Connect with us

Event

Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup “COMIKET” Indonesia 2019

Published

on

GwiGwi.com – Acara 2x setahun yaitu Comifuro 13 sudah diselenggarakan minggu lalu sejak tanggal 7 September 2019 hingga 8 September 2019. Acara ini memang selalu menjadi perhatian terutama dengan adanya penjualan doujinshi, ganci, dan berbagai macam merchandise buatan para kreator di Indonesia seputar Pop Culture. Berikut adalah review saya sebagai wibu, yang sudah mulai jarang menghadiri event.

Comifuro 13 adalah salah satu event “hijrah wibu” terbesar di Indonesia selain berbagai event lainnya di bulan Agustus hingga November nanti. Event yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta ini memang selalu pada dipenuhi para penggiat Pop Culture mulai dari Penikmat ringan, hingga para fans garis keras berbagai macam konten Pop Culture di Indonesia. Sedikit perubahan yang saya rasakan adalah mulai banyaknya konten budaya pop yang bukan lagi jejepangan 100%. Berbagai konten baik dalam dan luar negri pun mulai berkembang seperti adanya konten-konten kreasi para kreator yang berhubungan dengan Idola K-POP mereka seperti BTSBlackpinkITZY, dan sebagainya. Selain itu ada juga konten-konten berbasis game western seperti Mobile LegendsPUBG, dan sebagainya.

Walau demikian, memang event ini tidak akan pernah terlepas dari fokus utama kontennya seperti lomba Karaoke lagu-lagu J-POP, hadirnya Kyou Hobby Shop sebagai salah satu “Seller Khilafan”, dan segudang kegiatan J-POP lainnya. Selain itu tetap mayoritas, para kreator menjajakan dagangannya yang berisi beragam fandom konten J-POP seperti Games, Anime, Manga, Webtoon, dan sebagainya. Untuk soal harga pun beragam mulai dari 1000 rupiah, hingga ratusan ribu. Harga tersebut diberikan untuk berbagai merchandise seperti Ganci, Stiker, Poster Fanart, Artbook, hingga Komik Doujinshi. Dan seperti biasa, urusan artworknya ada yang family friendly, ada juga yang sedikit “menunjukan konten dewasa”.

Advertising
Advertising

Selain itu, yang tak kalah cetar disini adalah kehadiran para Cosplayer Indonesia yang ngga kalah ingin unjuk gigi disini. Walau tidak ada lomba spesifik urusan Cosplay, banyak Cosplayer yang hadir untuk sekedar having-fun hingga memang hadir untuk bertemu sapa, serta difoto oleh para Kameko. Cosplayer-cosplayer ini pun tidak kalah kece dengan event-event besar lainnya karena ada juga yang hadir dengan peralatan “perang” lengkap sesuai dengan karakternya. Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah beberapa cosplayer mulai andil berani untuk hadir menggunakan costume karakter mereka yang lebih “terbuka”. Ini bukanlah sesuatu yang jelek karena menurut saya ini adalah tanda perkembangan Cosplayer di Indonesia, yang mulai menjadi jauh lebih baik dan tidak ingin kalah dengan Cosplayer dari Luar Negri. Walau ini event ini bisa dibilang masih dalam taraf Lokal dan belum booming seperti event-event berbasis Pop Culture lainnya di Indonesia. I give a big thumbs up for those brave cosplayers.

Overall Comifuro memang selalu menjadi salah satu event yang bisa dibilang melengkapi pengalaman wibu di Indonesia. Hal ini ditunjukan oleh keseriusan para panitia untuk memberikan pengalaman a-la Comiket di Indonesia. Walau banyak event lain yang memang memiliki target serupa, so far

bagi saya hanya Comifuro yang mendekati kemiripannya. Ini ditunjukan dari merchandise yang dijual oleh para kreator berbasis booth tiap tahunnya seperti yang bisa dilihat dari Creator's Corner di Comiket. Untuk urusan attendees pun mulai menarik terutama soal cosplayer dan kamekonya karena kita mulai melihat upgrade di kedua sisi dimana Cosplayer terlihat lebih berani dan lebih serius, dan para kameko pun mulai terlihat lebih profesional.

Namun demikian, event ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah mudahnya terjadi pencurian seperti adanya drama soal kamera yang dibawa oleh orang yang tidak di kenal di Venue event, dan juga ada soal kemampuan kapasitas Balai Kartini yang mulai sedikit aga “sempit” melawan pertumbuhan jumlah para pengunjung event yang setiap tahunnya semakin banyak.

Overall, menurut saya, Comifuro 13, is Another successful Comifuro. Ada banyak hal yang dapat diimprove lagi, namun demikian bagi saya ini sudah cukup oke. Memang sudah mulai tersebar rumor bahwa Comifuro mungkin akan berpindah venue seperti trend yang mulai terjadi sejak 2019, dimana beberapa event memang memutuskan untuk hiatus sementara antara karena sedang mencari venue baru, atau memang ada restruktur dari event tersebut. But, if next year Comifuro returns, I'll be glad to attend it once again.

Kurang lebih sekian dulu review event kali ini. Jika kalian penasaran lebih lanjut tentang Cosplayer event tersebut bisa langsung follow Facebook Page FSPlus (Facebook) dan Youtube GwiGwi (Youtube Link) karena nantinya di Page Pribadi saya akan ada update foto-foto Cosplayer serta video CMV di Youtube kita.

Gallery Comifuro 13

Advertisement

Event

AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA

Published

on

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.

Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.

Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.

Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.

Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Continue Reading

Event

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!

Published

on

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper Di Panggung!

www.gwigwi.com –

Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.

Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.

Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.

Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.

Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.

Continue Reading

Event

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake

Published

on

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik Dengan Fatal Frame Ii: Crimson Butterfly Remake

www.gwigwi.com –

Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.

Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.

Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.

Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.

Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.

Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending