Berita Anime & Manga
Review Fate/Stay Night Unlimited Blade Works Episode 4
[alert-warning]Spoiler Alert! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.Com – Pada Episode kali ini, Kita disambut di kediaman Illya sehabis pertarungannya dengan Shirou dan Rin. Kedua pengasuh Illya bingung mengapa Illya tidak langsung membunuh Shirou dan Rin. Illya dengan sombong menjawab, “Karena langsung membunuh mereka tidak seru.”
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/36_zps7067acc7.jpg
Kembali di kediaman Shirou, Kita diperlihatkan pemandangan medan perang penuh dengan pedang yang akhirnya hanya mimpi Shirou dan Shirou pun terbangun. Melihat Rin disebelahnya, Shirou terkejut dan langsung melompat dari futon nya. Sepertinya setelah pingsan semalam, Rin membawa Shirou pulang dan mengobati luka Shirou tetapi dalam semalam luka Shirou sudah sembuh. Setelah berbincang sedikir, Rin pun pulang. Shirou pun pergi mencari Saber.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/47_zps02436082.jpg
Masuk ke dalam dojo, Shirou menemukan Saber yang sedang beristirahat. Saber pun terkesan dengan Shirou yang dianggap memiliki Self-Healing Magic. Tetapi, Saber meminta agar Shirou tidak melakukan hal-hal berbahaya seperti di pertarungan terakhir. Meskipun begitu, Shirou sebagai Master yang baik akan tetap membantu. Saber berterima kasih tapi ia berharap Shirou tidak terlalu sering melakukanya karena Saber juga menginginkan Holy Grail untuk mengabulkan keinginannya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/38_zpsdd762cf5.jpg
Saber kemudian menjelaskan kepada Shirou bahwa Servant memiliki Heroic Spirit. Heroic Spirit tersebut kemudian ditetapkan berdasarkan Class setiap Servant. Saber juga menjelaskan bahwa setiap Class memiliki kelemahan. Tetapi dengan adanya kelemahan itu, Setiap Class diberi apa yang dinamakan Noble Phantasm (Senjata Rahasia) tetapi Servant perlu menggunakan Mana untuk menggunakan Noble Phantasm. Biasanya Setiap Servant akan memberi tahu Master mereka mengenai Identitas asli Servant tetapi karena Shirou bukanlah Mage yang berpengalaman, Saber takut Mage lain dapat membaca pikiran Shirou. Shirou sendiri tidak keberatan dengan hal itu dan mengizinkan Saber menggunakan Noble Phantasm miliknya sesukanya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/39_zpsa35d8c84.jpg
Saat itu juga, Rin sedang menyelidiki kejadian kebocoran gas di New City. Archer sendiri merasakan adanya jejak Mana yang dapat dihubungkan dengan ulah Servant. Kembali di kediaman Shirou, Shirou mendapat panggilan dari Fujimura-Sensei untuk membawakan dia makan siang. Takut akan terjadi lagi kejadian seperti kemarin, Saber pun ikut dengan Shirou. Saat di sekolah, Saber merasakan adanya jejak Mana tetapi dianggapnya tidak terlalu berbahaya. Setelah mengantar dan berbincang sedikit, tiba-tiba Saber menghilang dan Shirou pun pergi mencarinya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/40_zps1a571897.jpg
Saber sendiri saat sedang melihat kedalaman Sekolah, bertemu dengan seorang guru. Shirou pun tiba-tiba datang dan berkata bahwa Saber adalah temannya yang ingin melihat Sekolah Shirou. Setelah Saber dibawa Shirou ke ruangan tamu, Saber merasakan ada yang aneh dari guru tadi yang bernama Kuzuki-Sensei. Meskipun begitu, Saber tidak merasa bahwa Kuzuki adalah Mage. Setelah berbincang sedikit, Saber mengajak Shirou untuk berkeliling. Saat pulang, Shirou ditemui oleh Ketua Archery Club. Dia bertanya apakah Shirou akan kembali ke Archer Club atau tidak karena Fujimura-Sensei ingin mengajak Shirou kembali. Shirou sendiri masih ada minat untuk kembali setelah semuanya terselesaikan.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/41_zps59009024.jpg
Saat pulang bersama Sakura dan Fujimura-Sensei, Shirou ditanya Saber itu siapa. Shirou pun hanya bisa menjawab kalau Saber adalah kenalan ayahnya dan Saber akan tinggal di rumah Shirou untuk sementara. Tentu saja Sakura dan Fujimura-Sensei kaget. Sakura sendiri tidak mau ada perempuan lain yang tinggal bersama Shirou dan Fujimura-Sensei sebagai Guru tidak memperbolehkannya. Tetapi karena Saber dianggap kenalan nya ayah Shirou maka Fujimura-Sensei mengizinkannya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/42_zpsc48622a3.jpg
Setelah di rumah, Mereka semua makan malam. Saat hari makin malam, Shirou meminta Fujimura-Sensei menemani Sakura pulang tapi ia bilang tidak bisa. Shirou pun bingung tapi kemudian terkejut karena Fujimura-Sensei akan mulai tinggal di rumah Shirou juga dan ia juga mengajak Sakura untuk ikut. Di saat yang sama, Rin sedang menyelidiki kedalaman gedung tempat terjadinya kebocoran gas. Saat di dalam, Rin dihadapi oleh beberapa mahluk tulang tapi mahluk-mahluk tersebut bukan tandingan Rin. Saat Rin membuka salah satu ruangan kantor, Ia melihat bahwa karyawan yang bekerja di dalam sudah pingsan semua akibat gas yang menyebar. Archer mencurigai bahwa yang melakukan ini adalah Servant perempuan. Rin sendiri juga mengira yang melakukan ini adalah Caster dan meminta Archer untuk mencari nya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/43_zpsb9b6d5c0.jpg
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/44_zps9d4c64d9.jpg
Archer sendiri bingung mengapa Rin mengejar musuh yang berat dan bukan yang paling mudah. Rin pun tidak masalah jika Shirou hanya berdiam saja karena Rin dapat mengalahkan Shirou dengan mudah. Tetapi jika Shirou tetap tidak menerima bahwa ia adalah Master maka Rin akan membunuhnya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/46_zpsea4fb7ad.jpg
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!





