Connect with us

Japan

Di Jepang Ternyata Ada Hari Gunung Lho!

Published

on

GwiGwi.com – Jepang terkenal sebagai negara  inovasi yang juga kaya akan kecantikan alamnya. Masyarakat dunia saat ini tak lagi mampu hidup tanpa kultur populer yang dibawa oleh masyarakat Jepang seperti J-Pop, karoke, anime, manga, sake dan tentunya sushi. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap hal tersebut sebagai lifestyle atau gaya hidup. Namun dibalik kepopuleran kulturnya, Jepang juga menyimpan sisi kelam kehidupan masyarakatnya. Jepang terkenal dengan masyarakatnya yang pekerja keras, ternyata itu bukan sekedar pernyataan saja. Data mengatakan bahwa masyarakat Jepang ternyata memiliki jam kerja yang sangat panjang dalam seminggu dengan rata-rata hanya 9 hari cuti per tahun. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa tingkat bunuh diri di Jepang relatif lebih tinggi, sekitar 60 persen lebih tinggi dari rata-rata data global.

Apa itu Hari Gunung atau Mountain Day?

Hari Gunung adalah hari libur nasional terbaru di Jepang, pertama kali dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2016 lalu. Dari namanya yaitu Hari Gunung, pemerintah Jepang menyarankan pada masyarakatnya untuk memanfaatkan hari tersebut sebagai kesempatan untuk mengapresiasi alam terutama gunung. Awalnya beberapa klub pencinta gunung yang menyarankan Hari Gunung dijadikan libur nasional dan ide ini ternyata juga didukung oleh para pengikut Shinto yaitu agama terbesar di Jepang yang mengatakan bahwa berdasarkan tradisi Shinto, Kami (Dewa Shinto) mendiami tempat-tempat seperti danau, sungai dan juga gunung. Mengapresiasi gunung berarti sama halnya dengan mengapresiasi dewa mereka. Dengan adanya banyak dukungan akhirnya pada tahun 2014 diputuskan bahwa Hari Gunung adalah hari libur nasional terbaru di Jepang yaitu Hari Gunung.

Hari Gunung sendiri memiliki arti yang lebih dari sekedar mengapresiasi alam tapi sebagai hari libur diharapkan masyarakat Jepang memanfaatkan kesempatan ini menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat sambil menikmati alam. Mungkin kita juga bisa mengambil ide ini dari pada menghabiskan hari libur di mall atau taman bermain sebaiknya ajak keluarga untuk pergi kamping atau sekedar piknik makan siang di alam terbuka sambil belajar hal-hal baru tentang alam sekitar.

Japan

Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Published

on

By

GwiGwi.com – Kabar buruk bagi pecinta majalah dewasa, pasalnya Lawson Jepang mengumumkan akan berhenti jualan majalah dewasa di outlet mereka.

Proses ini sudah dimulai dan dijadwalkan hingga akhir Agustus seluruh outlet sudah tak lagi menjual majalah-majalah ini.

Sebenarnya ini bukan hal baru, Mini Stop juga telah meniadakan konten berbau porno di outlet mereka, sedangkan Lawson di daerah Okinawa juga sudah tak lagi menjual majalah dewasa sejak November 2017.

Mungkin karena kesuksesan keputusan Okinawa, maka Lawson memutuskan mengaplikasikannya ke seluruh outlet di Jepang.

Alasan lainnya, panitia Olimpiade juga melarang konten dewasa terlihat turis pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Apakah keputusan akan permanen? atau akan kembali sedia kala seusai Olimpiade, di tahun 2021?

Continue Reading

Japan

Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang memberikan pandangan negatif pada orang bertato. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada tahun 2020. Penilaian mengenai peserta yang bertato dan tidak tentu akan semakin diperketat.

Berdasarkan informasi yang diberitakan oleh AFP Jepang, seorang perempuan bertato, Mana Izumi (29), mengatakan bahwa diskriminasi pada orang bertato di Jepang sangatlah menyedihkan.

Ya, orang Jepang melihat orang bertato seperti orang jahat yang menakutkan. Mereka yang bertato selama berabad-abad sudah diidentikkan sebagai seorang penjahat. Padahal tato sendiri memiliki arti seni bagi sebagian orang.

Larangan bertato di negeri Sakura itu sudah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga sekarang stigma buruk masih saja menempel di benak orang-orang Jepang.

Continue Reading

Japan

Fashion Terbaru Jepang yang Membawa Suasana Tradisional Terasa Kembali

Published

on

By

GwiGwi.com – Samurai-Style merupakan fashion terbaru Jepang yang beberapa tahun terakhir ini sedang menjadi sorotan. Bagaimana tidak, desain pakaian modern namun terinspirasi dari pakaian tradisional tersebut membuat tampilan menjadi unik.

Takahiro Sato yang merupakan desainer Samurai Style dari brand Kuden, mengatakan kalau ia terinspirasi saat menemukan kimono dan set haori hakama miliknya yang pernah ia kenakan. Ada kenangan sekaligus nilai tradisional yang ia rasakan.

Sehingga gagasan untuk bisa menghidupkan kembali pakaian tersebut terlahir dan Kuden mulai membuat rancangan style tersebut.

Meskipun Samurai Style ini merupakan pakaian tradisional namun penampilan orang yang mengenakannya tetap bergaya dan unik. Sehingga tidak heran bila banyak yang meminatinya apalagi para pencita mode.

Continue Reading

Trending