sadako

Published

on

GwiGwi.com – Hal yang pertama mencolok dari film ini adalah kenapa judulnya seperti itu? Tulisan yang lebih familiar adalah “XD” yang menyimbolkan kebahagiaan (“X” seperti mata yang tertutup sementara “D”, mulut lebar yang tertawa lepas). Bila memakai logika tersebut maka “DX” bisa jadi berarti; berteriak takut (“D”) sampai menutup mata (“X”).

Maaf Anda Melihat Iklan

Permainan huruf ini seolah menyimpulkan bahwa SADAKO DX adalah film yang tujuan utamanya menghibur bukan buat anda ketakutan setengah mati. Terlihat sekali dari banyaknya komedi yang dimasukkan meskipun tak selalu sukses lucu. Puncaknya adalah ending yang sangat tidak disangka arahnya. Yang jelas wah gokilnya.

Ayako Ichijo (Fuka Koshiba) adalah seorang jenius yang memiliki IQ 200. Dia berhadapan dengan seorang ahli supernatural bernama Kenshin. Keduanya berdebat mengenai banyaknya kematian misterius yang berhubungan dengan video terkutuk. Ayako yang logis berusaha menentang ide itu sementara Kenshin mengatakan kutukannya nyata dan akan mencabut nyawa orang yang menonton video tersebut dalam waktu 24 jam.

Ayako kemudian mendapatkan tape VHS video kutukan tersebut dan membawanya ke rumah. Adiknya, Futaba (Yuki Yagi), yang penasaran menontonnya. Kutukan pun menghantui si adik dan Ayako berusaha untuk mencari jalan keluarnya.

Baca Juga:  Disney and Pixar’s "Elemental" Rilis Video Teaser Siap Tayang Juni 2023

Komedi yang menonjol bukan berarti tidak ada momen horor menegangkan. Video gaibnya yang memperlihatkan Sadako jalan ke rumah korban, Air yang menetes dari langit-langit sebelum syaiton muncul dan adegan di mobil masih sukses menegangkan.

Walau ada beberapa jump scare yang mengganggu karena keliatan sekali tujuannya lebih ke membuat sebal.

Ayako yang perlahan sadar kejadian yang menimpanya tak masuk logika kurang memuaskan karena terlalu lama prosesnya dan fokus penonton sudah berpindah ke bagaimana dia akan bertahan, bukan ini nyata atau tidak. Tapi tetap kemampuannya untuk tetap mencari solusi dan sikapnya yang tegas pada perilaku tak sopan teman prianya layak diapresiasi. She's a good, smart, kind and brave female protagonist. Hollywood should take note.

Saya apresiasi filmnya “nyemplung” menjadi this bizzare horror comedy mesh. They go for it with Sadako, the most iconic Japan horror at that. Tapi bisa jadi itulah yang bisa dilakukan untuk menyegarkan si ikon; just take crazy swing and see how it goes.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Review Film SHE SAID, Film jurnalis terkeras dan terpedih pemantik gerakan “Me Too”

Published

on

GwiGwi.com – Di awal film terdapat beberapa shot yang memfokuskan pada wanita-wanita yang berjalan kaki di New York. Seolah mengatakan kalau kisah SHE SAID adalah tentang mereka dan bisa jadi masalah yang akan menimpa mereka namun tak terangkat dan sulit terkatakan.

Maaf Anda Melihat Iklan

Film investigasi reportase ini bercerita mengenai penyelidikan dua jurnalis koran NEW YORK TIMES yakni Jodi Kantor (Zoe Kazan) dan Megan Twohey (Carey Mulligan) akan kasus pelecehan yang dilakukan produser kondang, Harvey Weinstein.

Jodi mendapat tip mengenai pelecehan seksual yang dialami Rose Mcgowan (voice: Rose Mcquail) namun yang bersangkutan menolak berkomentar. Rose kemudian menelpon balik dan mengaku diperkosa saat berumur 23 tahun oleh Harvey Weinstein. Megan Twohey (Carey Mulligan) membantu setelah diketahui banyaknya beban Jodi.

Tidak hanya kalangan aktris, para mantan karyawan di MIRAMAX, rumah produksi yang dikepalai Harvey pun mendapat perlakuan yang sama. Pelbagai kasus ini membuka mata Jodi dan Megan soal besarnya skala perbuatan pria yang pernah disebut sebagai “Tuhan” oleh aktris Meryl Streep itu.

Film investigasi berdasarkan kisah nyata ini berpotensi jatuh hanya berisikan para pemeran mengeksposisikan masalah saja dan disajikan dengan visual yang berasa datar. Tak ubahnya dokumentasi kejahatan. Di beberapa poin memang terasa demikian walaupun pengadeganan masih kuat.

Zoe Kazan dan Carey Mulligan terlihat berkomitmen dan tentunya representasi bagus ibu pekerja yang sukses di pekerjaan dan di rumah. Akting mereka menolong karakter Wendy dan Jody yang sebenarnya biasa saja bila dibandingkan kisah investigasi reportase, SPOTLIGHT dengan Michael Rezendes (Mark Ruffalo) yang unik atau duo detektif di serial investigasi prosedural UNBELIEVABLE, Karen Duvall (Merritt Wever) yang konservatif dan Grace Rasmu (Toni Collette) yang lebih liberal.

Baca Juga:  Yuta Kishi King & Prince Bintangi Drama “Sukisuki Wanwan!”

Maka film sangat tergantung bagaimana mengolah ketegangan saat tiap lapisan kasus besar ini terkuak dan bisa dibilang filmmaker cukup sukses melakukannya.

Fakta penyelesaian hukum berupa uang dengan korban tak ada bedanya dengan uang suap tutup mulut dan membungkam korban; suara rekaman aktris Ambra Battilana yang dilecehkan Harvey yang menjijikkan; meski terkesan terlindungi pengaruh dan uang, orang sekitar Harvey sebenarnya kerepotan atau tak setuju dengan tindakannya dan bersedia bicara bila diberi sedikit dorongan.

Bisa dipahami kalau film barangkali ingin materi ini ingin diangkat se real mungkin tanpa melodrama dan walau beberapa wawancara dengan korban seperti Laura Madden (Jennifer Ehle) memilukan, apa adegan seperti ini tak membuat penonton sekalian saja melihat pernyataan korban aslinya saja di Youtube? The movie does need more cinematic moment like “To kids” speech in SPOTLIGHT.

Brendan Fraser baru-baru ini menyatakan menolak menghadiri GOLDEN GLOBE AWARDS 2022 meskk
Ipun mendapat nominasi karena pernah dilecehkan oleh mantan pemimpin HOLLYWOOD FOREIGN PRESS ASSOCIATION, organisasi penyelenggaranya. Pada akhirnya ini bukan hanya tentang perempuan tetapi tentang siapa saja.

Heavy sensitive subject and strong language. This ain't PG-13 come on.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Disney and Pixar’s “Elemental” Rilis Video Teaser Siap Tayang Juni 2023

Published

on

GwiGwi.com – Saksikan trailer dan poster dari Disney and Pixar’s “Elemental”, sebuah film terbaru berlatar di Kota Elemen yang menjadi tempat penduduk Fire, Water, Land, dan Air tinggal dan hidup bersama. Film ini akan memperkenalkan Ember, seorang wanita muda yang tangguh, cerdas, dan berapi-api.

Maaf Anda Melihat Iklan

Persahabatan Ember dengan seorang pria menyenangkan, sentimental, dan bertipe go-with-the-flow bernama Wade akan menantang keyakinannya tentang dunia tempat mereka tinggal. Disutradarai oleh Peter Sohn, diproduksi oleh Denise Ream, dan menggandeng Leah Lewis dan Mamoudou Athie sebagai pengisi suara Ember dan Wade, “Elemental” akan hadir di bioskop pada Juni 2023.

Baca Juga:  Review Film The Devil’s Light, Kisah Horor Eksorsis Biarawati

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x