Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Anime Kantai Collection Episode 8

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Seperti kabar yang mungkin sudah lumayan tersebar di kalangan fans KanColle, Yamato akan muncul di episode kali ini. Dan benar, dia muncul!

Episode ini langsung berlanjut dari kejadian di episode sebelumnya, di mana armada Fubuki memutuskan untuk singgah dahulu di markas angkatan laut yang berlokasi di Truk Island (untuk alasan tertentu, nama pulau ini asli memakai nama nyatanya). Ini agar mereka bisa segera membawa Shoukaku ke dok untuk diperbaiki.

Setelah mendarat, mereka sempat bingung harus ke mana mereka berjalan untuk sampai ke markas yang dimaksud. Untungnya Yamato datang untuk mengantar mereka.

Markasnya ternyata besar, dan di sana rupanya ada Mutsuki dan Yuudachi yang baru saja datang ke markas tersebut (entah dipindah tugaskan atau memang ingin menyambut mereka). Mutsuki juga mengatakan bahwa Akagi dan Kaga juga ada di sana.

Mereka diantar Yamato ke ruang makan untuk “resupply” (dan tentu saja Akagi tampak lagi makan juga di sana. Dasar tukang makan…). Fubuki dan kawan-kawan terkejut dengan kemewahan ruang makan dan makanan yang disajikan di sana-menurut mereka markas tersebut malah terasa lebih seperti hotel. Tapi tampaknya Yamato tidak senang dipanggil hotel-eh, tenang Yamato. Mereka membicarakan markasnya kok….

Sementara itu, Nagato dan Mutsu (yang ternyata juga datang ke Truk Island) tampak sedang mendiskusikan hasil dari operasi yang baru saja diselesaikan Fubuki dan teman-temannya. Walaupun mereka memenangkan pertempuran tersebut, keadaan Shoukaku tidak memungkinkan dirinya untuk dikirim ke operasi berikutnya di mana dia seharusnya menjadi salah satu kapal yang akan melaksanakannya-ini kemungkinan salah satu bukti kuat bahwa abyssals memang telah mengetahui rencana mereka dalam Operasi FS. Nagato memutuskan untuk menyarankan admiral agar menunda Operasi MO sampai semua kapal yang akan dikirkmkan benar-benar siap.

Malamnya, dalam perjalanan mereka ke kamar, Fubuki bertanya-tanya siapa sebenarnya Yamato itu. Kaga menjawab bahwa Yamato adalah fleet girl terkuat dalam sejarah, di mana keberadaannya dirahasiakan hingga sekarang. Akagi menambahkan fakta bahwa arnament utama Yamato adalah meriam berkaliber 46cm-meriam terbesar yang pernah dipasangkan ke kapal perang manapun di dunia. Namun, dia tidak pernah merasakan pertempuran sama sekali. Bahkan, dia tidak pernah berlayar bersama fleet girl lainnya demi menjaga kerahasiaan tentang keberadaan dirinya.

Dan kita dihadapkan kepada scene shipping singkat di mana Kaga dengan agak malu-malu mengucapkan selamat atas kerja keras Zuikaku dalam operasi sebelumnya di mana Kaga tidak dapat ikut karena harus menjalani docking.

Di kamar, Fubuki terpikir tentang Yamato. Dia merasa Yamato sangat ingin bisa berlayar bersama fleet girl lainnya-seperti dirinya saat dia tidak diperbolehkan menjalani misi apapun di markas lamanya karena dia buruk dalam manuver dan menyerang (ingat bahwa dalam episode 1 dia adalah fleet girl yang baru saja dipindahkan ke markas yang dipimpin oleh admiral “bayangan” di anime ini).

Ingat, kalau latar tempat sebuah episode di anime adalah pulau maka adegan di pantai adalah sebuah kewajiban.

Fubuki ingin mengajak Yamato berenang-dan lalu setelah itu mengajaknya sortie ke lepas pantai bersama. Tentu saja itu tidak luput dari pengawasan Nagato.

Malam harinya, saat akan tidur, Fubuki melihat Yamato berjalan ke arah pantai. Fubuki mendatanginya, dan akhirnya dia yakin bahwa Yamato memang ingin merasakan berlayar ke laut. Fubuki akhirnya mengajak Yamato untuk setidaknya merasakan mengapung di laut, walaupun hanya dekat pantai.

Baru beberapa detik saja, tahu-tahu Yamato sudah lapar-ehem, maksudnya butuh resupply. Dan lihat bagaimana dia bisa mengalahkan Akagi dalam soal makan (jangan tanya kenapa Akagi makan di malam hari begitu). Bahkan setelah nasinya habis, mereka belum benar-benar terisi penuh!

Dan tidak heran kalau mereka jadi ketahuan sama Nagato. Akhirnya Fubuki terpaksa menceritakan kenapa Yamato bisa jadi selapar-ehem, sekosong itu suplainya. Nagato akhirnya menjelaskan alasan kenapa Yamato ditahan tidak berlayar selama ini, bahwa Yamato memakan-literraly sih ya kalau di anime ini-banyak sumber daya karena perlengkapannya yang besar dan rumit. Karena dia sangat dirasa penting, Yamato tidak dibiarkan berlayar agar tidak menghabiskan sumber daya atau pun menjadi rusak karena perlengkapannya yang sangat sulit untuk dirawat. Nagato mengerti bahwa Yamato tidak akan mendapat pengalaman berperang seperti apapun dengan ditahan seperti itu, karena itu setelah masalah sumber daya diselesaikan (pada dasarnya Operasi MO dilancarkan dengan harapan mendapatkan jalur transportasi sumber daya antar markas yang berjarak jauh sehingga masalah sumber daya di markas di mana Fubuki bertugas bisa terpecahkan) Yamato pasti akan segera dibawa ikut bertarung.

Tentu saja Fubuki harus dihukum karena telah melanggar aturan. Dia akhirnya dihukum mengumpulkan kerang yang terkubur di pantai di pulau tersebut untuk kemudian dijadikan bahan makanan. Yamato datang untuk membantu. Dalam momen tersebut Yamato menjelaskan keinginannya untuk melindungi sebagai seorang fleet girl dan karena itulah dia sedih jika ada yang mengangap dirinya seperti hotel, tapi dia mengerti keadaan yang sedang terjadi sekarang dan akan sabar dan melakukan yang terbaik yang dia bisa di pulau tersebut sampai waktu di mana dirinya akan dikirim berlayar tiba.

Adegan pantai lagi…tapi di sini Fubuki dapat ide yang bisa membawa Yamato ke laut tanpa melanggar peraturan-Yamato naik ke atas perahu, dan Fubuki akan menariknya ke arah lautan. Tapi menarik kapal seberat sekitar 70.000 ton sepertinya tidak mungkin untuk Fubuki….

Tapi bagaimana kalau tiga destroyer yang menariknya? Ternyata bisa!

Sayang sepertinya perjalanan mereka tidak berakhir dengan begitu menyenangkan-radar udara Yamato menangkap kedatangan pesawat dari musuh!

Pesawat-pesawat tersebut sudah mulai mendekati Truk Island, dan Fubuki dan Mutsuki dan Yuudachi tidak akan mampu melakukan tembakan anti udara dengan meriam kecil mereka. Yamato lalu memutuskan untuk melakukannya dengan meriam 46cm-nya (entah ini mungkin atau tidak secara kenyataannya, tapi gamenya memang memungkinkan AA firing jika battleship kita dipasangi meriam 46cm), dan berjanji akan bertanggung jawab penuh atas hal tersebut sepulangnya mereka ke Truk Island. Type 3 Shell Yamato akhirnya ditembakkan dari semua meriam utamanya, dan berhasil menjatuhkan pesawat-pesawat lawan tanpa sisa.

Tapi suara meriamnya keras…semua yang di pulau mungkin sudah mendengarnya. Dan benar saja, Nagato memang mendangar suara tembakan Yamato, tapi dia tampak memaafkan mereka (secara tidak langsung). Masuk akal, karena siapa lagi yang bisa mencegat pesawat-pesawat tersebut untuk mencapai markas?

 

BONUS:

[youtube id=”ri2wal0K56U” width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending