News
Wargaming Indonesia Resmi Masuk Indonesia, Luncurkan Sejumlah Event World of Warships di Indonesia
GwiGwi.com – World of Warships adalah Game MMO action gratis (Free to play) yang bertemakan angkatan laut dari Wargaming. Game ini telah diresmikan pada tanggal 17 September 2015. World of Warships telah mencapai 30 juta pemain di seluruh dunia dan menjadi salah satu game PC paling populer. Setelah Wargaming mendominasi permainan di darat dengan World of Tanks nya dan menaklukan langit dengan World of Warplanes, World of Warships akan berlayar dengan 4 class kapal perang, dan strategi yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan di atas laut. Hal yang unik pada permainan World of Warships adalah ia menampilkan beberapa kapal paling terkenal dalam sejarah dan mode permainan yang taktis.

Ini merupakan strategi yang menarik dari Wargaming untuk meraih pasar Indonesia. Seperti yang kita ketahui perkembangan Game Online di Indonesia berkembang sangat pesat. Apalagi, menurut Pokkt, Decision Lab dan Mobile Marketing Association (MMA) yang melakukan studi terkait Game di Indonesia menyebutkan, jumlah gamer mobile di Tanah Air mencapai 60 Juta. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 100 Juta pada taun 2020. Hal tersebut membuat para publisher game dunia menempatkan Indonesia sebagai pasar utama mereka.

- IBISA ESPORTS : Jl. Greenvile Blok A no 2, Jakarta Barat
- 101 (One O One) iCafe: Jl. Kedoya Raya Blok BB No. 1 Rt. 002 Rw. 007 Jakarta Barat
- Supernova Esports iCafe: Jl. Tanjung Duren Raya No.1, RT.10/RW.2, Tj. Duren Utara, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat
- Mineski Infinity Arena: Jl. Tj. Duren Barat 1 No.5, RT.1/RW.4, Tj. Duren Utara, Kec. Grogol petamburan, Jakarta Barat
- Supernova Esports Binuz: Jl. Kyai H. Syahdan No.22, RT.6/RW.12, Palmerah, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat
Para partisipan juga berkesempatan untuk mengikuti kompetisi yang ada di Event tersebut dengan Total HadiahPuluhan Juta Rupiah. Ini adalah bukti bahwa Wargaming.net menunjukan keseriusannya untuk para pecinta Game PC di Indonesia.

Invite Code: IJN2019
Konten hadiah dalam invite code:
- 3 Kapal Premium Jepang (Battleship Tier 2 Mikasa, Cruiser Tier 3 Katori, Destroyer Tier 2 Tachibana Lima)
- 1 Kapal Rental Premium Jepang 7 Hari (Battleship Tier 4 Ishizuchi)
- 1,000,000 credits (Silver) dan 1,000 doubloon (Gold)
- 3 Slot Port (Untuk meningkatkan jumlah penyimpanan kapal)
- Premium Account WoWs 3 Hari (Meningkatkan XP dan credits)

Berikut adalah syarat untuk mengikuti Mini Tournament World of Warships Tanggal 29 September 2019 :
- Membuat akun baru world of warships pada tanggal yang ditentukan
- Membentuk team yang terdiri dari 2 anggota
- Hadir di salah satu venue yang ditentukan oleh penyelenggara
- Hanya dapat menggunakan kapal perang tier dua
- System tournament menggunakan system eliminasi
- Pemenang ditentukan dengan point terbanyak
Para pemenang tournament juga akan mendapatkan :
Juara 1 : LG Monitor 22 Inch MK400H (2 Unit)
Juara 2 : LG Monitor 20 Inch MK400H (2 Unit)
Juara 3 : Gaming Keyboard Armagedon K666 & Gaming Headset Rexus Thundervox HX10 (2 Unit)

- Buka https://worldofwarships.asia/
- Register/daftar akun baru dengan klik tombol “Play for Free”
- Masukkan data diri untuk mendaftar
- Klik tulisan “Have an invite code?”
- Masukkan Invite code: IJN2019
- Centang semua ketentuan
- Klik tombol “Continue”
Langsung download dari https://worldofwarships.asia/ atau https://store.steampowered.com/app/552990/World_of_Warships/ dan mulai serunya peperangan di samudra!
Sampai Jumpa di World of Warships Gwiples!
News
Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.
Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.
Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.
Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.
Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.
Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.
Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.
News
Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.
Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.
Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.
Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.
Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.
Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.
Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.
Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.
Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.
Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.
News
SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.
Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.
SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.
Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.
Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.
Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.
Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.
Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming3 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming3 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies3 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Smartphone2 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang






