Connect with us

TV & Movies

Film Deadpool Rilis di Musim Dingin 2016

Published

on

deadpool

20th Century Fox akhirnya mengumumkan tanggal rilis film Deadpool yaitu 12 Februari 2016. Hal ini diumumkan setelah Ryan Reynold bereaksi tentang bocoran teaser Deadpool yang telah beredar luas. Film ini direncanakan rilis 3 bulan sebelum sekuel X-Men: Apocalypse tayang dibioskop.

Maaf Anda Melihat Iklan

Akibatnya, film Assassin Creed dan The Fantastic Four mengalami pengunduran jadwal dari sebelumnya yang telah diumumkan. Sepertinya 2016 bakal masih berasa lama.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, Perpaduan Hero dan Kungfu dari Marvel Studios

Published

on

GwiGwi.Com[Spoiler Alert ya Gwiples] Ten Rings, nama yang muncul pertama kali di MCU sejak film Iron Man dan menjadi salah satu misteri yang baru terkuak dalam Shang-Chi ini. Tersebutlah Wenwu (Tony Leung) yang lebih dari satu millenia sudah memiliki cincin (gelang) mistis yang disebut sebagai Ten Rings yang juga menjadi nama dari organisasinya. Wenwu menaklukan banyak kota dan berambisi menemukan kota legendaris Ta Lo untuk menambah kekuatannya. Dalam perjalanannya mencapai Ta Lo, Wenwu bertemu dengan Ying Li (Fala Chen) yang menjaga akses masuk menuju Ta Lo. Setelah keduanya sempat bertarung dalam beberapa waktu, akhirnya mereka saling mencintai dan Ying Li pun memutuskan meninggalkan Ta Lo untuk hidup bersama Wenwu.

Maaf Anda Melihat Iklan

Li melahirkan Shang-Chi dan Xu Xialing (Meng’er Zhang) serta hidup bahagia bersama suaminya. Namun keluarga bahagia ini tidak bertahan lama karena Li meninggal dan Shang-Chi serta Xu Xialing kabur untuk hidup terpisah dari ayah mereka dan dari masing-masing. Setelah bertahun-tahun hidup mandiri dan tidak bersinggungan dengan Ten Rings, Shang-Chi akhirnya kembali harus menghadapi ayahnya beserta para pengikutnya yang ingin menginvasi Ta Lo dengan alasan ingin menghidupkan kembali sang istri. Apakah Shang-Chi pada akhirnya harus membantu ayahnya demi bertemu kembali dengan sang ibu? Dan apakah rahasia yang disembunyikan di dalam Ta Lo? Semuanya bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan Gwiples!.

Baca Juga:  Review Film The Suicide Squad, Sajian Aksi Solid nan Menyenangkan

Shang-Chi memberikan excitement karena kembali menyajikan bagaimana fase 3 MCU mempengaruhi para penduduk bumi yang mulai terbiasa dengan aneka kejadian fantastis melibatkan alien ataupun yang mistik dan juga film ini amat berhubungan dengan film Iron Man. Kehadiran beberapa cameo disini juga menambah keseruan film.
Shang-Chi ini merupakan film aksi Kungfu yang cukup memuaskan (terutama aksi dari Tony Leung) walau ada beberapa adegan slow-mo yang kurang pas. Penulis sempat mengharapkan adanya pertarungan kolosal seperti dalam Endgame namun sayang tampaknya seperti belum waktunya mengingat Shang-Chi merupakan bagian awal dari fase baru MCU.

Dari segi efek visual kita sudah tahu kualitas dari MARVEL STUDIOS sendiri sayangnya ada beberapa CG yang kurang rapih, namun yang terasa janggal oleh penulis sendiri adalah gelang Ten Rings terlihat seperti gelang RGB ala ala. So secara garis besar Gwiples perlu banget untuk menyaksikan aksi Shang-Chi ini karena bisa dibilang menjadi film yang memulai fase 4 MCU (Black Widow dianggap masih fase 3). Setelah menonton ini kami yakin kalian semua terutama fans MCU akan jadi excited dengan fase baru MCU pasca Endgame.

Buat Gwiples yang mau menyaksikan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings di bioskop kesayangan Gwiples, jangan lupa tentunya dengan sudah melakukan vaksinasi dan tetap melakukan protokol kesehatan ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The Suicide Squad, Sajian Aksi Solid nan Menyenangkan

Published

on

GwiGwi.com – Masih ingat dengan Suicide Squad (2016)? Well mungkin akan cukup bijaksana jika kita memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk penyajian cerita yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut.

Maaf Anda Melihat Iklan

Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di masa perilisan film tersebut dan penghargaan Best Makeup di ajang Academy Awards. Warner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi terbaru dari Suicide Squad. James Gunn kemudian dipilih untuk menahkodai sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi sequel, soft reboot, relaunch (silahkan pilih ingin dideskripsikan seperti apa) bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan beberapa karakter lama seta dipadukan dengan gaya penuturan kisah khas Gunn yang tidak umum.

Dengan premis cerita yang masih sama tentang Amanda Waller (Viola Davis) yang mengelola sebuah program militer rahasia yang dikenal dengan sebutan Task Force X dengan merekrut sekumpulan penjahat untuk menjalankan misi-misinya, The Suicide Squad sama sekali tidak menyinggung konflik maupun sejumlah karakter yang dahulu pernah dilibatkan dalam linimasa cerita film yang Lalu.

Film ini justru dimulai dengan karakter Amanda Waller merekrut sejumlah penjahat, Robert DuBois atau yang dikenal dengan sebutan Bloodsport (Idris Elba), Harley Quinn (Margot Robbie), Christopher Smith atau yang dikenal sebagai Peacemaker (John Cena), Abner Krill atau yang dikenal sebagai Polka-Dot Man (David Dastmalchian), Cleo Razo atau yang dikenal sebagai Ratcatcher 2 (Daniela Melchior), dan sesosok makhluk hybrid manusia dan ikan hiu yang dipanggil dengan sebutan Nanaue atau King Shark (Sylvester Stallone), yang kemudian bersama dengan Colonel Rick Flag (Joel Kinnaman) ditugaskan ke negara Corto Maltese untuk menghancurkan sebuah laboratorium bernama Jötunheim yang mengelola sebuah eksperimen berbahaya yang dapat mengancam dunia jika jatuh ke tangan pemimpin baru Corto Maltese, Silvio Luna (Juan Diego Botto), dan pimpinan militernya, Major General Mateo Suárez (Joaquín Cosío) sang pemimpin totaliter di negara tersebut.

Seperti halnya Wonder Woman (2017), Aquaman (2018), Shazam! (2019), The Suicide Squad mampu tampil menonjol berkat kepribadian sang pembuat film yang dapat dirasakan hadir dalam tata pengisahan filmnya. Sesungguhnya David Ayer di Suicide Squad 2016 Sudah mampu menyajikan gaya penyutradaraan nya yang kelam, namun dirinya kedodoran untuk menangani karakter penting di sepanjang cerita filmnya. Pemilihan James Gunn sebagai nahkoda untuk film kali ini, adalah pilihan yang pas dan menyajikan ruang pengisahan yang lugas bagi setiap karakter, mengelola setiap kisah tersebut dengan baik, yang akhirnya penonton pun puas dengan sajian ini dan membuat kita peduli akan karakternya.

Baca Juga:  Review Netflix Squid Game, Ketika Main Kelereng Jadi Menyeramkan Sekaligus Menegangkan

The Suicide Squad memang memiliki beberapa kesamaan tema dengan dua seri Guardians of the Galaxy dan Super yang dahulu digarap oleh Gunn. Tidak heran jika Gunn lantas menerapkan sejumlah teknik presentasi cerita yang hampir serupa dengan dua film dari seri Marvel tersebut pada film ini. Laju kisah yang bergerak cepat, alur cerita yang terasa ringan dengan selisipan jokes komikal yang kental, serta barisan adegan kekerasan yang dieksekusi dengan warna visual yang mencolok, dan pastinya sejumlah lagu popular dari sejumlah era di masa lalu yang hadir mengiring sejumlah adegan dalam penceritaan film ini.

Meskipun begitu, Gunn tidak lantas membuat The Suicide Squad menjadi sajian yang asing dari timeline film DC Extended Universe. Kita masih dapat merasakan kelamnya bentukan konflik maupun karakter seperti yang selalu dihadirkan dalam film-film barisan DC Extended Universe lainnya. The Suicide Squad juga tidak tanggung-tanggung untuk menghadirkan adegan-adegan kekerasan yang brutal maupun yang bernuansa seksual yang jelas tidak akan mampu dihasilkan oleh seri film Marvel Cinematic Universe yang memiliki fokus pengisahan bagi para penikmat film semua umur.

 

Solidnya presentasi cerita The Suicide Squad juga mendapatkan didukung dari performa para cast. Margot Robbie terlihat semakin tidak terpisahkan dari sosok Harley Quinn. Setelah penampilan karakternya dalam Birds of Prey yang terasa tidak begitu istimewa, Robbie dan Harley Quinn kini kembali diberikan komposisi cerita yang kuat serta berhasil dieksekusi Robbie nyaris tanpa cela.

Tidak seperti Suicide Squad garapan Ayer, warna cerita yang begitu menonjolkan unsur bersenang-senang dalam The Suicide Squad sepertinya mampu menjadikan barisan pemeran film ini hadir dengan chemistry yang hangat dan meyakinkan antara satu dengan yang lain. Idris Elba, John Cena, dan Joel Kinnaman mampu tampil dominan dalam menghidupkan karakter-karakter mereka. Namun jelas rasanya sulit untuk tidak jatuh hati dengan penampilan David Dastmalchian, Sylvester Stallone, serta Daniela Melchior beserta sosok tikus bernama Sebastian yang selalu menemani karakter yang ia perankan yaitu Ratcatcher II. Ketiga cast tersebut memang tampil dalam porsi sebagai pemeran pendukung. Meskipun begitu, ketiganya selalu berhasil mencuri perhatian tiap kali karakter mereka hadir dalam cerita.

Secara keseluruhan, The Suicide Squad bisa menjadi alasan untuk kembali nonton film di bioskop yang telah dibuka pasca pelaksanaan PPKM untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Tentunya dengan Sudah melakukan 2 kali dosis vaksinasi dan tetap melakukan protokol kesehatan. Jangan lupa untuk menonton film The Suicide Squad di bioskop kesayangan anda Gwiples.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Review Netflix Squid Game, Ketika Main Kelereng Jadi Menyeramkan Sekaligus Menegangkan

Published

on

By

GwiGwi.com – Squid Game, atau Ojingeo Geim, adalah serial aksi-petualangan-thriller Korea yang ditulis dan disutradarai oleh Dong-hyuk Hwang dan dibintangi oleh Lee Jung-jae, Park Hae-soo, Heo Sung-tae, Wi Ha-joon dan Jung Ho-yeon, bersama anggota pemeran lainnya. Serial ini memiliki 9 episode, masing-masing berdurasi sekitar satu jam tayang di Netflix mulai 17 September 2021.

Maaf Anda Melihat Iklan

Squid Game mengingatkan saya pada Alice in Borderland yang sama-sama memiliki genre battleroyale namun bukan saat kiamat. Meskipun demikian, serial ini menampilkan beberapa wajah yang sangat familiar termasuk Heo Sung-tae (Beyond Evil) dan Gong Yoo (Train to Busan).

Squid Game dimulai dengan menunjukkan kepada kita kehidupan Gi-hun. Dia bangkrut dan putus asa dan keputusasaan itu tumbuh ketika dia menyadari bahwa mantan istrinya dan suami barunya akan membawa putrinya ke AS tahun depan. Tanpa banyak pilihan, ia menawarkan diri untuk “bermain game” sebagai pengganti uang. Namun, apa yang terjadi selanjutnya tidak kalah mengerikan.

Sama bingungnya dengan penonton, kebingungan awal Gi-hun karena dilemparkan ke dunia yang aneh bersama hampir 500 orang lainnya dengan dihadapkan dengan pria bertopeng mengenakan jump suit pink. Bagi kalian yang terbiasa menonton variety show outdoor korea seperti, Running Man, Family Outing, Infinity Challenges, 1 Night 2 Days, kalian akan langsung memahami permainan level pertama game ini, Mugunghwa kkoci pieot seumnida (lit. The Hibiscus Flowers Bloomed) dibelahan dunia lain disebut Red Light, Green Light, (apa permainan ini ada di Indonesia?), permainan anak-anak tahun 90-an ini terlihat simple namun dibuat begitu menegangkan, sama halnya dengan voting sederhana yang dilakukan di akhir episode pertama.

Baca Juga:  Review Film The Suicide Squad, Sajian Aksi Solid nan Menyenangkan

Namun, apa yang mencolok di Squid Game bukan hanya game yang mengerikan, tetapi juga momen emosional yang mendalam dari seri ini. Ini bukan hanya tentang pembunuhan tanpa berpikir. Ada saat-saat yang begitu menyayat hati. Selain latar berlakang Gi-hun yang memilukan, semua orang yang dipaksa untuk berpartisipasi dalam memiliki latar belakang yang menyedihkan, membuat mereka rentan untuk dimangsa.

Namun, bagian lain yang menarik dari Squid Game adalah motivasi orang-orang untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Meskipun ada yang benar-benar jahat, hampir semua memiliki alasan untuk melepaskan rasa moralitas mereka. Setiap orang yang putus asa, kekurangan uang, dan hubungan mereka yang rumit dengan orang-orang di sekitar mereka dan diri mereka sendiri akan membuat penonton sangat peduli satu sama lain kepada para kontestan, setidaknya untuk tim Gi-hun.

Hal luar biasa lainnya dari Squid Game, ialah set yang benar-benar menakjubkan, begitu indah dan sebagian besar adalah tempat-tempat luas, berwarna cerah yang biasa ditemui di tempat bermain anak-anak, yang tak terpikir sama sekali kalau bakal ada pembantaian besar-besaran.

Kesimpulannya Squid Game merupakan serial yang mungkin sudah atau belum kalian lihat sebelumnya, walaupun begitu kalian wajib menonton serial satu ini.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x